Pemuda Asal Borneo Ini Jadi Pesepakbola Terkaya, Hartanya Mencapai Rp 284 Triliun

Pesepakbola sudah lekat dengan gaya hidup yang mewah dan bergelimang harta. Apalagi kalau mereka berasal dari klub-klub papan atas, sebut saja Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Berkat kepiawaian mengolah si kulit bundar menjadikannya masuk ke daftar pemain bola terkaya di dunia.

Dikutip dari Forbes, gelandang asal Argentina, yang sejak dulu memperkuat Barcelona, Lionel Messi telah memiliki kekayaan yang fantastis. Total kekayaannya mencapai US$ 111 juta atau sekitar Rp 1,5 triliunan. Dengan harta sebegitu fantastisnya, ia berada di urutan kedua di daftar atlet dengan bayaran termahal tahun 2018.

Semenatara rival abadinya, Cristiano Ronaldo, memiliki harta kekayaan yang gak beda jauh dengan Messi yaitu US$ 108 juta atau sekitar Rp 1,5 triliunan. Ronaldo pada tahun 2018 berada di peringkat ketiga dalam daftar atlet dengan bayaran termahal. Gak cuman dari dunia sepakbola, Sumber pundi-pundi CR7 juga didapat dari bisnis, salah satunya bisnis perhotelan di negara asalnya, Portugal.

Nah kalau menurut kamu, kedua atlet tersebut sudah paling kaya di dunia, sayang sekali kamu salah! Ternyata, jauh di atas dua atlet itu, ada seorang pesepakbola muda yang bisa dikatakan sebagai pemain bola terkaya di dunia bernama Faiq Bolkiah.

Mungkin nama itu masih asing di telinga kalian, pemuda asal Brunei Darussalam itu beberapa kali disebutkan di media luar sebagai pesepakbola paling tajir sejagat dengan harta kekayaan mencapai US$ 20 miliar. Bagaimana bisa ya?

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Enam Langkah Strategis Dongkrak Devisa Pariwisata

Faiq Bolkiah keponakan dari Sultan Brunei

Faiq Bolkiah keponakan dari Sultan Brunei (Instagram).

Kamu mungkin masih asing mendengar nama Faiq Bolkiah, tapi tidak dengan nama marganya Bolkiah. Ya, Faiq merupakan keponakan dari Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Jadi bisa dibayangkan kan seberapa kayanya mereka.

Faiq, pesepakbola berusia 20 tahun yang kini memperkuat Leicester City, merupakan anak dari adik Sultan Brunei, Jefri Bolkiah. Sebagai keluarga Kesultanan Brunei Darussalam gak heran kalau hidup mereka bergelimang harta. Kekayaan sang Sultan sendiri bahkan bisa melebihi kekayaan Raja Saudi.

Ayah dari Faiq, Jefri Bolkiah memiliki harta yang tak tanggung-tanggung, 2.300 mobil, 8 pesawat Boeing, dan lima kapal mewah. Lantas dengan harta sebanyak itu, Faiq dikutip dari FoxSports memiliki kekayaan mencapai US$ 20 miliar atau Rp 284 triliunan.

Memelihara macan

Faiq Bolkiah memelihara macan (Instagram).

Dilihat dari Instagramnya, pemain bola terkaya di dunia ini memiliki hewan peliharaan yang gak umum. Faiq kerap membagikan momen bermain dengan macan tutul.

Padahal kalau di Indonesia, macan tutul termasuk hewan yang paling dilindungi. Jadi karena sangat kaya dan memiliki kuasa di Brunei, wajar saja kalau dia bisa memelihara hewan buas ini.

Coba bandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kedua mega bintang itu cuma punya peliharaan anjing. Kebayang kan berapa kali lipat tajirnya Faiq ini dibandingkan mereka.

Baca juga: Keunikan Budaya Dayak Jadi Daya Tarik dan Kekuatan Festival Budaya Isen Mulang

Perjalanan karier sepakbolanya, dari Chelsea hingga Leicester City

Perjalanan kariernya sejak kecil (Instagram).

Sebagai keluarga Kesultanan Brunei, Faiq Bolkiah ogah melakoni kariernya di pemerintahan. Pemuda yang lahir di Los Angeles 1998 itu lebih memilih untuk menekuni hobinya dalam dunia sepakbola.

Untuk memenuhi hasratnya menjadi pesepakbola, Faiq menempuh pendidikan sepakbola di Inggris. Dikutip dari Panditfootball, Faiq memulai karier profesionalnya di Southampton tahun 2009. Kemudian ia sempat berlabuh di Chelsea U-18 dengan kontrak dua tahun. Tapi kariernya di Chelsea gak terlalu cemerlang, dari 22 penampilan, ia hanya mampu mencetak dua gol.

Leicester tertarik untuk memboyong pemain asal Brunei itu ke King Power Stadium. Kontrak pun disepakati dengan durasi tiga tahun dimulai sejak tahun 2016. Kini, sang anggota keluarga Kesultanan Brunei Darussalam sekaligus pemain bola terkaya di dunia itu telah memperkuat Leicester U-23

Kariernya di Timnas Brunei

Kariernya di Timnas Brunei (Instagram).

Sayang, karier sepakbolanya bersama Timnas Brunei tidak berbanding lurus dengan kekayaannya. Bagaimana tidak sejak mengemban ban kapten tahun 2016 hingga kini, tak ada satupun prestasi cemerlang yang bisa dipetik oleh Brunei.

Di daratan Asia Tenggara saja, bisa dibilang Brunei termasuk tim yang berada di kelompok terendah. Jadi meskipun memegang gelar pemain bola terkaya di dunia, Faiq masih belum bisa memberikan prestasi yang nyata di dunia sepakbola. (Editor: Winda Destiana Putri).