Cara Dapat Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan hingga Rp500 Juta!

bpjs ketenagakerjaan mobile

Program yang lebih sering dikenal dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua alias JHT. Namun, ternyata ada program lain yang tak kalah menarik, yaitu pinjaman BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman yang bisa kamu ajukan bahkan hingga Rp500 juta, lho! Syaratnya, kamu adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah aktif minimal satu tahun saja.

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Selain, program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK), BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

Program pinjaman uang BPJS Ketenagakerjaan ini lebih ditujukan untuk pembiayaan rumah. Kamu bisa meminjam berupa dana tunai atau cicilan KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut detail tabel pinjaman BPJS Ketenagakerjaan agar kamu lebih mudah memahaminya.

Jenis PinjamanSuku Bunga per TahunDPPlafonTenor 
KPR  Subsidi5%1%Rp150 juta20 tahun
KPR NonsubsidiBI RR*** + 3%5%Rp45 juta-Rp500 juta20 tahun
Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP)BI RR*** + 3%Rp20 juta – Rp50 juta15 tahun
Pinjaman Renovasi Rumah (PRP)BI RR*** + 3%Rp50 juta10 tahun
Kredit Konstruksi (KK)BI RR*** + 4%5 tahun

***BI RR atau BI Repo Rate adalah  3,50% (per Maret 2022).

Angka BI Repo Rate dapat berubah setiap bulan sehingga bunga pinjaman BPJS Ketenagakerjaan juga dapat berubah. Namun sejak Juli 2018 hingga Maret 2022, nilainya turun secara konsisten setiap beberapa bulan.

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Pada awalnya KPR dari BPJS ketenagakerjaan ini hanya menyediakan KPR BTN. Namun di tahun 2017, BPJS Ketenagakerjaan juga bekerja sama dengan beberapa bank lainnya, yaitu Mandiri, BNI, BRI, dan BJB.

Program KPR ini diberikan, baik untuk rumah subsidi dan nonsubsidi. Untuk pinjaman KPR ini akan diberikan dalam bentuk kredit alias cicilan. Jadi, kamu dapat mencicil setiap bulan seperti halnya KPR biasa.

Berikut detailnya:

  • KPR Nonsubsidi

Sesuai penjelasan di tabel, untuk KPR Nonsubsidi via BPJS Ketenagakerjaan, kamu harus menyetorkan uang muka sebesar 5 persen dari harga rumah.

Jadi, kalau rumah yang kamu incar dibanderol seharga Rp500 juta maka siapkan Rp25 juta sebagai DP.

  • KPR Subsidi

Sementara itu, untuk bisa mencicil KPR Subsidi, kamu perlu menyiapkan uang muka sebesar 1 persen total kredit. Apabila kamu mengincar rumah dengan harga Rp150 juta maka siapkan Rp 1,5 juta.

2. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) 

Kalau kamu ingin mencicil rumah dengan harga di atas pembiayaan KPR BPJS Ketenagakerjaan maka PUMP bisa menjadi alternatif.

Dengan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), kamu dapat merealisasikan impian punya rumah dengan lebih segera. 

Yang menarik, pinjaman tersebut dapat kamu cicil selama 15 tahun sehingga tidak akan terlalu membebani cicilan KPR kamu.

Jumlah pinjaman yang diberikan disesuaikan dengan penghasilan kamu. Berikut rincian pinjaman yang diberikan:

  • Gaji maksimal Rp5 juta diberikan pinjaman Rp20 juta.
  • Gaji Rp5 juta – Rp10 juta diberikan pinjaman Rp30 juta.
  • Gaji di atas Rp10 juta diberikan pinjaman Rp50 juta.

Berikut hitungan kasar untuk pinjaman ini: kamu cukup membayar cicilan pokok (belum ditambahkan bunga) dengan dana Rp111 ribuan saja per bulan apabila meminjam Rp20 juta.

3. Pinjaman Renovasi Rumah (PRP)

Sesuai dengan namanya, PRP ditujukan untuk pembiayaan renovasi rumah saja. Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah memiliki rumah dan ingin memperbaiki rumahnya bisa mengajukan pinjaman ke BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman yang diberikan maksimal Rp50 juta. Dengan tenor atau jangka waktu cicilan adalah 10 tahun.

4. Kredit Konstruksi

Kredit Konstruksi (KK) atau disebut juga Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP) ditujukan bagi pengembang atau developer, bukan si peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan program ini diharapkan, penyediaan rumah untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih cepat terealisasi. Sebab, developer mendapatkan dukungan dana untuk membangun rumah.

Adapun tenor yang diberlakukan adalah selama lima tahun.

Syarat pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Ada beberapa kriteria dan syarat tertentu yang perlu kamu penuhi sebelum melakukan pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut kriteria calon peminjam untuk program KPR, PUMP, dan PRP:

  • Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama minimal satu tahun.
  • Membayar iuran secara aktif dan rutin.
  • Belum memiliki rumah sendiri (kecuali pinjaman PRP).

Jika kamu memenuhi kriteria di atas maka ikuti prosedur pengajuan pinjaman di BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

Sebagai catatan, pinjaman ini berlaku hanya satu kali saja selama menjadi peserta. Kemudian, apabila kamu sudah menikah maka yang mengajukan hanya bisa salah satu saja. Kamu atau pasangan.

Cara mengajukan pinjaman di BPJS Ketenagakerjaan

Syarat dan Prosedur Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

  • Peserta mengajukan permohonan pinjaman melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Bank akan memverifikasi data kamu di SLIK OJK.
  • Setelah lolos pengecekan, permohonan kredit diteruskan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan.
  • BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan surat rekomendasi persetujuan kembali ke pihak bank. Bank akan memproses aplikasi tersebut.

KPR vs Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Yang menjadi pertanyaan, apa sih bedanya KPR dan pinjaman lewat BPJS Ketenagakerjaan dengan KPR biasa atau KTA?

Kebanyakan KPR biasa dan KTA mensyaratkan standar gaji tertentu sebagai patokan pemberian pembiayaan.

Lewat BPJS Ketenagakerjaan, proses pengajuan menjadi lebih mudah karena yang dilihat adalah keanggotaan kamu di BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu jika dibanding-bandingkan, pinjaman di BPJS Ketenagakerjaan terasa lebih ringan dibandingkan KPR biasa atau KTA.

Sebagai contoh, KPR pada umumnya menerapkan suku bunga sekitar 6 persen hingga 7 persen per tahun. Sangat jarang ada KPR yang memberikan suku bunga di kisaran 5 persen.

Hanya beberapa bank saja yang memberikan KPR murah dengan suku bunga bersaing dengan KPR BPJS Ketenagakerjaan. Itu pun dengan syarat dan ketentuan berlaku. Misal hanya untuk beberapa tahun pertama saja.

Kemudian, DP yang diberlakukan juga jauh lebih ringan dibandingkan KPR biasa. Pada KPR umumnya diberlakukan DP minimal 10 persen, sementara DP KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan hanya 1 sampai 5 persen saja.

Cuma memang perlu diakui bahwa terdapat batasan tertentu. Pembiayaan KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan dibatasi hanya sampai Rp500 juta saja.

Untuk kamu yang berada di wilayah Jabodetabek tentu merasa cukup sulit menemukan rumah dengan harga segitu yang letaknya strategis. Biasanya, kamu hanya bisa memilih rumah-rumah yang berada di pinggiran kota Jakarta.

Begitu juga apabila dibandingkan dengan KTA. Pinjaman melalui BPJS Ketenagakerjaan ini jauh lebih ringan.

Sebab, bunga yang diterapkan hanya sekitar 7 persenan saja per tahun. Sementara KTA biasanya memberlakukan bunga hingga 12 persen per tahun.

Belum lagi, tenor yang diberikan pun cukup panjang, yaitu 10 tahun. Dengan perpaduan tenor panjang dan bunga lebih ringan daripada KTA, tentu bikin cicilan pinjaman pun semakin ringan.

Punya cicilan KPR? Miliki asuransi jiwa

Banyak orang yang bingung siapa saja yang butuh asuransi jiwa. Ternyata memiliki cicilan KPR adalah salah satunya, lho.

Tenor cicilan KPR memang cukup panjang, bisa 10-20 tahun. Kamu tidak tahu risiko apa yang dapat terjadi selama rentang waktu tersebut.

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pertanggungan yang serupa dengan asuransi jiwa, seperti jaminan kecelakaan, cacat total, hingga meninggal dunia. Namun tidak ada salahnya melengkapinya juga dengan asuransi jiwa.

Hitung berapa uang pertanggungan asuransi dengan kalkulator uang pertanggungan berdasarkan pendapatan berikut ini:

Dapatkan penawaran asuransi jiwa dengan premi termurah dan diskon terbaik di Lifepal!

Pertanyaan seputar pinjaman BPJS Ketenagakerjaan