Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah Murah Hasil Lelang Sitaan Bank

beli rumah hasil lelang

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan rumah impian. Kamu bisa memilih ingin mendapatkannya secara tunai maupun menggunakan kredit. Bahkan ada lho cara mendapatkan rumah impian dengan mempertimbangkan opsi lelang rumah sitaan bank. Apa itu lelang rumah sitaan bank dan bagaimana cara membelinya?

Kamu yang sudah berencana memiliki rumah tentu sudah tak asing dengan istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, lelang rumah sitaan bank ini adalah rumah para nasabah yang gagal melunasi cicilan KPR-nya. Ketika membeli rumah kamu juga perlu nih memerhatikan untuk mengambil asuransi rumah

Saat seorang debitur gagal membayar dan mendapati kreditnya macet, maka rumah akan disita oleh pihak bank, untuk selanjutnya dilelang dan dijual di kemudian hari. Lelang rumah sitaan bank ini biasanya dipampang di situs-situs bank atau Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu.

Lalu, apakah lelang rumah sitaan bank worth it buat dibeli?

Rumah lelang sitaan bank tak bisa dipungkiri cukup menggoda. Selain karena memang bangunannya sudah jadi, harganya pun tergolong lebih murah ketimbang rumah baru. Buat kamu yang tertarik ingin membeli rumah jenis ini, tentunya ada sejumah prosedur yang harus kamu lalui.

Yuk, ketahui tujuh hal tentang lelang rumah sitaan bank lengkap dengan plus minusnya berikut ini.

Survei

Untuk mencari tahu rumah yang ingin kamu beli, kamu bisa melakukan survei terlebih dahulu baik survei secara online atau survei fisik. Lakukan survei online dengan mengecek situs-situs Bank yang menawarkan rumah lelang. 

Pastikan kamu membaca semua informasi yang dicantumkan secara lengkap. Mulai dari alamat, luas tanah dan luas bangunan, serta kondisi rumahnya. Namun bila dengan cara ini kamu masih belum merasa puas, boleh banget lho mendatangi langsung rumah yang kamu ingin lihat. 

Dengan melihat langsung, kamu juga bisa mengecek lingkungan sekitarnya. Nggak sedikit lho rumah lelang yang kondisi aslinya sudah memprihatinkan. Kalau sudah begini, nantinya tentu kamu harus menyiapkan biaya lebih untuk perbaikan. Jadi, pertimbangkan semuanya secara cermat saat melakukan survei, ya!

Daftarkan diri

Umumnya, lelang dilakukan secara langsung dengan si pemilik rumah atau bank yang menyita di balai lelang yang ditunjuk KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang).

Tapi, kalau ternyata kamu nggak bisa melakukannya, tenang saja. Pasalnya, ada juga cara lelang secara online dengan melakukan registrasi di situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara terlebih dahulu sebelum mengikuti lelang. 

Nggak susah, kok! Kamu cuma perlu daftarkan nama dan email. Kemudian masukkan kode aktivasi yang dikirimkan ke email. Setelah itu, jangan lupa juga memasukkan informasi rekening bank, KTP, sekaligus NPWP.

Atau, misalnya kamu ingin mengikuti lelang rumah sitaan bank yang terpampang di situs Bank Tabungan Negara (BTN), maka kamu bisa menggunakan fitur lebih mudah. Tinggal isi formulir pemesanan sesuai data dirimu, nantinya mereka akan menindaklanjuti via email. Tapi ujung-ujungnya, kamu akan tetap dioper ke balai lelang.

Pilih rumah lelang yang diinginkan

Dari sekian banyak rumah lelang sitaan bank yang ditampilkan, kamu bisa melakukan sortir kira-kira rumah mana saja yang akan jadi incaran.

Jangan hanya melihat dari fotonya saja ya, perhatikan juga dengan teliti mengenai data dan informasi seputar rumah. Ada kode lelang, limit harga, dokumen, serta nomor-nomor orang yang bertanggung jawab terhadap lelang tersebut.

Kamu perlu berhati-hati saat memilih, karena tidak semua rumah punya dokumen yang lengkap. Kamu juga patut curiga apabila rumah ditawarkan dengan harga kelewat murah.

Biasanya rumah dengan harga miring , pasti ada saja kekurangannya. Di sana juga disebutkan kapan waktu lelang untuk rumah tersebut. Kalau memang itu rumah pilihanmu, pastikan kamu sudah mencatatnya baik-baik, ya!

Setor uang jaminan

Jika sudah yakin akan mengikuti lelang ini, kamu akan diminta untuk menyetorkan sejumlah uang sebagai jaminan. Ini wajib disetor sebagai tanda bahwa kamu jadi mengikuti lelang ini. Jumlah uang yang harus disetorkan biasanya 20-30% dari harga rumah lelang yang bersangkutan.

Nantinya kamu akan diberikan nomor virtual account khusus untuk melakukan pembayaran. Jadi, kamu tinggal transfer saja. Setelah itu kamu pun akan memperoleh kode token yang bakal kamu gunakan untuk menawar obyek lelang.

Ini tak hanya berlaku untuk lelang rumah saja, apapun yang dilelang, termasuk mobil atau barang-barang lain, semuanya wajib menyetor uang jaminan. Ketika nanti kamu kalah lelang, uang jaminan ini nggak bakal hangus kok. Pasti bakal dikembalikan ke rekeningmu, jadi kamu nggak perlu khawatir.

Oh ya, uang jaminan yang perlu disetorkan ini harus dibayar kontan alias gak dicicil dan dibayarkan selambat-lambatnya satu hari sebelum pelaksanaan lelang.

Proses lelang

Jika kamu memilih mengikuti lelang secara offline, maka proses lelang akan dilakukan di balai lelang. Sementara lelang secara online akan bisa kamu ikuti via e-auction ya.

Perlu kamu tahu, proses lelang ini berbeda dengan sistem tawar-menawar di pasar, ya!

Penawaran akan dilakukan berkali-kali, dan nilai penawaran yang diajukan selanjutnya harus lebih tinggi. Dan setelah batas waktunya berakhir, bakal dilakukan rekapitulasi hasil lelang yang bakal dikirim ke email-mu.

Pelunasan

Saat kamu menang lelang dan berhasil mendapatkan rumah yang kamu inginkan, maka kamu akan diminta membayar uang pelunasan rumah paling lambat lima hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Buat pelunasannya, kamu juga bakal menerima nomor virtual account yang disediakan.

Klaim rumah lelang yang kamu menangkan

Setelah kamu melakukan pelunasan, maka Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan mengeluarkan sejenis surat edaran tentang berita acara lelang. 

Usai mendapat surat edaran tersebut, kamu bisa mengunjungi bank penyita rumah yang kamu menangkan. Tukarkan “surat sakti” itu dengan dokumen-dokumen rumah. Mudah, bukan? 

Satu lagi yang harus kamu ketahui soal lelang rumah sitaan bank. Update rumah baru yang ditawarkan bank akan selalu dilakukan dalam kurun waktu sebulan. Itu sebabnya kamu harus rajin-rajin mengecek situs bank yang bersangkutan.

Ada tiga bank milik negara yang cukup aktif dalam menawarkan rumah lelang yaitu Bank BTN, Bank BRI, dan Bank Mandiri. Coba deh kamu cek situsnya sekarang, siapa tahu kamu akan menemukan rumah yang kamu idamkan selama ini.

Lalu kira-kira dengan membeli rumah lelang apakah kamu bisa dibilang membantu masyarakat? 

Tentu jawabannya iya. Sebab rumah lelang nyatanya juga banyak diminati dan dilirik sebagai hunian yang layak dibeli karena harganya yang miring.

Tapi balik lagi, ini soal pilihan kamu. Keputusan untuk mendapatkan rumah impian dengan cara membeli rumah lelang sitaan bank atau cara lainnya, sepenuhnya ada di tanganmu. Semangat buat kamu yang lagi berjuang untuk memiliki rumah!

Untung-rugi beli rumah lelang

Sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli rumah lelang, sebaiknya kamu juga mempertimbangkan untung-ruginya. Dengan begitu, kamu tahu bahwa harga murah yang didapat bisa jadi sebanding dengan kualitas rumah. 

Contohnya, jika kamu memilih rumah dengan harga miring, siap-siap juga menerima kondisi rumah yang tak lagi prima sehingga kamu juga tetap harus melakukan renovasi di sana-sini. Tapi nggak cuma itu saja, ada pula keuntungan dan kerugian lain yang bisa kamu pertimbangkan dengan memilih rumah lelang yang harganya murah. Yuk, simak!

Keuntungan beli rumah murah

  • Harga lebih murah ketimbang rumah baru atau rumah bekas sekalipun. Ini disebabkan bank yang memang ingin menarik kembali kredit yang telah dikucurkan kepada nasabah yang gagal melunasi rumah tersebut.
  • Area layak yang biasanya terletak di kawasan perumahan berkembang.
  • Beberapa fasilitas rumah seperti garasi, gerbang, dan lainnya masih bisa dipakai alias tidak perlu diganti.

Kerugian beli rumah lelang

  • Biaya renovasi besar jika rumah lelang tersebut tidak dirawat. Bahkan, jika kamu kunjungi situs rumah lelang perbankan BUMN, terlihat sejumlah rumah yang dilelang dalam kondisi tidak layak huni.
  • Masih ditempati penghuni menjadi persoalan selanjutnya. Ada kemungkinan pemilik pertama yang belum juga pindah karena ada kemungkinan bank hanya melelang meski rumah masih berpenghuni.
  • Kondisi lingkungan yang belum tentu baik, misalnya banjir atau rawan. Ini jadi persoalan lain ketika rumah dalam kondisi layak huni dan kosong, tetapi secara lingkungan kurang nyaman.

Dengan untung-ruginya yang dijabarkan, ada baiknya kamu tidak gegabah saat akan membeli rumah lelang. Nggak perlu ragu untuk melakukan survei sampai beberapa kali demi mendapatkan yang kamu inginkan.

Misalnya saja memastikan jalur tidak terlalu macet di jam sibuk atau memastikan tidak banjir dengan mengunjungi kawasan rumah di saat hujan deras.

Kalau sudah yakin untuk membelinya, jangan lupa lindungi rumahmu dengan asuransi properti. Dengan begitu, seiring kamu merenovasi rumah, risiko-risiko yang mungkin terjadi selama renovasi bisa diminimalisir. So, kamu gak perlu keluar uang lagi untuk berbagai risiko tersebut. Selamat informasi tadi membantu kamu menemukan rumah impianmu, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →