Laba Pisang Goreng Madu Bu Nanik Naik 40 %, Ini Rahasianya!

pisang goreng madu bu nanik

pisang goreng madu bu nanik

Rasanya bikin nagih dan ukurannya yang besar juga mengenyangkan, apalagi kalau bukan Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Bisnis viral yang digawangi perempuan bernama Nanik Soelistiowati saat ini labanya naik 40 persen!

Sekadar diketahui, ada beberapa faktor penentu yang membuat bisnis Pisang Goreng Madu Bu Nanik makin cuan. Sebagai pengusaha, kamu pun bisa meniru langkah yang dilakukan Bu Nanik.

Dalam sehari, mereka bisa mengirim 4 ton pisang. Wow, jelas saja naik sampai 40 persen!

Ingin tahu apa yang membuat laba dari Pisang Goreng Madu Bu Nanik ini melonjak? Yuk, simak ulasan berikut:

1. Same day delivery antarkota

pisang goreng madu bu Nanik
Same day delivery antarkota (MoneySmart/Aulia Akbar)

Hampir semua orang tahu bahwa salah satu kunci sukses Pisang Goreng Madu Bu Nanik adalah layanan pesan-antar makanan di aplikasi transportasi online.

Tapi, jangan salah, kontribusi peningkatan laba itu ternyata salah satunya layanan sameday delivery antarkota.

Sudah tahu kan startup yang bisa mewujudkan layanan ini? Mereka adalah Paxel! Paxel memang sanggup melayani usernya untuk proses pengiriman barang ke luar kota dengan metode sameday. Jadi, hari ini dikirim dan hari ini juga sampainya. 

“Awal mulai join Paxel itu gak sengaja, jadi saat itu ada order dari bali, saya mikir gimana caranya bisa kirim ke Bali? Apa dikirim setengah matang saja (pisangnya) atau gimana? Atau coba ekpedisi lain? Akhirnya saya cobalah Paxel, ternyata cepat banget sampainya, saya bahkan ngira barang itu belum sampai,” ujar COO CV Bu Nanik Group Michelle K Molloy dalam acara Coffee Talks #NgobrolUKM di Cohive 101, Jakarta, 19 November 2019.

Michelle menambahkan, order ke luar kota kadang sold out selama tiga jam! So, omzetnya pun naik kurang lebih 40 persen!

Sejauh ini, Bu Nanik mendapatkan stok pisang dari banyak pihak. Sebut saja dari para pengepul atau dari pemilik kebun.

Baca juga: Ini Resep Sukses Pisang Goreng Madu Bu Nanik Hingga Viral

2. Pisang Goreng Madu Bu Nanik gak buka cabang, jastip saja bisa

pisang goreng madu bu nanik
Tak membuka cabangm hanya menerima jastip (MoneySmart/Aulia Akbar)

Mengelola bisnis kuliner berupa kudapan seperti Pisang Goreng Madu Bu Nanik memang beda dengan usaha kuliner lainnya. Tentunya, urusan buka cabang itu gak boleh sembarangan karena hal itu menentukan kualitas.

“Menjaga rasa dan mutu adalah tantangannya. Paxel ini kepanjangan tangan saya, gak perlu buka toko di Bandung atau Bali, semuanya bisa dikirim langsung,” ujar Nanik dalam gelaran sama.

Mau gimana juga, menjaga kualitas dan rasa merupakan hal yang sangat sulit. Kalau beda cabang beda rasa, tentu repot bukan? Yang ada penggemar bisa kecewa.

Mengenai franchise, tentu saja Nanik telah mendapat beragam tawaran. Nanik mengaku dirinya sempat ditawari buka outlet di luar negeri.

Nanik dan Michelle justru lebih suka dengan metode jasa titip. Dengan mekanisme ini, jajanan tersebut tetap laku hingga ke Singapura serta Australia. Di Negeri Kangguru, pisang goreng ini dijual AUD 10 atau Rp 96 ribuan untuk lima buah.

Di saat sama, Executive Advisor Paxel, Djohari Zein mengatakan, mengirim makanan ke luar negeri bukanlah hal yang mudah. Setiap negara tentu punya regulasi tersendiri untuk mengatur masuknya barang ke negaranya.

3. Penuh kearifan lokal

pisang goreng madu bu nanik
Penuh kearifan lokal (MoneySmart/Aulia Akbar)

Berbisnis pisang goreng, Nanik pun bersikukuh menjaga penuh kearifan lokal. Nanik juga kurang tertarik untuk melakukan inovasi dengan meniru pisang goreng kekinian yang beredar di pasaran.

“Saya bersikukuh (menjalankan metode bisnis ini) dengan konsep tradisional, baju saya pun tradisional. Untuk urusan produksi, saya yang tangani namun untuk pemasaran dan lainnya, ada Michelle (anaknya),” ujar Nanik Soelistyowati.

“Makanan tradisional itu lebih aman, gak perlulah kita impor-impor yang ada di luar Indonesia. Indonesia itu pertaniannya maju, makanan kuno itu enak semua. Kalau bisa, malah sebaiknya kita jual yang ada di Indonesia ke luar negeri,” sambungnya.

Itulah sekilas informasi mengenai bisnis Pisang Goreng Madu Bu Nanik yang lagi cuan. 

So, sederhana saja kan faktor penunjang suksesnya, same day delivery antarkota saja gak cukup tentunya. Gak boleh grasak-grusuk buka cabang dan harus pertahankan kearifan lokal! (Editor: Chaerunnisa)