Meski Pernah Drop Out, 6 Orang Ini Sukses Jadi Pengusaha Kaya

Walt Disney (artspecialday.com)

Status drop out (DO) adalah mimpi buruk tiap mahasiswa. Gimana gak, dikeluarkan dari kampus secara kurang terhormat bikin masa depan terasa di ujung tanduk. Belum rasa malu terhadap orang sekitar. Ditambah lagi bayangan kekecewaan orangtua. Waduh, kiamat!

Itu yang pada umumnya terjadi. Tapi selalu ada keanehan dari tiap-tiap hal. Buktinya, di luar sana, ada orang-orang yang membuktikan kalau kesuksesan gak cuma ditentukan oleh selembar ijazah. Beberapa di antaranya bahkan masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Tapi perlu ditekankan di sini, mereka-mereka ini, yang bakal kita bahas sebentar lagi, bukan sukses karena DO lho ya. Orang tajir ini jadi bukti walau DO, mereka tetap bisa sukses.

Jadi siapa sih yang bakal kita omongin? Yuk langsung disimak.

1. Bill Gates

Bill Gates saat ini tercatat sebagai orang terkaya kedua di dunia versi Forbes.

Gates sempat kuliah di Harvard University pada 1973. Saat menjadi mahasiswa, ia tertarik dengan perangkat lunak setelah membaca sebuah artikel tentang Altair Microcomputer. Ketertarikannya ini bikin Gates jadi sering membolos hingga akhirnya di-DO.

Drop out dari Harvard, Gates menghabiskan waktunya buat bikin program MS-DOS dan  mendirikan Microsoft Corp. Setelahnya, ia sukses besar hingga pernah menjadi orang terkaya sedunia versi Forbes. Gates juga mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Harvard University, sekolah yang “menendangnya” dulu.

Gates tetap menganggap pengalamannya di-DO adalah pengaruh buruk yang gak pengin ia tularkan ke orang lain.

2. Mark Zuckerberg

 

Hampir semua insan di bumi kenal dengan sosok yang satu ini. Maklum aja, Facebook udah jadi media sosial terbesar dengan pengguna aktif lebih dari 1,8 miliar.

Sosok di balik keberhasilan Facebook nyatanya adalah mantan mahasiswa drop out Universitas Harvard pada 2005.

CEO Facebook yang udah jadi miliarder ini memilih drop out karena pengin fokus mendirikan dan mengelola Facebook. Namun, gak seperti Bill Gates yang hingga kini gak berijazah, Mark Zuckerberg akhirnya diwisuda 2017 lalu.  

Ia tetap menepati janji pada sang ibu buat kembali meraih gelar di Harvard.

3. Steve Jobs

Steve Jobs memutuskan mengundurkan diri dari kampus gara-gara ia merasa belajar di universitas cuma menghamburkan tabungan orangtua.

Tapi, usai keluar dari Reed College di Portland, hidupnya gak langsung berubah. Malah tambah susah. Buat tetap bisa makan, ia harus berjualan botol minuman.

Titik balik hidupnya terjadi pada 1976, ketika ia mendirikan Apple bersama Steve Wozniak. Namun, ia sempat dipecat karena sikapnya yang dianggap terlalu ambisius. Selepas dari Apple, ia mendirikan perusahaan IT, NeXT Computer dan membeli Pixar. Pada awal 90an, ia kembali lagi ke posisinya semula di Apple.

4. Walt Disney

Inilah bapak animasi yang bikin masa kecil kita dipenuhi karakter-karakter lucu. Walt Disney pernah di-drop out dari sekolah ketika berusia 16 tahun. Setelahnya, ia bergabung dengan Palang Merah dan bertugas di Perancis.

Pada 1919, Ia memulai karier sebagai seniman. Dalam waktu empat tahun ia berhasil mendirikan Walt Disney Productions bersama saudara laki-lakinya.

Disney beranggapan animasi dapat diterima berbagai kalangan, juga bisa menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat.

Anggapannya terbukti karena bisnisnya semakin menggurita sekalipun pernah mengalami kebangkrutan. Animasi Walt bahkan pernah meraih hingga 22 Oscar.

5. Jack Dorsey

Setelah Facebook, muncullah Twitter yang sempat berjaya beberapa tahun lalu. Meski gak sehits dulu, Twitter tetap memiliki pengguna setia.

Siapa sangka, salah satu sosok pendirinya, Jack Dorsey gak menyelesaikan kuliahnya alias gak lulus. Seperti Mark Zuckerberg, ia memilih berhenti kuliah buat bisa fokus berbisnis

6. Richard Branson

Richard Branson adalah miliarder pemilik Virgin Group yang membawahi lebih dari 400 perusahaan di seluruh dunia. Mulai dari penerbangan hingga rekaman.

Namun, gak banyak yang tahu bahwa Branson kecil mengalami disleksia (kesulitan membaca) dan pernah di-drop out dari Stowe School karena itu. Namun dia gak nyerah, Branson memutuskan buat mendirikan toko rekaman bernama Virgin Record.

Pengalaman drop out emang bukan hal yang patut dibanggakan apalagi diharapkan terjadi. Biar gimana juga pendidikan adalah gerbang menuju kesuksesan, sekalipun bukan satu-satunya.

Meski gitu, menyandang status mahasiswa drop out juga bukan akhir dari segalanya. Seperti kata Pak Richard Branson berikut ini, “Do not be embarrassed by your failures, learn from them and start again.”

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →