Pilih Kerja Sesuai Passion tapi Duit Mepet atau Karir Lainnya tapi Cepet Bisa Hidup Mandiri?

ciptakan peluang bisnis

Banyak orang berangan-angan bisa jadiin passion atau hobi sebagai sandaran hidup. Misalnya yang hobi main musik, pengen jadi anak band yang albumnya laris manis. Atau hobi motret, pengin jadi fotografer terkenal.

 

Sayangnya, gak sedikit yang akhirnya galau karena harus dihadapkan pada pilihan: passion atau kerja yang gak ada hubungannya ama hobi itu. Kalau pilih passion, penghasilan baru cukup buat hidup mandiri saat umur udah 30-an tahun.

 

Sedangkan kalau pilih kerja “betulan”, otomatis frekuensi jalanin hobi berkurang. Sebagai gantinya, penghasilan lebih gede untuk bisa hidup mandiri sebelum berusia kepala 3.

 

Kalau secara prinsip ekonomi, pilihan kedua lebih masuk akal. Buat apa bisa bersenang-senang dengan hobi tapi di sisi lain serba terbatas lantaran bujet mepet buat ini-itu? Bahkan sampai umur 30 tahun masih numpang hidup di tempat orang tua?

 

Bakal lebih bijak kalau pilih kerja yang bisa bikin hidup lebih gampang dijalani. Udah pernah dengar dong pepatah duit bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh duit. Sampai-sampai mau buang air aja harus bayar.

 

Begitulah kira-kira secara garis besar alasan pilihan nomor dua lebih logis. Hal itu menjadi alasan kuat untuk buang buang jauh-jauh nasihat follow your passion alias ikuti passion kamu!

 

Masih kurang kuat? Simak nih kenapa lebih baik pilih kerja dengan bayaran menjanjikan, atau malah berwiraswasta, ketimbang dengan lugu kerja sesuai passion.

 

1. Masih bisa jalani passion

Kerja dengan bayaran menjanjikan gak selamanya harus mengorbankan passion. Dua hal itu bisa berjalan beriringan kayak Rama dan Sinta.

 

Pulang kerja main band, motret, ngelukis, atau apa aja deh. Tapi kalau passion-mu survival di hutan, atau semacamnya yang jauh-jauh, agak susah sih. 

Sambil bekerja, bisa juga sambil jalani passion. Misalnya kerja Senin-Jumat, weekend dihabiskan dengan hunting foto. Atau pagi-sore kerja, pulangnya mampir ke lokasi-lokasi menarik buat foto-foto. Ini juga namanya kerja sesuai passion.

 

2. Yakin itu passionmu?

Setiap orang pasti punya lebih dari satu hobi. Lihat aja di halaman Facebook-mu. Kamu nulis apa aja di bagian interest alias minat?

 

Bakal ribet kalau merasa punya satu passion dan ngikuti passion itu dengan konsekuensi penghasilan mepet, tapi ternyata kemudian ngerasa itu bukanlah passion yang sesungguhnya. Masak mau ninggalin “passion palsu” itu?

Terus, kalau beralih ke “passion sesungguhnya”, yakin itu passion kamu bener? Jangan-jangan ada passion-passion lain.

 

Bakal lebih aman kalau ngejalanin passion sekadar sebagai hobi, sementara kerja betulan. Jadi, finansial tercukupi dan bisa sesuka hati berganti passion. Bukan malah gonta-ganti passion dan kejebak utang di sana-sini lantaran duit dari passion gak cukup buat hidup. [Baca: Stress Terlilit Utang Bank? Jangan Panik, Begini Opsi Penyelesaiannya]

 

3. Manusia ada batasnya

Boleh-boleh aja bermimpi jadi fotografer top yang bayarannya berjuta-juta dalam sekali sesi foto. Tapi gak sedikit orang yang ngaku hobi foto tapi ngatur ISO yang pas aja masih bingung.

 

Sehebat apa pun, manusia itu ada batasnya. Wong yang sekelas Superman aja dikasi batu ijo-ijo juga lemes. 

Hobi bukan sekadar senang-senang. Ada juga hal-hal yang harus dikuasai dalam menjalani hobi itu. Hobi main gitar tapi gak bisa nyetel senarnya kan lucu.

 

Karena itulah penting untuk menyadari batas kemampuan diri. Daripada jalani hobi dengan status medioker, mending cari kerja yang menghasilkan sembari terus mengasah kemampuan dalam hobi yang diminati.

 

4. Kerja buat passion

Tahu Ciputra dong, pebisnis properti yang sukses berat itu. Ciputra punya passion di bidang seni lukis. Tapi untungnya dia gak jadi pelukis.

 

Dia justru berbisnis buat memuaskan passion itu. Dengan duit hasil bisnis, dia beli banyak karya lukis seniman top, bahkan sampai bikin museum seni sendiri. Hebat, kan?! [Baca: Kerja Tanpa Gelar Sarjana, Tapi Punya Gaji Tinggi, 5 Profesi Ini Patut Dilirik]

 

Kumpulin duit sebanyak-banyaknya, lalu puas-puasin deh passion dengan modal duit itu. 

 

 

Passion atau kerja sebenarnya bukan harus dipilih salah satu kalau kita punya sudut pandang lain. Kerja dengan sambil terus menjalani passion bukan hal yang mustahil, tapi tentunya aktivitas passion harus sedikit mengalah.

 

Bahkan mungkin saja pekerjaan itu menjadi passion yang sesungguhnya. Seperti Steve Jobs, yang dulu terobsesi dengan ajaran spiritualisme. Dia malah “tersesat” di bidang teknologi.

 

Tapi akhirnya obsesinya beralih ke bidang baru itu. Bidang yang membuatnya menjadi legenda dan diingat banyak orang.

 

Memang, semuanya kembali ke masing-masing orang. Gak jarang seniman setia nyari duit dengan ikutin passionnya tapi tetap happy walau duit jarang-jarang. Sebab memang kerja sesuai passion yang dipilih.

 

Namun kalau orang banyak maunya, mau beli hape keluaran terbaru tiap tahun, liburan 3x setahun, sering makan di resto yang wah…hmmm..Mending cari kerja yang bisa ngasih duit untuk memenuhi segala keinginan itu deh.

 

[Baca: Pilih Gaji atau Passion untuk Travelling? Ini 7 Hal yang Bisa Jawab Pertanyaanmu]