Pengertian Asuransi Kebakaran, Jaminan, dan Contoh ‌

Asuransi kebakaran

Salah satu produk asuransi umum yang cukup populer adalah asuransi kebakaran. Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menanggung risiko yang menimpa rumah, kantor, pabrik atau harta benda lainnya apabila terbakar, tersambar petir, terkena ledakan dan kejatuhan pesawat terbang.

Selain bangunan, asuransi kebakaran juga menjamin risiko isi bangunan seperti perabotan rumah tangga, perlengkapan rumah, mesin barang dagangan, persediaan, barang jadi, dan sebagainya.

Asuransi ini diperlukan oleh individu atau badan usaha yang menjadi pemilik atau penyewa aset yang perlu diasuransikan. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), asosiasi perusahaan asuransi umum di Indonesia, mengeluarkan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) sebagai polis standar untuk asuransi kebakaran.

Pada saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi umum yang menyediakan produk asuransi kebakaran, antara lain:

Kita bisa membeli asuransi kebakaran melalui broker asuransi untuk risiko yang kompleks, agen asuransi yang bersertifikat, dan perusahaan asuransi.

Apa Saja yang Dijamin di Dalam Asuransi Kebakaran?

Pada umumnya, asuransi kebakaran memberikan perlindungan atas risiko kebakaran. Kebakaran itu dapat diakibatkan oleh kecerobohan, ketidaksengajaan dari karyawan, tetangga, perampok atau pihak lain atau sebab-sebab kebakaran lain yang tidak diketahui.

Selain itu, penyebab kebakaran lainnya adalah kebakaran yang timbul sendiri atau karena hubungan arus pendek serta sifat barang itu sendiri. Untuk lebih rincinya, risiko yang ditanggung oleh produk asuransi kebakaran, antara lain:

1. Kejatuhan pesawat terbang (aircraft)

Kerugian karena kejatuhan pesawat terbang seperti yang disebabkan oleh kontak fisik yang nyata antara pesawat terbang dan atau benda yang terjatuh dari pesawat terbang dengan harta benda seperti rumah, pabrik, bangunan, gedung dan sebagainya beserta isinya yang dijamin.

2. Asap (smoke)

Asap itu dapat berasal dari terbakarnya harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.

3. Kebakaran (fire)

Peristiwa kebakaran yang dimaksud antara lain kebakaran yang terjadi karena benda lain di sekitarnya.

Hal ini meliputi kerugian atau kerusakan karena air dan atau alat-alat yang dipergunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran. Selain itu, dimusnahkannya seluruh atau sebagian harta benda atas perintah pihak yang berwenang sebagai bagian dari upaya pencegahan menjalarnya kebakaran tersebut.

4. Petir (lightning)

Risiko yang ditanggung adalah kerusakan yang secara langsung disebabkan oleh petir. Kerusakan atas peralatan listrik atau elektronik, mesin-mesin, dan instalasi listrik itu akan dijamin apabila petir tersebut menimbulkan kebakaran pada benda-benda yang termasuk ke dalam tanggungan sesuai isi polis.

5. Ledakan (explosion)

Ledakan yang dimaksud adalah setiap pelepasan secara tiba-tiba tenaga akibat oleh memuainya gas atau uap.

Apabila risiko ledakan dijamin juga dengan polis jenis lain yang lebih spesifik, perusahaan asuransi hanya menanggung kerugian akibat peledakan. Hal ini berlaku sepanjang hal tersebut tidak ditanggung oleh polis jenis lain.

Sesuai dengan ketentuan dan jaminan dalam PSAKI, terdapat beberapa poin sebagai perluasan risiko terkait tanggungan produk asuransi ini, yaitu:

  • Tanah longsor.
  • Kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, huru-hara.
  • Kebongkaran.
  • Kehilangan keuntungan usaha.
  • Angin topan, badai, banjir, dan kerusakan terkait lainnya sesuai isi polis.

Penting untuk Memperhatikan Hal-Hal Ini

Kita perlu memperhatikan sejumlah hal sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi kebakaran. Berikut ini sejumlah saran yang dapat kita lakukan sebelum membeli asuransi kebakaran.

  1. Pelajari baik-baik proposal penawaran yang diajukan oleh pialang asuransi atau agen mengenai risiko yang tidak dijamin dan risiko yang dijamin serta persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi hingga kewajiban pemegang polis.
  2. Pastikan perusahaan asuransi yang menjual produk dalam keadaan sehat.
  3. Apabila kita membeli produk dari agen, jangan lupa tanyakan kartu keagenan
  4. Mengisi SPPA atau Surat Permohonan Penutupan Asuransi yang berisi data seperti:
  • Pengalaman klaim
  • Periode pertanggungan
  • Nilai pertanggungan
  • Luas jaminan
  • Sarana di lokasi yang jadi objek pertanggungan
  • Jenis kegiatan tertanggung
  • Jenis objek pertanggungan
  • Konstruksi bangunan
  1. Baca kontrak atau polis secara teliti

Tentu saja, kita sebagai pemegang polis bisa menghadapi situasi yang berbeda dibandingkan dengan yang diperkirakan sejak awal atau yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Apabila demikian, maka kita bisa menghubungi perusahaan asuransi dan meminta klarifikasi.

Selain itu, kita juga bisa mengadu ke Badan Mediasi Asuransi apabila nilai klaim yang jadi masalah hingga Rp750 juta. Apabila belum menemui titik temu juga, maka kita bisa menyelesaikan sengketa melalui arbitrase atau pengadilan.

Lifepal sebagai marketplace produk asuransi terbaik menawarkan solusi konsultasi bagi kita yang kesulitan memahami seluk-beluk perasuransian. Sebagai referensi, Lifepal juga memiliki berbagai referensi kepada produk-produk asuransi yang bermanfaat bagi diri kita dan keluarga.

Yuk, kita kunjungi Lifepal sekarang!