Memahami Pengertian Giro Beserta Jenis dan Fungsinya

pengertian giro dan manfaatnya

Pengertian giro adalah produk simpanan bank yang penarikan dananya bisa diambil setiap waktu dengan menggunakan cek atau bilyet giro. 

Prosesnya bisa dengan perintah tanpa syarat atau pemindahbukuan sejumlah dana dari rekening pemilik ke rekening penerima. 

Nasabah giro, yaitu giran, bisa dari perorangan atau badan hukum yang membutuhkan kemudahan dalam transaksi keuangan dalam jumlah yang sangat besar setiap saat. 

Pembukaan rekening giro di setiap bank memiliki persyaratan dan jumlah minimal setoran yang berbeda-beda. Namun yang jelas, jumlah setoran paling kecil yang diterapkan perbankan sebesar Rp250 untuk rekening giro perorangan dan sebesar Rp500 ribu untuk rekening giro badan atau perusahaan.

Ada dua jenis rekening giro di perbankan

Dua jenis rekening giro yang dimaksud adalah rekening giro perorangan dan rekening giro badan usaha atau perusahaan. Berikut adalah penjelasannya.

1. Rekening giro perorangan

Rekening giro perorangan banyak digunakan atas nama pribadi dan usaha perseorangan, seperti toko kelontong, restoran, dan bengkel.

2. Rekening giro badan usaha

Rekening giro badan usaha banyak digunakan oleh perusahaan, koperasi, yayasan, persekutuan firma, organisasi masyarakat, dan instansi pemerintah.

Syarat yang diperlukan saat membuka rekening giro

Sebelum membuka rekening giro, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Persyaratan bagi perseorangan berbeda dengan persyaratan bagi badan usaha.

1. Persyaratan membuka rekening giro perorangan

Dalam membuka rekening giro perorangan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

  • Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), atau paspor yang masih berlaku.
  • Calon nasabah rekening giro tidak termasuk di Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  • Menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Harus mengisi dan menandatangani formulir pengajuan giro perorangan ke bank.
  • Siapkan dana sebagai setoran awal dengan nominal yang telah ditetapkan oleh bank.

2. Persyaratan membuka rekening giro badan usaha

Bagi kamu yang memiliki usaha atau perusahaan, tidaklah susah membuka rekening giro. Ini syarat-syarat yang perlu kamu ketahui.

  • Fotokopi KTP, SIM, atau paspor pribadi yang masih berlaku.
  • Calon nasabah tidak termasuk di catatan hitam BI.
  • Memiliki NPWP.
  • Mengisi dan menandatangani formulir pengajuan giro badan usaha ke bank.
  • Siapkan dana sebagai setoran awal dengan nominal angka yang sudah ditentukan oleh bank.
  • Harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  • Memiliki tanda daftar perusahaan.
  • Punya surat pengesahan usaha dari Menteri Kehakiman.
  • Surat keterangan domisili atau alamat perusahaan.

Kekurangan dan kelebihan giro 

manfaat giro

Dari apa yang diuraikan diatas, bisa kita lihat jika Giro memiliki perbedaan dengan jenis produk simpanan bank lainnya. 

Berikut ini adalah beberapa poin terkait kegunaan giro yang menjadikannya lebih unggul dibandingkan produk simpanan bank lainnya, yaitu: 

  • Tidak bisa dicairkan secara instan di mesin ATM, melainkan harus melalui prosedur penunjukan kepada pihak tertentu melalui surat tertulis. Tanpa bilyet, transaksi tidak bisa dilakukan. Dan dengan cara ini, dana nasabah pun lebih aman.
  • Tidak ada batasan nominal dalam bertransaksi sehingga menjadikannya lebih praktis bagi transaksi bisnis yang bernilai ratusan juta.
  • Transaksi bisa dilakukan kapan saja tanpa memandang jam kerja bank.
  • Proses transaksi bisa dibatalkan kapan saja sesuai permintaan dari nasabah.
  • Ada laporan mendetail melalui rekening koran setiap bulan sehingga nasabah selalu mendapatkan kejelasan dan transparansi menyangkut uangnya di rekening giro.

Selain memiliki kelebihan, giro juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya

  • Bagi penerima giro (biasanya penjual), tidak bisa langsung menerima hasil penjualan mereka. Pencairan dana milik mereka harus menunggu tanggal efektif giro. 
  • Giro memiliki tenggat waktu pencairan, jadi penerima giro (bilyet giro) harus selalu rajin mengecek tanggal jatuh tempo. 
  • Karena transaksi harus menggunakan cek atau bilyet giro, kemungkinan penipuan dalam bentuk “cek atau giro kosong” mungkin terjadi. 
  • Giro tidak dapat dibatalkan. Dalam arti jika bilyet sudah dikeluarkan untuk pihak tertentu, maka bilyet tidak dapat dibatalkan.

Contoh dan istilah penting dalam giro

Lalu bagaimanakah transaksi dengan menggunakan giro? Seperti umumnya transaksi antara penjual dan pembeli biasa, setelah harga disepakati, maka pembeli akan menerbitkan bilyet giro seperti gambar di bawah ini. 

Selanjutnya pedagang akan membawa Giro tersebut ke bank yang bersangkutan, untuk mencairkan uang sejumlah yang tertera pada lembar bilyet giro. 

contoh format giro

Contoh bilyet giro dan cara pengisiannya. (Sumber gambar Panin.co.id)

Arti istilah dalam bilyet giro

Berikut ini arti istilah-istilah yang terdapat dalam lembar giro di atas.

  1. Tanggal terbit giro atau tanggal penarikan dari rekening pemilik akun giro; merupakan tanggal giro dibuat.
  2. Tanggal efektif merupakan tanggal mulai pencairan dana atau penagihan ke bank. Tanggal efektif harus berada dalam masa tenggang bilyet giro, yaitu 70 hari sejak tanggal terbit. 
  3. Tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir bilyet giro dapat dicairkan. Jika sudah lewat dari tanggal jatuh tempo, maka bilyet tidak dapat dicairkan.
  4. Bilyet giro; lembar perintah kepada bank untuk melakukan pemindahan sejumlah dana kepada nasabah yang tertera dalam lembar tersebut.

Perbedaan giro, tabungan, dan cek

Sekilas giro sepertinya mirip dengan produk bank lainnya seperti tabungan (sama-sama bisa digunakan untuk transaksi jual beli) dan cek. Tapi sesungguhnya ketiga produk tersebut memiliki perbedaan mendasar. 

Perbedaan Giro Cek Tabungan
Tanggal terbit dan tanggal efektif Ada tanggal terbit yang merupakan penanda transaksi bisa dilakukan dan batas waktu pencairan dana Ada tanggal terbit dan batas waktu pencairan. Tidak ada tanggal terbit dan tanggal jatuh tempo pencairan dana. 
Pencairan dana 70 hari dari tanggal terbit 6 bulan dari tanggal terbit Penarikan dana atau pemindahan dana dalam rekening dapat dilakukan kapan saja
Batas penarikan dana  Rp500 juta Tidak ada batas nominal. Tapi jika penarikan melalui mekanisme kliring, BI menetapkan batas Rp500 juta Antara Rp5-10 juta
Proses pencairan dana Tidak dapat dipindah tangankan  Dapat dipindahtangankan Dana langsung masuk ke rekening penerima

Yang harus diperhatikan saat menggunakan giro

keuntungan giro

Pada saat menggunakan rekening giro, ada empat hal yang harus diperhatikan demi bisa meminimalkan adanya kesalahan dalam transaksi keuangan. 

  • Tenggang waktu penawaran giro adalah 70 hari.
  • Tanggal efektif harus diperhatikan dengan baik, terutama saat rekening giro ditawarkan ke bank.
  • Jika tanggal efektif tidak ada, maka tanggal penarikan dianggap berlaku sebagai tanggal efektif. 
  • Jika ada perubahan atau coretan pada rekening giro, maka perlu ada tanda tangan oleh penerbit sebagai bukti telah diketahui, dalam hal ini pihak penerbit adalah bank yang mengeluarkan giro.

Lalu bagaimana jika kita adalah penerima bilyet dan ingin mencairkan dana? Caranya gampang kok, untuk mencairkan bilyet giro, kita hanya perlu datang ke bank tempat giro diterbitkan. Proses pencairan dana biasanya cepat, kecuali bank tertarik dan bank penerima berbeda (transaksi giro antar bank). 

Dan satu lagi, sebelumnya pastikan ya, jika bilyet yang diterima sudah memenuhi persyaratan formal diatas. 

Waspada penipuan dengan bilyet giro

Salah satu contoh kasus penyalahgunaan giro dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara memanfaatkan sistem layanan pengecekan bilyet giro yang hanya butuh sehari.

Pada prosesnya, oknum memiliki sebuah bilyet giro atas nama orang lain, dan oknum telah membuat KTP palsu atas nama orang tersebut juga. Selanjutnya oknum menyerahkan bilyet giro tersebut kepada pemilik toko sebagai pembayaran atas emas seberat 100 gram.

Pemilik toko langsung melakukan pengecekan di bank dan pihak bank menyerahkan sebuah slip setor sementara sebagai alat bukti pelunasan ke toko emas yang dituju pada keesokan harinya. 

Selanjutnya, pemilik toko segera menyerahkan barang kepada oknum di tempat. Sayangnya, pada saat itu, bank belum memberikan laporan bahwa saldo pada rekening giro bersangkutan ternyata kosong.

Kasus semacam itu menjadi pesan bahwa walau terbilang aman dan memudahkan transaksi jual beli, namun nasabah tetap diwajibkan memahami pengertian giro sebaik-baiknya. Bukan tanpa alasan, tujuannya adalah untuk mencegah diri sendiri dan perusahaan menjadi korban penipuan. 

Dalam mengantisipasi terulangnya kasus-kasus semacam itu, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) menyempurnakan aturan pengertian giro dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 18/41/PBI/2016 dan Surat Edaran (SE) BI Nomor 18/40/DPSP

Ada beberapa poin penting dari perubahan peraturan ini, yaitu:

  1. Batas transaksi sekarang Rp500 juta
  2. Tanggal jatuh tempo 70 hari (dulu 70 hari + 6 bulan)
  3. Harus ada tanda tangan basah dari penarik dan tidak boleh dikoreksi
  4. Koreksi tulisan maksimal 3 kali
  5. Bilyet giro tidak dapat dibatalkan

Berbicara tentang giro dan perlindungan atas kerugian finansial akibat tindak penipuan dan sebagainya, jangan ragu untuk memproteksi dirimu dan keluarga dengan asuransi. Temukan pilihan jenis-jenis asuransi terbaik hanya di Lifepal.