Ternyata 60 Persen Orang Indonesia Belum Nikmati Internet

Internet Belum Merata di Indonesia (Shutterstock)

Internet Belum Merata di Indonesia (Shutterstock)

Ketimpangan ekonomi antara kota besar dan perdesaan membuat banyak orang Indonesia belum merasakan ketersediaan internet.

Tak hanya itu, nyatanya ketimpangan teknologi dan akses internet di Indonesia juga masih terjadi. Hambatan berupa luas geografis yang membentang dari Sabang hingga Merauke membuat pemerataan akses internet menjadi barang yang amat berharga di wilayah terpencil.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui, akses internet di Indonesia masih belum merata, tak dipungkiri hal ini masih didominasi oleh kota besar.

“Berdasarkan statistik, sekitar 60 persen masyarakat belum memiliki akses ke internet. Berarti masih ada upside benefit yang bisa terjadi,” ujar Menkeu di acara Grab Fod Good di Jakarta.

Menurutnya, saat ini pemerintah tak tinggal diam, pemerintah tengah berupaya dengan membangun berbagai proyek seperti proyek Palapa Ring yang memberikan akses komunikasi secara cepat dan stabil. Kemudian bandara, pelabuhan, jalan, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui anggaran pendidikan dan vokasi, hingga jaringan listrik.

“Di Jakarta, kita masih bisa mengakses teknologi digital. Tapi, semisal keluar dari Jakarta, yang masih di Jawa saja, masih ada daerah yang tidak well-served (dilayani dengan baik) teknologi digital, juga daerah di luar Jawa,” kata Menkeu.

Jika, akses terhadap infrastruktur tersedia dengan baik, maka ekonomi bisa tumbuh dengan sendirinya.

“Jika semua sudah terkoneksi dengan internet, masyarakat punya pilihan dalam hidupnya untuk membuka pekerjaan dan kreativitas,” papar Menkeu.

Kebut Jaringan Internet

Salah satu infrastruktur yang tengah dikebut adalah ketersediaan jaringan dengan membangun proyek Palapa Ring. “Palapa Ring dapat menyambungkan internet dari Indonesia barat sampai timur. Kementerian Kominfo juga akan menambahkan satelit yang memungkinkan Indonesia beralih dari teknologi 1G ke 4G,” terangnya.

Tak hanya itu, Menkeu menegaskan, hal yang terpenting lainnya adalah ketersediaan jaringan listrik, sebab percuma jika ada jaringan internet tetapi tidak ada listrik, begitu juga sebaliknya.

“Beberapa kota juga masih butuh akses internet. Kalau dalam listrik pemerintah targetkan 100 persen rasio elektrifikasi di Indonesia. Tapi (percuma) kalau punya listrik tapi tidak punya internet,” tegasnya.

Tercatat, berdasarkan data pemerintah hingga Juni 2019, rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,81 persen, artinya sudah 98,81 persen seluruh wilayah Indonesia sudah tersedia jaringan listrik.

Pemerintah pun menargetkan, pada akhir tahun ini seluruh wilayah Indonesia sudah teraliri listrik hingga ke pelosok pedesaan. Mapun wilayah terpencil, dan pulau terluar Indonesia.

“Oleh karena itu agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan manfaat maksimal dari pembangunan teknologi digital. Ini kita harus meyakinkan seluruh bagian dari Indonesia bisa terhubung dengan internet,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis