Jangan Abaikan 6 Hal Ini Kalau Ingin Pengajuan Kartu Kreditmu Dikabulkan

Jangan abaikan ini kalau ingin pengajuan kartu kredit dikabulkan. (Shutterstock)

Apa sih yang bisa bikin pengajuan kartu kredit bisa sukses? Pertanyaan ini biasanya terlontar dari orang-orang yang gagal dalam mengajukan kartu kredit.

Padahal, mereka merasa semua persyaratan yang diminta telah dipenuhi. Namun, setelah menunggu dalam waktu yang cukup lama, rupanya pengajuan kartu kredit mereka ditolak.

Bahkan, ada pula orang yang ditolak pengajuan kartu kreditnya hingga berkali-kali. Dari pihak bank pun kadang tidak memberitahu alasan penolakannya secara rinci. Ketentuan yang berlaku pada bank tentunya tidak dapat diganggu gugat.

Sebenarnya sih memang menjadi hak prerogatif bank untuk menyetujui atau menolak pengajuan kartu kredit yang datang ke mereka. Boleh saja di bank itu aplikasi kartu kredit kamu ditolak. Namun, bukan berarti aplikasi kamu bakal ditolak di bank lain.

Asal tahu saja nih, ada beberapa faktor yang dapat bikin pengajuan kartu kredit itu diterima lho. Pengin tahu apa aja? Disimak yuk ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Tagihan Tembus Rp 1 Miliar, Ini Suka Duka Artis Indonesia Pakai Kartu Kredit

1. Punya catatan kolektibilitas kredit yang bagus

Sukses tidaknya pengajuan kartu kredit dipengaruhi kolektibilitas produk. (Shutterstock)

Setelah melakukan pengajuan kartu kredit, bank nantinya menganalisis aplikasi yang kamu serahkan. Hal yang pasti dilakukan bank dalam analisisnya adalah mengecek kolektibilitas kredit kamu.

Apa itu kolektibilitas kredit? Berdasarkan informasi dari Wikipedia, kolektibilitas kredit adalah klasifikasi status pembayaran angsuran atau pinjaman beserta bunganya.

Bisa dibilang kolektibilitas kredit ini merupakan catatan orang-orang selama melakukan pembayaran cicilan utang. Lancar dalam pembayaran cicilan utang itu artinya bagus, atau yang bisa disebut sebagai performing loan. Sementara kalau macet, itu artinya buruk alias non-performing loan.

Nah, pengajuan kartu kredit bisa diterima karena status kolektibilitas kredit kamu yang bagus. Sebaliknya, pengajuan ditolak karena status kolektibilitas yang buruk.

Baca Juga: Aplikasi Kartu Kredit Ditolak Melulu, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

2. Besaran gaji lebih dari yang disyaratkan

Dikabulkannya pengajuan kartu kredit juga tergantung besaran gaji. (Shutterstock)

Melakukan pengajuan kartu kredit, lebih aman pilih kartu kredit dengan syarat besaran gaji lebih rendah dari gaji bulananmu. Misalnya aja, gaji kamu Rp 5 juta bersih. Ajukan aja kartu kredit yang syarat gaji minimalnya Rp 3 juta.

Soalnya bank melihat besaran gaji dalam mempertimbangkan apakah akan menyetujui atau menolak aplikasi kartu kredit. Mustahil deh bank mengabulkan permohonan kartu kredit dengan gaji yang besarannya di bawah ketentuan mereka.

Bank pun bukan cuma melihat gaji. Bank juga bakal mencari tahu mengenai status pekerjaan kamu, apakah kamu karyawan kontrak atau tetap. Status tersebut bakal memengaruhi keputusan bank.

Bank cenderung menolak pengajuan kartu kredit dari orang-orang yang berstatus sebagai karyawan kontrak. Berbeda dengan karyawan tetap yang berpeluang lebih besar.

Namun, jangan dianggap ketentuan ini udah final ya. Bisa aja aplikasi kartu kredit kamu diterima walaupun kamu berstatus karyawan kontrak. Balik lagi, semua keputusan adalah hak prerogatif bank.

3. Pastikan tempat tinggal kamu saat ini sesuai dengan KTP

Pastikan tempat tinggalmu sesuai alamat di KTP biar pengajuan kartu kredit diterima. (Shutterstock)

Bank bakal menanyakan alamat tempat tinggal kamu sebagai bagian dari interview. Tujuan dari menanyakan ini adalah memverifikasi data-data yang kamu cantumkan dalam form aplikasi pengajuan.

Data-data seperti tempat tinggal, gaji, lama bekerja, hingga hubungan kamu dengan orang yang kamu cantumkan namanya di form. Nah dalam sesi tanya jawab ini, kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan sebenar-benarnya.

Gak jarang lho, pengajuan kartu kredit gagal karena salah memberikan jawaban yang ditanyakan petugas bank. Makanya kamu pastikan benar-benar bahwa semua data bisa dipastikan kebenarannya. Misalnya aja alamat tempat tinggal yang sesuai dengan KTP.

4. Ajukan aplikasi di bank yang sama dengan bank rekening payroll

Pengajuan kartu kredit sebaiknya di bank tempat payroll gajimu. (Shutterstock)

Lebih menjanjikan lagi nih kalau kamu melakukan pengajuan kartu kredit di bank yang sama dengan bank rekening payroll. Soalnya, hal ini memudahkan bank dalam melihat cash flow kamu.

Tentu aja, hal ini bisa mempersingkat waktu bank dalam menganalisis aplikasi kartu kredit kamu. Gak cuma itu, ada beberapa keuntungan lainnya yang bisa kamu nikmati sebagai nasabah payroll. Misalnya aja seperti gratis iuran tahunan atau penawaran promo-promo tertentu.

Sampai di sini sudah tahu kan faktor-faktor apa yang bikin pengajuan kartu kredit kamu diterima? Karena itu, sebelum mengajukan, pastikan dulu deh faktor-faktor di atas udah kamu penuhi dengan baik. Dengan begitu, gak ada ceritanya kamu gagal dapatkan kartu kredit.

5. Pastikan memiliki pekerjaan tetap

Hal lain yang akan membuat pengajuan kartu kreditmu disetujui adalah pekerjaan tetap. Tidak hanya penghasilan, bank juga akan melihat apakah pekerjaan pemohon dapat menjamin kelancaran pemembayar kartu kredit. Biasanya, bank memberikan nilai lebih bagi pemohon dengan pekerjaan formal.

Tak hanya jenis pekerjaannya saja, bank juga akan melihat lama kerja di perusahaan tersebut. Jika usia kerja di tempat saat ini sudah di atas setahun, bank akan memberikan nilai lebih.

Selain itu, perusahaan tempat kita bekerja juga akan dinilai. Pengajuan kartu kredit untuk karyawan yang bekerja di perusahaan besar, peluang disetujuinya lebih besar dibandingkan mereka yang bekerja di perusahaan yang baru didirikan.

Sekadar diketahui, gaji minimal karyawan yang disetujui pengajuan kartu kreditnya adalah Rp 3.000.000/bulan.

6. Mengajukan dan melengkapi aplikasi dengan data dan dokumen valid

Setelah mampu memenuhi beberapa poin di atas, maka kamu bisa mengajukan permohonan kartu kredit ke bank. Berikut, beberapa poin kamu bisa mengajukan kartu kredit ke bank:

Pilih bank tepat

Banyak bank memberikan fasilitas kartu kredit. Namun, sebagai calon aplikan pemula, ada baiknya kamu memikirkan untuk mengajukan aplikasi ke sebuah bank yang memiliki tingkat approval tinggi bagi orang yang belum pernah memiliki kartu kredit (pengajuan dengan slip gaji/SKP).

Pilih salah satu bank yang memiliki kriteria tersebut dan perhatikan beberapa poin di bawah ini sebagai tambahan:

Pilih bank yang digunakan kantor untuk membayar payroll. Akan sangat baik jika kamu mengajukan kartu kredit pada bank yang sama di mana kantormu membayar gaji karyawan setiap bulannya. Dengan begitu, bank akan dengan mudah melihat riwayat keuanganmu di dalam rekening pribadimu.

Pastikan saldo tabungan dan perputaran dana di dalam tabungan selama tiga bulan terakhir dalam keadaan baik dan mencukupi. Hal ini akan dilihat oleh bank sebagai gambaran kemampuan keuangan yang kamu miliki.

Lengkapi persyaratan yang diminta

Pastikan Anda melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh pihak bank, karena hal ini akan mempermudah proses pengajuan aplikasi yang Anda lakukan. Pengajuan aplikasi yang tidak lengkap dan sesuai dengan ketentuan hanya akan berakhir dengan penolakan dari pihak bank.

Isi formulir aplikasi dengan data yang benar dan sesuai. Pastikan Anda mengisi semua kolom dengan hati-hati dan jangan lupa untuk selalu menandatangani aplikasi tersebut.

Kondisikan emergency contact (keluarga tidak serumah) sebelum Anda mengisinya di aplikasi. Hal ini sering menjadi penyebab ditolaknya pengajuan kartu kredit, karena itu hubungi dan kondisikan dengan baik sebelum Anda mencantumkan nama seseorang sebagai emergency contact Anda.

Legkapi aplikasi dengan dokumen yang layak, seperti: fotokopi KTP, fotokopi NPWP, slip gaji/SKP (asli), serta fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir (jika dibutuhkan).

Ajukan di tempat yang tepat

Ada beberapa pilihan tempat mengajukan kartu kredit yang bisa dipilih, di antaranya:

  • Kamu bisa mendatangi bank terdekat dan mengajukan permohonan kartu kredit secara langsung di sana.
  • Kamu juga bisa mengajukannya secara online dengan mengunjungi website resmi bank yang dipilih.
  • Kamu bisa memanfaatkan program Member Get Member (MGM) yang biasanya diberikan oleh bank kepada nasabah pengguna kartu kredit mereka, di mana nasabah tersebut akan merekomendasikan seseorang yang dianggapnya layak untuk menerima program tersebut. Mungkin teman, keluarga, atau rekan kerja memiliki program MGM dari kartu kreditnya, karena dengan begini akan lebih mudah disetujui.

Kamu juga bisa mengajukan permohonan kartu kredit di mall/supermarket ketika bank mengadakan promosi di sana.

Itulah enam hal yang bisa dilakukan kalau ingin pengajuan kartu kreditmu dikabulkan. Kalau masih bingung apa saja syarat mengajukan kartu kredit di bank-bank se-Indonesia, bisa membacanya di sini. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →