Ada yang Meroket Hingga 28 Persen, Simak Performa Saham Perbankan LQ45 di Tahun 2019!

Bank BCA membukukan peningkatan paling tajam untuk sektor perbankan di daftar saham LQ45 tahun 2019 (Shutterstock).

Bank BCA membukukan peningkatan paling tajam untuk sektor perbankan di daftar saham LQ45 tahun 2019 (Shutterstock).

Pada tahun 2019 yang lalu saham perbankan LQ45 masih menjadi salah satu sektor paling banyak diburu oleh investor maupun trader di Bursa Efek Indonesia. Selain karena relatif lebih aman dibandingkan sektor lainnya, saham ini juga menawarkan cuan yang lumayan banyak lho!

Saat ini terdapat 5 bank yang namanya tercatat dalam saham LQ45 di Tanah Air yakni Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN).

Meski tahun 2019 sempat diwarnai dengan berbagai macam isu mulai dari Pemilihan Presiden hingga kerusuhan yang sempat melumpuhkan Ibu Kota, tapi gak menghalangi perbankan membukukan performa yang baik.

Nah daripada terus-terusan penasaran mending kita simak langsung aja yuk performa saham perbankan LQ45 di tahun 2019 ini, berdasarkan data dari RTI pada penutupan perdagangan tanggal 27 Desember.

1. Bank Tabungan Negara

LQ45
Bank BTN

(Sumber: RTI.co.id)

Saham LQ45 pertama yang akan dibahas adalah Bank Tabungan Negara. Perusahaan ini merupakan salah satu perbankan BUMN yang masuk ke daftar disamping BNI, Mandiri dan BRI.

Pada awal tahun 2019 BTN memiliki harga saham per lembarnya sebesar Rp 2.500an. Hingga pertengahan tahun bulan Juni berjalan fluktuatif dengan angka tertinggi menyentuh Rp 2.790 (9,4 persen) dan terendah sebesar Rp 2.300an.

Lalu tren negatif yang signifikan terjadi pada semester 2 tahun 2019 dimana pada bulan Oktober membukukan penurunan terendah di level Rp 1.830an ( minus 28 persenan) dibandingkan harga pembuka awal tahun. Sedangkan untuk perdagangan akhir tahun berada di kisaran Rp 2.150an per lembar sahamnya.

2. Bank Negara Indonesia

LQ45
Bank BNI

Lalu kedua ada Bank Negara Indonesia yang juga merupakan salah satu BUMN Indonesia yang kini dipimpin oleh Achmad Baiquni. Selama tahun 2019, saham LQ45 ini mencatatkan performa yang terbilang menurun.

Itu bisa terlihat dari angka penjualan awal tahun sebesar Rp 8.725 per lembarnya dan di akhir tahun angkanya menurun ke Rp 7.925 per lembarnya. Meski demikian BNI sempat membukukan angka tertingginya pada bulan April sebesar Rp 9.850an, meningkat 12,9 persenan dibandingkan nominal awal tahun.

Sedangkan untuk angka terendahnya tercatat pada bulan Oktober dimana harganya menurun lebih dari 20 persen menjadi Rp 6.675 per lembarnya.

3. Bank Mandiri

LQ45
Saham Bank Mandiri

Selanjutnya ada bank Mandiri yang baru memiliki Direktur Utama baru yakni Dana Amin pada bulan Desember ini. Saham LQ45 yang memiliki kode BMRI ini cenderung mencatatkan performa yang relatif meningkat pada tahun 2019.

Di perdagangan awal tahun Bank Mandiri memiliki harga per lembar sahamnya sekitar Rp 7.325 dan di akhir tahun naik di kisaran 5 persen menjadi Rp 7.750. Harga tinggi BMRI berada di bulan Juli dimana sempat naik 11 persenan ke Rp 8.150 dibandingkan awal tahun, untuk harga terendahnya ada di bulan Oktober dimana turun lebih dari 11 persen ke Rp 6.350 per lembarnya.

4. Bank Rakyat Indonesia

LQ45
Saham Bank BRI

Kedua ada Bank Rakyat Indonesia yang mencatatkan performa positif selama tahun 2019 ini. Itu bisa dilihat dari grafik yang selalu tumbuh hijau dari waktu ke waktu.

BBRI pada perdagangan awal tahun berada di angka Rp 3.610 per lembar sahamnya dan pada akhir tahun bertengger di kisaran Rp 4.400an per lembar saham. Terdapat peningkatan sekitar 20 persenan.

Sedangkan untuk poin tertingginya berada di bulan Juli dimana sempat menyentuh angka Rp 4.500an per lembar sahamnya, meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan perdagangan awal tahun.

5. Bank Central Asia

LQ45
Saham Bank BCA

Saham perbankan LQ45 terakhir yang pamornya udah dikenal banyak orang adalah BCA yang dimiliki oleh orang terkaya di Indonesia yakni  Budi dan Michael Hartono.

Pada tahun 2019 ini BCA mencatatkan performa yang sangat baik dengan harga pembuka di kisaran Rp 26.200 per lembarnya dan meningkat lebih dari 28 persen di bulan Desember dengan nominal Rp 33.475an. Ini sekaligus mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah saham BBCA lho!

Meskipun sempat ada penurunan pada bulan Januari dan Mei, tapi gak menghalangi BCA untuk mencatatkan rekor terbaru tahun 2019 ini.

Nah itulah performa 5 saham perbankan LQ45 yang ditorehkan tahun 2019. Dari kelima saham tersebut, mana nih yang kamu miliki? (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis