Hati-hati! Perhatikan 9 Hal Ini Sebelum Memutuskan Pensiun Dini

Pensiun Dini (Shutterstock).

Tak sedikit orang yang memilih untuk pensiun dini dengan berbagai alasan, mulai dari jarak rumah dan kantor yang jauh hingga merasa sudah cukup kerja berpuluh-puluh tahun dan waktunya menikmati hari tua.

Meski rasanya menyenangkan, tapi kamu gak bisa gegabah saat memutuskan untuk pensiun dini. Kenapa?

Ya, jelas dong. Karena ini masalah ‘hidup dan mati” kebutuhan keuangan kamu di masa depan. Itulah mengapa kamu perlu mempertimbangkannya dengan matang. Kalau salah langkah, bisa-bisa keluargamu hidup sengsara di masa tua.

Ditambah lagi dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin besar. Jangan sampai kamu mengorbankan keluargamu hanya karena kamu sudah lelah dan merasa penat dengan pekerjaan yang selama ini kamu lakoni.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk pensiun dini sebaiknya kamu mempersiapkan beberapa hal agar tetap hidup nyaman di kemudian hari.

Apa saja itu? Berikut sembilan di antaranya:

1. Menentukan target

Langkah pertama yang harus kamu lakukan jika berniat untuk pensiun dini adalah dengan menentukan target. Misalnya, di usia 45 tahun atau 50 tahun harus sudah tak bekerja.

Dengan menentukan target, kamu bisa mulai memperkirakan berapa uang yang harus ditabung setiap bulannya untuk mencapai pensiunan yang bahagia.

Misalnya, saat ini usia kamu 25 tahun dan ingin pensiun di usia 50 tahun. Maka masih ada waktu 25 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun dengan gaji sekarang sebesar Rp 10 juta.

Jika menerapkan sistem 50/20/30, maka dalam satu bulan kamu harus menyisihkan uang Rp 2 juta untuk di tabung. Jadi, semakin besar penghasilan yang kamu peroleh, maka semakin banyak juga jumlah uang yang harus ditabung.

Taruhlah selama 25 tahun kamu konsisten menabung sebesar Rp 5 juta. Maka saat usia 50 tahun, kamu memiliki tabungan uang sejumlah Rp 5 juta x 12 bulan yaitu Rp 60 juta per tahun. Berarti, Rp 60 juta x 25 tahun yakni Rp 1,5 miliar.

2. Mempersiapkan dana keperluan anak

Saat sudah menikah dan memiliki anak, maka kamu tentu harus menyiapkan bujet ekstra untuk memenuhi segala keperluan anak, terutama pendidikan. Apalagi biaya pendidikan semakin mahal, karena itu kamu harus memiliki tabungan terpisah khusus untuk anak.

Selain itu, kamu juga bisa membeli asuransi pendidikan agar pendidikan anak tetap terjamin hingga perguruan tinggi. Ingat, pendidikan itu sangat penting lho untuk masa depan sang buah hati.

3. Menghitung utang

Utang memang tak bisa dipisahkan oleh manusia. Bahkan para selebriti hingga konglomerat aja pasti memiliki utang. Misalnya aja utang cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit dan lainnya.

Karena itu, kamu harus menghitung semua utang yang kamu miliki. Misalnya kamu cicil rumah selama 15 tahun sebesar Rp 5 juta. Sementara penghasilanmu di angka Rp 15 juta. Maka, kamu hanya memiliki sisa uang Rp 10 juta yang belum dibagi ke pos-pos pengeluaran lainnya.

Tapi seberapa besar pengeluaranmu setiap bulan, kamu tetap harus mematok angka untuk ditabung setiap bulan dan harus konsisten agar tujuanmu pensiun dini tercapai.

4. Bisnis kecil-kecilan

Kini banyak orang yang sudah mulai bisnis kecil-kecil untuk menambah pundi-pundi rupiah. Terlebih lagi di era yang sudah serba canggih seperti saat ini, kamu bisa bisnis tanpa perlu keluar uang besar.

Untuk promosinya pun bisa dengan memanfaatkan sosial media yang memang kini menjadi salah satu wadah yang banyak digunakan para pedagang.

Karena itu, jika kamu mendapatkan rezeki nomplok, jangan dihamburkan untuk membeli barang yang tak berguna. Lebih baik dialokasikan dengan membuka bisnis kecil-kecilan yang bisa kamu jalankan via online atau saat akhir pekan.

5. Memiliki investasi

Langkah terakhir yang harus kamu lakukan untuk mempersiapkan pensiun dini adalah dengan terjun ke dunia investasi. Kamu juga sudah bisa memulainya dengan modal kecil kok.

Jadi hilangkan tuh pikiran kalau investasi itu hanya diperuntukkan buat orang-orang berduit aja. Pasalnya, kamu juga bisa berinvestasi hanya dengan modal Rp 100 ribu. Salah satunya adalah instrumen investasi reksa dana yang jenisnya bisa kamu pilih sesuai dengan profilmu.

Misalnya, kamu tipikal orang yang berani mengambil risiko, maka cocok banget menggelontorkan uang ke reksa dana saham yang memang dikenal dengan high return-high risk.

6. Menghitung biaya hidup

Sudah tau kan kalau penghasilan kamu akan berkurang saat sudah pensiun? Padahal masih ada biaya hidup yang harus dipenuhi. Inilah pentingnya kamu menghitung secara rinci berapa sebenarnya biaya hidupmu selama ini, mulai dari biaya makan, transportasi, sandang, cicilan, rekreasi, dan lain-lain.

Misalnya dalam sebulan, biaya hidupmu mencapai Rp3 juta. Jika hitungan tersebut ditambah inflasi sebesar 6%, maka akan menjadi Rp3,108 juta per bulan. Artinya meski sudah pension, kamu harus punya dana sebesar itu untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan.

7. Mengelola uang pesangon sebaik-baiknya

Saat mengajukan pensiun dini, kamu akan mendapatkan uang pesangon yang cukup besar. Tapi jangan langsung dihabiskan ya! Uang pesangon bukan rejeki nomplok yang bisa kamu gunakan untuk membeli barang-barang konsumtif. Uang tersebut harus bisa kamu kelola sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan saat sudah pensiun.

Kamu bisa memanfaatkannya sebagai modal usaha, investasi, atau hal berguna lain. Uang pesangon juga bisa kamu manfaatkan dengan rumus 30% untuk melunasi sisa hutang (jika ada), 50% untuk ditabung, dan 20% sisanya untuk diinvestasikan.

Jika tidak bisa mengelolanya dengan baik, maka uang itu akan habis begitu saja tanpa ada hasil yang bisa kamu rasakan.

8. Mempelajari keahlian baru

Sebelum pension, ada baiknya kamu mempelajari berbagai keahlian dan skill baru yang selama ini tidak bisa dilakukan karena padatnya waktu kerja. Tidak hanya berguna untuk mengisi waktu luang saat sudah pensiun, berbagai skill baru ini bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan lho.

Misalnya kamu belajar membuat kue basah dan kering, saat pension kamu bisa berjualan kue dengan waktu yang lebih fleksibel. Jadi saat masih bekerja, tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk terus mengembangkan diri.

9. Memperluas jejaring

Selagi masih bekerja dan bertemu banyak orang dengan beragam latar belakang dan profesi, kamu bisa memperluas jaringan (network). Terutama pada bidang yang akan kamu tekuni saat sudah pensiun nanti. Kamu bisa mulai aktif bergabung pada komunitas tertentu dan mengikuti kegiatannya. Sebab suatu saat kamu pasti akan memerlukan jaringan ini, yakin deh!

Keuntungan dan kekurangan pensiun dini

Keuntungan 

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan:

  • Banyak waktu untuk keluarga 

Bukan rahasia lagi jika pekerja kantoran seringkali kehabisan waktu untuk keluarga. Jadwal kerja yang padat dan beban kerja yang lumayan berat membuat kamu jadi pengin segera istirahat sesampainya di rumah. Akhirnya, waktu luang buat keluarga pun hanya ada di akhir pekan. Ketika memutuskan untuk pensiun dini, kamu bakal punya banyak waktu untuk keluarga tanpa terikat jam kerja dari perusahaan.

  • Bisa mengembangkan diri

Dengan waktu luang yang sedikit, kamu tentu akan kesulitan mengembangkn diri ketika masih bekerja. Berbeda halnya saat sudah pensiun, ada banyak waktu untuk belajar hal-hal baru yang selama ini tertunda.

  • Punya masa tua yang nyaman dan bahagia

Saat sudah pensiun, beban pikiran tentu akan banyak berkurang. Kamu tidak perlu lagi memikirkan deadline dan target pekerjaan, jalanan yang macet saat berangkat dan pulang kantor, juga hal-hal lainnya. Dengan begitu, kamu bisa bersiap untuk menghadapi masa tua yang nyaman dan bahagia karena dikelilingi keluarga.

Kekurangan

Meski pensiun dini punya banyak kelebihan, ada juga lho kekurangan dan risikonya. Pensiun dini tak selalu semulus yang dibayangkan.

  • Penghasilan berkurang

Saat kamu memutuskan untuk pensiun dini dan bergantung pada dana pensiun, ingat besarannya akan lebih kecil dari gaji bulanan yang diterima saat masih bekerja. Dengan dana pensiun itu, kamu masih harus membiayai kehidupan sehari-hari. jadi pertimbangkan sebaik-baiknya dan buat perencanaan yang rinci ya.

  • Mudah bosan

Saat sudah tidak terikat kerja, kamu tidak lagi harus melakukan rutinitas bangun pagi, berangkat kerja, dan pulang saat sore hari. Kamu punya banyak waktu luang tanpa dikejar-kejar jadwal kerja yang padat. Meski awalnya menyenangkan, bisa jadi kamu akan mudah merasa bosan setelah beberapa lama menghabiskan waktu di rumah saja. Solusinya, kamu bisa mengisi waktu dengan hal-hal yang berguna nan produktif.

Nah, itu dia 9 langkah mudah yang harus kamu lakukan jika memutuskan untuk pensiun dini. Jangan gegabah ya, karena bisa berisiko membuat keluargamu hidup sengsara lho. Yuk, mulai persiapkan dari sekarang.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →