Perbedaan Cek dan Bilyet Giro Apa Aja Ya? Cek di Sini Yuk

manfaat bilyet giro

Terdapat banyak faktor yang menjadi perbedaan cek dan bilyet giro, dimulai dari cara kerjanya, sistem penanggalan, hingga landasan hukumnya.

Sebagai awalan, kita bisa membedakannya melalui arti dari keduanya dahulu. Pengertian cek adalah sebuah perintah tertulis dari nasabah kepada bank untuk menarik dana tertentu, bisa atas nama sendiri atau nama orang/instansi lain yang ditunjuk untuk mencairkannya. 

Sedangkan, bilyet giro adalah surat perintah pemindahbukuan dari nasabah kepada bank terkait sejumlah uang dari rekening pribadi ke rekening penerima dana sesuai yang tercantum pada giro. 

Pengertian bilyet giro dan aturannya

Berdasarkan pengertian bilyet giro dari Bank Indonesia, bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah rekening giro kepada bank tertentu untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekeningnya kepada rekening penerima dana yang disebutkan. 

Bicara tentang sejarah sistem giro ini muncul pertama kali pada masa Ptolemaik Mesir sekitar abad ke-4 SM. Saat itu, sistem pembayaran dengan menggunakan giro ini telah umum dilakukan dalam sistem perbankan. 

Bilyet giro memiliki aturan yang harus dipenuhi karena bilyet giro termasuk instrumen pembayaran dengan ketentuan yang berlaku. Berikut ini adalah aturan bilyet giro yang harus dipenuhi. 

  • Masa berlaku bilyet giro adalah 70 hari.
  • Nominal kliring maksimal hingga Rp500 juta.
  • Nama penarik harus diisi tepat di bawah tanda tangan.
  • Tanda tangan harus tanda tangan basah.
  • Tanda tangan penarik tidak boleh dikoreksi. 
  • Penyerahan bilyet giro ke bank wajib dilakukan penarik atau orang yang diberikan surat kuasa atas penarikan dana giro tersebut.
  • Proses pencairan tidak boleh dipindahtangankan.
  • Koreksi maksimal tiga kali untuk setiap kolom isian.
  • Tanggal penarikan dan efektif harus ditulis dalam dokumen bilyet giro.
  • Bilyet giro tidak dapat dibatalkan. 

Syarat formal dan sifat bilyet giro

Apa Saja Perbedaan Cek dan Bilyet Giro?

Setiap bilyet giro harus memenuhi syarat formal sesuai dengan aturan BI. Berikut ini adalah syarat formal bilyet giro.

  1. Nama bilyet giro dan nomor bilyet giro yang bersangkutan.
  2. Nama tertarik.
  3. Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atas beban rekening penarik.
  4. Nama dan nomor rekening pemegang.
  5. Nama bank penerima.
  6. Jumlah dana yang dipindahkan, baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya.
  7. Tempat dan tanggal penarikan.
  8. Tanda tangan, nama jelas, dan/atau dilengkapi dengan cap/stempel dengan persyaratan pembukaan rekening. 

Untuk lebih jelasnya contoh bilyet giro, simak gambar berikut ini. 

Sedangkan bilyet giro memiliki sifat khusus di antaranya di bawah ini.

  • Bilyet giro tidak dapat dibayarkan secara tunai dan hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan.
  • Pembayaran dapat dilakukan saat bilyet giro jatuh tempo.
  • Masa berlaku bilyet giro adalah 70 hari dari tanggal pembukaan. Apabila tanggal pembukaan tidak dicantumkan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar penghitungannya.
  • Bilyet giro dapat dibatalkan oleh penarik secara sepihak. Namun dengan catatan apabila saldo mencukupi. Pada saat jatuh tempo, bilyet giro tidak dapat dibatalkan apabila saldo tidak cukup untuk menutupi nilai yang tercantum pada bilyet giro. Pembatalan bilyet giro ini pun harus disertai alasan pembatalan. 

Setelah mengetahui syarat formal dan sifat bilyet giro, selanjutnya mari kita telaah perbedaan keduanya secara lebih mendetail.

Apa saja perbedaan cek dan bilyet giro?

Tabel berikut akan menjelaskan beberapa perbedaan cek dan bilyet giro.

Cek Bilyet Giro
Cek bisa dicairkan secara tunai melalui bank yang sudah ditunjuk. Bilyet giro tidak bisa dicairkan langsung secara tunai sebagaimana sifatnya hanya memindahkan sejumlah uang ke rekening penerima.
Nasabah atau pihak yang ditunjuk bisa menarik sejumlah dana. Pencairan bilyet giro hanya bisa dilakukan oleh nasabah yang memberikan surat perintah ke bank.
Pencairan dan penggunaan cek akan dikenai biaya materai. Pencairan bilyet giro tidak dikenakan biaya materai.
Cek berfungsi sebagai surat perintah pencairan dana tunai kepada bank untuk kemudian diterima oleh pemegang cek. Bilyet giro tidak berlaku surat perintah karena dana hanya akan dipindahkan ke rekening bank yang ditunjuk.
Cek tidak bisa diuangkan oleh bank sebelum diberi tanggal penerbitan yang jelas. Bilyet giro bisa diserahkan ke bank sebelum tanggal efektif.
Tanggal terbit cek tidak memiliki perbedaan antara tanggal terbit dan tanggal efektif. Bilyet giro bisa saja memiliki tanggal terbit dan tanggal efektif yang berbeda.
Cek berlandaskan hukum dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Bilyet giro memiliki landasan hukum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengenal persamaan cek dan bilyet giro

Mengenal perbedaan cek dan bilyet giro akan lebih lengkap jika kita bisa memahami persamaannya juga. Berikut adalah penjelasan yang bisa kamu ketahui.

  • Cek dan bilyet giro memiliki kesamaan sebagai alat pembayaran berupa uang giral.
  • Waktu kedaluwarsa cek dan giro sama, yakni 70 hari sejak tanggal terbit.
  • Cek dan bilyet giro merupakan perintah nasabah ke bank untuk menjalankan mutasi pembayaran.
  • Cek dan bilyet giro bisa menjadi bahan penghitungan lembaga yang mengurus kliring.

Manfaat penggunaan cek dan bilyet giro

Apa Saja Perbedaan Cek dan Bilyet Giro?

Bagi nasabah perbankan, pastinya ada manfaat yang diperoleh ketika memegang cek dan bilyet giro. Jadi apa saja manfaatnya, mari kita telaah bersama-sama.

1. Manfaat cek

Setidaknya ada empat manfaat cek, antara lain:

  • Sebagai alat pengawasan jumlah dana yang tersedia di perbankan.
  • Sebagai alat pembayaran yang bisa digunakan oleh nasabah.
  • Sebagai alat penarik dana dari perbankan.
  • Sebagai alat pencatatan dan pembukuan transaksi penarikan dan di perbankan.

2. Manfaat bilyet giro

Ada sejumlah manfaat bagi kamu yang menggunakan bilyet giro dalam bertransaksi, antara lain:

  • Bilyet giro bisa dimanfaatkan saat melakukan transaksi jumlah besar, yaitu hingga Rp500 juta.
  • Bilyet giro lebih aman bila dibandingkan cek karena dibawa langsung oleh penerima atau orang yang diberikan kuasa.
  • Instrumen bilyet giro bisa diblokir sehingga memberi keamanan kepada nasabah perbankan.

Penggunaan cek dan bilyet giro dinilai lebih aman dan efektif bagi pelaku bisnis sebagaimana umumnya melibatkan pemindahan dana bernilai besar. Selain itu, nasabah pun menjadi lebih aman sebagaimana penggunaannya pun membutuhkan validasi langsung dan bisa dibatalkan kapan saja.

Meski begitu, kamu dihimbau untuk tetap harus berhati-hati karena banyak kasus cek kosong. Artinya cek tidak bisa dicairkan sebagaimana saldo rekening penyandang dana ternyata kosong sehingga terjadilah bounced check

Maka dari itu, selalu pastikan untuk menanyakan kepada pihak bank saat kamu menggunakan cek untuk bertransaksi.

Cara mencairkan bilyet giro

Untuk mencairkan bilyet giro tidaklah sulit, namun yang terpenting adalah pemilik giro serta penarik giro harus mengetahui cara mencairkan bilyet giro yang benar. 

Pemindahan dana bilyet giro akan diproses apabila bilyet giro sudah diserahkan penarik kepada bank yang bersangkutan dalam waktu maksimal 70 hari setelah tanggal penarikan. Apabila penarik telah memberikan bilyet giro kepada bank, maka pihak bank akan melakukan transfer dana dari rekening giro penarik ke rekening penerima. Baru setelah mendapatkan transfer dana ini, penerima bisa melakukan tarik tunai dari rekeningnya. Mudah bukan?

Cara membatalkan bilyet giro

Tidak hanya mengetahui cara mencairkan bilyet giro saja, sebaiknya pemilik giro serta penarik juga mengetahui cara membatalkan bilyet giro. 

Pada dasarnya, berdasarkan aturan yang berlaku adalah bilyet giro tidak dapat dibatalkan. Namun, bilyet giro dapat diblokir dengan syarat tertentu, misalnya pada kasus bilyet giro hilang atau dicuri, tidak dapat digunakan karena rusak, serta jika sudah berakhir masa tenggang waktu penawarannya.

Adapun cara membatalkan bilyet giro harus disertai dengan bukti surat pembatalan yang ditujukan kepada bank yang menyebutkan nomor bilyet giro, tanggal penarikan dana, serta dana yang dipindahkan. 

Apabila memblokir bilyet giro yang hilang maka penarik harus menyertakan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Sedangkan apabila bilyet giro rusak, maka penarik harus membawa bilyet giro yang telah rusak tersebut. 

Nah itu adalah informasi tentang perbedaan cek dan bilyet giro, serta serba-serbi bilyet giro. Semoga dapat memberikan pengetahuan bagi kamu tentang instrumen pembayaran ini. Jika ingin tahu bank apa saja yang menawarkan produk giro, jangan ragu untuk cari tahu selengkapnya di ulasan Lifepal lainnya ya.