Mengenal Perumahan Subsidi di Indonesia

Ini Dia, 6 Perumahan Murah di Bogor!

Perumahan subsidi adalah program dari pemerintah ataupun swasta dalam menyediakan perumahan dengan harga di bawah pasaran. Alasan harga rumah di perumahan subsidi sangat terjangkau karena diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu maksimum Rp4 juta per bulan.

Pelaksanaan program rumah bersubsidi ini meliputi keseluruhan kepulauan di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Pemerintah menetapkan aturan perumahan bersubsidi dengan cicilan di bawah Rp1 juta hingga selama 20 tahun.

Mengenal program perumahan subsidi pemerintah

Aturan Perumahan Subsidi Pemerintah

Program perumahan bersubsidi memang tengah digalakkan pemerintah Jokowi sejak tahun 2015. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi angka kebutuhan rumah yang mencapai 11,4 juta unit.

Melihat peminatnya yang besar, pemerintah memutuskan untuk menggandeng lebih banyak pengembang swasta dalam menyediakan perumahan bersubsidi. Menurut beberapa pengusaha properti, keuntungan perumahan subsidi tidak terlalu banyak, tetapi lebih mudah laku sehingga hampir tidak membutuhkan pengeluaran untuk memasarkan.

Aturan perumahan subsidi pemerintah

Pemerintah memiliki beberapa aturan ketat tentang pembangunan perumahan bersubsidi, terutama terhadap proyek yang dibangun pihak swasta.

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang melibatkan pengembang tidak menyelesaikan pembangunan rumah sementara pembayaran awal dari konsumen sudah dilunasi.

Oleh karena itu, salah satu aturan ketat yang wajib dipenuhi pengembang adalah pengajuan KPR perumahan bersubsidi baru bisa dilakukan setelah perumahan selesai 100 persen. Hal ini berlaku bukan hanya bagi rumah tapak, tetapi bagi rumah susun yang dibangun secara vertikal juga.

Perbedaan perumahan subsidi dengan komersial

Perumahan subsidi sebetulnya tidak berbeda dengan perumahan komersial lainnya. Perbedaannya hanya pada tipe rumah yang dibangun. Rumah bersubsidi rata-rata bertipe 25/60 sementara rumah komersial bervariasi mulai dari tipe 36 hingga tipe 75.

Perbedaan tipe di sebuah perumahan komersial sudah biasa terjadi. Sedangkan perumahan bersubsidi menyediakan tipe rumah yang seragam di dalam satu komplek perumahan.

Selain tipe, apalagi perbedaan rumah subsidi dengan tidak?

1. Dari segi harga, rumah subsidi lebih murah 

Perbedaan pertama yang bisa kita lihat adalah dari segi harganya. Namanya saja rumah subsidi, tentu harganya jauh lebih murah daripada rumah komersial. Karena dalam pembangunannya mendapatkan bantuan dari pemerintah.

2. Dari segi lokasi, rumah komersial letaknya lebih strategis 

Kalau dari segi lokasinya, umumnya rumah subsidi berada jauh di pinggiran kota. Sementara rumah komersial memiliki lokasi yang strategis bahkan di tengah kota sekalipun.

3. Rumah komersial boleh direnovasi, lantas rumah subsidi boleh direnovasi?  

Kalau kamu beli rumah komersial atau non-subsidi, kamu bisa kapanpun mengubah bentuknya atau merenovasi. Sementara untuk rumah murah dari pemerintah tidak boleh diutak-atik untuk jangka waktu tertentu.

Kelebihan dan kekurangan perumahan bersubsidi

1.  Kelebihan rumah subsidi

  • Persyaratan mudah.
  • Uang muka rendah, hanya 1 persen.
  • Cicilan ringan dengan suku bunga tetap 5 persen.
  • Tenor cicilan panjang hingga 20 tahun.
  • Bersifat eksklusif hanya bagi masyarakat berpenghasilan maksimum Rp4 juta per bulan.
  • Bebas PPn dan premi asuransi.

2.  Kekurangan perumahan subsidi

  • Kepemilikan tidak dapat dialihkan sebelum lunas.
  • Tipe rumah hanya 25 meter persegi, cocok untuk keluarga kecil saja.
  • Akses transportasi umum yang sulit dijangkau.
  • Jaraknya jauh dari tengah kota karena menyesuaikan dengan harga tanah.

Bagaimana cara mendapatkan rumah bersubsidi? 

Kelebihan dan Kekurangan Perumahan Bersubsidi

Untuk mendapatkan rumah subsidi terbilang mudah, karena selain harganya yang murah, kamu juga bisa membelinya dengan sistem cicilan atau program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Lalu apa saja tahapan-tahapannya?

1. Memenuhi persyaratannya

Untuk mengajukan KPR FLPP, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu syarat umum dan syarat dokumen.

Syarat umum

  • WNI dan domisili di Indonesia
  • Usia minimal 21 tahun atau telah menikah
  • Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah sebelumnya
  • Gaji pokok tidak lebih dari Rp 4 juta
  • Telah bekerja atau memiliki usaha minimal 1 tahun
  • Memiliki NPWP

Syarat dokumen 

  • Form aplikasi kredit, lengkap dengan pasfoto pemohon dan pasangan
  • Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah
  • Slip Gaji, fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap (khusus pegawai)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta laporan keuangan tiga bulan terakhir (khusus wiraswasta)
  • Fotokopi izin praktek (khusus profesional)
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi rekening koran tiga bulan terakhir
  • Surat pernyataan belum memiliki rumah
  • Surat pernyataan belum pernah menerima subsidi untuk pemilikan rumah

2. Mencari rumah yang diinginkan 

Kamu bisa mulai mencari lokasi rumah bersubsidi yang diinginkan. Cari melalui internet, pameran-pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah, atau langsung mendatangi pihak pengembang.

3. Ajukan KPR FLPP ke Bank 

Setelah mantap menetapkan perumahan subsidi yang diinginkan, kamu bisa langsung mengunjungi perusahaan perbankan penyalur KPR FLPP. Di sini kamu akan menyerahkan segala dokumen persyaratannya dan menghitung berapa kemampuan mengangsur kreditmu.

Kamu bisa mengunjungi perusahaan perbankan nasional maupun daerah yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Daftar bank pelaksana KPR FLPP 

BRI, BRI Syariah, dan BRI Agro Bank Papua
BNI Bank Sumut dan Bank Sumut Syariah
Bank Artha Graha Bank BJB dan Bank BJB Syariah
Bank Mayora Bank Sumsel dan Bank Sumselbabel Syariah
Bank BTPN Bank DKI
Bank Mandiri dan Mandiri Syariah Bank Riau Kepri
BTN dan BTN Syariah Bank NTT
KEB Hana Bank Bank Kalteng
Bank NTB Bank Nagari
Bank BPD DIY Bank Sultra
Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah Bank Jateng  dan Bank Jateng Syariah
Bank Aceh Bank Jambi dan Bank Jambi Syariah
Bank BPD Bali Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah
Bank Sulteng Bank Sulselbar dan Sulselbar Syariah
Bank Kalbar Bank Kaltim Tara dan Kaltim Tara Syariah
Bank Sulutgo

4. Melakukan akad kredit 

Bila proses pengajuan KPR telah disetujui oleh bank, langkah selanjutnya adalah melakukan akad kredit dengan pihak bank.

5. Tempati hunian idamanmu! 

Setelah semua proses akad selesai, kamu bisa langsung menempati rumah subsidi tersebut dan mulai mencicil cicilannya setiap bulan.

Berapa DP rumah subsidi? 

Rumah-rumah di perumahan subsidi ini memang dikhususkan untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah atau tidak lebih dari Rp4 juta setiap bulannya. Oleh sebabnya, pihak pengembang juga tidak akan membebankan uang muka yang besar ke calon pembeli.

Rata-rata para pengembang rumah bersubsidi ini hanya meminta uang muka sekitar 1 persen dari harga rumahnya. Jadi misalnya harga rumahnya Rp140 juta, mereka bisa membayar DP sekitar Rp1.400.000.

Sementara untuk tenor pelunasannya bisa sampai 20 tahun, dengan cicilan per bulannya yang sekitar Rp1 juta dengan bunga flat 5 persen per tahunnya.

Berapa harga rumah subsidi?

Soal harga rumah di perumahan bersubsidi sendiri sudah diatur oleh pemerintah, agar tidak terjadi permainan harga oleh pihak pengembang yang tidak bertanggung jawab.

Harga jual telah tercantum dalam Keputusan Menteri PUPR No. 535/KPTS/M/2019 tentang Batasan Harga Jual Rumah Sejahtera Tapak. Berikut ini daftar harganya untuk tahun 2020,

Wilayah  Harga Jual Paling Banyak (2020)
Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera (kecuali Kep. Riau, Bangka Belitung, dan Kep. Mentawai) Rp 150.500.000
Kalimantan (kecuali Kab. Murung Raya dan Kab. Mahakam Ulu) Rp 164.500.000
Sulawesi, Bangka Belitung, Kep. Mentawai, dan Kep. Riau (kecuali Kep. Anambas) Rp 156.500.000
Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kep. Anambas, Kab. Murung Raya dan Kab. Mahakam Ulu Rp 168.000.000
Papua dan Papua Barat Rp 219.000.000

Itulah beberapa hal yang bisa diketahui dari perumahan bersubsidi. Dengan demikian, kita bisa mengambil keputusan yang bijak dalam memilih rumah subsidi terbaik bagi kita dan keluarga.