Punya Tanah Nganggur, Kredit Bangun Rumah Saja

kredit bangun rumah

Kredit bangun rumah saat ini semakin diminati oleh masyarakat yang memiliki tanah tetapi kekurangan dana untuk membangunnya.

Pada dasarnya, rumah adalah salah satu bentuk investasi, jadi bisa dibilang orang yang punya rumah berstatus sebagai investor.

Tanah juga bisa dijadikan investasi. Tapi tentu nilainya lebih kecil ketimbang rumah. Karena itu, membangun rumah bisa menjadi pilihan tepat untuk mendulang pemasukan. 

Namun, yang menjadi masalah biasanya adalah biaya. Apalagi membangun rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit, bukan? Di sinilah, pilihan kredit untuk bangun rumah bisa menjadi solusi buat kamu.

Apa aja pilihannya? Yuk kita cek bareng-bareng.

Pilihan produk kredit bangun rumah

Kredit bangun rumah adalah pinjaman dana untuk bangun rumah, sejenis dengan produk Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Nah perbedaannya adalah kredit bangun rumah dipakai khusus untuk membangun rumah, sedangkan KPR untuk membeli rumah.

Untuk mendapatkan pinjaman ini, ada beberapa produk yang bisa kamu pilih.

1. Pinjaman KPR BCA Refinancing 

Produk pinjaman KPR BCA Refinancing ini menawarkan solusi buat kamu yang membutuhkan dana cepat untuk keperluan pribadi, termasuk bangun rumah atau renovasi rumah.

Dengan menjaminkan rumah, ruko, atau apartemen, kamu bisa mendapatkan pinjaman dengan tenor hingga 20 tahun. 

KPR BCA Refinancing juga bisa digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan lain, seperti biaya kesehatan, biaya pendidikan, hingga biaya pernikahan.

Berikut persyaratan dan ketentuan kredit bangun rumah BCA.

  • Bisa diajukan oleh WNI berusia minimal 18 tahun atau telah menikah, berstatus karyawan tetap, pengusaha, atau profesional.
  • Suku bunga yang rendah dan stabil sehingga angsuran ringan.
  • Bebas penalti (kecuali untuk Suku Bunga Fix 3, 5 Tahun, Fix & Cap) untuk pelunasan baik sebagian dan seluruhnya. 
  • Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di BCA. 
  • Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat banker’s clause.
  • Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  • Proses pengajuan mudah, bisa diakses melalui situs Rumah Saya BCA

2. Kredit bangun rumah BTN

Kredit Bangun Rumah Bank BTN merupakan fasilitas kredit bagi yang ingin membangun rumah di atas tanah milik sendiri.

Kamu bisa mengajukan pinjaman bangun rumah dengan nominal sesuai keinginan dan kebutuhan dalam jangka waktu hingga 10 tahun.

Adapun persyaratan dan ketentuan kredit bangun rumah BTN sebagai berikut.

  • Bisa diajukan oleh WNI dengan usia minimal 21 tahun atau telah menikah, memiliki status karyawan tetap/wiraswasta/professional.
  • Plafon kredit bebas dengan jangka waktu hingga 10 tahun.
  • Suku bunga kompetitif dengan perhitungan suku bunga anuitas.
  • Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat banker’s clause.
  • Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  • Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di Bank BTN.

3. Mandiri KPR Multiguna

Pilihan kredit bangun rumah selanjutnya adalah Mandiri KPR Multiguna. 

Mandiri KPR Multiguna adalah kredit untuk membiayai berbagai keperluan konsumtif, termasuk bangun rumah dan renovasi rumah, dengan jaminan berupa rumah tinggal dan rumah susun hunian (apartemen).

Persyaratan dan ketentuan KPR Multiguna Bank Mandiri, di antaranya:

  • Bisa diajukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun dan saat kredit berakhir maksimal 55 tahun untuk pegawai, berstatus sebagai karyawan atau pengusaha. 
  • Limit pinjaman hingga Rp10 miliar dengan tenor maksimal 10 tahun. 
  • Suku bunga flat 0.42 persen bulan di 3 tahun pertama, selanjutnya berlaku suku bunga floating, dengan ketentuan minimum tenor 8 tahun.   
  • Memiliki NPWP atau SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai peraturan yang berlaku.
  • Penghasilan minimal Rp5 juta per bulan.
  • Memiliki agunan yang dapat diikat sempurna.

4. Kredit bangun rumah BRI – BRIguna

Kredit multiguna dari Bank BRI bisa digunakan untuk membangun atau melakukan renovasi rumah yang memerlukan biaya yang besar. 

Kredit multiguna BRI juga memberikan beberapa keunggulan, seperti layanan kredit multiguna (KMG) yang tersebar di seluruh cabang BRI di Indonesia hingga jangka waktu untuk proses pencairan dana yang cepat.

Berikut persyaratan dan ketentuan pengajuan BRIGuna.

  • Bisa diajukan oleh WNI, WNA dan penduduk tetap yang berusia minimal 21 tahun atau telah menikah.
  • Memiliki status pekerjaan sebagai karyawan, wiraswasta, dan profesional dengan minimal penghasilan Rp3 juta per bulan.  
  • Limit pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar dengan tenor maksimal 15 tahun.
  • Suku bunga kompetitif fixed 1 tahun mulai dari 9,50 persen. Sedangkan untuk fixed 2 tahun, bunga yang diberikan sebesar 10 persen.

5. BNI Griya Multiguna

BNI Griya Multiguna adalah kredit yang diberikan untuk berbagai keperluan termasuk bangun dan renovasi rumah dengan agunan berupa properti siap huni dengan kepemilikan agunan atas nama pemohon atau pasangan pemohon (suami/istri) sepanjang tidak ada perjanjian pisah harta.

Persyaratan dan ketentuan BNI Griya Multiguna sebagai berikut.

  • Bisa diajukan oleh WNI yang berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. 
  • Jangka waktu pinjaman hingga 10 tahun. 
  • Angsuran ringan.
  • Jangka waktu hingga 25 tahun. 

6. Pembiayaan iB Muamalat Multiguna

Kalau kamu ingin mengajukan kredit untuk bangun rumah yang berbasis syariah, iB Muamalat Multiguna bisa jadi solusinya. 

Produk pembiayaan pinjaman multiguna dari Bank Muamalat ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang jasa konsumtif seperti bahan bangunan untuk renovasi rumah, kepemilikan sepeda motor, biaya pendidikan, biaya pernikahan dan perlengkapan rumah.

Persyaratan dan ketentuannya sebagai berikut.

  • Angsuran tetap hingga akhir pembiayaan sesuai perjanjian. 
  • Pembiayaan hingga Rp50 juta tidak perlu agunan. 
  • Jangka waktu pembiayaan maksimal 5 tahun.
  • Tersedia dua pilihan yaitu akad murabahah (jual-beli) atau ijarah Multijasa (sewa jasa).
  • Dapat diajukan oleh pasangan suami istri dengan sumber penghasilan untuk angsuran diakui secara bersama (joint income).
  • Pembiayaan diproteksi dengan asuransi jiwa.
  • Fasilitas angsuran secara autodebet dari Tabungan Muamalat.

7. Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

Program tabungan perumahan rakyat (Tapera) juga bisa memberikan fleksibilitas pembiayaan dengan prinsip fasilitas kredit untuk memudahkan para pekerja memiliki hunian.

Peserta Tapera akan mendapat berbagai manfaat, salah satunya akses pinjaman ke perbankan untuk membangun rumah di atas tanah yang dimiliki oleh peserta atau melakukan renovasi rumah.

Persyaratan dan ketentuan Tapera sebagai berikut.

  • Dapat diajukan oleh peserta yang memenuhi kriteria setelah satu tahun masa kepesertaan. Akan ada sejumlah pilihan bank dan lembaga pembiayaan lain yang bekerja sama dengan program Tapera dan dapat dipilih oleh peserta.
  • Peserta Tapera dari yang termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni yang berpenghasilan di bawah Rp8 juta, memiliki hak untuk mengakses KPR dengan bunga yang rendah

8. Top-up KPR

Untuk mendapatkan kredit bangun rumah selanjutnya kamu bisa memanfaatkan fasilitas top-up KPR. Top-Up KPR adalah istilah untuk penambahan utang atau kredit dari utang yang sudah ada sebelumnya. 

Pinjaman ini hanya diberikan bagi para pemilik pinjaman KPR. Jadi biasanya dilakukan pada bank yang sama. Cara mengajukan Top Up KPR sebagai berikut.

  • Datang ke kantor cabang bank tempat kamu mengambil pinjaman KPR. 
  • Mengisi formulir pengajuan dan melengkapi persyaratan.

Mengenai syaratnya, setiap bank memberikan kebijakan-kebijakan yang berbeda dalam pengajuan Top Up KPR ini. Jadi, lebih baik langsung tanyakan saja kepada bank tempat kamu mengajukan KPR, ya.

9. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kalau kamu enggan menjaminkan tanah atau rumahmu untuk memperoleh pinjaman bangun rumah, kamu bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Saat ini hampir semua bank di Indonesia menyediakan pinjaman KTA

KTA ini memiliki keunggulan tidak adanya jaminan yang harus disiapkan. Pada umumnya produk KTA akan memberikan dana pinjaman mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp500 juta.

Jangka waktu yang diberikan untuk pelunasannya juga terbilang singkat yang mana mulai dari 1 sampai 5 tahun.

KTA ini banyak sekali dipakai oleh masyarakat karena proses pencairan yang cepat. Persyaratan yang mudah juga menjadi salah satu keunggulannya. 

Bahkan beberapa jenis KTA bisa diajukan secara online dan tentu saja akan memudahkan kamu untuk mendapatkan pinjaman renovasi rumah.

Cicilan KTA biasanya menggunakan bunga flat. Untuk perkiraan saja, kamu bisa gunakan kalkulator bunga flat Lifepal berikut untuk mengetahui cicilan bulanan KTA-mu nanti.

10. Kredit renovasi rumah dari BPJS Ketenagakerjaan

Terakhir kamu juga bisa memanfaatkan layanan tambahan dari BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga ini juga memberikan sejumlah program manfaat layanan tambahan perumahan kepada para peserta. 

BPJS Ketenagakerjaan mempunyai empat layanan tambahan perumahan, yaitu:

  • Pinjaman uang muka perumahan (PUMP).
  • Kredit pemilikan rumah (KPR).
  • Kredit konstruksi (KK) diberikan untuk peserta khusus untuk pembangunan rumah tapak dengan suku bunga yaitu suku bunga acuan Bank Indonesia plus margin bank. 
  • Pinjaman renovasi perumahan (PRP). 

Untuk kredit bangun rumah, kamu bisa memanfaatkan pinjaman renovasi perumahan yang memang ditujukan bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah memiliki rumah sendiri.  

Syarat dan ketentuan PRP BPJS yang harus dipenuhi sebagai berikut.

  • Maksimal besar pinjaman sebesar Rp50 juta.  
  • Mengajukan kredit dan verifikasi awal atau BI checking ke kantor cabang BTN yang terdekat. 
  • Mengirimkan surat permohonan kredit dan salinan kartu peserta ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.
  • Mengikuti verifikasi kepesertaan dan mengirimkan formulir persetujuan ke kantor cabang BTN terdekat.
  • Realisasi pinjaman renovasi perumahan atau PRP kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Syarat pengajuan kredit bangun rumah

Bank punya syarat berbeda-beda dalam menyediakan kredit bangun rumah. Satu syarat yang sudah pasti sama adalah tanah yang akan dibangun rumah adalah milik sendiri.

Tidak mungkin mau bangun rumah di tanah tetangga, bukan? Kepemilikan tanah ini harus dibuktikan dengan dokumen legal berupa sertifikat tanah.

Syarat lainnya meliputi beberapa dokumen berikut.

  • Kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.
  • Nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika pinjaman lebih dari Rp100 juta.
  • Mutasi rekening buku tabungan 3 bulan terakhir.
  • Surat nikah kalau sudah menikah.

Yang juga mutlak diperlukan adalah izin mendirikan bangunan (IMB). Kalau membangun rumah tanpa IMB, bisa kena masalah kelak.

Daftar rencana anggaran biaya pembangunan yang rinci juga harus ada. Termasuk denah bangunannya.

Khusus buat karyawan, slip gaji tiga bulan terakhir juga harus terlampir. Sedangkan buat pengusaha disyaratkan laporan keuangan usaha.

Cara mengurus kredit bangun rumah

Kalau sudah berpengalaman mengurus KPR, pengurusan kredit bangun rumah tidak jauh beda, kok. Ribet atau tidak akan bergantung pada masing-masing bank dan kita sendiri. Kalau syarat tidak lengkap, mesti bolak-balik buat melengkapi.

Perhatikan langkah-langkah ini saat mengurus administrasi pengajuan kredit bangun rumah.

  1. Setelah semua syarat terpenuhi, jadikan satu untuk dibawa ke bank.
  2. Jangan lupa mengisi formulir permohonan kredit bangun rumah dan membawa persyaratan lengkap.
  3. Setelah permohonan masuk, bank akan mengirim petugas untuk mengecek ke lokasi.
  4. Bank akan mewawancarai kita sekaligus melakukan penilaian apakah permohonan diterima atau ditolak. Biasanya bank akan mengabulkan 70 persen dari dana yang diajukan.
  5. Sekitar 1-2 minggu kemudian bank akan mengabarkan hasil penilaian. Kalau permohonan diterima, kita akan diminta datang ke notaris yang ditunjuk untuk menandatangani perjanjian kredit.
  6. Setelah penandatanganan dana kredit akan ditransfer ke rekening kita secara bertahap.
  7. Bank akan mengawasi pembangunan sampai selesai.

Tenor kredit bangun rumah yang disediakan bank mencapai 10 tahun. Tapi bukan berarti kita mesti menggenapi jangka waktu pelunasan cicilan itu. Kalau bisa lebih cepat, kenapa tidak?

Untuk menentukan berapa lama tenor yang pas, kita hitung dulu kemampuan keuangan. Seperti diketahui, semakin lama tenor semakin lama pula beban yang harus kita tanggung per bulan sampai cicilan lunas.

Jika memungkinkan, ambil tenor sesingkat mungkin. Yang pasti, tidak perlu takut rugi bandar jika terjun ke investasi properti.

Selama lokasi properti itu aman dari bencana dan strategis, pasti harganya akan naik. Duit pinjaman dari bank bahkan bisa kalah jauh lho, dibanding keuntungan yang kita dapatkan dari investasi ini.

Tips sebelum bangun atau renovasi rumah

Setelah kamu mendapatkan pinjaman renovasi rumah dan bangun rumah, tentu kamu tak ingin uangnya habis sia-sia atau bahkan over budget. Untuk itu, perlu perencanaan yang matang agar uang cukup. 

1. Buat rancangan anggaran

Hal utama yang harus kamu lakukan sebelum membangun atau merenovasi rumah yaitu melakukan estimasi untuk biaya renovasi rumah itu. Dengan membuat rancangan anggaran dulu, maka kamu akan lebih mudah menghitung semuanya. 

Pastikan rancangan anggaran itu kamu buat sendiri, jangan asal mempercayakan RAB pada orang lain (misal jasa perbaikan rumah).  

2. Gunakan material lokal berkualitas 

Kamu tidak perlu beli material yang mahal dan impor dari luar. Sekarang sudah banyak material buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan tentunya berkualitas.

Selain itu kalau bisa gunakan desain minimalis. Sebab desain minimalis itu simpel, tidak banyak ruangan, dan tidak banyak perabotan. Artinya, kamu bisa menghemat banyak dari segi material bangunannya. 

3. Survei harga material 

Sebelum membangun dan membeli material, coba kamu lakukan survei harga-harga terlebih dahulu. Jangan cuma cek di satu toko, karena beberapa toko terkadang suka memberikan potongan harga yang menarik.

4. Persiapkan biaya bangun rumah

Ada beberapa biaya yang harus dipersiapkan untuk membangun rumah, seperti:

  • Biaya tenaga kerja: bisa pembayaran harian, mingguan, borongan jasa dan juga borongan penuh. Besarnya juga bisa berbeda-beda tergantung jenis pekerjaan yang akan mereka lakukan, dan juga tergantung lokasi di mana rumah berada.  
  • Biaya material: tergantung dari jenis dan kualitas bahan yang dipilih. Kalau sempat mainlah ke toko material agar kamu mendapatkan harga terbarunya. 
  • Biaya lain-lain: tambahkan 10 persen dari total anggaran kamu untuk biaya lain-lain. Ini akan sangat bermanfaat jika anggaran kamu ternyata membengkak nantinya.

5. Lindungi rumah dengan asuransi rumah

Musibah bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja tanpa diketahui. Di Indonesia sendiri kita tahu bahwa sering terjadi musibah banjir.

Oleh karena itu gak ada salahnya untuk mengasuransikan rumah kamu dengan asuransi rumah.

Dengan begitu, kerugian finansial yang kamu rasakan jika terkena bencana bisa diminimalkan. Sehingga kamu bisa lebih tenang saat membayar cicilan untuk bangun rumah tadi karena semua kerugian finansial sudah ditanggung asuransi rumah. 

Nah itulah ulasan lengkap mengenai kredit bangun rumah dan rekomendasi produknya. 

Kalau kamu ingin mengecek kondisi keuangan pribadi sehat atau gak, bisa mengunjungi Cek Keuangan Lifepal yang sangat lengkap dan jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis perihal perencaan keuanganmu di Tanya Lifepal.

FAQ seputar kredit bangun rumah

Bagi calon nasabah yang sudah memenuhi ketentuan umum dan persyaratan administrasi bisa mendapatkan keputusan dari bank sekitar 30 hari. Namun, ada juga calon nasabah yang harus menunggu hingga dua bulan dikarenakan faktor-faktor tertentu.
Cara mengajukan Top Up KPR adalah sebagai berikut:

  • Kamu bisa datang ke kantor cabang bank tempat kamu mengambil pinjaman KPR. 
  • Mengisi formulir pengajuan dan melengkapi persyaratan.

Mengenai syaratnya, setiap bank memberikan kebijakan-kebijakan yang berbeda dalam pengajuan Top Up KPR ini. Jadi, lebih baik langsung tanyakan saja kepada bank tempat kamu mengajukan KPR, ya.

Pada umumnya, pihak bank akan memberi waktu tambahan untuk nasabah yang kesulitan melunasi cicilan KPR sebagai upaya solusi awal. Namun jika tetap tidak bisa melunasinya, pihak bank bisa melakukan penyitaan properti.

Lain halnya dengan bank syariah. Pada kasus gagal bayar cicilan KPR tahap akhir, pihak bank syariah akan berupaya melelang rumah bersangkutan. Harga jualnya akan digunakan untuk menutup utang cicilan nasabah.

Jika ada sisa uang dari penutupan utang nasabah, maka akan didiskusikan lebih lanjut antara kedua pihak untuk mendapatkan solusi yang saling menguntungkan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →