Hadapi Virus Corona, Ini Pentingnya Perencanaan Keuangan!

Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Hadapi Virus Corona (Tempo/Gunawan Wicaksono)

Perencanaan keuangan penting dilakukan untuk menghadapi berbagai kondisi di masa kini maupun yang akan datang, termasuk menghadapi bencana seperti wabah virus corona.  

Perencanaan keuangan sangat penting untuk menghadapi kondisi bencana seperti penyebaran wabah penyakit mematikan disebabkan virus corona yang pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan, China.

Pasalnya, penyebaran virus corona yang menular dari manusia ke manusia itu bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Metta Anggriani CFP, Financial Planner dari Anggriani & Partners.  

“Pas corona ini muncul pas Chinesse New Year (CNY), di mana saat itu orang China happy biasanya pergi ke luar rumah. Ternyata ketika mereka tidak pergi ke luar rumah efeknya membuat pertumbuhan ekonomi jadi melambat yang berefek ke semua lini,” kata Metta saat berbincang dengan Lifepal.

Financial Planner Metta Anggriani CFP
Metta Anggriani CFP, Financial Planner dari Anggriani & Partners (Lifepal/Ardi Mandiri)

Untuk mengantisipasi melambatnya pertumbuhan ekonomi, maka hal yang harus dilakukan ialah merencanakan keuangan dengan baik.

“Di tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat perlu untuk melakukan perencanaan keuangan. Karena belajar di tahun lalu banyak ketidakpastian global, dan di tahun ini kita sudah ada banjir, virus corona, artinya kita perlu memperkuat pondasi keuangan dengan punya dana darurat dan asuransi,” jelas Metta.

Apa saja langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk merencanakan keuangan dalam berbagai kondisi? Yuk, ketahui di sini:

Pondasi Kuat

investasi
Pondasi kuat (Pixabay)

Investasi tanpa pondasi kuat tentu tidak akan bisa menopang perekonomian dengan baik. Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan ialah membangun pondasi yang kuat.

“Walaupun kita berinvestasi jangan allout, kita sudah harus punya pondasi kuat. Sehingga jangan sampai hasil investasi nanti buat menopang kehidupan sehari-hari yang tidak ter-cover,” ungkapnya. 

Untuk memberikan pondasi kuat pada keuanganmu, lanjut Metta, maka kita harus mengoptimalkan dengan proteksi.

“Di awal tahun ini sudah ada banjir, virus corona, jadi kita harus bisa mengantisipasi dengan proteksi,” imbuhnya.

Asuransi atau Dana Darurat

asuransi
Asuransi atau Dana Darurat (Pixabay)

Berbicara tentang proteksi, maka asuransi jawabannya. Namun, ketika berada dalam keadaan darurat, dana darurat merupakan pilihannya.

Lantas, bagaimana seharusnya? Kalau sudah punya dana darurat masih perlu asuransi kah atau kebalikannya sudah punya asuransi masih perlu dana darurat kah?

“Dua-duanya harus ada. Kalau bilang asuransi itu kan kita bicara risiko kehidupan paling dekat dengan kita adalah sakit yang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan pun. Jadi mau nggak mau harus memiliki asuransi kesehatan, minimal BPJS Kesehatan,” ujar Metta.

“Asuransi lebih kepada instrumen me-manage risiko, karena kan ini risk management. Manajemen itu bisa macam-macam, bisa ditanggung sendiri atau ditanggung pihak ketiga,” sambungnya.

Nah, bagaimana kalau hanya mempersiapkan dana darurat? Maka hal ini yang menurut Metta akan terjadi.

“Dana darurat bisa meng-cover berapa banyak dan berapa lama? Dana darurat tentu harus diisi lagi kan. Jadi lebih baik punya asuransi. Dana darurat bisa meng-cover risiko yang lain seperti banjir, virus korona, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya,” tandasnya. 

Jadi, kini saatnya kita melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Khususnya untuk berbagai kondisi, termasuk bencana yang melanda, waktunya mempersiapkannya dengan asuransi kesehatan dan dana darurat.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →