Mau Melantai di Bursa Saat IHSG Goyang, Berani Beli 4 Saham Ini?

Di tengah ketidak kondusifan pasar modal akibat sentimen Virus Corona, ternyata ada empat perusahaan publik yang tetap melakukan initial public offering (IPO) di bulan Maret 2020. Berani banget ya!

Bukan rahasia lagi, pada penutupan perdagangan tanggal 3 Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat menguat hingga ke level 5.518. 

Setelah sebelumnya babak belur usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang WNI yang positif terjangkit virus corona.

Di tahun 2019, jarang-jarang lho IHSG berada di level 5 ribuan, kecuali ada sentimen buruk. Meski pada 3 Maret 2020 IHSG naik, tetap saja investor dan pasar masih memantau penyebaran virus corona yang pada saat artikel dibuat telah menewaskan lebih dari 3 ribu orang. 

Kira-kira apa saja perusahaan publik yang memutuskan IPO di Maret 2020? Apakah kiranya saham mereka layak kita koleksi ke depan karena bisnisnya menarik? Cari tahu di bawah sini yuk:

1. PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA)

ESTA salah satu perusahaan publik yang melantai saat corona
(estamultiusaha.co.id)

 

Harga per saham Rp 120
Jumlah Saham 200 juta
Nilai emisi Rp 24 miliar
Tanggal listing 9 Maret 2020

Dulunya, perusahaan publik yang satu ini bernama PT Esta Asri Propertindo dan bergelut di bidang properti. 

Seiring dengan berjalannya waktu, ESTA punya aset lain berupa hotel dan ruko-ruko komersial yang ada di Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang, Gorontalo, Makassar, dan daerah lain.

Buat kamu yang belum tahu, nama hotel milik ESTA adalah Hotel 88. Setelah ganti nama jadi PT Esta Multi USaha Tbk, usahanya juga bertambah. Beberapa di antaranya adalah penyediaan kendaraan bermotor untuk rental. 

2. PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS)

BESS salah satu perusahaan publik yang melantai saat corona
(batulicinnusantaramaritim.com)

 

Harga per saham Rp 105
Jumlah Saham 700 juta
Nilai emisi Rp 73 miliar
Tanggal listing 9 Maret 2020

BESS adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut yang berbasis di Banjarmasin. BESS memiliki armada kapal tug, tongkang, dan LCT atau landing craft tank.

Kegiatan operasional BESS tentunya sangat mendukung tambang batubara. Industri tambang batu bara sendiri juga belakangan ini juga kerap dibicarakan seiring dengan merebaknya virus Corona karena bersamaan dengan itu, harga batu bara juga merosot.

3. PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) 

AMAN salah satu perusahaan publik yang melantai saat corona
(Instagram/@safenlockofficial)

 

Harga per saham Rp 110
Jumlah Saham 58,5 juta
Nilai emisi Rp 64,35 miliar
Tanggal listing 13 Maret 2020

AMAN adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang pengelolaan dan pembangunan kawasan industri yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur. Merek yang bereka gunakan adalah Safe N Lock. 

Klien mereka cukup banyak lho, beberapa di antaranya adalah Sharp Electronics, Candi Oxygen, Softex, dan lainnya.

Gak cuma kawasan industri yang dikelola oleh AMAN. Perusahaan ini juga punya entitas usaha yang bergerak di bidang perhotelan.

Nama hotel yang mereka kelola adalah Element by Westin. Lokasi hotel ini ada di Ubud, Bali.

4. PT Metro Healthcare Indonesia Tbk 

PT Metro Healthcare Indonesia Tbk salah satu perusahaan publik yang melantai saat corona
(Instagram/@metrohospitalsgroup)

 

Harga per saham Rp 103
Jumlah Saham 10 miliar
Nilai emisi Rp 1,1 triliun
Tanggal listing 13 Maret 2020

Perusahaan ini adalah pengelola RS Metro Hospital Cikupa, RS Metro Hospital Tangerang, RS Mitra Husada Sidoarjo, RS Kartini Mojokerto, RS Bunda Sejahtera, RS Santo Yusuf, dan RS Bina Mandiri.

Gak cuma rumah sakit, perusahaan ini juga mengembangkan layanan berbasis teknologi lewat anak usahanya yang berbana Metro Healthcare Technologies. 

Belakangan ini, Metro Healthcare Group juga gencar melakukan pembelian lahan yang digunakan untuk membangun rumah sakit. Di tahun 2020, belanja modal yang mereka sejumlah Rp 850 miliar. 

Itulah empat perusahaan publik yang bakal melantai di bulan Maret 2020 ini. Tertarik membeli salah satunya? Jangan buru-buru!

Coba lihat bisnis dari empat perusahaan ini. Dua di antara mereka punya hotel, tapi satunya lagi punya fokus bisnis pergudangan, sementara itu ada juga yang bisnisnya mendukung bisnis pertambangan, dan satu lagi adalah rumah sakit. 

Seperti yang dijelaskan di atas, Virus Corona masih menjadi sentimen yang mewarnai koreksi IHSG belakangan ini. Ingat lho, kasus ini masih belum selesai. 

Belum lagi kondisi global juga masih diwarnai ketidakpastian. Amerika Serikat bakal menggelar pilpres di tahun ini, serta ancaman akan resesi ekonomi global.

Meski sewaktu-waktu IHSG menguat, gak ada jaminan penguatannya sampai kapan. Bisa jadi hari esok atau lusa malah makin melemah. 

Karena itu, kalau mau beli saham ya beli saja yang jelas-jelas. Yang bisnisnya sederhana, dan produknya digunakan masyarakat pada umumnya.

Mau mencoba saham perusahaan yang bakal IPO ini? Silakan saja kalau yakin dan sudah mantap dalam pilihan. (Editor: Chaerunnisa)