Catat! Ini Lho Pengertian Zakat, Jenis-jenisnya dan Hukumnya

Pengertian Zakat dan Jenisnya

Zakat secara umum adalah rukun Islam keempat yang mana bermakna sebagai pembersihan atau penyucian harta. Umat Muslim secara umum memandangnya sebagai ibadah sosial dalam menunjukkan kepedulian kepada fakir miskin dan kaum dhuafa yang membutuhkan pertolongan finansial.

Lebih lanjut, sebagian orang hanya mengetahui tentang zakat fitrah saja. Padahal, di agama Islam terdapat banyak jenis zakat selain zakat fitrah saja. Buat kamu yang ingin memahami pengertian zakat, jenis, dan hukumnya, kamu bisa simak informasi lengkapnya sebagai berikut:

Kata zakat berasal dari bahasa Arab zakah yang memiliki arti suci, bersih, subur, dan berkembang. Menurut beberapa istilah, pengertian zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan umat muslim dan dapat diberikan kepada beberapa golongan yang memang berhak menerima zakat sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan.

Berbeda dengan makna pajak dan sumbangan sukarela, zakat adalah kewajiban bagi seluruh Muslim di dunia. Setiap orang wajib membayar zakat sekali setahun sebesar 2,5 persen dari harta, dan kekayaannya yang sudah melampaui takaran minimal dan sudah dimiliki selama satu tahun atau disebut dengan nisab. 

Hukum melaksanakan zakat

Setelah mengetahui pengertian zakat di atas, sekarang mari kita pahami hukum dari zakat. Seperti yang diketahui, zakat merupakan salah satu jenis ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim. 

Layaknya ibadah lain seperti salat, puasa, mengaji dan ibadah lain sudah diatur oleh Alquran dan sunnah. Ibadah zakat sudah termasuk dalam rukun Islam keempat dan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat-syarat zakat. 

Mengacu pada hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi Muhammad, Ibnu Umar “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum terhadap hamba dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan dan anak-anak dan dewasa dari kaum Muslimin dan diperintahkannya agar mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang berangkat menunaikan shalat.”

Syarat-syarat zakat

Ternyata tidak semua umat Muslim wajib membayar zakat, lho. Ada beberapa syarat-syarat zakat yang harus dipenuhi agar bisa menunaikan ibadah zakat. Beberapa syarat-syarat zakat yang harus dipenuhi antara lain:

  • Beragama Islam
  • Berakal dan baligh (dalam hal ini yang dimaksud berakal adalah tidak memiliki gangguan jiwa dan baliqh berarti sudah dewasa)
  • Orang yang merdeka (bukan termasuk dalam budak)
  • Memiliki nisab atau harta yang berlebih (orang yang tidak memiliki harta berlebih tidak wajib membayar zakat)
  • Memiliki harta secara penuh dan mendapatkannya secara halal.

Macam-macam zakat

Setelah mengetahui hukum dan syarat-syarat zakat, selanjutnya kamu bisa mengetahui macam-macam zakat. Berikut, beberapa macam zakat serta perhitungannya:

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah dikenal juga dengan zakat badan atau zakat individual. Dalam sejarahnya, zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua Nabi hijrah, bersamaan dengan kewajiban puasa pada bulan Ramadan.

Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap individu dan tidak berkaitan dengan apakah seseorang sudah baligh atau belum. Artinya, orang tua pun berkewajiban untuk membayarkan zakat fitrah atas anak-anaknya yang masih bayi sekalipun.

Zakat fitrah dapat dibayarkan dalam berupa makanan atau uang kepada orang yang membutuhkan pada malam sebelum Idul Fitri atau setidaknya sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan. 

Besarnya zakat fitrah adalah satu sha’ atau setara dengan 2,5 kilogram beras atau 3,5 liter beras. Akan tetapi agar lebih mudah, pembayarannya bisa digenapkan menjadi 3 kilogram beras. 

Beras yang diberikan merupakan beras yang setara dengan kualitas beras yang dikonsumsi Anda dan keluarga sehari-hari atau lebih baik dari itu. Bisa juga diganti dengan uang yang setara dengan harga 3 kg beras. 

Sebagai contoh, jika harga beras 1 kg adalah Rp15.000, maka Anda dan tiap orang di keluarga harus membayar Rp45 ribu. Pembayaran zakat fitrah tidak perlu repot karena Anda bisa berikan langsung kepada fakir miskin yang ditemui di jalan atau diantarkan ke rumah mereka. 

Anda juga bisa menitipkannya kepada amil zakat terdekat dengan masjid. Namun kemudahan yang ditawarkan saat ini bahkan lebih memudahkan lagi, misalnya:

  • Pembayaran zakat secara online melalui situs marketplace.
  • Pembayaran melalui rekening pengelola lembaga amil zakat resmi, terutama yang ditunjuk oleh pemerintah setempat. 

Zakat Mal

Secara sederhana, zakat mal adalah zakat harta benda yang berkenaan dengan uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Syarat harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harus sudah mencapai nisab, yaitu umur kepemilikan selama satu tahun dan tidak memiliki utang.

Jika harta Anda belum mencapai nisab, dengan kata lain harta tersebut belum Anda miliki selama setahun, maka berarti tidak wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Nisab adalah batasan apakah harta tersebut wajib dibayarkan zakatnya atau belum.

Nisab zakat berbeda-beda satu sama lain tergantung sumber kekayaannya, misalnya:

  • Nisab atas perak adalah 200 dirham atau sekitar 595 gram.
  • Nisab atas emas adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram
  • Nisab atas hasil perdagangan adalah 20 dinar atau setara dengan 85 gram emas.
  • Nisab atas hasil pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kilogram beras.

Pembayaran zakat mal tidak harus menunggu bulan Ramadan. Zakat mal bisa dibayarkan kapan saja jika harta Anda sudah mencapai nisab dan sudah melebihi masa kepemilikan minimal selama satu tahun.

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan zakat yang dikeluarkan dari penghasilan atau profesi yang dijalankan. Seperti zakat yang menjalani profesi sebagai seorang dokter, tentara, pilot, insinyur, guru, dan lain sebagainya.

Sebagian besar ulama bersepakat bahwa nisab zakat profesi disetarakan dengan zakat pertanian dengan perhitungan senilai 520 kilogram beras. Zakat penghasilan bisa dikeluarkan setiap bukan, akan tetapi lebih baik dikeluarkan setiap bulan saat menerima penghasilan tersebut seperti hasil panen pertanian. 

Besaran zakatnya masih sama, yakni 2,5 persen dari pendapatan bersih yang sudah mencapai nisab. Sebagai contoh, jika harga beras sekitar Rp9.000 per kilogram, maka dihitung:

520 kg x Rp9.000 = Rp4,68 juta

Dari perhitungan tersebut, jika penghasilan Anda di atas Rp4,68 juta, maka Anda wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Misalnya, gaji Anda Rp5 juta. Maka perhitungan pengeluaran zakatnya adalah:

2,5% x Rp5 juta = Rp125 ribu

Maka zakat yang wajib dikeluarkan setiap bulannya adalah sebesar Rp125.000 per bulan.

Itulah bermacam-macam zakat yang perlu Anda ketahui. 

Ternyata bukan hanya zakat fitrah saja yang dibayarkan di tiap bulan Ramadan, melainkan sepanjang waktu sebagaimana zakat dapat dikeluarkan asalkan sudah mencapai nisab. 

Sebagaimana zakat fitrah bersifat wajib dan besarannya sudah ditentukan oleh pemerintah, maka Anda bisa membuat anggaran sejak beberapa bulan sebelum bulan Ramadan. Perihal golongan orang yang berhak menerima zakat pun sudah ada ketentuannya sehingga Anda tidak perlu bingung.

Namun, khususnya membahas soal zakat mal dan zakat penghasilan, sewajarnya kedua zakat ini dibayarkan jika sudah mencapai nisab masing-masing dan sebaiknya tidak memberatkan Anda sendiri sebagaimana sifatnya yang tidak wajib jika belum memenuhi syarat-syarat zakat mal.

Penerima zakat

Setelah mengetahui macam-macam zakat, pembahasan berikutnya adalah tentang golongan atau kelompok mana yang berhak menerima zakat. Dalam Islam terdapat 8 golongan yang dapat menerima zakat, golongan tersebut antara lain:

Fakir

Golongan atau kelompok orang yang hampir tidak memiliki harta apapun dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok kesehariannya.

Miskin

Golongan kelompok orang yang memiliki sedikit harta tetapi tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan pokok untuk hidup.

Amil

Sekelompok orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.

Mualaf

Sekelompok orang yang baru pindah atau baru memeluk agama islam dan memerlukan bantuan untuk dapat menyesuaikan diri.

Hamba Sahaya

Sekelompok orang yang ingin memerdekakan dirinya.

Gharimin

Sekelompok orang yang memiliki utang untuk memenuhi kebutuhan hariannya tetapi tidak mampu membayar utangnya. Dengan catatan, utang tersebut untuk membeli kebutuhan pokok yang halal.

Fisabilillah

Sekelompok orang yang berjihad dan tawakal di jalan Allah.

Ibnus Sabil

Golongan orang yang kehabisan uang atau biaya dalam perjalanan untuk ketaqwaan di jalan Allah

Zakat termasuk dalam ibadah, karena itu setiap zakat yang kamu keluarkan tidak akan menghabiskan hartamu melainkan kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. 

Golongan dilarang untuk menerima zakat

Adapun golongan orang yang dilarang atau haram hukumnya untuk menerima zakat yang bukan hak semestinya. Berikut daftar orang-orang yang dilarang atau haram untuk menerima zakat. 

  • Orang yang memiliki harta atau kaya dalam penghasilan maupun mampu dalam finansial
  • Orang-orang yang masih mampu bekerja alias memiliki tenaga untuk mencari nafkah
  • Orang-orang yang masih dalam tanggungan dari orang berzakat misalkan anak dan istri

Faedah zakat

Dalam pengadaannya, zakat memiliki beberapa faedah yang nantinya sangat berguna bagi umat Islam. Faedah yang dimaksud adalah faedah agama atau Diniyyah, akhlak atau Khuluqiyah dan kesosialan yang biasa disebut Ijtimaiyyah. 

Membayarkan zakat online

Di zaman digital seperti sekarang ini, tentunya akan memberikan segudang kemudahan bagi yang ingin membayar zakat. Beberapa platform ini akan menyuguhkan fasilitas yang memudahkan bagi umat Islam dalam membayar zakat secara online. Berikut deretan aplikasi yang akan memudahkan kamu dalam membayar zakat secara online. 

1. Kitabisa

Dikenal sebagai salah satu platform penggalangan dana, Kitabisa juga menyediakan layanan untuk menyalurkan zakat. Kitabisa sudah bekerjasama dengan beberapa mitra seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ), Dompet Dhuafa, Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap dan Rumah zakat. 

2. DANA

Dompet digital DANA juga menyediakan layanan membayar zakat secara online. Dengan fitur zakat online atau dikenal dengan Zakat & Donasi, kamu bisa melakukan pembayaran zakat dengan mudah. 

3. Tokopedia Zakat

Tokopedia juga menyediakan layanan zakat secara online. Sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia memiliki layanan pembayaran zakat yang diberi nama Tokopedia Zakat. 

4. Amalin

Amalin salah satu aplikasi pembayaran zakat secara online yang dibuat oleh Yayasan Rumah Amal. Dalam aplikasinya juga memudahkan penggunanya untuk melakukan pembayaran zakat. 

5. Zakat Mobile by Rumah Zakat

Kamu pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan Rumah Zakat. Rumah Zakat juga menyediakan aplikasi yang memudahkan bagi orang untuk melakukan pembayaran zakat secara online. 

Melalui fitur Donate Now, kamu sudah bisa melakukan pembayaran zakat secara online. 

6. Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa juga dikenal sebagai salah satu lembaga nirlaba untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf). Tidak mau ketinggalan zaman, Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan pembayaran zakat secara online. 

Zakat termasuk dalam ibadah, karena itu setiap zakat yang kamu keluarkan tidak akan menghabiskan hartamu melainkan kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Semoga informasi di atas perihal pengertian zakat, jenis-jenisnya serta besaran yang harus dikeluarkan dapat membantu kamu dalam melakukan pembayaran zakat.  

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →