Cara Klaim Asuransi Mobil: Prosedur, Syarat dan Tipsnya

proses klaim asuransi mobil

Mengetahui cara klaim asuransi mobil saat mengalami risiko kerusakan sangat penting agar pengajuan klaim kamu tidak ditolak. Selain mengetahui prosedur klaim asuransi mobil yang benar, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen seperti KTP dan STNK untuk dapat mengajukan klaim asuransi mobil.

Dalam artikel ini, kita membahas langkah-langkah klaim asuransi mobil, misalnya klaim untuk mobil lecet dan baret, apa saja syarat klaim asuransi mobil dan tipsnya agar diterima. Tetapi yang lebih penting, pastikan polis asuransi mobil kamu masih aktif, ya!

Langkah-Langkah Cara Klaim Asuransi Mobil

Berikut adalah langkah-langkah klaim asuransi mobil yang perlu kamu ketahui. 

1. Lengkapi dokumen persyaratan 

Cara klaim asuransi mobil yang pertama adalah memastikan semua dokumen persyaratan klaim asuransi mobil sudah lengkap. Secara umum, berikut dokumen yang wajib kamu persiapkan sebagai syarat klaim asuransi mobil.

  • Polis asuransi mobil dalam bentuk asli dan fotokopi.
  • Fotokopi SIM dan STNK.
  • Bukti laporan kepolisian jika mobil mengalami kerusakan berat karena kecelakaan ataupun kehilangan.
  • Formulir klaim yang sudah diisi dengan lengkap dan ditandatangani.
  • Kronologi kejadian secara tertulis.
  • Foto-foto kerusakan seperti, lecet, penyok dan lain-lain.
  • Pastikan untuk memeriksa semua dokumen ini dengan cermat sebelum melangkah ke tahap selanjutnya. Sementara itu, untuk syarat klaim asuransi mobil yang melibatkan pihak ketiga, kamu perlu melampirkan beberapa dokumen pendukung yang terdiri atas:

  • Surat tuntutan dari pihak ketiga yang sudah ditandatangani di atas materai
  • Fotokopi KTP, SIM, dan STNK pihak ketiga
  • Surat pernyataan bahwa pihak ketiga tidak memiliki asuransi mobil
  • Surat keterangan dari kepolisian apabila kecelakaan melibatkan pihak ketiga
  • 2. Hubungi agen atau pihak asuransi

    Setelah semua dokumen persyaratan terkumpul, prosedur klaim asuransi mobil berikutnya adalah menghubungi pihak asuransi atau agen asuransi di mana kamu membeli polisnya. Kamu bisa melakukannya melalui nomor telepon yang biasanya tertera di polis asuransi atau mengunjungi kantor cabang asuransi terdekat.

    3. Isi formulir klaim asuransi mobil

    Pihak asuransi akan memberikan formulir pengajuan klaim asuransi mobil yang perlu kamu isi. Pastikan kamu mengisi formulir ini dengan teliti dan jujur. Jangan lupa untuk mencantumkan semua informasi yang diperlukan, termasuk data diri dan kronologi kejadian.

    Semakin lengkap dan jelas kamu mengisi formulir kronologi kejadian, maka semakin besar pula kemungkinan klaim asuransi mobil kamu akan diterima. Jadi, isi dengan hati-hati, ya.

    4. Siapkan dokumen pihak ketiga (jika diperlukan)

    Dokumen pihak ketiga yang dimaksud adalah jika kerusakan kendaraan seperti baret, lecet dan penyok melibatkan pihak ketiga. Pastikan kamu mendapatkan kesediaan atau consent dari pihak ketiga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

    5. Lengkapi bukti foto kerusakan (lecet/baret/penyok) 

    Proses pengajuan klaim asuransi mobil membutuhkan bukti berupa foto atau video yang menunjukkan kerusakan kendaraan. Dokumentasikan secara jelas kerusakan yang ada di kendaraan kamu seperti bodi mobil yang lecet, tergores atau penyok akibat kecelakaan. Bila dibutuhkan, dokumentasi kerusakan ini juga bisa disertakan dalam laporan kepolisian. 

    6. Wawancara dengan pihak asuransi

    Kamu mungkin akan diminta untuk melakukan wawancara dengan pihak asuransi. Mereka ingin memastikan bahwa klaimmu sah dan sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi.

    Jadi, pastikan untuk memberikan jawaban yang akurat dan jujur selama wawancara ini. Sebenarnya, pertanyaan yang akan diajukan adalah konfirmasi ulang dari formulir yang telah kamu kirimkan sebelumnya.

    7. Penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk Bengkel

    Jika klaim asuransi kamu diterima, maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk bengkel. Pihak asuransi akan memberikan SPK ini, yang akan menjadi dasar kerja bengkel dalam memperbaiki kendaraanmu.

    Pastikan untuk mengecek bengkel yang telah ditunjuk oleh pihak asuransi agar proses perbaikan berjalan lancar. Untuk beberapa perusahaan asuransi, mereka memiliki layanan mobil pengganti sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk bepergian selama proses perbaikan kendaraan berlangsung di bengkel.

    Kalau kamu belum memiliki polis asuransi mobil atau sedang mempertimbangkan untuk membeli asuransi mobil terbaik untuk mobil kesayangan, yuk isi formulir di bawah ini.

    Syarat Klaim Asuransi Mobil 

    Secara umum, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar klaim asuransi mobil kamu dapat diterima seperti: 

  • Kerusakan kendaraan terjadi karena sebab-sebab yang tercantum dalam polis asuransi, misalnya karena kecelakaan, banjir, huru-hara, angin topan dan sebagainya
  • Polis asuransi kendaraan masih aktif, jika masa berlaku polis berakhir dan kamu tidak memperpanjangnya, maka perusahaan asuransi berhak menolak klaim
  • Memenuhi dokumen persyaratan yang diminta oleh perusahaan asuransi
  • Berapa Lama Klaim Asuransi Mobil?

    Untuk berapa lama proses klaim asuransi mobil biasanya akan memakan waktu sekitar 3-5 hari kerja. Durasi ini bukan cuma durasi pencairan, tapi sudah termasuk proses perbaikan mobil di bengkel rekanan.

    Namun, durasi ini tidak selalu berlaku untuk setiap proses klaim mengingat ada hal-hal lain yang mempengaruhi lamanya waktu klaim, misalnya tingkat kerusakan serta kelengkapan dokumen yang akan nasabah lampirkan. Kalau dokumen tidak lengkap, ada kemungkinan pihak asuransi akan meminta kamu untuk menyerahkan dokumen susulan.

    Perusahaan asuransi akan menunda proses klaim sampai seluruh dokumen terkumpul dengan lengkap. Selain itu, jika kerusakan yang terjadi sangat parah, pihak bengkel rekanan mungkin akan memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan perbaikan. 

    Biaya Klaim Asuransi Mobil

    Biaya klaim asuransi mobil merupakan sejumlah biaya yang perlu kamu keluarkan setiap kali mengajukan klaim asuransi. Dalam dunia asuransi, biaya klaim asuransi mobil ini punya beberapa sebutan seperti biaya risiko sendiri (own risk), deductible, atau biaya retensi. 

    Biaya klaim asuransi mobil ini bertujuan untuk mendorong pemilik polis agar semakin berhati-hati menggunakan kendaraannya. Jadi, meskipun sudah mendapatkan perlindungan dari asuransi, mereka diharapkan untuk tetap berhati-hati saat berkendara. 

    Sebenarnya, biaya klaim asuransi merupakan bentuk manajemen risiko, baik bagi tertanggung maupun penanggung. Bagi perusahaan asuransi selaku penanggung, adanya biaya own risk merupakan tindak lanjut dari analisa data profil risiko yang mengkompilasi frekuensi dan severity dari klaim asuransi. 

    Tips Mengajukan Klaim Asuransi Agar Cepat Diterima

    Ketika mengajukan klaim, sebagai pemegang polis, ada cara yang bisa kamu lakukan supaya prosedur klaim asuransi mobil berlangsung lebih cepat. Termasuk, untuk klaim asuransi mobil lecet. Berikut ini tipsnya. 

    1. Melaporkan kejadian sebelum melewati batas waktu

    Langkah pertama saat kamu mengalami kerugian saat berkendara yang mengharuskan kamu melakukan klaim asuransi adalah melaporkan kejadian. Syarat pelaporan maksimal 3 x 24 jam pasca kejadian, tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan asuransi. 

    Jadi, kalau bisa secepat mungkin melapor, agar tidak terlambat. Jelaskan kepada pihak perusahaan asuransi kronologi kejadian yang kamu alami. Misalnya, saat mobil kamu misalnya mengalami kecelakaan, segera telepon pihak asuransi dan mengajukan klaim.

    Maka, saat itu kamu akan mendapat layanan mobil derek, perbaikan di bengkel rekanan, atau lainnya. Jangan lupa, saat mengajukan klaim asuransi mobil sebaiknya kamu lengkapi dengan bukti-bukti yang jelas seperti foto bodi mobil yang penyok, bukti CCTV jika kendaraanmu hilang karena dicuri, maupun bukti lainnya.

    2. Menyiapkan dokumen dengan lengkap

    Selanjutnya kamu harus memastikan dokumen dan syarat klaim asuransi mobil yang diperlukan. Pastikan semua dokumen sudah lengkap supaya pihak asuransi juga bisa memproses pengajuan klaim dengan lebih cepat.

    Adapun dokumen dalam mengajukan klaim asuransi mobil di antaranya fotokopi STNK, fotokopi SIM, fotokopi polis asuransi, formulir klaim asuransi dan surat keterangan polisi apabila mobil mengalami lecet karena kecelakaan atau pencurian.

    Selain itu, perusahaan asuransi akan memberikan formulir klaim kepada kamu. Isi dan lengkapi formulir ini agar dapat memperbaiki mobil tersebut di bengkel rekanan.

    3. Menjelaskan kronologi kejadian secara jujur

    Pihak asuransi tidak akan menyetujui pengajuan klaim kalau formulir klaim yang sudah nasabah isi dicurigai tidak benar atau terdapat kebohongan. Untuk memastikan kebenaran pihak asuransi akan melakukan survei.

    Ada dua cara yang biasanya pihak asuransi lakukan, yaitu tim survei mendatangi tempat kita untuk melihat kondisi kendaraan secara langsung atau kitalah yang membawa kendaraan ke bengkel rekanan asuransi untuk pengecekan lebih lanjut.

    Supaya prosedur klaim asuransi mobil berlangsung lebih cepat, sejak awal pastikan kronologi kejadian yang tertera pada formulir klaim adalah benar adanya. Dengan begitu, proses survei tidak akan memakan waktu lama.

    Sebisa mungkin, tunggulah pihak asuransi selesai melakukan survei sebelum kembali mengendarai mobil yang kamu asuransikan. Jika klaim untuk kasus kehilangan, tim survei akan mempelajari berkas-berkas kejadian sebelum menyetujui klaim penggantian.

    Namun, jika klaim akibat kecelakaan, kita akan mendapatkan surat perintah kerja (SPK). SPK asuransi adalah surat pengantar untuk melakukan perbaikan mobil di bengkel rekanan atau bengkel yang perusahaan asuransi tunjuk.

    4. Pastikan sudah melewati masa tunggu 

    Meskipun kamu sudah membeli polis asuransi, bukan berarti risiko dapat secara langsung dialihkan ke perusahaan asuransi. Untuk asuransi mobil biasanya ada masa tunggu sekitar 30 hari setelah pembelian polis. Jika kamu mengajukan klaim sebelum masa tunggu tersebut, maka pengajuan klaim tidak bisa diterima. 

    5. Pastikan risiko yang dialami ada dalam klausul 

    Selain beberapa tips cara klaim asuransi mobil di atas, penting juga untuk memastikan klaim asuransi mobil kamu memang tercantum dalam polis. Misalnya, kamu mengajukan klaim asuransi kendaraan yang rusak karena diterjang angin topan, sementara dalam polis kamu tidak memiliki manfaat perlindungan tersebut. Dalam hal ini, klaim asuransi mobil kamu tidak bisa diterima.

    Lifepal Siap Bantu Klaim Asuransi Mobil Kamu!

    Lifepal merupakan marketplace asuransi mobil terbesar di Indonesia yang dapat membantu kamu menemukan beragam produk asuransi kendaraan terbaik. Di Lifepal, kamu tidak hanya bisa membeli polis asuransi, namun juga dibantu proses klaim bila terjadi risiko. 

    Layanan customer support dari Lifepal dapat kamu hubungi via WhatsApp di nomor 082330030027 atau email ke support@lifepal.co.id. Dengan fasilitas ini, pemilik polis asuransi dapat lebih tenang jika terjadi risiko berkendara yang mengharuskannya untuk mengajukan klaim asuransi. 

    Yuk, cari tahu asuransi mobil yang sesuai dengan kebutuhan kamu dengan mengisi formulir di bawah ini. 

    Pertanyaan Seputar Cara Klaim Asuransi Mobil 

    Jika kamu memiliki polis asuransi mobil All Risk, maka kerusakan ringan seperti baret, lecet dan penyok dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi. Untuk klaim asuransi mobil lecet, kamu perlu melampirkan bukti foto bagian-bagian yang mengalami kerusakan tersebut.
    Biasanya, proses perbaikan mobil di asuransi akan memakan waktu 3-5 hari untuk kerusakan ringan hingga sedang. Untuk kerusakan parah, proses perbaikan bisa mencapai satu minggu atau lebih.

    Durasi perbaikan mobil di asuransi berbeda-beda, yaitu akan perusahaan asuransi ketahui dari tingkat keparahan kerusakan, ketersediaan sparepart mobil, serta banyaknya antrian perbaikan di bengkel.

    Sebagai nasabah asuransi, kamu akan mendapat bantuan untuk menjalani perawatan atau perbaikan saat mobil rusak. Pihak asuransi bisa membawakan mobilmu langsung ke bengkel, jadi kamu tidak perlu ke bengkel sendirian.

    Berikut langkah-langkah untuk klaim Asuransi Mobil BCA Finance:

    • Laporkan kejadian ke Cabang BCA Multifinance/Halo BCA/Claim Center Maskapai Asuransi maksimal 5 hari kerja setelah kejadian kecelakan atau kehilangan
    • Lengkapi dokumen klaim seperti identitas nasabah, identitas pengendara terakhir maupun identitas pelapor
    • Lampirkan foto kendaraan empat sisi secara jelas
    • Tunggu pihk surveyor yang akan memeriksa kondisi mobil dan menentukan rencana perbaikan kendaraan
    Bagi pemegang polis Asuransi Mobil ACA, segera hubungi nomor (021) 319 99100 setelah kejadian, atau kamu bisa mengikuti cara klaim asuransi ACA mobil berikut ini: 

    • Kunjungi halaman klaim Asuransi Mobil ACA di https://aca.co.id/klaim
    • Isi formulir dengan lengkap dan benar mulai dari nama pemegang polis, nomor polis, dan informasi kendaraan
    • Tunggu pihak asuransi menghubungi kamu
    • Pihak asuransi akan menerbitkan Surat Perintah Kerja pada bengkel rekanan untuk memperbaiki mobil kamu.
    Asuransi Mobil Simas Insurtech merupakan salah satu produk unggulan dari PT Asuransi Simas Insurtech. Dalam melakukan klaim asuransi mobil Simas Insurtech, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Laporkan klaim kepada Simas Insurtech paling lambat lima hari kalender setelah insiden terjadi.
    • Laporan harus dilakukan secara tertulis, bukan hanya melalui telepon. Pelanggan perlu mengirimkan bukti melalui email atau datang secara langsung ke kantor pusat atau cabang Simas Insurtech.
    • Isi formulir dan lampirkan dokumen penting dan tambahan yang diperlukan, seperti fotokopi STNK, SIM, dan surat dari kepolisian jika terjadi kecelakaan.
    • Simas Insurtech akan menghubungi kamu, dan jika diperlukan, akan dilakukan survei.
    • Setelah klaim disetujui, kamu akan diberitahu bahwa kendaraanmu akan dibawa ke bengkel terdekat. Kamu juga akan menerima informasi mengenai lama waktu perbaikan kendaraan.
    Ada sanksi tegas bagi nasabah yang membuat klaim asuransi palsu, termasuk perusahaan asuransi yang menghindari dari kewajiban pembayaran ganti rugi. Hal ini sudah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1992 Pasal 23 mengenai penyelenggaraan usaha perasuransian. Pelaku juga bisa mendapat jeratan Pasal 266 ayat (1) subs Pasal 242 ayat (1) KUHPidana tentang memberikan keterangan palsu dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.