Percayalah, Kamu Belum Siap Ambil KPR Kalau Belum Punya 7 Ciri Ini

Tak sedikit orang yang ingin punya rumah tapi tak cukup uang untuk membeli secara tunai. Nah, Kredit Pemilikan Rumah alias KPR dianggap menjadi alternatif sekaligus solusinya.

Cara ini memungkinkan kita membeli secara menyicil sehingga terasa lebih ringan. Walau begitu, pengajuannya tetap tak bisa dianggap sepele.

KPR memiliki sejumlah persyaratan yang membuat tak semua orang bisa menggunakan fasilitas ini. Faktanya, banyak pula yang telah mengajukan namun berujung penolakan.

Barangkali, memang tak semua orang sudah siap memiliki rumah. Jika dipaksakan, ujung-ujungnya bisa kerepotan sendiri. Sebaiknya, jangan coba-coba mengajukan deh kalau kamu belum punya tujuh ciri ini.

1. Telah memiliki gaji di atas UMP

KPR
(Image: medicompr)

Sebagai gambaran, untuk perumahan subsidi dengan harga rata-rata Rp 150 juta, kamu perlu siapkan DP sebesar 20 persen atau sekitar Rp 30 juta. Untuk memiliki DP tersebut, paling tidak kamu perlu menabung hingga 42 bulan atau 3-4 tahun dengan asumsi kamu menyisihkan 20 persen gaji tiap bulan untuk tabungan ini.

Selanjutnya, kamu pun berlu membayar cicilan selama belasan hingga puluhan tahun. Cicilan tentu sudah bertambah besar dengan bunga dan biaya tambahan lainnya.  

Sementara, untuk perumahan non subsidi mematok harga rata-rata di atas Rp 300 juta. Nominal uang yang perlu kamu siapkan, termasuk periode cicilan, menjadi dua kali lipat simulasi sebelumnya. Hal ini tentu akan sangat membebani kamu yang bergaji di bawah UMP DKI.

 

2. Memiliki dana cadangan

KPR
(Image: Damaiputragroup)

Pelunasan cicilan rumah biasanya membutuhkan periode yang cukup panjang. Dalam rentang waktu tersebut, ada banyak hal yang tak bisa kita prediksi. Kejadian seperti kecelakan, sakit, atau kondisi lainnya pasti memengaruhi kondisi finansial. Jika tak memiliki dana cadangan, bisa-bisa alokasi uang untuk membayar cicilan jadi tersendat.

Belum lagi, biaya yang diperlukan bukan hanya DP dan cicilan. Ada banyak biaya lain dalam proses pembelian rumah. Misalnya, biaya renovasi rumah, furnitur, dan lainnya yang lumayan menguras kantong.

3. Mempunyai rencana keuangan

Apa pun tujuan keuanganmu, wajib mempunyai rencana keuangan, termasuk tujuan memiliki rumah secara KPR. Kamu perlu menyiapkan biaya cicilan rumah tanpa mengabaikan pengeluaran sehari-hari agar kehidupan bisa berlangsung seperti biasa.

Contohnya, kamu bisa menyiapkan uang muka dengan berinvestasi. Jika rencana pengajuan KPR masih beberapa tahun ke depan, investasi reksadana atau deposito bisa jadi pilihannya.

Perhitungkan juga periode cicilan yang ingin kamu ambil. Semakin lama periodenya, secara tak langsung, akan semakin banyak uang yang kamu bayarkan. Tapi di sisi lain, jumlah cicilan bulanan juga jadi makin ringan. Pilih yang paling tepat sesuai dengan kondisi keuanganmu ya.

 

4. Telah memiliki DP minimal 20 persen

Kamu mungkin bisa membeli rumah dengan DP kecil atau bahkan tanpa DP. Tapi, bukan berarti bebanmu jadi berkurang. Uang muka kecil secara tak langsung membuat harga rumah menjadi lebih mahal. Cicilan kredit per bulannya menjadi lebih besar atau periode cicilan jadi lebih lama.

Sebaliknya, semakin besar DP yang kamu bayarkan, semakin kecil bunga yang harus dibayar. Oleh sebab itu, lebih baik perbesar uang muka, setidaknya sebesar 20 persen dari total harga pembelian.

 

5. Nyaman dengan lingkungan rumah yang ingin dibeli

KPR
(Image: rumah)

Untuk mendapat rumah yang sesuai kantong, kita jadi berfokus pada faktor harga. Padahal, memilih rumah gak cuma bisa ditentukan dari murah atau mahalnya biaya. Banyak hal penting yang juga harus diperhatikan, seperti keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekitar rumah.

Gak sedikit pula yang rela membeli rumah yang lokasinya jauh dari lokasi kantor. Alhasil, selain banyak waktu terbuang di jalan, biaya transportasi harian juga jadi membengkak. Oleh karena itu, sebaiknya pastikan kamu memang telah nyaman dengan kondisi calon rumahmu.

6. Tidak memiliki utang apalagi kredit macet

Ingat, jika pengajuanmu disetujui, artinya kamu menambah daftar utang yang harus dibayar tiap bulannya. Jika saat ini kamu masih memiliki utang lain, penghasilanmu akan terkuras hanya untuk melunasi utang-utang tersebut. Cicilan bisa-bisa tersendat di tengah jalan.

Selain itu, saat mengajukan kredit, bank akan mempertimbangkan semua catatan kreditmu. Jika kamu memiliki catatan kredit yang buruk, kemungkinan pengajuanmu diterima akan sangat kecil.

7. Masa kerja lebih dari dua tahun

Beberapa bank menjadikan status karyawan atau lama kerja sebagai persyaratan agar pengajuanmu bisa diterima.

Hal ini juga berlaku bagi pekerja profesional maupun wirausaha. Paling tidak usaha atau profesi yang digeluti sudah berlangsung selama dua tahun. Jika tidak, pengajuanmu bisa sulit diterima. Namun, peraturan ini bisa berbeda untuk tiap bank.

 

Bagaimana, kamu yang berniat beli rumah, sudah punya tujuh kriteria di atas belum? Membeli rumah secara KPR itu butuh proses yang panjang, sehingga perlu pemikiran dan perencanaan yang matang agar tidak merugi. Jangan buru-buru ya!

Tags:

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis