Pengertian Dividen Adalah…

dividen adalah

Dividen adalah salah satu keuntungan yang bisa dinikmati para investor saham, selain dari capital gain. Nominal dividen yang bisa diterima investor sangat bervariasi, dan tentunya bisa mencapai triliunan Rupiah.

Sejatinya, bukan investasi saham di bursa efek saja sih yang bisa menikmati keuntungan ini. Para investor equity crowdfunding juga bisa. Sebab, setelah melakukan patungan, mereka bakal mendapatkan saham usaha tersebut.

Buat kamu yang sudah terjun ke investasi saham, pasti pernah kan dengar istilah, CUM Dividend, Ex Dividend, Dividend Yield, Dividend Payout Ratio, Dividend Per Share dan istilah-istilah lain yang berkaitan dengan dividen.

Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal seputar keuntungan yang satu ini, serta perhitungannya sampai tuntas. 

Penasaran? Yuk simak ulasannya.

Dividen adalah…

dividen adalah
Dividen itu bisa dibagikan dan gak dibagikan lho (pixabay)

Menurut definisi dari Wikipedia, dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. 

Sederhananya, jika kamu berinvestasi di sebuah perusahaan dan perusahaan itu untung, maka investornya bakal “kecipratan untungnya.”

Pembagian dividen itu sendiri menunjukkan bahwa perusahaan memuaskan para investor. Makin besar dividen, maka makin tinggi juga kekayaan pemegang saham.

Saham yang membagikan dividen dalam jumlah signifikan, tentu memiliki rasio profitabilitas atau return on equity (ROE) yang juga besar. Namun ketika dividen itu ditahan, maka kas tersebut akan menjadi saldo laba ditahan, biasanya laba tersebut digunakan untuk pengembangan usaha atau melunasi utang. 

Dividen itu sendiri banyak jenisnya lho. Yuk kita ketahui di bawah sini.

Jenis dividen

mau tahu apa saja jenis dividen saham?

1. Dividen tunai

Sesuai dengan namanya, dividen tunai dibagikan dalam bentuk uang tunai kepada para investornya. Tentunya investor yang menerima dividen ini juga bakal dikenai pajak dari Pemerintah.  

2. Dividen saham

Dividen ini dibagikan ke para pemegang saham dalam bentuk saham (tidak dalam bentuk kas) dari perusahaan yang bersangkutan. 

3. Dividen properti

Kalau yang ini adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk aset. Biasanya, pembagian dividen ini ditujukan seandainya perusahaan yang bersangkutan kekurangan kas. 

4. Dividen interim

Dividen interim adalah dividen yang dibagikan sebelum perusahaan melakukan pembukuan laporan keuangan tahunan. Setelah dividen interim dibagikan, kadang investor akan menerima dividen final (dividen biasa) di tahun yang sama.

Seperti yang dilakukan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di tahun 2019. Saat itu dia membagikan dividen final 2018 ke pemegang saham pada Juni 2019. Sementara itu, dividen interim 2019 dibagikan pada Desember 2019.

5. Dividen script

Dividen ini seringkali disebut dividen utang karena diterbitkan dalam bentuk surat utang ke para pemegang saham, bahwa mereka akan membayarkan dividen ini pada jangka waktu tertentu. Otomatis, utang atau liabilitas perusahaan pun bertambah karena ada penerbitan utang baru, dan pastinya utang itu ada bunganya.

6. Dividen likuidasi

Dividen likuidasi adalah dividen yang dibagikan saat perusahaan bangkrut atau pailit. Intinya, modal perusahaan akan dibagi ke pemegang saham akibat likuidasi. Perusahaan yang bersangkutan tentu gak memiliki kas yang cukup.

Perhitungan dividen

dividen adalah
Rasio dividen itu ada lho, yuk kita cari tahu perhitungannya (Pixabay)

Seperti yang dijelaskan di atas, besaran uang yang diterima pemegang saham dari dividen adalah bergantung pada berapa lembar saham yang dia miliki. 

Contohnya, Boby adalah pemegang saham PT Depok Persada Tbk dengan total kepemilikan sebanyak 1 juta lembar. Sementara perusahaan ini sukses mencetak laba dalam jumlah signifikan.

Misalnya mereka akan membagikan dividen ke pemegang sahamnya dengan nominal Rp 50 perak per lembar. Maka dividen saham yang diterima Boby adalah Rp 50 x 1 juta = Rp 50 juta. 

Lantas bagaimana caranya perusahaan menentukan berapa Rupiah per lembar yang harus mereka bagi ke investor atau pemegang saham?  Serta, bagaimana para investor menilai bahwa perusahaan yang mau bagi-bagi dividen ini layak dikoleksi? Mari simak perhitungannya di bawah sini.

1. Dividen

Bagaimana sih cara menghitung berapa besar dari laba bersih perusahaan yang akan dibagikan ke pemegang saham. Rumusnya adalah:

Dividen : Laba bersih – Laba yang ditahan

Seperti yang dijelaskan di atas, laba yang ditahan umumnya adalah laba yang nantinya digunakan untuk melakukan ekspansi atau membayar kewajiban-kewajiban lain. 

2. Dividend payout ratio (DPR)

Nah, dividend payout ratio adalah indikator untuk mengetahui “seberapa besar persentase laba bersih” yang dibagikan menjadi dividen. Rumus dari dividend payout ratio adalah:

DPR : Dividen : Laba bersih (dalam bentuk persentase)

Perusahaan dengan DPR tinggi umumnya adalah perusahaan yang industrinya sudah masuk fase pendewasaan. Mereka gak masalah untuk membagi 100 persen dari laba bersihnya ke para pemegang saham. 

Lantas dengan membagikan seluruh dividen, apakah itu tandanya mereka gak mau ekspansi? Bukan begitu maksudnya.

Mereka memiliki cadangan kas dalam jumlah besar, sehingga mereka gak perlu menambah cadangan kas untuk ditahan. Ketika kas itu ditahan, ekuitas pun meningkat, jika ekuitas meningkat maka hal itu memaksa mereka untuk meningkatkan laba yang jauh lebih besar lagi agar nilai ROE perusahaan itu bisa meningkat. 

3. Dividend per share (DPS)

Kedua adalah dividend per share, rasio dividend per share adalah rasio untuk menghitung besaran dividen yang diterima para pemegang saham. Seperti contoh kasus Boby di atas. Rumusnya adalah:

DPS: Dividen :Jumlah lembar saham

4. Dividend yield (DY)

Dividend yield adalah rasio yang wajib diketahui para investor untuk menyatakan apakah perusahaan yang membagi dividen ini, “layak dikoleksi atau tidak.” 

Sejatinya, dividend yield adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa besar tingkat “keuntungan” yang dibagikan perusahaan ke pemegang saham. DY dan DPR itu gak akan selalu berkorelasi secara positif ya. Malah, rata-rata saham yang punya DPR tinggi justru DY-nya rendah. 

Rumus dari DY adalah: DPS : Harga saham per lembar

Rasio dividend yield adalah rasio yang justru berkaitan erat dengan capital gain. Makin tinggi yieldnya maka makin tinggi juga potensi capital gainnya. So, bisa dibilang investor cenderung lebih menyukai saham yang memiliki DY besar karena keuntungan capital gainnya bisa bikin mereka kaya di masa depan.

Sebuah perusahaan dinilai memiliki yield tinggi ketika nilainya ada di atas 5 persen. 

Pembagian dividen

dividen adalah
Biar makin paham, ketahui juga prosedur pembagiannya (pixabay)

Berhubung dividen adalah keuntungan yang dibagikan pada pemegang saham, oleh karena itu pembagiannya juga harus memiliki prosedur. Coba lihat pengumuman di bawah, apakah kamu cukup familiar dengan pengumuman itu?

Informasi pembagian dividen PT Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) 2019: 

– Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi (29 Mei 2019)

– Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi (31 Mei 2019)

– Cum dividen di pasar tunai (10 Juni 2019)

– Ex dividen di pasar tunai (11 Juni 2019)

– Pencatatan atau recording date (10 Juni 2019)

– Pembayaran dividen tunai (21 Juni 2019)

Jadwal pembagian ini seringkali kita temukan di media atau situs Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kira-kira apa sih artinya Cum, Ex, Pencatatan, dan lain sebagainya? 

1. Declaration date

Sebelum kita bahas, Cum, Ex, dan lainnya, ketahui dulu bahwa ada proses declaration date yang muncul pertama kali. Tanggal ini merupakan waktu di mana perusahaan mengumumkan besaran dividen yang dibagikan ke pemegang saham.

2. Cum Dividen

Cum Dividen adalah hari terakhir pemegang saham “bisa menerima hak pembagian dividen.” 

Sederhananya gini, jika kamu beli saham perusahaan A saat Cum Dividen maka kamu bakal dapat dividen. Atau jika seorang pemegang saham masih memiliki saham perusahaan A dalam portofolionya pada masa Cum Dividen, mereka berhak atas dividen saham tersebut.

Jika mereka menjualnya di saat atau sebelum Cum dividen, maka dia gak akan mendapatkan keuntungan dividen ini.

3. Ex Dividen

Waktu ini adalah waktu perdagangan di mana para pemegang saham sudah gak lagi bisa mendapatkan hak dividen. Jadi, kalau mau menikmati dividen, belilah saat cum atau sebelumnya.

4. Pencatatan atau recording date

Saat tanggal pencatatan, perusahaan akan mendata siapa saja pemegang saham yang berhak menerima hak dividen. Untuk yang beli saham saat Ex, mereka sejatinya berhak juga menikmati dividen tapi di tahun depan ya bukan tahun ini.

5. Pembayaran dividen

Di tanggal ini, tugas perusahaan pembagi dividen adalah mentransfer laba mereka ke para pemegang saham. Bagi investor saham di pasar sekunder, dana mereka di rekening dana nasabah tentu akan bertambah secara otomatis setelah tanggal pembayaran berlalu. 

Dividen trap, apa artinya?

dividen adalah
Hati-hati ini bisa jadi jebakan Batman lho (pixabay)

Investasi saham memang risikonya tinggi. Kadang, membeli perusahaan yang sedang bagi-bagi laba dalam bentuk dividen juga bisa membuat kita rugi.

Bukan rahasia lagi, dividen adalah sebuah penghasilan pasif yang umumnya dinanti para investor untuk memperkaya diri. Namun mengincar dividen kadang bisa menyebabkan kita rugi, kok bisa?

Seringkali kita mendengar istilah dividen trap atau jebakan batman dari dividen di sejumlah artikel. Dividen trap itu sendiri adalah fenomena pasar di mana muncul menjelang pembagian dividen terjadi. 

Menjelang Cum date, harga satu saham berpotensi naik karena gak sedikit investor yang membelinya karena ingin menikmati dividen. Namun setelah ex date, saham itu pun langsung diobral karena investor melakukan profit taking. 

Oleh karena itu, mereka yang membeli saat Cum dividen bisa saja berpotensi rugi karena mengalami capital loss di keesokan harinya. 

Namun bagi investor jangka panjang, dividen trap ini gak perlu dikhawatirkan sama sekali. Toh mereka beli untuk jangka panjang, seandainya harga turun saat Ex dividen, akan ada sentimen baik lainnya yang membuat nilai suatu saham melonjak tinggi di kemudian hari. 

Saham perusahaan apa saja yang sering bagi-bagi dividen?

Mudah sekali untuk mengetahui saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sering membagikan dividen ke pemegangnya. Kamu bisa melihat indeks IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20).

Berikut adalah daftar penghuni IDXHIDIV20 per Februari 2020 hingga Januari 2021.

No Kode Saham Name Sektor
1 ADRO Adaro Energy Tbk. Mining
2 ASII Astra International Tbk. Misc Industry
3 BBCA Bank Central Asia Tbk. Finance
4 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Finance
5 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Finance
6 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Finance
7 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Finance
8 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Finance
9 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. Finance
10 GGRM Gudang Garam Tbk. Consumer Goods
11 HMSP H.M. Sampoerna Tbk. Consumer Goods
12 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. Consumer Goods
13 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Chemical Industry
14 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Chemical Industry
15 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. Mining
16 LPPF Matahari Department Store Tbk. Trade, Service & Investment
17 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk Mining
18 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Infrastructure & Transportation
19 UNTR United Tractors Tbk. Trade, Service & Investment
20 UNVR Unilever Indonesia Tbk. Consumer Goods

Jadi, itulah hal-hal yang harus diketahui oleh para investor atau calon investor saham terkait dividen.

Intinya, walau dividen adalah salah suatu keuntungan yang bisa kamu nikmati, tapi keuntungan ini gak akan selalu dibagikan oleh perusahaan yang kamu beli ya. Ada kalanya dividen itu malah mereka tahan karena sejumlah alasan tertentu.