Pertumbuhan Ekonomi: Pengertian, Pengukuran dan Kondisi [TERKINI]

pertumbuhan ekonomi adalah

Kita sering mendengar pernyataan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini cukup baik” atau “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang stagnan”. Tentu saja pernyataan tentang pertumbuhan ekonomi adalah pembahasan yang sering di beritakan di berita-berita ekonomi.

Meski pertumbuhan ekonomi adalah frasa yang hampir saban hari didengar banyak orang, bukan berarti semua orang memahami betul istilah ekonomi tersebut. Paling mentok nih, orang-orang tahunya kalau pertumbuhan itu bagus itu berarti kondisi ekonomi sehat.

Boleh-boleh saja sih memahami pertumbuhan ekonomi sebatas itu. Namun, ada baiknya kalau mengetahui lebih jauh tentang istilah yang satu ini. Sebab, dengan mengetahuinya secara utuh, kamu bisa benar-benar mengerti betapa pentingnya hal tersebut.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan perekonomian suatu negara yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi di suatu negara juga biasanya dijadikan indikator negara telah berhasil membangun ekonomi dalam kehidupan masyarakat. 

Jadi, gak usah berlama-lama lagi, langsung saja disimak ulasan Lifepal seputar pertumbuhan ekonomi berikut ini.

Apa itu pertumbuhan ekonomi?

Cukup banyak yang belum tahu definisinya. Kalau merujuk pada Investopedia, pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya kapasitas ekonomi buat menghasilkan barang dan jasa dalam suatu waktu tertentu.

Simpelnya pertumbuhan ekonomi bisa diartikan sebagai naiknya produksi barang dan jasa dalam suatu negara yang kemudian mendorong perubahan positif terhadap kondisi ekonomi. Makin tinggi pertumbuhannya, kondisi ekonomi makin baik jadinya.

Makanya, dalam laporan soal perekonomian, pemerintah selalu berpatokan pada pertumbuhan di setiap tahunnya. Kalau persentasenya mencapai target yang ditetapkan, itu berarti kinerja pemerintah terbukti dalam meningkatkan perekonomian.

Seandainya jauh dari target, setidaknya pertumbuhan di tahun tersebut lebih besar dari pertumbuhan tahun sebelumnya.

Teori-teori pertumbuhan ekonomi dari para begawan ekonomi dunia

Cukup banyak teori dari para begawan ekonomi dunia yang mendukung pentingnya mencapai pertumbuhan ekonomi walaupun berasal dari perspektif yang berbeda. 

Mengutip Economics Help, berikut ini teori-teori yang mendukung pentingnya pertumbuhan dalam ekonomi.

  • Merkantilisme
  • Teori klasik Adam Smith
  • Teori neoklasik Solow-Swan
  • Teori pertumbuhan Endogen
  • Teori model Harrod-Domar

1. Merkantilisme

Meski sesungguhnya bukan teori tentang pertumbuhan dalam arti sebenarnya, ada pendapat seputar pertumbuhan dalam teori ini. Merkantilisme berpendapat, kondisi ekonomi negara bisa lebih baik kalau mengakumulasi emas dan meningkatkan ekspor.

2. Teori klasik Adam Smith

Menurut Adam Smith, ekonomi bertumbuh karena beberapa faktor:

  • Peran pasar dalam menentukan penawaran dan permintaan
  • Produktivitas kerja.
  • Peran perdagangan.
  • Peningkatan produksi.

3. Teori neoklasik Solow-Swan

Teori ini dikembangkan Robert Solow dan Trevor Swan pada tahun 1956. Kedua begawan ekonomi tersebut berpendapat ekonomi bisa bertumbuh asalkan:

  • Adanya peningkatan dalam proporsi Produk Domestik Bruto atau PDB.
  • Pengembangan teknologi supaya produktivitas meningkat.

4. Teori pertumbuhan Endogen

Menurut teori ini, bertumbuhnya ekonomi sangat dipengaruhi sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Kalau kedua faktor tersebut terpenuhi dengan baik, niscaya ekonomi bakal berkembang.

5. Teori model Harrod-Domar

Teori ini dikembangkan secara terpisah, yaitu pada tahun 1939 oleh Roy F. Harrod dan pada 1946 oleh Evsey Domar. Teori ini sendiri digolongkan sebagai teori model neoklasik.

Berdasarkan teori ini, pertumbuhan ekonomi bergantung pada tingkat tabungan. Sebab berkat tabungan, dana investasi menjadi tersedia.

Walaupun begitu, tingkat menabung yang tinggi juga gak baik. Sebab kondisi tersebut menandakan menurunnya tingkat konsumsi.

Bagaimana cara mengukur pertumbuhan ekonomi?

Informasi seputar pertumbuhan ekonomi biasanya disajikan dalam ukuran persentase. Katakanlah pertumbuhan yang dialami Indonesia tahun 2015 sebesar 4,88 persen, sedangkan tahun 2018 sebesar 5,17 persen. Itu berarti ekonomi Indonesia bertumbuh positif.

Lalu, gimana cara mengukur pertumbuhan itu 4,88 persen di tahun 2015 atau 5,17 persen di tahun 2018? 

Simpelnya, pertumbuhan itu diukur dengan melihat Produk Domestik Bruto atau PDB di setiap kuartal.

Apa itu Produk Domestik Bruto?

Seberapa sehat ekonomi suatu negara diketahui dengan mengukur Produk Domestik Bruto. Begitu juga ukuran keseluruhan ekonominya dilihat dari PDB negara tersebut. Inilah alasan kenapa PDB itu sangat penting buat para ahli ekonomi dan investor.

Menurut definisinya, Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product adalah nilai moneter dari barang dan jasa di suatu negara dengan menghitung tingkat konsumsi, belanja Pemerintah, investasi Pemerintah, dan ekspor-impor.

Rumusnya, PDB = C + G + I + (N – X)

  • PDB: Produk Domestik Bruto
  • C: Tingkat konsumsi
  • G: Belanja Pemerintah
  • I: Investasi Pemerintah
  • N: Ekspor
  • X: Impor

Komponen-komponen penting dalam PDB

Seperti yang sudah kamu baca sebelumnya, perhitungan PDB didasarkan pada sejumlah komponen, yaitu:

  • Tingkat konsumsi yang disumbang konsumsi rumah tangga yang mana pengeluaran atas barang dan jasa terjadi dalam rumah tangga. Komponen ini paling berpengaruh dalam PDB dan pertumbuhan ekonomi.
  • Belanja Pemerintah yang dapat tercermin dari alokasi pengeluaran di APBN dalam satu tahun.
  • Investasi Pemerintah yang menempatkan sejumlah dana atau barang buat pembelian surat berharga dan investasi langsung.
  • Selisih ekspor dan impor yang hasilnya bakal positif kalau kalau nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor.

Informasi seputar PDB beserta komponen-komponen yang membentuknya bisa diperoleh dari Badan Pusat Statistik atau BPS secara online. Lembaga tersebut selalu membuat laporan per kuartal ataupun satu tahun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun

Balik lagi ke soal pertumbuhan ekonomi, kamu udah tahu belum berapa persentase terakhirnya? 

Dari informasi terakhir yang telah diberitakan, ekonomi Indonesia pada tahun 2019 tumbuh pada angka 5,02 persen. Capaian ini ternyata jauh lebih kecil dibanding pada tahun 2018 sebesar 5,17 persen.

Meski tahun 2020 belum berakhir, namun IMF sudah memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia akan terjun bebas, dampak dari pandemi covid-19. 

Menarik buat diketahui, dibandingkan dengan sekarang, berapa sih besaran persentase pertumbuhan Indonesia dari tahun ke tahun? Bersumber dari BPS, berikut ini besarannya.

Di masa pemerintahan Soekarno
Tahun Persentase (%)
1961 5,74
1962 1,84
1963 -2,24
1964 3,53
1965 1,08
1966 2,79

 

Di masa pemerintahan Soeharto
Tahun Persentase (%)
1967 1,38
1968 10,92
1969 6,86
1970 7,53
1971 7,01
1972 7,04
1973 8,10
1974 7,63
1975 4,98
1976 6,89
1977 8,76
1978 7,84
1979 6,26
1980 9,88
1981 7,93
1982 2,25
1983 4,19
1984 6,98
1985 2,46
1986 5,87
1987 4,93
1988 5,78
1989 7,46
1990 7,24
1991 6,95
1992 6,46
1993 6,50
1994 7,54
1995 8,22
1996 7,82
1997 4,70
1998 -13,13

 

Di masa pemerintahan BJ Habibie
Tahun Persentase (%)
1999 0,79

 

Di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid
Tahun Persentase (%)
2000 4,92
2001 3,64

 

Di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri
Tahun Persentase (%)
2002 4,50
2003 4,78
2004 5,03

 

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
Tahun Persentase (%)
2005 5,69
2006 5,50
2007 6,35
2008 6,01
2009 4,63
2010 6,22
2011 6,17
2012 6,03
2013 5,56
2014 5,01

 

Di masa pemerintahan Joko Widodo
Tahun Persentase (%)
2015 4,88
2016 5,03
2017 5,07
2018 5,17
2019 5,02

Dilansir dari laman Bank Indonesia, meski pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih kecil dibanding 2018, namun capaian tersebut tetap dikatakan baik. 

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi 2019 ini ditopang oleh permintaan domestik yang dan baik dan ekspor menurun. Kenaikan permintaan domestik ini menandakan stabilnya konsumsi rumah tangga di Indonesia. 

Kini, kita tinggal menanti pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 yang diprediksi IMF akan tumbuh negatif. Hal itu dikarenakan dampak pandemi Corona atau COVID-19 lebih buruk dari yang diantisipasi. Terutama selama semester I 2020.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi di kuartal I dan kuartal II

Gak hanya Indonesia, perekonomian di negara-negara global juga mengalami tekanan karena pandemi covid-19. IMF pun mengatakan kalau perekonomian dunia di tahun 2020 mengalami resesi terburuk sejak perang dunia. 

Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tumbuh sebesar 2,97 persen dan terkontraksi 2,41 persen secara kuartalan. 

Meski angkanya positif, pertumbuhan di kuartal I cukup melambat dibanding kuartal I 2019 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ekonomi di kuartal I masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Angka ini jauh dari perkiraan pemerintah yang memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 bisa mencapai lebih dari 4 persen. 

Menuju kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai menuju arah negatif karena kegiatan ekonomi terbatas di masa PSBB (Pembatasan Skala Berskala Besar). 

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso mengatakan bahwa leading economic indicator menunjukan penurunan yang signifikan. 

Menurutnya, kegiatan ekonomi dan penjualan barang di semua sektor menurun hingga akhir Mei 2020. 

Pasalnya, beberapa faktor seperti perlambatan permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, dan rendahnya harga komoditas yang membuat perdagangan dunia menurun. 

Menkeu Sri Mulyani bahkan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2020 akan merosot hingga negatif 3,8 persen. Dilansir dari katadata.co.id, nilai ekspor tercatat turun hingga 18,8 persen.

Sampai sini sudah paham kan sekarang apa itu pertumbuhan ekonomi, teori-teorinya, dan cara mengukurnya? 

Dengan mengetahui bertumbuhnya ekonomi Indonesia, kamu jadi tahu apakah kondisi ekonomi menggeliat atau lesu. Semoga informasi tadi bermanfaat ya! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →