Usai Pilpres, Perusahaan Sandiaga Uno Mendulang Untung

Pilpres sudah usai. Namun para mantan calon presidennya masih terus mendapat perhatian masyarakat, baik aktivitas maupun pernyataan-pernyataan yang mereka keluarkan. 

Seperti Sandiaga Uno, yang membuat pernyataan sedang menganggur di kanal YouTube One on One. Tapi benarkah Sandiaga butuh pekerjaan usai kalah dalam pemilihan presiden lalu? 

5 Perusahaan Sandiaga Uno Mendulang Untung di Semester Pertama 2019

Pengakuan Sandiaga Uno yang sedang mencari pekerjaan jelas hanya candaan belaka. Berbeda dengan kebanyakan pengangguran sebenarnya yang butuh pekerjaan untuk mendapat penghasilan, tanpa pekerjaan pun Sandiaga Uno sudah memiliki pendapatan setiap bulannya. 

Buktinya beberapa perusahaan yang ia miliki, tercatat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit di semester pertama tahun ini.  

Seperti kita ketahui, Sandiaga Uno memiliki banyak perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Dan di semester pertama tahun ini, beberapa perusahaan yang ia miliki telah mencatat laba bersih yang cukup lumayan. 

1. Adaro untung Rp4,2T di tengah lesunya harga batu bara

Dilansir dari CNBC Indonesia, laba bersih PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) mencapai US$ 296,85, naik dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu, sebesar US$195,38. 

Kenaikan pendapatan ini terjadi seiring dengan naiknya pendapatan perusahaan yang mencapai US$ 1,7 miliar. Adaro juga mendapat keuntungan dari nilai bagian neto ventura bersama senilai US460,03. 

CEO Adaro, Garibaldi Thohir, menyatakan bahwa peningkatan laba bersih ini didorong oleh strategi perusahaan dengan menerapkan disiplin biaya agar profit margin yang sehat dapat dipertahankan. 

Walaupun perkembangan industri batu bara di tahun ini masih harus diwaspadai, Garibaldi yakin, model bisnis yang dimiliki Adaro akan memungkinkan perusahaan untuk mengelola pasar di jangka pendek

2. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk meraup untung Rp249,9 miliar

Kinerja perusahaan Sandiaga Uno yang bergerak di bidang otomotif ini juga mengalami kenaikan hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Kontributor terbesar dari kenaikan pendapatan ini diperoleh MPMX dari pasar kendaraan roda dua secara nasional. 

Percepatan pelunasan utang dan perampingan bisnis yang tidak menguntungkan turut andil dalam pencapaian laba perusahaan. Namun, kinerja yang baik membuat Mitra Pinasthika mampu meraup tambahan modal hingga Rp230 miliar per Juni 2019 dengan penerbitan MTN sebesar Rp30 miliar. 

Dengan tambahan modal ini, MPM berharap akan mencapai laba Rp400 miliar hingga Rp450 miliar di akhir tahun ini. 

3. Medco Power Indonesia berkontribusi US$27,86 juta 

Semester pertama di tahun ini, Medco Power berkontribusi atas laba sebesar US$27,86 juta. Jumlah ini memang turun 32,76 persen dari US$41,44 juta pada semester I/2018.

Meskipun jumlah pembagian labanya turun, namun perusahaan ini sebetulnya memperoleh kenaikan pendapatan sebesar 9,37 persen dibanding semester pertama tahun lalu. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

4. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk memberi profit Rp3,1 triliun 

PT Saratoga Investama Sedaya adalah perusahaan Sandiaga Uno pertama yang didirikannya bersama Edwin Soeryadjaya. Di tahun ini, perusahaan yang bergerak di bidang investasi ini mencatat laba bersih sebesar Rp3,1 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan. 

Pencapaian ini termasuk pencapaian yang gemilang, setelah sebelumnya, di periode yang sama, Saratoga justru menderita rugi sebesar Rp1,3 triliun. 

Saratoga memiliki banyak portofolio saham di beberapa perusahaan yang akhir-akhir ini harganya melampaui pertumbuhan Indeks Saham Gabungan. 

Lonjakan harga saham inilah yang sepertinya memberikan keuntungan banyak bagi Saratoga. Tercatat pada paruh pertama 2019, keuntungan bersih dari portofolio saham tersebut senilai Rp2 triliun. 

5. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk untung Rp2,23 triliun

Perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini mencatat laba bersih Rp2,23 triliun. 

Senasib dengan perusahaan Sandiaga Uno yang bergerak di bidang usaha pembangkit listrik, Medco Power, Tower Bersama sebetulnya juga mengalami kenaikan pendapatan. Namun, laba bersih yang dapat dicatat perusahaan ini turun tipis dibanding laba tahun lalu pada kurun waktu yang sama. 

Pendapatan perusahaan ini naik 9,56 persen dibanding tahun lalu. Bahkan margin kotornya pun membaik menjadi 82,5 persen. Namun dikarenakan adanya beban keuangan dan pajak penghasilan bersih, laba bersih yang dapat dibagikan hanya sekitar Rp2,23 triliun. 

Meskipun beberapa perusahaannya mengalami penurunan laba bersih dibanding tahun lalu, namun harga saham perusahaan Sandiaga Uno di tahun ini juga tercatat mengalami kenaikan harga dan terus memberikan pundi-pundi tambahan untuk Sandiaga. 

Melihat kekayaan yang Sandiaga Uno peroleh dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki, sepertinya mantan Cawapres ini cocok disebut sebagai pengangguran yang kaya, ya

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →