4 Perusahaan Consumer Goods Milik Crazy Rich Indonesia yang Sahamnya Bisa Dibeli

perusahaan consumer goods

Dari Indonesia’s 50 Richest versi Forbes, beberapa pengusaha Indonesia diketahui kaya raya berkat perusahaan consumer goods. Perusahaan apakah itu? Perusahaan consumer goods merupakan perusahaan yang memproduksi barang-barang konsumsi.

Kebanyakan barang yang diproduksi perusahaan tersebut tergolong barang-barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, hingga perawatan tubuh.

Ciri yang melekat dengan pada barang-barang consumer goods adalah perputarannya yang cepat. Dengan kata lain, barang-barang yang dihasilkan perusahaan seperti ini mudah terjual dan cepat habis di pasaran.

Kecepatannya dalam menghasilkan uang tentu aja berpengaruh pada kecepatannya dalam menghasilkan untung. Gak heran kalau perusahaan consumer goods cenderung bertumbuh dan menjelma jadi raksasa bisnis.

Pada akhirnya, pengusaha yang kerja keras dalam menjalankan perusahaan semacam ini akan mendulang untung banyak dan berubah status menjadi orang kaya. Bahkan, beberapa di antaranya dimasukkan Forbes sebagai crazy rich Indonesia lho.

Nah, buat kamu yang kini lagi giat-giatnya berinvestasi saham, perusahaan-perusahaan consumer goods milik crazy rich ini bisa jadi pilihan. Asal tahu aja nih, perusahaan-perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Indonesia lho. Perusahaan-perusahaan mana aja? Yuk, dicek.

Baca juga: Untungnya Puluhan Miliar Rupiah Sehari, Saham-saham Ini Dikoleksi Lo Kheng Hong

1. Indofood

perusahaan consumer goods
Indomie, salah satu produk Indofood. (Shutterstock)

Perusahaan consumer goods yang terkenal lewat merek Indomie ini dirintis Sudono Salim pada 14 Agustus 1990. Kepemimpinannya kini berada di tangan anaknya Anthoni Salim yang menduduki posisi Direktur Utama.

Dalam Indonesia’s 50 Richest, nama Anthoni Salim dimasukkan Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia peringkat lima dengan kekayaan US$ 5,3 miliar atau sekitar Rp 73,86 triliun. Selain menjalankan Indofood, Anthoni Salim juga menjadi pimpinan di Salim Group.

Indofood yang dipimpinnya mencatatkan diri ke bursa sebagai dua perusahaan, yaitu PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. (ICBP). Saham INDF mulai dijual pada 14 Juli 1994, sedangkan saham ICBP mulai dijual pada 7 Oktober 2010.

Nah, dalam komposisi kepemilikan saham, sekitar 80 persen saham ICBP dimiliki PT Indofood Sukses Makmur, Tbk. Sementara sekitar 50 persen saham INDF dimiliki First Pacific Investment Management Ltd. Anthoni Salim sendiri cuma memiliki 0,02 persen saham INDF.

Menariknya nih, sekitar 44 persen saham First Pacific Investment Management Ltd. yang tercatat di bursa Hong Kong dimiliki Anthoni Salim lho. Di perusahaan investasi tersebut Anthoni Salim menjabat sebagai chairman.

Baca juga: Gak Cuma Indocement, Saham-Saham Perusahaan Semen Ini Juga Bisa Dibeli Publik

2. Mayora Indah, Tbk.

perusahaan consumer goods
Produk-produk Mayora. (Instagram/@mayoraofficial)

Di balik merek dagang seperti Kopiko, Beng-Beng, Energen, hingga Roma, ada PT Mayora Indah, Tbk. yang berperan dalam proses produksinya. Perusahaan consumer goods ini emang udah populer sebagai penghasil produk-produk makanan dan minuman.

Mayora Indah didirikan sejak 17 Februari 1977 dan pengelolaannya di bawah kepemimpinan Jogi Hendra Atmadja. Dulunya, sebelum menjadi perusahaan, keluarga Jogi memulai usaha pembuatan dan penjualan biskuit dari rumah sejak tahun 1948.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Kini, kesuksesan yang dicapai Mayora Indah telah membuat Jogi Hendra Atmadja menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya, seperti yang dilaporkan Forbes, mencapai US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.

Di bursa saham, Mayora Indah tercatat dengan kode MYOR. Perusahaan consumer goods ini udah melantai di bursa sejak 4 Juli 1990. Jogi Hendra Atmadja memiliki saham MYOR atas namanya sebanyak 5.638.834.400 lembar atau sekitar 25,22 persen.

Baca juga: Selain Garibaldi Thohir, Ini Lho Para Crazy Rich Indonesia yang Punya Saham Adaro

3. Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk.

perusahaan consumer goods
Stan GarudaFood. (Facebook/GarudaFood)

Gimana dengan merek kacang Garuda? Kamu juga pasti akrab banget dengan merek makanan ringan tersebut. Perusahaan consumer goods yang berada di balik terkenalnya merek kacang Garuda adalah Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk.

Suksesnya Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk. gak terlepas dari peran Sudhamek. Pengusaha yang menduduki posisi komisaris utama ini masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Forbes melaporkan kekayaan Sudhamek mencapai US$ 920 juta atau sekitar Rp 12,82 triliun.

Kesuksesan Garudafood bermula dari usaha tepung tapioka dan kacang panggang yang dirintis ayahnya, Darmo Putro, tahun 1958. Usahanya berkembang dan mulai menjajaki bisnis produk konsumsi pada tahun 1990. Saat itu, nama usaha yang awalnya PT Tudung Putra Jaya ini menggunakan merek Garuda.

Nama Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk. diperkenalkan saat perusahaan consumer goods ini IPO pada 10 Oktober 2018. Dengan kode GOOD, Sudhamek memiliki saham Garudafood sebanyak 549.150.201 lembar atau 7,44 persen.

4. Ultra Jaya Milk Industry, Tbk.

perusahaan consumer goods
Produk-produk Ultra Jaya. (Ultrajaya.co.id)

Kalau susu Ultra, kamu pasti juga tahu dong. Susu ultra high temperature (UHT) ini diproduksi PT Ultra Jaya Milk Industry, Tbk. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak 1970. Namun, Sabana Prawirawidjaja udah mulai usaha pengolahan susu sejak 1950-an.

Sabana Prawirawidjaja merupakan pendiri sekaligus pemilik Ultra Jaya Milk Industry, Tbk. Keberhasilannya dalam menjalankan usahanya ini membuat dirinya bisa memiliki kekayaan US$ 640 juta atau sekitar Rp 8,92 triliun.

Selain dari Ultra Jaya Milk Industry, kekayaan yang diperoleh Sabana Prawirawidjaja berasal dari PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP). Ia memiliki saham perusahaan es krim tersebut sebanyak 4.936.222.500 lembar atau sekitar 83,88 persen.

Ultra Jaya Milk Industry sendiri mulai menjual sahamnya ke publik pada 2 Juli 1990. Sabana yang menjabat sebagai presiden direktur memegang saham ULTJ sebanyak 3.611.948.900 lembar atau sebanyak 31,26 persen.

Itu tadi perusahaan-perusahaan consumer goods milik crazy rich Indonesia yang sahamnya bisa dibeli siapa aja. Dari daftar perusahaan di atas, ada gak yang salah satunya menarik minat kamu? (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →