Pengertian Hibah Menurut Hukum Islam dan Hukum Negara

Telah Ditinjau: Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
pengertian hibah adalah pemberian gratis

Pengertian hibah secara sederhananya adalah hadiah. Namun secara bahasa berarti pemberian secara sukarela kepada orang lain. 

Sewajarnya, ini adalah sesuatu yang diberikan saat pemilik masih hidup dan bukan saat sudah meninggal.

Oleh karena itu, prinsip hibah berbeda dengan warisan. Selain itu, hadiah diasumsikan sebagai pemberian yang tanpa memandang hubungan pernikahan ataupun pertalian darah.

Pengertian hibah dalam beberapa sudut pandang

Indonesia sebagai negara muslim terbesar kerap mendasari norma tertentu dengan hukum Islam tertentu. Tidak heran jika terdapat beberapa bentuk kultur yang mirip yang terkesan islami.

Apa itu hibah menurut Islam?

Islam memiliki pemahaman yang serupa dengan asumsi masyarakat umum selama ini, yaitu pengertian hibah adalah barang berharga yang dapat diberikan kepada orang lain yang mana bukan saudara kandung atau suami/istri. 

Pihak penerima tidak diwajibkan memberikan imbalan jasa atas hadiah yang diterima sehingga tidak ada ketetapan apa pun yang mengikat setelah harta atau barang berharga diserah terima.

Hukum negara terkait hibah

Jika dilihat dari sudut pandang hukum bernegara, arti hibah dapat dipermasalahkan jika wujud pemberiannya berupa uang dengan jumlah yang banyak atau barang yang sangat bernilai. 

Dalam hal itu, maka pengertian prosedur hibah dan pemberiannya harus disertai dengan bukti-bukti ketetapan hukum resmi secara perdata agar tidak digugat oleh pihak ketiga, termasuk oleh orang-orang yang termasuk ahli waris di kemudian hari.

Dalam hukum perdata pasal 166 dan pasal 1667 dijelaskan bahwa hibah atau pemberian kepada orang lain secara cuma-cuma tidak dapat ditarik kembali, baik berupa harta bergerak maupun harta tidak bergerak saat pemberi masih hidup.

Rukun hibah berdasarkan hukum Islam

Pada sisi pemahaman Islam, dikenal dengan istilah rukun atau syarat hibah, yang mana ketentuannya sebagai berikut.

  1. Kehadiran pihak pemberi.
  2. Kehadiran pihak penerima.
  3. Barang bersangkutan terlihat dengan jelas, yaitu dapat berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak.
  4. Serah terima barang disertai akad antara pemberi dan penerima secara nyata dan ikhlas. 

Ketentuan hibah di mata hukum negara

Sebagaimana negara memiliki aturan dalam pengertian dan pemberian hibah, berikut adalah ketentuan yang harus dipenuhi perihal pemberlakuannya menurut hukum negara.

  1. Harta berupa tanah dan bangunan harus disertai dengan akta dari pejabat pembuat akta tanah (PPAT), yaitu berupa akta hibah.
  2. Harta tanah tidak dikenai PPh jika diberikan dari orang tua kepada anak kandung.
  3. Harta tanah dikenai PPh sebesar 2,5% dari harga tanah berdasarkan nilai pasar (jika dilakukan sesama saudara kandung).
  4. Harta berupa harta atau barang bergerak harus dilakukan dengan akta notaris.
  5. Harta adalah objek yang diberikan saat pemberi masih hidup.
  6. Harta yang diberikan saat pemberi sudah meninggal dunia disebut wasiat. Wasiat dapat dibuktikan dengan surat yang diakui secara perdata.
  7. Harta harus diberikan pada penerima yang sudah ada atau sudah lahir, tidak bisa diberikan kepada penerima yang belum lahir.
  8. Pemberian harta bersifat final dan tidak bisa ditarik kembali.

Pajak atas harta hibah

Lebih jauh lagi, negara juga memberlakukan pembebanan pajak atas orang atau badan yang memberikan atau menerima, yaitu:

  1. Orang pribadi yang menerima harta bersangkutan dari saudara kandung.
  2. Orang pribadi yang memiliki kekayaan lebih dari Rp500 juta 
  3. Orang pribadi yang memiliki hasil penjualan lebih dari Rp2,5 miliar per tahun.
  4. Badan keagamaan yang bertujuan mencari keuntungan.
  5. Badan pendidikan yang mencari keuntungan.

Bedakan antara pengertian hibah dan wasiat

Masih terdapat salah kaprah antara pengertian hibah dan wasiat. Untuk itu kamu harus bisa membedakannya dengan wasiat.

Pada dasarnya, hibah diberikan ketika pemberi masih hidup, sedangkan wasiat diberikan pada saat pemberi sudah meninggal dunia dalam bentuk harta warisan.

Seperti halnya ketentuan dalam wasiat, jumlah hibah yang baik adalah tidak melebihi sepertiga dari total harta yang dimiliki.

Hal tersebut dimaksudkan agar ahli waris tetap mendapatkan haknya dan bisa hidup layak sesuai dengan standarnya sebelum pewaris meninggal dunia.

Itulah hal-hal seputar pengertian hibah dari sisi pemahaman hukum perdata dan Islam.

Baik di keduanya, tidak ada larangan seseorang memberikan suatu barang berharga kepada orang lain asalkan didasari atas kesukarelaan atau keikhlasan. 

Jaminan kesehatan finansial untuk keluarga dengan asuransi jiwa

Mari berikan kepastian finansial untuk keluarga kita di rumah bahwa urusan anggaran di masa depan sudah terjamin dengan adanya proteksi asuransi jiwa.

Dengan kita menjadi nasabah asuransi jiwa, maka keluarga tidak perlu khawatir apabila ada musibah yang membuat kita tidak bisa bekerja lagi seperti sedia kala sehingga tidak ada pemasukan rutin lagi.

Dalam hal ini, asuransi jiwa memberikan santunan tunai kepada keluarga. Sesuai namanya, maka wujud dari santunan ini adalah uang tunai.

Uang tunai yang bisa digunakan untuk melunasi utang atau bahkan digunakan sebagai modal usaha rumahan untuk mendapatkan pemasukan baru.

Yuk kita cari tahu lebih lengkap mengenai manfaat asuransi jiwa dan rekomendasi perusahaan asuransi yang menawarkannya dengan berkonsultasi secara langsung di Tanya Lifepal

FAQ seputar pengertian hibah

Hibah artinya apa?

Hibah adalah barang atau objek yang diberikan kepada orang atau pihak siapa pun, terlepas ada hubungan kekerabatan atau tidak. Sifat dari pemberian hibah adalah sukarela sehingga bisa diberikan tanpa ketentuan waktu tertentu atau kewajiban apa pun.

Meski begitu, pemberian hibah yang ideal tidak melebihi sepertiga dari harta yang dimiliki dengan tujuan bisa tetap memenuhi hak-hak keluarga kandung sebagai ahli waris pada nantinya.

Apa syarat hibah?

Syarat hibah yang benar harus memenuhi beberapa poin berikut.

  • Pihak pemberi hadir di tempat, jadi tidak diwakili.
  • Sama halnya dengan penerima yang harus hadir secara langsung.
  • Wujud barang yang akan dihibahkan ada di tempat dan bisa disaksikan secara jelas oleh pihak-pihak terkait.
  • Pemberi dan penerima hibah wajib memiliki niat yang tulus dan ikhlas.

Apakah ada pajak atas objek hibah dan berapa jumlahnya?

Negara mengenakan pajak atas hibah atas alasan khusus, yaitu jika terkait dengan kondisi-kondisi berikut.

  1. Pihak penerima hibah adalah saudara kandung.
  2. Pemberi hibah memiliki harta melebihi Rp500 juta.
  3. Pemberi hibah yang memiliki profit dari hasil usaha melebihi Rp2,5 miliar per tahun.
  4. Lembaga keagamaan bukan yayasan atau bertujuan mencari keuntungan. Termasuk lembaga pendidikan yang mencari keuntungan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →