Pastikan Pengajuan Kartu Kredit Tembus dengan Cara Ini

Pengajuan Kartu Kredit

Proses pengajuan kartu kredit tidaklah begitu rumit. Sebab, dokumen dan prosedur yang dibutuhkan pada dasarnya  tidak begitu banyak. Akan tetapi, yang bikin deg-degan adalah apakah pengajuan aplikasi kartu kredit Anda bisa tembus atau tidak.

Contoh kasus, ada seseorang yang berpenghasilan tinggi, namun pengajuan aplikasi kartu kreditnya tidak disetujui. Di kasus lainnya, ada orang yang berpenghasilan UMP (Upah Minimum Provinsi) berhasil mendapatkan kartu kredit pertamanya.

Kok, bisa seperti itu? Yuk, mari kita pahami seluk-beluk pengajuan kartu kredit berikut ini.

Kriteria Pemohon dan Syarat Dokumen Pengajuan Pembuatan Kartu Kredit

Kriteria Pemohon dan Syarat Dokumen Pengajuan Pembuatan Kartu Kredit

Secara umum, kriteria yang harus Anda penuhi sebelum mengajukan aplikasi kartu kredit, antara lain:

  • Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Berpenghasilan minimal sesuai UMP.
  • Memiliki riwayat kredit yang bagus.
  • Melengkapi dokumen yang diminta dan mengikuti prosedur pengajuan secara tepat.

Adapun dokumen pengajuan pembuatan kartu kredit di berbagai bank, antara lain:

  • Dokumen identitas diri berupa KTP.
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  • Slip gaji atau bukti penghasilan.
  • Mutasi rekening tiga bulan terakhir.

Tidak banyak dokumen yang dibutuhkan, bukan? 

Prosedur Pengajuan Kartu Kredit Hingga Approval

Prosedur Pengajuan Kartu Kredit Hingga Approval

Selanjutnya adalah prosedur pengajuan kartu kredit hingga proses approval yang dapat Anda ikuti.

1. Isi formulir pengajuan kartu kredit

Formulir pengajuan bisa Anda dapatkan dengan memilih cara-cara ini.

  • Datang langsung ke bank.
  • Hampiri staf pemasaran kartu kredit, biasanya ada di mal atau pusat perbelanjaan.
  • Kunjungi situs komparasi produk kartu kredit.

Selanjutnya, isi kolom-kolom yang tersedia di formulir tersebut sesuai data Anda yang akurat. Anda pun dapat menyerahkan kembali formulir tersebut kepada petugas bank atau pihak pemasaran kartu kredit.

Informasi yang biasanya harus diisi pada formulir tersebut, antara lain: 

  • Data diri pribadi termasuk nomor KTP.
  • Jumlah penghasilan.
  • Data kerabat (saudara tidak serumah).

2. Lengkapi dokumen yang diminta

Sembari mengisi formulir pengajuan kredit, Anda dapat menyiapkan dokumen persyaratan yang diminta. Jangan ketinggalan satupun dokumen yang disyaratkan, ya

Biasanya dokumen yang diminta adalah asli dan fotokopi. Selain dokumen yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa bank penerbit kartu kredit yang turut meminta foto tampak depan kartu kredit yang sudah Anda miliki sebagai bahan referensi mereka.

3. Verifikasi melalui telepon

Formulir dan dokumen telah dikirimkan kepada pihak bank baik melalui staf pemasaran, kini saatnya menunggu.

Jangan sampai luput di proses menunggu ini ! Pada masa-masa ini sebenarnya adalah tahap verifikasi melalui telepon. Pihak bank perlu memastikan bahwa benar-benar Anda yang mengajukan kartu kredit, bukan orang lain atas nama Anda. Kemudian, mereka juga akan memverifikasi data yang Anda berikan.

Begitu juga dengan kerabat atau saudara tidak serumah yang Anda cantumkan pada formulir. Pastikan dia menjawab panggilan telepon dari pihak bank yang ingin memverifikasi data.

Setelah proses verifikasi, pihak bank akan menganalisis keseluruhan prosedur pengajuan kartu kredit Anda. Pihak bank akan memberikan notifikasi apakah pengajuan kartu kredit Anda telah disetujui atau tidak.

Apabila disetujui, maka kartu kredit akan dikirimkan dalam waktu kira-kira satu atau dua minggu setelah pemberitahuan approval.

Tips dan Trik agar Aplikasi Kartu Kredit Disetujui Bank

Tips dan Trik agar Aplikasi Kartu Kredit Disetujui Bank

Di sinilah jawaban kenapa pengajuan kartu kredit bisa ditolak, padahal penghasilannya cukup tinggi? Atau, Anda merasa telah memenuhi kriteria dan persyaratan dokumen yang diminta secara lengkap, namun aplikasi kartu kredit tidak kunjung disetujui.

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan pengajuan kartu kredit. Ikuti beberapa tips dan trik berikut!

1. Pilih kartu kredit yang tepat

Bank penerbit kartu kredit yang dipilih haruslah sesuai dengan profil Anda. Pertama, pastikan jenis atau limit kartu kredit yang Anda pilih sesuai dengan penghasilan. Kedua, pastikan bahwa bank penerbit kartu kredit tersebut tidak mensyaratkan kepemilikan kartu kredit.

Beberapa bank penerbit kartu kredit yang cocok untuk pengajuan pertama kali, antara lain: BCA, CIMB Niaga, BNI, dan Bank Mega. Sementara itu, beberapa bank seperti Citibank, HSBC, UOB mensyaratkan calon nasabah mereka harus sudah memiliki kartu kredit dari bank lain terlebih dahulu.

2. Pilih bank yang mengurus payroll gaji dari kantor / perusahaan pribadi

Trik lain adalah memilih bank yang digunakan untuk payroll gaji. Sebab, pihak bank akan mudah melihat riwayat penghasilan. Sebab, salah satu pertimbangan penting bagi pihak bank adalah memastikan Anda memang berpenghasilan dan data yang dimasukkan tidak palsu.

3. Pastikan cash-flow tabungan lancar

Bagaimana kalau Anda ingin mengajukan kartu kredit dari bank lain yang tidak digunakan untuk payroll? Atau, gaji Anda ternyata tidak ditransfer, tetapi diberikan secara tunai oleh perusahaan?

Triknya adalah pastikan cash-flow tabungan Anda lancar dengan selalu menyetorkan gaji ke rekening tersebut. Lakukan hal ini minimal enam bulan sebelum mengajukan kartu kredit. Dengan begitu, bank akan melihat bahwa Anda memang memiliki penghasilan.

4. Memiliki riwayat kredit bagus di data SLIK OJK 

Syarat ini benar-benar mutlak Anda penuhi. Sebelum menyetujui aplikasi kartu kredit, bank akan mengecek reputasi Anda terlebih dahulu di database SLIK OJK (dulu BI Checking).

Sebagai informasi, SLIK OJK tidak hanya menyimpan riwayat kredit dari perbankan saja tetapi juga dari pinjaman nonbank seperti leasing dan pinjaman online.

Kalau memiliki utang dari tempat lain, pastikan tidak memiliki tunggakan yang membuat nama Anda masuk daftar hitam SLIK OJK.

5. Usahakan alamat domisili sesuai KTP

Tips ini tidak menjadi mandatory. Akan tetapi, biasanya pengajuan kartu kredit dengan data alamat domisili sesuai KTP akan lebih mudah untuk disetujui. Karena pihak bank merasa lebih “pasti” kepada calon nasabah tersebut.

6. Pastikan angkat telepon saat ada verifikasi dari bank

Jangan meremehkan proses ini! Ada baiknya untuk tidak mengabaikan telepon dari bank. Pastikan untuk sigap menjawab panggilan telepon. Begitu juga dengan kerabat yang tercantum di aplikasi Anda.

Jangan lupa juga untuk memastikan kerabat tahu informasi yang terkini tentang Anda, seperti misalnya alamat tinggal dan pekerjaan Anda.

Yang pasti, selama proses pengajuan kartu kredit tidak dikenakan biaya apa pun, ya. Tidak perlu sogok-menyogok dengan petugas bank ataupun staf pemasaran karena pihak yang menganalisis kelayakan Anda untuk mendapatkan kartu kredit adalah analis bank. 

Selama Anda memenuhi prosedur sesuai standar bank, pengajuan kartu kredit pasti akan disetujui. Jadi, jangan abaikan satupun langkah-langkah yang telah disebutkan tadi! 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →