Pemicu Perang Dagang dan Dampaknya di Negara Kita

investasi untuk pekerja freelance

Pemberitaan tentang perang dagang sudah sering kita dengar. Negara-negara di dunia berbondong-bondong untuk mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut. Kenapa begitu, ya? Yuk, kita pelajari alasannya.

Perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi ketika suatu negara meningkatkan tarif atau hambatan perdagangan lainnya sebagai balasan terhadap hambatan perdagangan yang ditetapkan oleh pihak yang lain. Perang dagang biasanya diakibatkan oleh kebijakan proteksionisme.

Apa itu proteksionisme? Proteksionisme adalah tindakan pemerintah suatu negara serta kebijakan yang membatasi perdagangan internasional, umumnya dengan tujuan melindungi bisnis dan pekerja lokal dari persaingan asing atau memperbaiki defisit perdagangan suatu negara.

Awal Mula Terjadinya Perang Dagang

Penetapan suatu kebijakan tentu ada sebabnya, termasuk kebijakan yang mengakibatkan perang dagang. Perang dagang dapat dimulai jika suatu negara menganggap praktik perdagangan negara lain tidak adil. Akibatnya, negara tersebut mengambil kebijakan untuk menyeimbangkan tarif atau menerapkan hambatan perdagangan lainnya.

Kadangkala, ini juga bermula dari kesalahpahaman tentang manfaat luas perdagangan bebas. Di mana setiap negara bisa masuk ke pasar negara lain untuk melakukan perdagangan. Tidak hanya berpengaruh di bidang ekonomi, perang dagang juga bisa berdampak kepada bidang lain, bahkan negara lain yang pada awalnya tidak ada sangkut paut.

Contohnya perang dagang Amerika Serikat VS Tiongkok. Saat mencalonkan diri sebagai Presiden pada tahun 2016, Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap banyak perjanjian perdagangan saat itu dan berjanji untuk membawa pekerjaan manufaktur kembali ke AS dari negara-negara lain, seperti Tiongkok dan India.

Hal itu benar-benar ia wujudkan ketika menjadi Presiden. Ia menetapkan kebijakan proteksionis dan mengeluarkan kebijakan tarif perdagangan khususnya kepada Tiongkok. Yakni, menaikkan bea masuk tarif impor hingga 25 persen kepada lebih dari 1.300 produk asal Tiongkok. Kebijakan tersebut ia ambil sebagai upaya untuk memangkas defisit neraca perdagangan AS terhadap Tiongkok yang memiliki kesenjangan hingga US$300 miliar sejak tahun 2014.

Selain itu, kebijakan ini juga disebut-sebut sebagai upaya balas dendam AS yang menuding Tiongkok telah melakukan pelanggaran hak atas kekayaan intelektual milik perusahaan AS. Pemerintah Tiongkok membalas dengan mengeluarkan kebijakan yang sama, yakni menaikkan bea masuk tarif impor antara 15-25 persen untuk sekitar 106 produk dari AS. Perang dagang antar dua negara tersebut pun dimulai.

Pro Kontra Perang Dagang

Bagaimanapun kebijakan yang mengakibatkan perang dagang merupakan kebijakan yang kontroversial. Ada yang pro, tetapi ada pula yang kontra. Mereka yang pro memiliki beberapa argumen.

  1. Melindungi perusahaan domestik dari persaingan tidak sehat.
  2. Meningkatkan permintaan barang domestik.
  3. Mempromosikan pertumbuhan pekerjaan lokal.
  4. Meningkatkan defisit perdagangan.
  5. Menghukum negara lain yang kebijakan perdagangannya dianggap tidak etis.

Sedangkan mereka yang kontra, juga memiliki argumen yang kuat. Di antaranya:

  1. Meningkatkan biaya dan menyebabkan inflasi.
  2. Menyebabkan terbatasnya pasar dan berkurangnya pilihan.
  3. Mencegah perdagangan.
  4. Memperlambat pertumbuhan ekonomi.
  5. Merusak hubungan diplomatik.

Dampak Perang Dagang bagi Perekonomian Negara

Tidak hanya berpengaruh pada negara lain, perang dagang juga berimbas pada perekonomian negara sendiri, lho. Kita ambil contoh kebijakan kenaikan bea masuk tarif impor baja dan aluminium dari Tiongkok. Karena dinaikkan, jumlah impor kedua jenis produk tersebut berkurang. Alhasil kedua jenis produk tersebut sulit ditemukan di pasar AS. 

Hal ini mengakibatkan terhambatnya proses produksi dari perusahaan di AS yang menggunakan bahan baku baja dan aluminium.

Jika pun ada, harganya pasti lebih mahal. Padahal bahan baku yang mahal akan meningkatkan harga jual produk akhir. Maka tidak hanya produsen, konsumen yang membutuhkan produk tersebut juga mau tidak mau terkena imbasnya. Akhirnya hal itu akan menyebabkan inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Dampak Perang Dagang bagi Negara Lain

Perang dagang yang hanya melibatkan dua negara, dampaknya juga bisa dirasakan oleh negara lain. Baik dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya, negara lain berkesempatan untuk menjadi pemasok atau mengekspor produk ke negara-negara yang terlibat dalam perang dagang. 

Pasalnya negara yang terlibat tentu akan mencari negara alternatif yang mampu menjadi pemasok produk-produk kebutuhannya.

Lantas, apa dampak negatifnya? Selain membuka peluang untuk mengekspor produk, pembatasan impor akan membuat negara yang terlibat perang dagang untuk meningkatkan impor produknya ke negara lain. 

Misalnya pembatasan impor baja dan aluminium dari Tiongkok oleh AS, mendorong Tiongkok untuk mencari pasar lain. Artinya, mereka akan meningkatkan penjualan baja dan aluminium ke beberapa negara lain. Hal ini pasti akan meresahkan produsen baja dalam negeri yang sebelumnya cukup merajai pasar lokal.

Apakah konsumen juga terkena dampak dengan adanya perang dagang ini? Secara umum konsumen di negara-negara yang tidak terlibat dalam perang dagang tidak terdampak. 

Justru dengan masuknya produk dari negara lain, akan memberikan kita lebih banyak pilihan. Baik dari segi kualitas maupun harga. Sebab akan makin banyak produk impor yang masuk ke negara kita. Sedangkan pengusaha tentu akan khawatir produknya akan tersaingi. 

Jadi, sudah tahu kan kenapa para pengusaha cukup khawatir dengan adanya perang dagang ini?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →