Perencanaan Keuangan Keluarga Muda yang Bikin Rumah Tangga Selalu Langgeng

pasangan muda melihat catatan

Perencanaan keuangan keluarga muda yang baik itu seperti apa ya? Banyak dari mereka yang menikah muda masih bingung dalam membangun keuangan yang terencana.

Dana besar yang digelontorkan buat menikah menjadi alasan kuat kenapa perencanaan keuangan itu diperlukan. Pundi-pundi keuangan yang menyusut pun harus mendapat pemulihan.

Keluarga muda juga nantinya harus memperhitungkan biaya persalinan, biaya anak, dana pendidikan, dana pembelian rumah, dana pembelian kendaraan, dana pensiun, hingga dana darurat yang wajib mendapat prioritas.

Menurut survei OJK, sekitar 54,9 persen masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan 

presentase masyarakat yang menyusun anggaran keuangan
Presentase masyarakat Indonesia yang menyusun anggaran keuangan secara rinci. (Otoritas Jasa Keuangan, 2016/ Repro. Lifepal)

Dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 54,9 persen masyarakat Indonesia disebut menyusun anggaran keuangan bulanan. 

Besaran persentase tersebut terdiri dari: 27,5 persen membuat rencana keuangan bulanan secara rinci dan 72,5 persen menyusun berdasarkan besarannya aja.

Sebagaimana definisinya, perencanaan keuangan adalah metode mengelola keuangan secara bijak yang dalam prosesnya membawa siapa saja mencapai tujuan keuangan. OJK pun rupanya juga melakukan survei tentang masyarakat yang memiliki tujuan keuangan.

Hasil dari survei OJK tersebut menunjukkan: 96,7 persen masyarakat Indonesia memiliki tujuan keuangan. Berikut ini rincian tujuan keuangan yang dipilih masyarakat:

  • Memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup: 69,0 persen
  • Membayar biaya pendidikan: 12,6 persen
  • Mempersiapkan hari tua: 6,3 persen

Buat keluarga muda, sebaiknya seperti ini perencanaan keuangan yang perlu dibangun

pasangan muda melihat tablet
Bagaimana seharusnya pasangan muda membangun perencanaan keuangan? (Shutterstock)

Memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan keuangan tetap stabil adalah tujuan keuangan kebanyakan orang di Indonesia. Lalu, diikuti dengan persiapan dana pendidikan dan dana hari tua.

Namun, apakah perencanaan keuangan cuma sebatas mencapai tujuan-tujuan tersebut? Hal-hal berikut inilah yang sebaiknya dilakukan keluarga muda dalam membangun perencanaan keuangan.

1. Selalu komunikasikan perencanaan keuangan bersama pasangan dan jangan ada yang ditutup-tutupi

Hidupmu yang sekarang berbeda dengan hidupmu yang dulu ketika belum menikah. Bersama pasangan, kamu harus berkomunikasi secara terbuka mengenai penghasilan yang diperoleh bersama hingga pengeluaran-pengeluaran yang ditanggung bersama.

Ketika besaran penghasilan dan pengeluaran bersama telah diketahui, kamu dan pasangan bisa menyusun anggaran (bujet) keluarga. Bahkan, keterbukaan soal kondisi keuangan sebenarnya telah sebaiknya telah dibicarakan jauh sebelum berkeluarga.

Data menunjukkan 469 kasus perceraian di Jakarta Pusat terjadi akibat faktor ekonomi. Inilah alasan kenapa begitu penting membicarakan kondisi keuangan secara terbuka bersama pasangan.

2. Prioritaskan dana darurat yang disimpan dalam rekening bersama

Keberadaan dana darurat membantu setiap orang, termasuk pasangan saat berada dalam kesulitan keuangan. Menurut survei OJK, sebanyak 61,7 persen masyarakat Indonesia mengandalkan tabungan sebagai ketahanan keuangan.

Karena sudah berkeluarga, bangun dana darurat mulai dari 3 – 6 kali total penghasilan bersama. Besaran alokasinya bisa kamu diskusikan bersama pasangan, apakah disisihkan 10 persen dari penghasilan masing-masing atau 20 persen.

3. Pengeluaran bersama gak cuma ada dalam bujet, tapi juga dicatat dalam catatan khusus

Setiap uang yang dibelanjakan atau ditransaksikan dan masuk sebagai pengeluaran sebaiknya dimasukkan dalam catatan khusus. Adanya bujet aja gak cukup buat memantau cash flow.

Adanya catatan khusus berisikan pengeluaran justru membantu kamu dan pasangan agar belanja atau transaksi sesuai dengan bujet yang telah disusun. Dengan begitu, kamu gak kelewat batas dalam berbelanja.

4. Hindari utang jangka panjang sampai dana darurat terpenuhi

Kamu dan pasangan telah sepakat memprioritaskan dana darurat terlebih dahulu. Selama dana darurat belum terpenuhi, ada baiknya menghindari tujuan keuangan jangka panjang seperti contohnya mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sebab alokasi dananya terbilang besar.

Apakah itu berarti pasangan muda gak boleh berutang? Dalam jangka pendek, kamu dan pasangan masih boleh berutang. Besarannya pun harus terukur agar gak membebani keuangan sehingga tujuan keuangan yang lain bisa tercapai.

Idealnya, limit utang atau pembayaran cicilan itu maksimal 30 persen dari penghasilan. Kurang dari persentase tersebut akan baik bagi keuangan, tapi jadi sebaliknya kalau lebih dari 30%.

5. Mulai bangun investasi bersama

Kamu dan pasangan mungkin telah memiliki investasi masing-masing. Namun, memiliki investasi bersama pasangan juga merupakan ide yang bagus.

Kamu bisa memulai dari yang sederhana seperti deposito ataupun reksa dana. Atau bisa langsung berinvestasi di instrumen saham.

Alokasi dana investasi bersama ini sebenarnya tergantung kesepakatan berdua. Misalnya, dari kamu minimal sebesar 10 persen atau dari pasangan 10 persen. Nantinya investasi ini bisa berguna buat menambah dana pensiun ataupun sebagai dana pendidikan.

6. Jangan lupa siapkan proteksi buat keuangan

Rencana keuangan yang telah disusun bisa sia-sia tanpa adanya jaminan yang memproteksi. Kamu perlu menyiapkan proteksi keuangan dalam bentuk asuransi, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.

Seenggaknya nih kamu udah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Itu berarti kamu tinggal memiliki proteksi asuransi jiwa yang nantinya meringankan beban keuangan pasangan seandainya kamu tinggalkan.

Itu beberapa langkah yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu dalam perencanaan keuangan keluarga muda. Masih ada langkah-langkah lanjutan setelah semua langkah itu terpenuhi. 

Kamu bisa mencari tahu lebih jauh dengan membaca artikel Pengertian Melek Finansial dan Cara Mewujudkannya agar Hidup Gak Selalu Kekurangan dan artikel-artikel lainnya di Lifepal.