Seperti Ini Metode Penilaian Kerja yang Bagus dan Efektif

apply kartu kredit danamon

Pemerintah telah menerbitkan aturan terkait penilaian kinerja bagi PNS. Menariknya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) 30 tahun 2019 tersebut, karyawan bawahan bisa menilai kinerja atasan. Aturan penilaian kerja tersebut pun dianggap baik karena lebih objektif.

Tapi bagaimana sebenarnya sistem penilaian kinerja yang baik? Metode apa saja yang bisa digunakan dalam menilai kinerja karyawan sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja perusahaan? Berikut ulasannya!

Kepentingan di Balik Adanya Penilaian Kerja

Penilaian kinerja atau biasa disebut tinjauan kinerja adalah evaluasi sistematis terhadap kinerja karyawan. Penilaian kinerja dilakukan untuk memahami kemampuan karyawan. 

Di sisi lain, perusahaan menggunakan penilaian kinerja sebagai dasar kenaikan gaji, bonus, hingga jabatan. Sayangnya, banyak perusahaan yang kurang efektif dalam melakukan penilaian kinerja. Sehingga terjadi demotivasi kerja karyawan dan penurunan pencapaian target perusahaan. Padahal, penilaian kerja  yang objektif, adil, dan profesional bisa meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan.

Tujuan penilaian kinerja 

Target

Penilaian kinerja dibuat untuk kepentingan karyawan dan perusahaan. Selengkapnya terkait tujuan penilaian kinerja sebagai berikut.

  • Acuan untuk kompensasi, struktur upah, kenaikan gaji, promosi, dan lain-lainnya.
  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan sehingga manajemen dapat menentukan orang yang tepat pada posisi pekerjaan yang tepat pula.
  • Menilai potensi karyawan sehingga dapat merencanakan perkembangan karier lebih lanjut bagi karyawan yang bersangkutan.
  • Memberikan feedback atau umpan balik kepada karyawan tentang kinerjanya.
  • Untuk meninjau dan menyelenggarakan program pelatihan promosi ataupun program-program pelatihan lainnya.
  • Untuk menyusun sasaran perusahaan di masa mendatang.
  • Meminimalkan keluhan karyawan yang bisa berakibat pada banyaknya karyawan yang resign

Tahapan penilaian kinerja 

Upaya manajemen perusahaan dalam menilai kinerja karyawan dilakukan melalui lima tahapan. Apa saja tahapannya, mari kita simak! 

1. Analisis pekerjaan

Dalam proses ini, manajemen menjelaskan mengenai jenis pekerjaan, tanggung jawab, kondisi kerja, program kerja, dan kegiatan yang dilakukan karyawan. Analisis pekerjaan menjadi dasar evaluasi penilaian kinerja.

2. Menetapkan standar kinerja

Manajer harus menetapkan standar prestasi, keterampilan, dan hasil dalam penilaian kinerja. Standar kinerja itu dimasukkan ke dalam analisis pekerjaan (job analysis) dan deskripsi pekerjaan (job description).

Standar kinerja ini harus dibuat adil, objektif, dan jelas agar ada pengukuran kinerja mudah dipahami. Standar kinerja tidak boleh diungkapkan secara samar, seperti kualitas pekerjaan yang baik.

Ada lima elemen dalam menyusun penilaian kinerja yang adil, yaitu sasaran kinerja yang jelas, sasaran disepakati bersama, sasaran berkaitan dengan uraian jabatan, pertemuan tatap muka, diskusi.

3. Komunikasikan standar kinerja pada karyawan

Setelah menetapkan standar kinerja, maka manajemen perusahaan harus mengomunikasikannya kepada karyawan. Dengan begitu, karyawan dapat mengetahui penilaian kinerja yang ditetapkan karyawan. Sebaiknya, manajemen juga meminta umpan balik dari karyawan terhadap standar kinerja yang telah ditetapkan.

4. Mengukur kinerja

Dalam tahap ini, manajemen menilai karyawan berdasarkan standar kinerja. Manajemen harus mempersiapkan data-data yang dibutuhkan. 

Selain itu, manajemen juga harus objektif dalam menentukan menilai kinerja karyawan. Untuk melakukan penilaian secara objektif, manajemen harus mempertimbangkan enam elemen, yaitu data aktual, perilaku karyawan yang positif dan negatif, keberanian atau ketegasan manajemen, sistem penilaian yang terstruktur, formulir yang tidak rumit, dan kemampuan menilai

5. Diskusikan hasil penghasilan penilaian dengan karyawan

Setelah selesai melakukan penilaian kinerja, manajemen wajib mendiskusikan hasil tersebut kepada karyawan. Jika kinerja karyawan tidak sesuai dengan standar, manajemen tetap bisa mencari cara terbaik untuk memperbaiki kinerja karyawan.

Jika kinerja karyawan memenuhi standar perusahaan, maka manajemen bisa meningkatkan pengembangan karier karyawan dengan memberikan pelatihan atau promosi jabatan. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Metode Penilaian Kerja 

Menilai kerja

Para ahli telah menciptakan beberapa metode penilaian kinerja. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Edwin B. Filippo

Edwin B. Filippo memiliki beberapa metode untuk menilai kinerja karyawan. Beberapa di antaranya seperti berikut.

1. Penilaian secara kebetulan yang tidak sistematis

Dilakukan sewaktu-waktu dan tidak terprogram. Selain itu, metode ini diadakan ketika terjadi kekosongan jabatan. Sehingga metode ini tidak konsisten.

2. Penilaian secara kebetulan sistematis 

Berbeda dengan penilaian secara kebetulan yang tidak sistematis, metode ini dilakukan secara berkala. Metode ini dilakukan untuk memberi informasi tentang prestasi karyawan untuk keperluan promosi jabatan, gaji, dan bonus. Di sisi lain, metode ini dapat meningkatkan pengembangan SDM.

3. Ranking

Metode ranking merupakan metode yang sederhana dan paling lama digunakan. Metode ini hanya perlu membandingkan kinerja karyawan satu dengan yang lain.

4. Person to person comparison 

Berbeda dengan metode ranking, sistem ini lebih komprehensif. Pasalnya, penilaian dilakukan berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya, kepemimpinan, inisiatif, dan keandalan. 

5. Grading 

Grading atau penggolongan mutu merupakan metode penilaian berdasarkan persentase yang sudah ditentukan dalam kategori tertentu, misalnya baik sekali, baik, cukup, atau kurang. 

6. Skala grafik 

Metode ini merupakan metode yang paling umum. Pasalnya, penilaian dilakukan berdasarkan faktor-faktor yang dianggap penting oleh perusahaan, seperti kualitas dan kuantitas pekerjaan. 

7. Daftar pertanyaan 

Manajemen membuat daftar pertanyaan untuk melakukan penilaian kinerja. Karyawan hanya perlu menjawab dalam bentuk ya atau tidak

8. Forced choice description 

Dalam metode ini, manajemen memilih satu pernyataan yang paling sesuai dengan penilaian terhadap kinerja karyawan.

9. Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)

Metode ini dilakukan untuk menilai perilaku yang langsung dapat dinilai. Metode ini bertujuan mengurangi subjektivitas dan bias. Ada lima langkah yang dilakukan dalam metode ini, yaitu mengurangi kejadian-kejadian kritis, mengembangkan dimensi performa, relokasi kejadian, membuat skala kejadian, dan mengembangkan instrumen akhir.  

10. Uraian 

Metode penilaian kinerja karyawan dengan cara menjabarkan hasil pekerjaan. Manajemen akan memberi ranking terhadap pekerjaan karyawan, mengkritisi pekerjaan karyawan, dan mendiskusikan perbaikan kinerja karyawan. 

11. Management by objectives 

Metode penilaian kinerja ini dilakukan bersama antara manajemen dengan karyawan. Dengan metode ini, karyawan diharapkan mampu mencapai target perusahaan. 

Werther dan Davis 

Werther dan Davis membuat beberapa metode penilaian kinerja, daftarnya sebagai berikut.

1. Metode penilaian yang berorientasi 

Metode ini dilakukan hanya untuk pegawai yang tidak berkembang. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

2. Rating Scale

Manajemen menyusun skala penilaian kinerja dari yang terendah hingga tertinggi. Evaluasi berdasarkan pendapatan manajemen. 

3. Critical Incident Method 

Metode ini dilakukan berdasarkan kejadian-kejadian kritis. Manajemen melakukan metode ini dengan cara merekam pernyataan atau perilaku ekstrem dari pegawai. 

4. Field Review Method

Dalam metode ini, manajemen langsung melakukan penilaian karyawan di tempat kerja sehingga langsung ada umpan balik dari karyawan kepada manajemen. 

Metode Gary Dessler 

Gary Dessler, seorang pakar manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), membuat beberapa metode khusus yang dikaitkan dengan penilaian kinerja karyawan. Beberapa metode yang dibuatnya akan dibahas secara lebih mendetail sebagai berikut.

1. Alternation Ranking Method 

Sama dengan meteode ranking dari para ahli lainnya, metode ini mengurutkan kinerja dari karyawan terbaik hingga terburuk. 

2. Pair Comparison Method

Metode dilakukan dengan membuat tabel perbandingan antar karyawan. Dengan begitu bisa dilihat karyawan dengan kinerja terbaik dan terburuk.

3. Forced Distribution Method

Metode ini sama dengan grading. Manajemen memberikan persentase dalam setiap kategori. 

Dari sekian banyak metode penilain kinerja, manajemen harus mampu menentukan metode yang paling pas untuk diterapkan dalam perusahaan. Dengan begitu, target perusahaan bisa tercapai dan produktivitas karyawan bisa meningkat.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →