Daftar Perusahaan Asuransi Jepang di Indonesia

Perusahaan asuransi

Penetrasi masyarakat Indonesia atas produk asuransi saat ini memang masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan mencatat penetrasi masyarakat terhadap produk asuransi masih di bawah 3 persen.

Penyebabnya, asuransi masih belum dinilai sebagai kebutuhan wajib, namun masih dianggap sebatas pelengkap yang bersifat pilihan.

Di sisi lain, penetrasi yang masih rendah ini justru mendorong sejumlah investor, khususnya yang berasal dari investor asing untuk menanam modalnya dengan mendirikan perusahaan asuransi di Indonesia.

Gambaran Industri Asuransi di Indonesia 

Di Indonesia, total perusahaan asuransi di Indonesia mencapai 151 perusahaan pada tahun 2018. Dari total perusahaan asuransi tersebut, dikelompokkan menjadi lima jenis perusahaan, yakni:

Dari kelima perusahaan asuransi tersebut, badan usaha konvensional masih menjadi mayoritas, yakni sebanyak 138 perusahaan dan sisanya 13 perusahaan dalam bentuk syariah.

Total aset perusahaan asuransi per tahun 2018 mencapai Rp1,251 triliun. Komposisinya terdiri atas aset perusahaan asuransi konvensional sebesar Rp1,209 triliun dan aset perusahaan syariah sebesar Rp41,96 triliun.

Aset perusahaan asuransi jiwa masih mendominasi separuh dari total aset perusahaan asuransi, yakni sebesar Rp520,63 triliun. Disusul aset asuransi umum sebesar Rp34,47 triliun, aset reasuransi Rp22,98 triliun, aset asuransi wajib Rp133,7 triliun dan asuransi sosial atau BPJS sebesar Rp388,8 triliun.

Berkaca pada total aset perusahaan, pertumbuhan aset asuransi di Indonesia setiap tahunnya sebenarnya cukup menggembirakan. Setiap tahunnya, aset asuransi mampu tumbuh antara 10-20 persen.

Ini menandakan bisnis asuransi masih menggeliat di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Masyarakat mulai menyadari dan memahami bahwa asuransi dapat meminimalkan risiko pengeluaran yang mungkin terjadi.

Perusahaan Asuransi Asing di Indonesia 

Penetrasi produk asuransi yang masih rendah terhadap total jumlah penduduk Indonesia sebesar 269 juta jiwa, menjadi peluang bagi sejumlah investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor keuangan.

Inilah yang membuat sejumlah perusahaan asuransi asing membuka perwakilannya atau membangun unit usaha di Indonesia di bawah bendera grup.

Berikut sejumlah alasan yang mendorong investor asing menanamkan modal untuk mendirikan perusahaan asuransi di Indonesia.

  • Penetrasi produk asuransi yang terbilang masih kecil terhadap jumlah penduduk Indonesia.
  • Jumlah penduduk Indonesia yang merupakan nomor empat terbesar di dunia.
  • Komposisi penguasaan saham perusahaan asuransi milik asing boleh sebagai mayoritas.
  • Bonus demografi Indonesia.
  • Iklim investasi yang baik.
  • Maraknya gerakan literasi saat ini.
  • Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang relatif tinggi dan stabil.
  • Beragamnya sektor industri yang hidup di Indonesia.
  • Angka kelahiran anak Indonesia yang terbilang tinggi dan melahirkan generasi baru.

Perusahaan Asuransi Jiwa Asal Jepang di Indonesia

Di antara sejumlah perusahaan asuransi asing yang ada di Indonesia, rupanya Jepang menjadi investor yang dominan hingga saat ini.

Jepang telah menjadi negara dengan investor asuransi terbesar di Indonesia. Umumnya, strategi mereka adalah melakukan joint venture atau membangun usaha berkonsep Perusahaan Terbuka (PT) dengan membawa bendera bisnis dari grup tersebut.

Saat ini, ada enam perusahaan asuransi jiwa asal Jepang yang beroperasi di Indonesia. Keenam perusahaan asuransi asal Jepang tersebut terbagi menjadi dua, yakni joint venture dengan perusahaan Indonesia dan perusahaan yang membawa bendera grup usaha dari Jepang.

Setelah Jepang, investor dari Amerika Serikat yang juga banyak di Indonesia antara lain: PT Chubb Life Insurance Indonesia, PT Asuransi Cigna, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia.

Selanjutnya ada yang berasal dari Inggris, yakni Prudential dan Astra Aviva Life, Korea lewat Hanwa Life Insurance, Jerman yakni Asuransi Allianz Life Indonesia, Australia adalah Commonwealth Life, dan Hong Kong melalui AIA Financial dan FWD Life Indonesia.

Khusus mengulas siapa saja perusahaan asuransi Jepang di Indonesia, mari kita telaah satu demi satu sebagai berikut.

1. Tokio Marine Life Insurance (TMLI)

Kepemilikan Asuransi Tokio Marine Life terdiri atas Tokio Marine & Nichido Fire Insurance Co, Ltd. Di Indonesia TMLI memiliki dua unit bisnis, yakni asuransi umum dan asuransi jiwa. Pada asuransi umum produk andalannya adalah asuransi pengangkutan, asuransi rekayasa, personal lines dan asuransi jiwa.

Perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 2012 ini memiliki produk seperti unit link, tradisional, dan syariah, termasuk di dalamnya produk-produk asuransi kesehatan, perencanaan keuangan, jaminan pensiun, dan perencanaan pendidikan yang dipasarkan melalui jalur agensi dan distribusi alternatif.

2. Asuransi MSIG Indonesia

Asuransi MSIG adalah salah satu perusahaan asuransi umum patungan di Indonesia. MSIG merupakan anggota dari grup asuransi MS&AD yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Produk asuransi MSIG adalah asuransi perjalanan internasional dan asuransi kendaraan penumpang, asuransi mudik, asuransi kecelakaan diri, dan asuransi ladies car protect.

3. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG

Asuransi Sinar Mas MSIG Life merupakan perusahaan asuransi jiwa joint venture yang dimiliki secara seimbang sebesar 50 persen oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebesar 12,5 persen, grup asuransi raksasa Jepang (Mitsui Sumitomo Insurance Co.) sebesar 80 persen dan publik sebesar 7,5 persen.

Sinarmas MSIG Life membagi produknya berdasarkan tiga unit, yakni produk individu, produk bank, dan produk kumpulan. Sebagai perusahaan yang didukung oleh Sinarmas, perusahaan ini memiliki jaringan layanan offline yang kuat dengan 65 kantor layanan dilengkapi dengan layanan online.

4. BNI Life Insurance 

Asuransi BNI Life merupakan perusahaan asuransi jiwa joint venture antara Bank BNI dengan kepemilikan 60 persen serta Sumitomo Life Insurance Company sebesar 39,99 persen dan sisanya dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan (YKP) BNI serta Yayasan Danar Dana Swadharma. BNI Life melayani produk asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, pensiun, dan syariah.

5. PT Avrist Assurance 

Sejak tahun 2010, Avrist Assurance menjalin kemitraan dengan Meiji Yasuda Life Insurance Company. Avrist memiliki tiga anak perusahaan, yakni DPLK Avrist, Avrist General Insurance dan Avrist Asset Management.

Adapun produk asuransi yang dimiliki adalah asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, asuransi berbasis syariah, asuransi jiwa kredit, dan pensiunan perorangan atau korporasi.

6. Panin Dai-Ichi Life 

Asuransi Panin Dai-Ichi Life adalah salah satu perusahaan asuransi jiwa joint venture Panin Life dengan Dai-ichi Life. Produk Panin Dai-ichi Life memberikan layanan untuk program kebutuhan nasabah individu, korporat untuk asuransi jiwa, investasi, dan syariah.

7. Sompo Insurance Indonesia 

Sompo Insurance Indonesia merupakan gabungan dari PT Asuransi Nipponkoa Indonesia dan Sompo Japan Insurance Indonesia. Saat ini, produk asuransi Sompo adalah asuransi kepemilikan, kendaraan bermotor, muatan laut, teknik, kesehatan hingga asuransi perjalanan.

Keunggulan Perusahaan Asuransi Jepang di Indonesia

Dalam persaingan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Indonesia, perusahaan asuransi Jepang pun terus berinovasi dalam setiap layanan mereka. Khususnya pada era digital saat ini, teknologi dimanfaatkan sebagai backbone bisnis dan layanan kepada nasabah.

Dinilai unggul di bidangnya, berikut keunggulan dari perusahaan asuransi Jepang yang ada di Indonesia.

  • Memiliki teknologi analisis risiko yang semakin canggih. Perusahaan asuransi mengeklaim dapat menguntungkan nasabahnya dalam hal pembelian premi. Sebab, peluang klaim akan mengecil dengan pemanfaatan teknologi untuk mencegah terjadinya risiko.
  • Saluran penjualan perusahaan asuransi jiwa semakin beragam. Selain mengandalkan penjualan dari kantor perwakilan dan menggandeng bank, sebagian besar perusahaan asuransi Jepang turut memanfaatkan kehadiran e-commarce.
  • Adanya general account atau akun umum yang mengontrol aset keuangan dari premi yang diterima. Dalam setiap kebijakannya, perusahaan asuransi menjamin pemegang polis mendapatkan hasil investasi yang telah dijanjikan sejak awal.
  • Perusahaan asuransi Jepang dikenal senang berkolaborasi dengan sejumlah bidang, khususnya yang melibatkan fungsi keuangan. Sebagai contoh di Jepang, Koperasi Pertanian, Serikat Pekerja bergabung dengan perusahaan asuransi untuk melayani kebutuhan produk keuangan anggotanya.
  • Memiliki kekuatan di sejumlah sektor. Sejumlah perusahaan asuransi Jepang memiliki kekuatan mandiri di pasar mereka yang beragam. Ada yang kuat di pasar rumah tangga, ada yang kuat di asuransi kredit usaha kecil menengah, hingga kuat di sektor keuangan. Alhasil, produk yang dimiliki perusahaan asuransi Jepang terbilang unik.

Demikian informasi soal perusahaan asuransi Jepang di Indonesia. Semoga dapat membantu dalam membandingkan produk-produk asuransi yang bermanfaat untuk kita dan keluarga.

Jika masih bingung atau ragu dengan pilihan produk asuransi, jangan sungkan untuk menghubungi tim Lifepal yang dapat membantu memberikan informasi dan solusi terkait kebutuhan asuransi yang tepat. Yuk, kunjungi Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →