Apa Itu Nomor Kartu Debit? Ini Penjelasan dan Letaknya

Nomor kartu debit

Nomor kartu debit adalah adalah 16 digit angka yang tertera di bagian depan kartu. Nomor kartu debit yang juga dikenal dengan sebutan nomor kartu ATM ini merupakan salah satu bagian penting untuk mengidentifikasi rekening kamu.

Nomor kartu debit ini mengacu pada jaringan kartu yang digunakan. Jadi, setiap orang yang terdaftar sebagai nasabah bank pasti punya kartu ATM. Alat transaksi nontunai ini diberikan saat seseorang dinyatakan resmi menjadi nasabah.

Fungsi dari kartu ATM udah jelas, yaitu menjadi alat buat melakukan tarik tunai, transfer uang, hingga transaksi pembayaran. Sejauh ini kartu ATM bisa digunakan di mesin ATM, EDC, dan belanja online.

Apalagi dengan kartu ATM, kamu bisa membayar premi asuransi setiap bulan atau setiap tahun. Gak ada lagi deh cerita telat bayar terus gak bisa merasakan manfaat asuransi.

Seperti yang kamu tahu, asuransi itu memiliki banyak manfaat dalam proteksi keuangan. Contohnya aja BPJS Kesehatan yang meminimalkan biaya pengobatan.

Nah, manfaat BPJS Kesehatan makin lengkap dengan adanya asuransi jiwa yang bisa menjamin kehidupan keluarga dengan uang pertanggungan hingga Rp2,5 miliar. Hal ini yang membuat banyak orang tertarik untuk memiliki asuransi jiwa.

Nah, balik lagi ke kartu ATM. Sekalipun udah familier karena sering digunakan, gak ada salahnya nih buat mengenal lebih jauh kartu ATM milikmu dengan mengenal bagian-bagiannya berikut ini yang udah dirangkum Lifepal. Berikut ulasan tentang nomor kartu debit.

Bagian-bagian kartu debit

Pernah gak sih kamu memerhatikan dengan saksama kartu ATM yang kamu punya? Meski ada beragam kartu debit, ternyata semua itu punya kesamaan dalam hal bagian-bagiannya.

Apa aja? Yuk, simak ulasannya!

1. Nomor kartu di bagian depan kartu ATM

Nomor yang tertera di depan kartu adalah bagian paling penting dari kartu ATM. Nomor ini terdiri dari 16 digit. Nomor ini berguna buat mengidentifikasi.

Digit depan pada kartu mengacu pada jaringan kartu yang digunakan. Kalau digit pertama di nomor kartu adalah 4, itu berarti jaringan yang dipakai adalah Visa. Sementara angka 5, itu berarti kartu tersebut menggunakan jaringan MasterCard.

Lima digit setelah digit pertama mengacu pada bank penerbit kartu. Sembilan digit yang tersisa mengacu pada pemilik kartu.

Karena itu, kamu harus merahasiakan nomor kartu ini. Soalnya gak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan. Emangnya kamu mau terlibat dalam masalah?

Apalagi nomor kartu ini diminta buat melakukan pembayaran online. Kalau begitu, kamu perlu pastikan ecommerce atau merchant yang meminta informasi tersebut bisa dipercaya.

2. Chip pintar

Semua kartu debit udah dilengkapi dengan chip pintar sesuai dengan instruksi Bank Indonesia atau BI. Keberadaan chip pintar ini ditujukan buat keamanan transaksi.

Sebab dengan adanya chip yang tertanam di kartu, pengguna kartu ATM bisa terhindar dari kejahatan skimming yang umumnya dialami pengguna kartu yang masih pakai teknologi magnetic stripe.

Bedanya transaksi pakai kartu ATM chip dengan magnetic stripe terlihat saat digunakan di mesin EDC.

Kartu yang memiliki chip dimasukkan ke mesin EDC. Sementara kartu yang pakai magnetic stripe digesekkan ke mesin EDC buat transaksi.

3. Tanggal kedaluwarsa kartu

Kartu ATM juga ada kedaluwarsanya lho. Kamu bisa tahu kapan kartu yang kamu pakai bakal habis masa berlakunya dari tanggal expired yang biasanya tercantum di halaman depan kartu.

Seandainya udah mau dekat tanggal kedaluwarsa, ada baiknya kamu segera ajukan penggantian kartu. 

Ada biaya yang dikenakan buat penggantian kartu. Kalau ganti kartu tiga bulan sebelum kedaluwarsa, kamu gak bakal dikenakan biaya.

Sebagai informasi, kamu sama sekali gak bisa gunakan kartu kedaluwarsa buat transaksi. Nah, daripada pembayaran atau transfer gagal, mendingan saat waktunya expired buru-buru ganti deh.

4. Magnetic stripe

Sekalipun udah menggunakan teknologi chip, magnetic stripe atau yang biasa dikenal sebagai pita hitam masih ditemukan penggunaannya di beberapa kartu ATM. Magnetic stripe sendiri digunakan buat menyimpan informasi kartu dan pengguna kartu.

Informasi-informasi yang termuat dalam magnetic stripe meliputi nama, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan informasi lainnya. Sialnya, penggunaan magnetic stripe ini udah gak aman sejak terjadinya kejahatan skimming.

Seandainya bank penerbit kartu debit milikmu udah mengeluarkan kartu yang ditanam chip, ada baiknya kamu ganti kartu milikmu. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari hal-hal yang gak diinginkan.

5. Kode CVV atau CVC di belakang kartu

Kode yang terdiri dari tiga digit ini mesti dijaga kerahasiaannya. Soalnya kode ini bisa disalahgunakan buat membobol kartu ATM milikmu.

CVV dan CVC sebenarnya sama-sama kode rahasia. Bedanya, kode CVV dipakai jaringan Visa, sedangkan kode CVC digunakan jaringan MasterCard.

Nah, fungsi kode CVV atau CVC ini adalah buat mengonfirmasi transaksi yang kamu lakukan. Selain itu, kode rahasia ini juga bisa menghindari kamu dari penipuan.

6. Hologram

Kalau perhatikan baik-baik, kartu debit yang miliki punya hologram lho. Adanya hologram ini supaya pedagang atau merchant bisa mengetahui kalau kartu yang diterimanya buat transaksi valid. 

Asal tahu aja nih, hologram ini sulit buat dipalsukan. Itulah kenapa mustahil orang bisa memalsukan kartu kredit.

Cara menggunakan kartu debit

Penggunaan kartu debit untuk pembayaran pada umumnya dilakukan kasir toko tempat kamu berbelanja. Kamu hanya perlu menekan nomor PIN atau Personal Identification Number.

Setelah itu, tekan tombol hijau dan pembayaran akan langsung ditransfer via mesin EDC toko tersebut. Berikut ini dua cara menggunakan kartu kredit untuk pembelian di toko offline.

1. Menggunakan PIN

Seperti yang telah dijelaskan tadi, kamu hanya perlu menekan sejumlah angka yang menjadi PIN kamu. 

Jangan lupa mengecek nilai yang tercantum di layar mesin EDC! Pastikan nilai yang akan dipotong dari rekening kamu sesuai dengan struk belanja kamu.

2. Menggunakan tanda tangan

Sebagai metode pembayaran nontunai, perlu nih otorisasi selain PIN, yaitu tanda tangan. Meski gak semua toko memberlakukan ini, kamu mungkin akan diminta menandatangani struk yang dikeluarkan mesin EDC. 

Namun, kamu tetap menekan PIN di mesin EDC sebelum menandatangani struk dari mesin tersebut.

Perbedaan kartu kredit dengan kartu debit

Sama seperti nomor kartu debit, nomor kartu kredit juga terdiri atas 16 digit yang tercantum di bagian depan kartu.

Lalu, apa perbedaan kartu kredit dengan kartu debit? Berikut ulasan lengkap mengenai perbedaan kedua kartu tersebut.

1. Bagian depan kartu kredit

Di bagian depan kartu kredit terdapat beberapa ciri yang membedakannya dengan kartu ATM. Apa aja? Berikut keterangannya.

  • Kelas kartu kredit: Gold, Silver, Platinum. Namun, tidak semua bank penerbit kartu kredit mencantumkan kelas kartu kredit.
  • Logo bank: logo bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut.
  • Nomor kartu kredit: 16 digit angka yang mirip seperti nomor kartu ATM untuk mengidentifikasi kartu dan pemiliknya.
  • Nama pemegang kartu kredit: pemilik kartu kredit yang mengajukan kepemilikan kartu kredit.
  • Jenis kartu: Visa atau MasterCard.

2. Bagian belakang kartu kredit

Pada bagian belakang kartu kredit, ada juga bagian-bagian tersendiri lho. Berikut bagian yang umum ada di setiap kartu kredit apa pun bank penerbitnya.

  • Magnetic stripe yang berwarna hitam adalah penyimpanan informasi pemilik kartu kredit.
  • Signature panel adalah kotak tanda tangan pemilik kartu kredit. Biasanya kasir akan mencocokkan tanda tangan di kartu dan orang yang membayar dengan kartu tersebut.
  • CVV atau tiga digit verifikasi yang bertujuan menjaga keamanan transaksi, terutama transaksi online.
  • Selain itu, ada informasi kartu kredit, antara lain alamat bank, nomor telepon, dan lain-lain.

3. Kegunaan nomor kartu kredit

Kartu kredit memiliki 16 digit nomor seperti nomor kartu debit. Namun, fungsinya berbeda, yaitu:

  • Kombinasi algoritma yang terenkripsi sebagai identitas yang membedakan satu kartu dengan kartu lainnya. Algoritma pada kartu telah terdaftar untuk menghindari pemalsuan kartu. 
  • Identitas dibuat unik dan gak sama sebagai bentuk pengamanan dari tindak pemalsuan dan kejahatan perbankan.
  • Keunikan deretan angka ini juga untuk membantu proses verifikasi keabsahan kartu kredit dengan penggunanya.

Nomor pada kartu memuat berbagai informasi, meliputi identitas kelompok penerbit kartu, mata uang yang digunakan, bank pemroses transaksi, dan identitas akun perorangan. Itu sebabnya, sebaiknya jangan berikan angka-angka ini ke sembarang orang, ya! 

Tentunya 16 digit nomor kartu kredit ini berbeda dari 16 digit nomor kartu debit yang hanya bertujuan sebagai identifikasi rekening kamu.

Tips aman bertransaksi dengan kartu ATM

Pemilik rekening adalah satu-satunya yang paling bertanggung jawab atas kartu debit tersebut. Segala kesalahan, kecerobohan, ataupun ketidakpedulian atas kartu tersebut semua menjadi tanggungan pemilik kartu. 

Pihak bank tidak mau dilibatkan dalam kesalahan-kesalahan yang terjadi pada kartu debit kamu. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keamanan kartu debit.

  1. Segera blokir kartu ketika hilang.
  2. Pastikan tiga angka terakhir yang tertera pada kartu (CCV) ditutup dengan stiker.
  3. Pastikan tanda tangan sama dengan identitas lain, seperti KTP, SIM, paspor, dan lainnya.
  4. Selalu simpan struk bukti pembayaran hingga tiga bulan ke depan.
  5. Usahakan periksa jumlah saldo tabungan dengan sering supaya bisa mengetahui apabila ada keanehan.
  6. Lebih baik simpan kartu apabila jarang atau tidak digunakan.

Sampai di sini udah tahu, kan? Ternyata beberapa bagian pada kartu debit ini penting banget. Apalagi yang ada kaitannya dengan transaksi dan nomor kartu debit.

Jadi, dijaga baik-baik ya kartu ATM-nya apalagi ada bagian-bagian yang mesti dirahasiakan, termasuk nomor kartu debit kamu. Tentu aja bisa berbahaya kalau sampai diketahui orang yang salah.

Selain itu, ada cara lain biar tabungan kamu gak bocor saat terjadi musibah. Caranya adalah dengan memiliki proteksi tabungan dalam wujud asuransi.

Salah satu asuransi yang dibutuhkan pemilik tabungan adalah proteksi kesehatan. Dengan memiliki produk ini, biaya perawatan di rumah sakit hingga pembedahan bakal ditanggung.

Kamu juga perlu proteksi aset berharga semisal proteksi mobil. Goresan kecil hingga kerusakan berat bakal ditanggung perusahaan asuransi.

Masih punya pertanyaan lain tentang nomor kartu debit, keuangan, asuransi, dan perencanaan keuangan? Kamu bisa ajukannya ke expert yang telah bekerja sama lewat Tanya Lifepal!

FAQ seputar nomor kartu debit

Nomor kartu debit adalah adalah 16 digit angka yang tertera di bagian depan kartu. Nomor kartu debit yang juga dikenal dengan sebutan nomor kartu ATM ini merupakan salah satu bagian penting untuk mengidentifikasi rekening kamu.

Virtual Credit Number atau VCN merupakan fasilitas yang diberikan bank bagi nasabah untuk transaksi online.

Namun, gak semua bank punya layanan ini. Beberapa bank yang telah menyediakan layanan ini, yaitu Bank Mandiri dan BNI.

Sekadar informasi, VCN ini bersifat sementara dan dalam beberapa jam akan habis masa berlakunya semisal VCN BNI yang hanya berlaku 48 jam.

Salah satu contoh fitur VCN BNI dan keuntungannya, yaitu:

  • Memudahkan transaksi online (e-commerce) dengan aman karena VCN meminimalkan risiko cyber fraud dengan cara tidak menggunakan nomor kartu debit kamu.
  • Ada batas waktu yang mengurangi risiko pencurian data nasabah.
  • VCN memudahkan kamu mengatur keuangan dan transaksi online karena setiap transaksi harus meminta Request VCN.

Letak nomor kartu debit pada setiap kartu ATM adalah di bagian depan kartu. Nomor kartu ATM ini terdiri atas 16 digit yang berguna untuk mengidentifikasi rekening kamu.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →