Pengin Sukses Bisnis UKM? Ikuti Cara Susi Pudjiastuti

bisnis ukm

Menyulap bisnis UKM alias Usaha Kecil Menengah jadi besar bukan angan-angan. Gak sedikit pengusaha sukses di Indonesia yang berhasil mewujudkan itu. Salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Perempuan yang cuma punya ijazah SMP ini memulai usahanya dengan modal Rp 750 ribu aja. Dia mengawali usahanya dengan menjual bedcover hingga akhirnya jualan ikan.

Dalam pernyataannya di Liputan 6, Susi mengatakan bahwa dirinya terpaksa jual ikan karena gak tamat SMA. Menurutnya, cleaning service aja punya ijazah SMA. Lantas, kalau tamatan SMP pengin jadi apa?

Tapi jangan salah, biar kata tamatan SMP, dia berhasil punya perusahaan perikanan besar, penerbangan, hingga jadi salah satu menteri. Dan yang lebih keren lagi, dia pernah berpidato di depan mahasiswa Harvard lho.

Sepak terjang bu Susi emang patut dicontoh oleh para pelaku bisnis UKM yang berniat mengembangkan usahanya. Dalam  simPATI Creativepreneur Corner di Bandung, Susi sendiri pernah bilang kalau lebih baik generasi muda terjun ke bisnis perikanan dalam skala kecil dulu, buat mempelajari peta pemasaran. Baru deh setelah itu melakukan ekspansi.

Penasaran gimana cara Susi mengembangkan usahanya dari kecil jadi raksasa? Berikut ulasan lengkapnya.

[Baca: Gak Nyangka, 6 Orang Kaya dan Sukses Ini Ternyata Cuma Tamatan SMP]

1. Jangan paksa dirimu berbisnis yang gak kamu sukai

bisnis ukm
Susi bersama putra-putrinya (Youtube)

Dalam pernyataannya di Berita Satu, Susi mengatakan bahwa dirinya gak punya formula khusus buat sukses berbisnis. Susi cuma menganut prinsip giat bekerja dan totalitas.

Selain itu, Susi juga menegaskan bahwa dia bukan tipikal orang yang bisa dipaksa melakukan apa yang gak dia sukai. Meski demikian, Susi gak lantas menyalahkan atau mengkritik orang-orang yang punya kepribadian yang berbeda dengannya.

“Kalau gak suka saya justu susah keep up-nya. Mungkin ada yang dipaksa dan bisa. Tapi saya bukan tipe seperti itu,” demikian pernyataan perempuan asal Pangandaran itu.

Apakah kamu tipikal seperti bu Susi? Atau mungkin sebaliknya?

Gak salah buat meniru bu Susi dalam hal yang satu ini. Sebagai pelaku bisnis UKM, tentu beda dong rasanya menjual produk yang kamu suka dengan menjual produk yang “katanya” laris di pasaran tapi kamu gak familiar.

2. Jual produk Indonesia ke luar negeri

bisnis ukm
Dari bisnis bed cover akhirnya menjadi pengepul ikan, eksportir, punya perusahaan penerbangan hingga jadi menteri (Detik)

Salah satu keberhasilan Susia adalah mampu menjual produk perikanan ke luar negeri alias ekspor. Tentunya, menjual produk dalam negeri ke luar negeri bisa jadi salah satu cara buat jadi sukses seperti beliau. Setuju gak?

Tapi hal itu balik lagi ke produk apa yang kamu jual dan berapa harganya. Jika emang barang atau jasa yang kamu tawarkan dicari di luar negeri, ya boleh-boleh aja.

Apalagi jaman sekarang teknologi udah canggih. Kamu bisa menjual barang-barangmu di situs e-commerce internasional. Tentu urusan yang satu ini gak bakal jadi persoalan besar.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Meski demikian, sukses menjual barang atau jasa ke luar negeri juga bukan perkara gampang ya. Ada beberapa tugas yang harus kamu lakukan terlebih dulu.

Pertama adalah riset pasar di luar negeri, lalu kamu juga harus belajar sistem transaksi yang aman dan benar. Dua hal itu yang paling penting diingat deh.

Intinya kamu tahu apa kebutuhan masyarakat di sana, dan gimana cara jualnya.

[Baca: 5 Pengusaha Indonesia Ini Waralabanya Sukses Hingga Luar Negeri]

3. Kembangkan bisnis ke sektor yang sesuai

bisnis ukm
Pesawat milik Susi Air (Kompas)

Buat menyulap bisnis UKM jadi raksasa, ekspansi usaha jelas hukumnya wajib. Tapi, seperti apa ekspansi yang pengin kamu lakukan?

Belajar deh dari bu Susi yang akhirnya memutuskan buat mendirikan Susi Air setelah bisnis perikanannya sukses. Inspirasi mendirikan perusahaan penerbangan itu muncul saat dirinya menikah dengan pilot bernama Christian Von Stormbeck.

Menurut Susi, sistem transportasi produk perikanan yang dilakukan lewat jalur darat bisa merugikan. Pasalnya, transportasi darat memakan waktu lama dan ikan-ikan tersebut bisa mati. Selain itu, harga produk perikanan yang dia jual juga bisa anjlok.

Lain halnya jika ikan-ikan tersebut diangkut dengan pesawat. Dengan pesawat, Susi cuma butuh satu jam buat memindahkan ikan-ikan dari Pangandaran ke Jakarta. Ikan-ikan tersebut masih segar, dan kalau dijual harganya tinggi.

Susi berhasil menerima pinjaman dari salah satu bank plat merah di Indonesia untuk memuluskan rencananya ini. Pada 2004, dia mulai aktif melakukan pengiriman dengan menggunakan pesawat Cessna dan Grand Caravan. Lambat laun, penerbangan pun jadi bisnis kedua yang digeluti Susi.

Kira-kira, seperti inilah contoh ekspansi usaha yang ideal bagi pengusaha bisnis UKM.

Gak salah buat berekspansi dengan mendirikan bisnis lain yang gak berkaitan dengan bisnis intimu. Tapi, jika lantas kamu mendirikan usaha lain yang bisa mengerek laba usaha lamamu seperti yang dilakukan Susi, bukannya itu jauh lebih baik?

4. Jangan berlarut pada sebuah kegagalan

bisnis ukm
Cuma lulusan SMP tapi bisa ngasih kuliah umum di ITB sampai ke Harvard. Keren gak? (merdeka)

Ketika berpidato di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2017, Susi mendapat pertanyaan seputar kegagalan terbesar apa yang pernah dialaminya dalam hidup. Susi pun menyebut kegagalannya dalam melanjutkan pendidikan formal.

Namun ada beberapa hal yang ditambahkan oleh Susi dalam menjawab pertanyaan ini. Menurut Susi, dirinya sama sekali gak pernah berlarut dalam kesedihan atau kegagalan.

Ketika kita melakukan hal itu, maka yang ada hanyalah kita jadi makin malas. Energi kita buat maju pun jadi hilang gitu aja. Sayang, kan?

Terkait kegagalan Susi juga pernah mengaku di depan media bahwa dirinya udah berkali-kali gagal karena ditipu. Namun hal itu gak jadi penghalangnya buat maju.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

“Saya tuh orang yang gak pernah berlarut dalam kesedihan atau kegagalan karena kalau berpikir gagal, sedih, it’s a bad spirit, tenaga juga nanti hilang, mood jadi jelek,” ujarnya.

Mungkin Susi emang mengenyam pendidikan formal terlalu tinggi, tapi dia adalah sosok yang profesional. Dia berhasil membayar kegagalannya dengan kerja keras hingga akhirnya tajir melintir, bahkan dihormati.

[Baca: 5 Kesalahan Sepele yang Bikin Pengusaha Kecil Susah Maju]

5. Jangan besar pasak daripada tiang

bisnis ukm
Kalau tiba-tiba saya besar pasak daripada tiang, saya gak ditenggelamkan kan bu? (detik)

Ini dia yang paling penting buat siapa pun, apalagi para pelaku bisnis UKM. Dalam sebuah seminar bertajuk d’Preneur with BRI, yang diselenggarakan tahun 2015 lalu, Susi mengingatkan para partisipan seminar gak boleh besar pasak daripada tiang.

Kamu tentu tahu dong arti ungkapan itu. Besar pengeluaran daripada pemasukan.

Ketika hal itu kamu alami, maka udah pasti bisnismu gak sehat. Arus kas juga bisa makin berantakan.

Ketika jadi pengepul ikan, Susi mengakui kalau dirinya sendiri yang bikin makanan buat ikan-ikannya. Pokoknya sebisa mungkin modal kecil, tapi bisa untung gede lah. Dan sebisa mungkin jangan sampai bisnismu berbeda dengan bisnis orang lain.

“Fokus berusaha, disiplin. Usahanya gak boleh besar pasak daripada tiang, terus inovasi, pakan ikan saya bikin sendiri. Intinya kita gak boleh kerja biasa-biasa karena hasilnya bakal biasa. Usaha ikan saya gak pakai bahan kimia, kita harus bisa berbeda dengan usaha orang lain,” tegasnya.

Siap ngembangin bisnis UKM kamu?

Sebagai pengusaha, kita semua emang punya cara yang unik. Tapi, ada kalanya kita juga harus meniru para pakar yang udah sukses biar kita kecipratan suksesnya mereka. Bener, gak?

Jadi, udah siap menyulap bisnis UKM milikmu jadi lebih besar? Gak ada salahnya kok buat ngikutin lima cara bu Susi di atas.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →