Praktisnya Cacah Penghasilan lewat Investasi Syariah Online

investasi syariah online

Berinvestasi sekarang enggak ribet lagi. Semua berkat kemajuan zaman yang serba online. Praktis, menanamkan uang di instrumen investasi pun bisa dilakukan secara online.

 

Tak terkecuali dengan investasi syariah yang bisa dilakukan secara online. Instrumen investasi ini bisa jadi pilihan bagi mereka yang selama ini ragu berinvestasi karena khawatir dengan unsur riba, judi, dan gharar (ketidakpastian).

 

Lagi pula, nilai lebih investasi syariah terletak pada ‘keadilan’ dan memberi ‘manfaat’ pada semua lantaran menekankan pada sistem bagi hasil.

 

[Baca: Kenalan dengan Investasi di Reksa Dana Saham Syariah]

 

Faktor ini yang membuat investasi syariah belakangan cukup digandrungi. Tidak hanya mereka yang punya dana besar saja yang bisa diinvestasikan di sini, tapi bagi yang dananya terbatas pun dapat ikutan.

 

Nantinya dana itu dialokasikan ke produk-produk investasi berbasis syariah yang dilakukan secara online.

 

Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah bisa jadi pilihan berinvestasi syariah secara online. Hal ini mengingat Indonesia menjadi satu-satunya pasar modal di dunia yang melengkapi investornya dengan fasilitas online trading syariah.

 

[Baca: Modal Rp 300 Ribu sudah Bisa Tanam Duit di Saham]

 

Fasilitas online trading syariah ini jelas lebih mudah karena tak perlu lagi jasa dealer perusahaan efek. Benefit lainnya adalah bisa dilakukan transaksi bisa dilakukan investor dari mana saja.

 

Investor yang ingin berinvestasi syariah bebas memilih saham-saham syariah yang di-listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham itu sudah tercatat pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan dan dievaluasi tiap semester oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

 

investasi syariah online

Sudah ada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) lho. Dan pastinya diawasi OJK

 

 

Nantinya DES itu di-follow up BEI dengan meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). ISSI isinya adalah seluruh saham syariah yang tercatat di BEI.

 

Cuma yang perlu digarisbawahi, investor suatu sekuritas yang sudah menjadi pengguna layanan online trading reguler mesti buka akun baru dengan aturan main yang digariskan DSN-MUI.

 

Alasannya, akun online trading syariah hanya bisa menampung portofolio saham berbasis syariah. Pasalnya, investor trading syariah tidak diizinkan memiliki saham di luar ISSI.

 

Syarat berikutnya, investor juga hanya diizinkan menggunakan uang atau aset yang memang benar-benar dimilikinya, bukan berasal dari pinjaman (fasilitas marjin). Intinya, layanan online trading syariah hanya bisa mentransaksikan saham-saham yang masuk dalam indeks syariah.

 

Reksa Dana Syariah

Secara garis besar, reksa dana syariah adalah dana yang disetorkan sejumlah investor ke manager investasi yang dikelola berdasarkan prinsip syariah. Uang itu diputar di berbagai instrumen seperti pasar modal, saham, obligasi, dan pasar uang.

 

[Baca: Enaknya Deposito Syariah atau Reksa Dana Syariah Ya?]

 

Hanya perlu dicatat, dana dari investor itu hanya bisa membeli produk investasi yang terdaftar dalam DES dan berprinsip syariah.

 

Menanamkan uang di instrumen ini juga bisa dilakukan via online. Jadi tak perlu lagi buang-buang waktu mendatangi manager investasi atau agen penjual. Tinggal online saja dan seketika bisa memulai investasi.

 

Belakangan cukup banyak pilihan marketplace reksa dana. Misalnya sja bareksa.com yang bekerja sama dengan PT Buana Capital. Atau bisa lewat Ipotfund. Lewat Ipotfund, investor bisa membeli reksa dana syariah yang ditawarkan secara online.

 

investasi syariah online

Mau pilih mana ya? Selain harus belajar soal karakteristik, pastikan dulu tujuannya

 

 

Nilai lebihnya, registrasi di Ipotfund gratis termasuk juga pembuatan rekening dana investasi (RDI) yang di tempatkan di BCA. Rekening ini bebas biaya bulanan, tanpa saldo minimal, dan pastinya rekening itu bebas bunga.

 

Plus-plus lainnya adalah transaksi di produk-produk yang ada di Ipotfund bebas biaya subscription dan redemptionnya. Enak kan! Bandingkan kalau beli offline di mana kena biaya rata-rata 1-2% per transaksi.

 

Secara garis besar, keuntungan investasi syariah online itu adalah cukup modal sedikit sudah bisa berinvestasi. Terus, keuntungan didapat dari usaha yang halal dan terhindar dari sumber yang haram. Investor pun dapat notifikasi atau laporan secara berkala via email.

 

Minusnya, mesti modal akses internet. Kalau enggak mau modal, cari WiFi gratisan, hehehe.

 

 

 

Image credit:

  • http://detakriaunews.com/images/foto_berita/78ojk.jpg
  • http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2010/11/Pilihan-Reksa-Dana.png
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →