Lagi Nyicil Rumah? Ayo Terapkan 4 Jurus Ini Biar Bebas dari Kata Bokek

cicilan rumah

Sedang punya cicilan rumah yang dibayar setiap bulannya? Kamu tentunya butuh strategi keuangan yang tepat agar beban finansial satu ini gak menjadi kendala untuk bisa bebas finansial.

Memiliki cicilan rumah bagi setiap orang memang berbeda dengan yang namanya cicilan kartu kredit atau kendaraan bermotor. Bagi yang mengambil KPR di bank konvensional, bunga cicilan itu sifatnya floating atau naik turun dan mengikuti suku bunga pada waktu yang telah ditentukan.

Berbeda dengan KPR syariah yang mempunya margin bagi hasilnya gak berubah dari awal saat kamu mencicilnya. Buat yang belum mengetahui, buat KPR Syariah, gak ada istilah “suku bunga”, melainkan margin bagi hasil antara penerima dan pemberi KPR. 

Persentase margin ini juga besarnya flat alias gak berubah dari waktu ke waktu. Tapi terlepas dari konvensional atau syariah, intinya keduanya tentu menjadi beban finansial buatmu. 

Ketika besaran cicilan ini di atas 30 persen dari penghasilan per bulan maka keuanganmu malah jadi gak sehat. Jadi sebaiknya kamu juga udah memperhitungkan nih saat mengambil cicilan berupa KPR. 

Pasalnya nih yang namanya cicilan KPR menghabiskan waktu gak sebentar. Ketika kamu mengambil keputusan untuk menyicil rumah, bisa memakan waktu hingga 25 tahun, itu pun tergantung di usia berapa dirimu saat mengambil KPR. 

Cicilan KPR gak sama seperti kamu ketika mengambil mobil dengan cara mencicil. Mencicil mobil paling lama adalah 6 tahun lamanya, berbeda sekali dengan cicilan KPR, betul bukan? 

Khusus buat kamu yang sedang menyicil rumah, mungkin beberapa strategi bujeting dan manajemen keuangan di bawah ini bisa bermanfaat. Nah yuk kita intip aja, apa saja sih yang mesti kamu perhatikan saat mengambil cicilan berupa KPR. 

Baca juga: DP Rumah Turun, tapi Bunga KPR Masih Sebesar Ini Lho Persentasenya

1. Kurangi penggunaan kartu kredit

Bijak dalam penggunaan kartu kredit
Bijak dalam penggunaan kartu kredit, (Shutterstock).

Cicilan rumah yang dibayar setiap bulan sejatinya adalah cicilan utang. So, ada baiknya untuk mengurangi atau membatasi penggunaan kartu kredit untuk belanja ya. 

Jika kamu memiliki begitu banyak jumlah cicilan utang baik itu KPR maupun kartu kredit, yang ada bakal kewalahan nih. Jadi jangan sampai nih kamu kebanyakan memiliki tanggungan untuk dompetmu. 

Hal ini mungkin bisa diaplikasikan bagi kamu yang cicilannya sudah memasuki masa bunga floating, mengapa demikian?

Karena gak sedikit dari kita yang kurang waspada ketika menggunakan kartu ini untuk belanja. Merasa masih memiliki limit yang cukup banyak, sifat impulsif menggila dan bikin pusing sendiri lho nantinya. 

Sekali gesek uang memang gak berasa karena gak ada uang yang berkurang. Tapi ketika tagihan keluar, baru deh kaget melihat nominalnya. Bijak-bijak ya dalam menggunakan kartu yang satu ini.

Baca juga: Pilih KPR BTN, BCA, Mandiri, BRI, atau CIMB Niaga? Bandingkan Bunganya Berikut Ini

2. Jangan cicil mobil

Mencicil mobil juga mesti kamu perhatikan lho ketika memiliki tanggungan KPR
Mencicil mobil juga mesti kamu perhatikan lho ketika memiliki tanggungan KPR, (Shutterstock).

Mengajukan kredit rumah dan mobil tentu bukan hal yang baik dilakukan. Karena dua aset tersebut nilainya sama-sama gak murah apalagi keduanya berlangsung di waktu yang bersamaan. 

Baik rumah atau mobil, cicilan per bulan yang bakal kamu keluarkan ada di angka jutaan rupiah. Pembayaran cicilan yang begitu besar dalam menyicil mobil maupun rumah semuanya mempunyai nominal cukup besar, mana ada senilai ratusan ribu. 

Lain halnya dengan rumah, harga mobil yang kamu cicil justru mengalami depresiasi dalam hitungan waktu. Belum lagi, kamu juga harus siap dengan biaya-biaya kepemilikan mobil yang jumlahnya gak sedikit.

Kalau mau beli kendaraan saat nyicil rumah, ada baiknya pilih motor saja deh karena biaya operasionalnya gak terlalu besar ketimbang mempunyai kendaraan pribadi. Jika pengin lebih menghemat kamu bisa memanfaatkan dengan naik kendaraan umum itu lebih baik.

Baca juga: Resmi, KPR Khusus Pengemudi Grab Cuma Rp 200 Jutaan

3. Cari investasi dengan risiko rendah dan tinggi

Mencari investasi yang pas dan hasilkan cuan
Mencari investasi yang pas dan hasilkan cuan, (Shutterstock).

Walau ada cicilan rumah, jangan jadikan alasan ini untuk gak berinvestasi lho. Kamu tetap membutuhkan hal ini untuk bekal di masa depan, jangan sampai kamu hanya sebagai “spender” tapi juga mesti menjadi orang yang pandai berinvestasi.  

Pilihlah dua jenis instrumen untuk mengisi portofolio mu. Pertama adalah yang risiko rendah seperti reksadana pasar uang dan yang kedua adalah memiliki nilai tinggi, yaitu saham blue chip.

Investasi berisiko rendah akan membantumu untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek atau menengah. Sebut saja seperti untuk biaya menikah atau pendidikan anak.

Sementara itu risiko tinggi tentu baik untuk masa depan alias pensiun. 

Khusus untuk investasi risiko tinggi, belilah saham blue chip yang rutin membagikan dividen, dengan cara rutin membeli setiap bulan. Hindari berinvestasi Forex, cryptocurrency, atau kontrak komoditas, dan lain sebagainya karena risikonya yang amat sangat tinggi.

Ada baiknya juga untuk tidak melakukan trading saham karena risko trading tentu lebih besar ketimbang investasi.

4. 10 persen saja untuk lifestyle

Pisahkan juga biaya buat gaya hidup
Pisahkan juga biaya buat gaya hidup, (Shutterstock).

Gak ada istilah puasa biaya traveling, gak boleh kulineran, atau stop belanja. Gimana kalau kita sepakati saja bahwa ketika nyicil rumah, maka pengeluaran untuk gaya hidup cukup 10 persen saja dari penghasilan per bulan?

Kalau mau belanja, kulineran, atau traveling ya silahkan saja. Asalkan pengeluaran untuk tiga aktivitas itu, gak lebih dari 10 persen dari total penghasilanmu. Cukup kan? 

Itulah empat strategi manajemen keuangan bagi kamu yang tengah atau berencana melakukan cicilan rumah rumah. Semoga bermanfaat artikel di atas bisa membantu mu dan selamat mencoba. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →