Peraturan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Mengenal peraturan

Saat ini dunia asuransi telah berkembang pesat. Terdapat berbagai jenis asuransi yang bisa kita manfaatkan untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko. Sebut saja asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, dan masih banyak lagi. 

Khusus untuk perusahaan asuransi jiwa dan reasuransi, haruslah terdaftar dan mematuhi peraturan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). 

Bahkan jika merujuk pada Pasal 71 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.67/2016 Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah, OJK mendelegasikan kewenangan pendaftaran agen asuransi kepada sebuah asosiasi, dalam hal ini adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Untuk terdaftar di OJK, agen asuransi harus menyampaikan permohonan pendaftaran kepada asosiasi.

Saat ini pula OJK tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) mengenai pendelegasian pendaftaran agen kepada asosiasi dan merancang sistem informasi yang terkoneksi dengan data agen asuransi yang telah terdaftar di asosiasi. Artinya posisi AAJI sangatlah penting dalam dunia asuransi.

Siapa yang Dimaksud dengan AAJI?

pria berpikir

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI adalah sebuah organisasi yang bersifat independen. Sebelum menjadi lembaga yang berdiri sendiri, AAJI berada dalam naungan Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

DAI sendiri adalah wadah yang menaungi segala perusahaan asuransi yang berada di Indonesia, mulai dari jenis umum, sosial, jiwa, dan sebagainya. Pada 23 Januari 2002, AAJI melepas diri dari DAI dan menjadi lembaga independen saat dilaksanakannya kongres tahunan DAI yang ke-10.

Status independen ini memudahkan AAJI dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat Indonesia. Lembaga ini tentunya juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga asuransi jiwa di indonesia.

Fungsi dan Peran AAJI

AAJI

Sebagaimana status AAJI adalah lembaga independen, maka instansi ini tidak berada dalam naungan organisasi lainnya. AAJI mengemban fungsi pengawasan kinerja perusahaan asuransi demi menjamin pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sesuai dengan standar yang ada.  

Keberadaan AAJI tidak lain sebagai wadah bagi perusahaan-perusahan asuransi jiwa maupun reasuransi di Indonesia. Dengan begitu, kualitas layanan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia pun tetap bisa diawasi dan dipertanggungjawabkan.

Wadah ini menjadi saluran terciptanya kerjasama yang baik antara perusahaan satu dan yang lain sehingga bisa meningkatkan kinerja jasa asuransi jiwa di Indonesia. Dengan berkembangnya industri jasa asuransi jiwa di Indonesia, diharapkan pula sektor perekonomian di Indonesia turut meningkat dengan dibukanya lapangan pekerjaan di industri ini.

Berdasarkan fungsinya, terdapat beberapa peran yang dijalani oleh AAJI, antara lain:

  1. Wadah penyampaian aspirasi dari perusahaan asuransi terkait kepada pihak pemerintah agar segera ditindaklanjuti. Hal ini semata-mata bertujuan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi pihak pemerintah dan pihak asuransi.
  2. Jembatan bagi pemerintah dalam melakukan sosialisasi kebijakan terkait asuransi jiwa sehingga dapat memuaskan bagi seluruh pihak. Artinya, AAJI menjadi jalur komunikasi dua belah pihak untuk mencapai kesepakatan bersama yang menguntungkan. 
  3. Mitra pemerintah dalam membina perusahaan-perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.
  4. Saluran aspirasi bagi masyarakat dalam meningkatkan profesionalitas perusahaan asuransi jiwa. Berbagai keluhan dan saran masyarakat terhadap perusahaan asuransi jiwa akan diwadahi oleh AAJI. Dengan begitu, perusahaan asuransi jiwa terkait dapat memperbaiki pelayanannya.
  5. Perangkat motivasi dalam memicu persaingan sehat di antara perusahaan asuransi sehingga dapat mendorong mereka untuk memberikan pelayanan yang profesional dan memuaskan.

Berbicara mengenai visi dan misi perusahaan, AAJI memiliki visi untuk menyatukan tujuan seluruh perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa di Indonesia. AAJI juga memiliki visi lainnya untuk mendukung Program Pengembangan Usaha demi tercapainya perkembangan asosiasi dan usaha anggota.

Sementara dalam hal misi, AAJI berupaya menjadi pihak yang mampu mencari solusi terhadap berbagai masalah dalam industri, serta mendorong terciptanya regulasi asuransi jiwa agar berimbang antara kepentingan pihak anggota dan juga masyarakat. 

AAJI juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap standar pelayanan perusahaan asuransi jiwa, baik itu kode etik maupun standar praktiknya. 

Seperti Apa Kelayakan Sebuah Perusahaan Asuransi Jiwa Menurut AAJI?

AAJI

Meskipun merupakan lembaga independen, kinerja AAJI tetap mengacu kepada aturan yang ditetapkan pemerintah maupun OJK, termasuk dalam soal menilai standar kelayakan sebuah perusahaan asuransi.

Dalam penilaian kelayakan keuangan, acuannya adalah Peraturan OJK (POJK) Nomor 71 /POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi yang menyatakan setiap perusahaan wajib memenuhi persyaratan tingkat kesehatan keuangan yang mencakup beberapa hal berikut.

  • Tingkat solvabilitas.
  • Cadangan teknis.
  • Kecukupan investasi.
  • Ekuitas.
  • Dana jaminan.
  • Ketentuan lain yang berhubungan dengan kesehatan keuangan.

Dari sisi tingkat solvabilitas, perusahaan wajib memenuhi tingkat solvabilitas paling rendah adalah 100 persen dari Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR). Setiap tahunnya, perusahaan juga wajib menetapkan target tingkat solvabilitas internal paling rendah adalah 120 persen dari MMBR dengan memperhitungkan profil risiko setiap perusahaan serta mempertimbangkan hasil simulasi skenario perubahan (stress test).

Sedangkan mengenai penghitungan MMBR sendiri harus memperhitungkan risiko paling sedikit terdiri atas:

  • Risiko kredit.
  • Risiko likuiditas.
  • Risiko pasar.
  • Risiko asuransi.
  • Risiko operasional.

Perusahaan juga wajib membentuk cadangan teknis sesuai dengan jenis produk asuransi. Cadangan teknis tersebut berupa:

1. Cadangan premi

  • Atas produk yang berjangka waktu lebih dari satu tahun yang syarat dan kondisi polisnya tidak dapat diperbaharui kembali (non-renewable) pada setiap ulang tahun polis.
  • Atas produk yang berjangka waktu lebih dari satu tahun yang syarat dan kondisi polisnya dapat diperbaharui kembali (renewable) dan memberikan manfaat lain setelah periode tertentu.

2. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan 

Poin ini khususnya terkait produk yang berjangka waktu sampai dengan satu tahun atau berjangka waktu lebih dari satu tahun yang syarat dan kondisi polisnya dapat diperbaharui kembali (renewable) pada setiap ulang tahun polis

3. Cadangan atas PAYDI

4. Cadangan klaim

5. Cadangan atas risiko bencana (catastrophic reserve)

Selain harus memiliki kecukupan investasi, perusahaan juga wajib memiliki ekuitas paling sedikit sebesar Rp100 miliar bagi perusahaan asuransi dan Rp200 miliar bagi perusahaan reasuransi.

Perusahaan wajib pula membentuk dana jaminan paling rendah 20 persen dari ekuitas minimum. Jumlah dana jaminan tersebut harus disesuaikan dengan perkembangan volume usaha perusahaan. 

Perusahaan asuransi jiwa wajib membentuk dana jaminan sebesar 2 persen dari cadangan atas PAYDI ditambah 5 persen dari cadangan premi atas produk selain PAYDI dan cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan.

Selain aturan tersebut, masih ada aturan lain yang diacu oleh peraturan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia untuk menentukan kelayakan sebuah perusahaan, di antaranya:

Pada dasarnya, semua dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari perusahaan asuransi secara adil dan mendapatkan jaminan keamanan atas dana yang telah diinvestasikan.

Cari tahu produk-produk asuransi jiwa dan berbagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia selengkapnya di Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →