Ini Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan!

BPJS

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ada pada manfaat, fungsi, hingga iurannya. Keduanya merupakan program dari BPJS. 

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan proteksi kepada masyarakat. Program tersebut dibagi menjadi dua yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kedua program itu tentu saja sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Bicara soal proteksi, kamu juga bisa melengkapi BPJS baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan dengan asuransi kesehatan terbaik dari Lifepal. Ada potongan dan pengembalian premi, lho! Jika masih belum tahu mau pilih produk yang mana, jangan ragu untuk konsultasi asuransi dulu ke ahlinya melalui layanan Tanya Lifepal.

Meski sama-sama merupakan program pemerintah, tapi tentu saja manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan berbeda.

BPJS Kesehatan adalah jaminan sosial yang menanggung biaya pengobatan masyarakat Indonesia. Sementara BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan sosial yang memberikan kesejahteraan masyarakat golongan karyawan/pekerja, khususnya ketika memasuki usia tua nanti.

Agar semakin jelas dan gak bingung, kali ini Lifepal ingin mengulas mengenai perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Simak aja yuk penjelasan selengkapnya di bawah ini.

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan bertujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, namun lebih terfokus pada pertanggungan biaya pengobatan.

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, program pemerintah yang satu ini tidak diwajibkan untuk semua masyarakat. Jadi, kamu bebas memilih apakah ingin daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan atau tidak.

Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang lebih memilih asuransi swasta ketimbang BPJS Kesehatan. Padahal, gak ada ruginya kok kalau kamu menjadi peserta. Toh, fasilitas yang ditawarkan pun juga sangat menguntungkan yaitu bisa berobat secara gratis, meski ada batasan-batasannya dan peraturan BPJS Kesehatan yang perlu diperhatikan. 

Gak hanya untuk rawat jalan tapi juga rawat inap. Kamu jadi gak perlu pusing memikirkan tagihan rumah sakit yang tiba-tiba meledak. Dengan menggunakan kartu BPJS, kamu gak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Jadi, sangat jelas bukan perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Terlepas dari segala perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, kedua programnya akan aktif jika nasabah membayarkan iuran. Untuk bisa menikmati fasilitas berobat gratis dari BPJS, kamu harus membayar iuran setiap bulan yang dibedakan menjadi tiga kelas.

Per Juli 2020, biaya iuran BPJS Kesehatan telah ditetapkan untuk mengalami kenaikan. Kebijakan ini sudah tercantum dalam Pasal 34 Perpres yang ditandatangani pada 5 Mei 2020. Rincian kenaikan tersebut menjadi:

  • Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp25.500 menjadi Rp42.000.
  • Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp51.000 menjadi Rp100.000.
  • Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp80.000 menjadi Rp150.000.
Lifepal kini menyediakan layanan pembayaran BPJS Kesehatan secara online. Atau, kamu juga bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu melalui laman tersebut. Hindari denda BPJS dengan membayar iuran tepat waktu ya.

BPJS Ketenagakerjaan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan juga dapat dilihat pada manfaatnya. Seperti yang dikutip dari situs resminya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di hari tua.

Fasilitas yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ditujukan bagi beberapa golongan seperti karyawan atau pekerja, wirausaha, pekerja konstruksi dan pekerja migran atau TKI.

Jadi, intinya setiap masyarakat yang berpenghasilan diwajibkan untuk mengikuti program atau menjadi peserta BPJS Kesejahteraan. Jadi jelas sudah jelas perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, bukan?

Jika sudah menjadi peserta, maka kamu juga diharuskan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya. Nah, besaran iurannya juga dibedakan tergantung dari fasilitas yang kamu ikuti.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan harus dibayarkan paling lambat setiap tanggal 15 tiap bulannya. Jika terlambat bayar, maka kamu akan dikenakan denda sebesar 2 persen. [/summary/

Berikut ini beberapa fasilitas yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan serta besaran iuran yang akan kamu tanggung.

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Para peserta BPJS Ketenagakerjaan tentu sudah familiar dengan fasilitas yang satu ini. Kamu bisa mendapatkan uang tunai yang besarannya diperoleh dari hasil akumulasi iuran yang kamu bayarkan setiap bulannya. Jadi jelas perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan (JHT). 

Untuk dapat mencairkan saldo BPJS, salah satu syaratnya adalah peserta harus sedang tidak bekerja. 

Buat bisa menikmati fasilitas JHT, kamu diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulan dengan besaran sebagai berikut.

  • Penerima upah: sebesar 5,7 persen per bulan dari upah yang dilaporkan dengan pembagian 2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan penerima upah: sebesar 2 persen per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp105 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

BPJS juga memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Fungsi JKK adalah peserta akan mendapat perawatan tanpa batas biaya. Selain itu, kamu juga akan mendapat santunan kematian sebanyak 48 kali dari jumlah upah yang dilaporkan.

Iuran per bulan yang harus dibayarkan antara lain:

  • Penerima upah: 0,24 persen hingga 1,74. Iuran ini bakal dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan dengan persentase yang berbeda-beda tergantung dari besarnya risiko.
  • Bukan penerima upah: sebesar 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp370 ribu.

3. Jaminan Kematian (JKM)

Ada juga fasilitas Jaminan Kematian di mana pihak BPJS akan memberikan uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan karena kecelakaan kerja. Karena itu, perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan JKM jelas dapat dilihat pada fungsinya.

Para peserta wajib membayar iuran setiap bulannya sebesar:

  • Penerima upah: 0,3 persen dari upah yang dilaporkan dan dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan.
  • Bukan penerima upah: Rp6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia: Rp370 ribu.

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan Pensiun merupakan jaminan sosial yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan agar peserta dapat mempertahankan kehidupan yang layak saat memasuki usia pensiun.

Manfaat Jaminan Pensiun adalah peserta akan mendapatkan uang tunai bulanan dengan syarat kamu sudah memenuhi iuran minimal 15 tahun. Tak hanya peserta, anak yang didaftarkan pada program pensiun juga mendapatkan bantuan uang tunai bulanan hingga usianya 23 tahun.

Namun, fasilitas yang satu ini hanya diperuntukkan bagi pekerja penerima upah dengan membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Terdapat juga batas upah paling tinggi yang dijadikan dasar pengali iuran pensiun, yaitu sebesar Rp7 juta. Namun, batas ini dapat berubah setiap tahunnya. 

Jadi, perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan JP jelas, karena BPJS Kesehatan tidak memberikan jaminan pensiun. 

Cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan juga sangatlah mudah. Contoh, jika Bapak Andi memiliki gaji Rp10 juta, maka berapa besaran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayarkan.

Komponen Keterangan Nilai (Rp)
JHT Perusahaan

JHT Karyawan

JKK

JKM

JP Perusahaan

JP Karyawan

Rp10 juta x 3,7%

Rp10 juta x 2%

Rp10 juta x 0,24%

Rp10 juta x 0,3%

Rp7 juta x 2%

Rp7 juta x 1%

Rp425.500

Rp230.000

Rp27.600

Rp34.500

Rp140.000

Rp70.000

Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Baik BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dapat digunakan untuk berobat di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya. Hanya saja yang menjadi perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah kartu BPJS Ketenagakerjaan hanya dapat digunakan di rumah sakit jika terjadi risiko kecelakaan atau sakit akibat kerja.

Besaran iuran setiap program BPJS Ketenagakerjaan berbeda-beda. Untuk mengetahui besaran iurannya dapat lihat pada artikel Daftar Iuran BPJS Ketenagakerjaan JHT, JKK, JK, hingga JP.

Sementara untuk iuran BPJS Kesehatan mengikuti Kebijakan Pasal 34 Perpres, 5 Mei 2020:

  • Kelas III - Rp42 ribu
  • Kelas II - Rp100 ribu
  • Kelas I - Rp150 ribu

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan juga dapat dilihat pada nasabah yang ditanggung. BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang bersifat wajib. Di mana BPJS Ketenagakerjaan dikhususkan untuk masyarakat yang aktif bekerja dan BPJS Kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Nah, itu dia perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Jadi, secara sederhana perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dapat dilihat dari fungsinya. Di mana BPJS Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sementara BPJS Ketenagakerjaan menjadi usia tua masyarakat golongan pekerja/karyawan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →