Jangan Mau Bangkrut Usai Bercerai, Atur Keuanganmu dengan 5 Cara Ini

Perceraian memang bukan solusi yang diharapkan untuk mengatasi masalah pernikahan. Tapi, pada beberapa situasi, bercerai jadi satu-satunya jalan yang harus ditempuh pasangan.

Jika sudah begini, dampaknya bukan hanya pada kondisi mental kedua belah pihak, tapi juga kondisi finansial.

Jika salah satu pihak tidak bekerja, maka pihak tersebut akan kehilangan sumber pencari nafkah. Hal ini akan semakin rumit jika seluruh harta yang dimiliki digabung dan masing-masing pihak tidak memiliki tabungan sendiri.

Selain itu, jangan lupakan pembagian tanggung jawab pada anak. Jangan sampai perpisahan orangtua menghambat pemenuhan hak anak. Oleh sebab itu, saat hendak memutuskan bercerai, persiapkan segala hal termasuk soal keuangan.

Sebagai panduan, berikut tips mempersiapkan keuangan yang bisa kamu terapkan.

1. Hitung biaya perceraian dan risiko yang ditanggung

perceraian
(Image: chapterthirty)

Tahukah kamu, selain mental, perceraian bisa menguras kantong juga. Proses yang harus dihadapi pun bisa berlangsung berbulan-bulan. Kamu yang sudah membulatkan tekad untuk bercerai, setidaknya harus menyiapkan biaya-biaya ini:

– Jasa pengacara, estimasi Rp 20-50 juta satu kali pengadilan

– Biaya pengadilan estimasi Rp 100 ribu

Untuk lebih lengkapnya, bisa kamu baca di sini.

Selain itu, perhitungkan risiko yang harus ditanggung. Bukan tidak mungkin kamu akan kehilangan sebagian dari harta yang selama ini dimiliki bersama. Hitung pula kemungkinan pembagian tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak.

Di sisi lain, jika saat ini kamu tidak bekerja, sebaiknya kamu sudah memiliki sumber penghasilan atau simpanan sampai kamu mendapatkan pekerjaan.

2. Tinjau dan daftarkan aset

perceraian
(Image: dailyhunt)

Menurut Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, terdapat harta yang tidak termasuk dalam harta gono-gini, yaitu:

  1. harta bawaan yang sudah dimiliki masing-masing pasangan sebelum menikah
  2. harta perolehan atau harta milik masing-masing pasangan yang didapatkan setelah menikah dari hibat, wasiat, atau warisan.

Dua jenis harta ini akan tetap menjadi aset pribadi usai berpisah. Sebaiknya, buatlah daftar aset mana aja yang masuk dalam kategori harta pribadi dan yang bukan. Beberapa daftar aset yang bisa diperiksa seperti, properti, kendaraan bermotor, perhiasan, investasi, dan rekening tabungan.

3. Hitung utang yang perlu dilunasi

perceraian
(Image: stenzelclinical)

Hati-hati, utang yang diambil bersama saat menikah bisa jadi sumber masalah usai berpisah. Umumnya, pasangan suami istri memiliki satu atau dua jenis utang, seperti utang properti, kendaraan, atau utang modal.

Jika perceraian terjadi sebelum cicilan lunas dibayar. Buatlah kesepakatan mengenai pembagian kewajiban pelunasan utang tersebut.

4. Mengelola keuangan usai perceraian

Jika saat masih menjadi suami istri terbiasa menggabungkan penghasilan, pasti butuh penyesuaian saat kembali sendiri. Sama halnya dengan pemasukan, pengeluaran pun pasti akan jadi berbeda besarannya.

Untuk itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menghitung pengeluaran dengan  memisahkan pengeluaran keluarga dan pengeluaran pribadi. Setelahnya, kamu dapat mencermati pengeluaran yang tidak diperlukan untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuanganmu saat ini.

5. Mencari masukan tambahan

Bagaimana jika ternyata perhitungan pengeluaran pribadi jauh di atas kemampuanmu saat ini?

Mau gak mau, kamu harus mulai berpikir untuk mencari pemasukan tambahan. Caranya bisa dengan kembali ke dunia kerja (jika sebelumnya kamu menjadi Ibu atau bapak rumah tangga), berinvestasi atau membuka bisnis.

Gak perlu ragu menghubungi profesional seperti perencana keuangan untuk meminta bantuan mengatur keuanganmu ataupun sekadar meminta dukungan dari keluarga.

Menjalani proses perceraian tantu gak mudah dilalui. Tapi, jangan sampai membuatmu lupa membenahi urusan keuangan pasca bercerai. Biar bagaimanapun hidupmu harus terus berjalan usah berpisah. Jadi, pastikan kondisi mental dan finansial bisa segera pulih kembali.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →