Lulusan Sarjana Banyak yang Nganggur? Mungkin 5 Hal Ini Penyebabnya

pengangguran di Indonesia

Angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2019 cenderung menurun bila dibandingkan tahun 2018. Klaim ini didukung dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Mei lalu menunjukkan bahwa angka pengangguran turun sekitar 5 persen dari tahun lalu atau 50 ribu orang.

Sementara angkatan kerja paling banyak diisi oleh mereka yang lulusan sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah. Dilihat dari data BPS, angka pengangguran paling banyak diisi oleh mereka yang lulusan SMK, diploma, hingga jurusan sarjana.

Sangat mengejutkan bila diketahui kalau lulusan sarjana turut menyumbangkan angka pengangguran di Indonesia. Padahal mereka telah mendapatkan banyak kesempatan kerja apalagi di perkotaan, kira-kira apa penyebabnya ya?

1. Kurang keahlian

Meskipun keahlian akademis sangat penting, namun jangan meremehkan soft skill. Soft skil/ ada banyak macamnya, tapi yang paling sering dibutuhkan oleh perusahaan adalah kemampuan mengoperasikan komputer, dan kecakapan berbahasa asing biasanya sih bahasa Inggris.

Salah satu penyebab terbesar pengangguran di Indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia yang bisa berbahasa asing.

Dunia kerja di Indonesia sudah bukan lagi hanya urusan antar dalam negara saja, tapi juga mulai melibatkan dunia internasional. Semua pekerjaan pasti membutuhkan untuk kecakapan dalam berbahasa asing, penjaga toko saja harus dituntut untuk bisa ngobrol lancar menggunakan bahasa Inggris.

Kemampuan ini yang menjadi modal utama untuk bisa bersaing dengan pasar internasional.

2. Terlalu pemilih

Memilih-milih kesempatan kerja memang bagus, tapi jangan terlalu pemilih. Banyak sarjana apalagi lulusan Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai IPK tinggi, suka mematok standar pekerjaan mereka tinggi-tinggi. Padahal, mereka lupa kalau dunia kerja dan dunia kuliah itu beda banget.

Meskipun dalam hal teori akademis mereka unggul, belum tentu kemampuan mereka berguna di dunia kerja. Nah, semakin tinggi standar yang ditetapkan, tentu beban kerjanya sangat berat.

Contoh kamu seorang fresh graduate, tapi melamar posisi supervisor, ya besar kemungkinan ditolak. Atau terlalu memilih perusahaan dan juga menetapkan standar gaji yang besar. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyumbang angka pengangguran di Indonesia.

3. Kurangnya pengalaman magang

Magang merupakan salah satu tahapan bagi seorang mahasiswa mengenal lebih dekat dengan dunia kerja. Karena bakal banyak praktek-praktek yang dilakukan selain mempelajari teori-teori. Pengalaman magang ternyata dapat membantu kamu para lulusan baru dilirik oleh perusahaan.

Sayangnya, beberapa kampus tidak mewajibkan mahasiswanya untuk kerja magang. Jadi alhasil pengetahuan mereka tentang dunia kerja nol deh.

4. Malas mengurus persyaratan lamaran yang ribet

Beberapa perusahaan mengharuskan kamu melampirkan persyaratan-persyaratan yang banyak. Kalau cuma transkrip nilai, ijazah, dan CV sih mungkin masih gampang, tapi ada beberapa yang meminta kamu untuk melampirkan SKCK, essay, surat rekomendasi, surat bebas, dan lainnya.

Nah, inilah yang bikin para lulusan sarjana malas melamar kerjaan, alhasil mereka nganggur lama deh.

Ada juga yang tetap nekat melamar, namun gak melampirkan seluruh persyaratannya. Kalau kamu salah satu orang yang seperti ini, jangan harap bakal dapat dipanggil wawancara deh.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

5. Kurangnya dukungan dari orangtua

Restu orangtua memang pertimbangan yang paling penting di segala aspek kehidupan, mau milih jodoh tanya orangtua, mau pilih kampus tanya orangtua, termasuk mau pilih kerjaan juga nanya orangtua. Tapi, sayangnya nih kadang restu orangtua bisa bikin pengangguran di Indonesia bertambah. Kenapa bisa begitu?

Misalnya saja, kamu keterima di sebuah perusahaan, terus kamu sudah yakin untuk menapaki karier profesional di sana, tapi pas tanya ke ortu, mereka malah gak setuju.

Biasanya alasan ortu gak setuju itu beragam, ada yang karena perusahaannya gak jelas, atau gajinya yang mereka nilai kurang sepadan, atau bisa juga faktor lokasi perusahaan yang jauh.

Selain lima penyebab di atas, kamu mungkin juga bisa berkaca ke diri sendiri, apakah kamu tipe pekerja yang siap menerima perintah dari orang lain, atau justru kamu sebagai pribadi yang berbakat dalam hal bisnis.

Kalau kamu orang yang senang terjun ke dunia bisnis, alangkah baiknya untuk membuka usaha sendiri. Dengan seperti itu kamu gak cuma menyelesaikan permasalahan pengangguran dirimu sendiri saja, tapi juga berkontribusi mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan membuka lapangan kerja bagi orang lain. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →