Deteksi Cepat dengan Rapid Test Narkoba, Segini Biayanya

rapid test narkoba

Sejak pandemi Virus Corona terjadi, istilah rapid test COVID-19 semakin sering terdengar. Istilah ini sebenarnya berlaku pula untuk mengetes adanya kandungan narkoba di dalam tubuh, rapid test narkoba yang umumnya kita kenal sebagai tes urine atau tes narkoba saja. 

Sebelum membahas rapid test narkoba, kita cari tahu dulu yuk apa sih rapid test itu. Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi adanya kandungan kimiawi atau kondisi fisik seseorang. 

Pada kasus narkoba, rapid test berarti metode skrining untuk mendeteksi kondisi fisik, kimiawi, dan mikroskopik dari sampel tertentu seperti urine. 

Menurut Halodoc, tes urine atau urinalisis berguna untuk mengidentifikasi adanya kondisi tertentu yang terkait dengan kesehatan.

Rapid test narkoba dilakukan untuk sebab tertentu, seperti razia aparat penegak hukum di pusat-pusat hiburan malam, mengecek penggunaan narkoba pada atlet, dan lainnya. 

Namun, masyarakat juga dapat melakukan rapid test narkoba untuk keperluan syarat mencari kerja atau medical check up. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tes narkoba bervariasi, dari Rp50 ribu hingga Rp500.  

Prosedur Rapid Test Narkoba

Rapid test narkoba dapat dilakukan di rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan maupun mendatangi langsung Badan Narkotika Nasional (BNN). Temuilah petugas di sana untuk meminta dilakukan tes narkoba. 

Kamu akan diminta mengisi formulir pendaftaran yang berisi data diri lengkap dan tujuan melakukan tes narkoba. Setelahnya, kamu membayar biaya pemeriksaan ke petugas pembayaran. 

Ada beberapa prosedur berbeda untuk melakukan rapid test narkoba. Biasanya, itu tergantung dengan jenis sampel yang digunakan yakni sampel urine, sampel darah, atau sampel rambut. 

Selain ketiga sampel itu, keringat dan air liur juga dapat dipakai sebagai sampel meski jarang dilakukan.  

Bagaimana proses rapid test narkoba dilakukan?

Setelah proses pendaftaran selesai, berikut prosedur rapid test narkoba dengan sampel urine.  

  • Bawa penampung urine atau cangkir spesimen yang diberi petugas ke kamar mandi. 
  • Dalam beberapa kasus, petugas medis mungkin akan ikut menemani ke kamar mandi untuk memastikan pasien melakukannya dengan benar. 
  • Bersihkan area genital dengan kain lembab sampai bersih.
  • Mulai buang air kecil dan arahkan sebagian ke penampung yang sudah dibawa tadi
  • Jika sudah selesai, tutup wadah sampai rapat. 
  • Cuci tangan dan serahkan sampel urin kamu ke petugas.

Selanjutnya, petugas medis akan melakukan pemeriksaan terhadap sampel urine. Lamanya pemeriksaan hanya berlangsung selama beberapa menit, namun bisa lebih lama tergantung kondisi keramaian atau antrian di laboratorium. 

Kapan seseorang menjalani pemeriksaan rapid test narkoba?

Berikut kondisi yang menyebabkan orang harus melakukan tes narkoba.  

  • Pencari kerja, calon anggota TNI/Polri yang perusahaan atau institusinya mensyaratkan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN)
  • Atlet yang akan bertanding di ajang kejuaran tertentu.   
  • Melihat overdosis obat pada pasien dengan penyakit tertentu. 

Apa hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama dan sesudah Rapid Test Narkoba?

Sebelum melakukan tes narkoba, ada baiknya bila kamu memberitahu dokter obat-obatan atau suplemen yang sedang kamu konsumsi. 

Pasalnya, obat-obatan yang sedang kamu konsumsi bisa mempengaruhi hasil tes nantinya. Selain hal tersebut tidak ada persiapan lain yang perlu dilakukan sebelum tes urine. 

Pada saat memasukkan urine ke cangkir penampung, pastikan tidak tercampur dengan benda lain seperti rambut, feses atau darah. 

Setelah selesai menjalani prosedur tes urine tidak ada hal khusus yang perlu kamu lakukan. Kamu bisa beraktivitas seperti biasa. 

Estimasi biaya rapid test narkoba tahun 

Sebagian gambaran, berikut daftar biaya rapid test narkoba yang dikutip dari platform kesehatan Alodokter dan situs-situs resmi rumah sakit maupun klinik kesehatan. 

Rumah sakit/klinik kesehatan Biaya
RSUP Fatmawati Rp270.000
RSUD Kembangan Rp175.000
RS Jakarta Rp488.000
Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu Rp500.000
RSIA DHIA Rp270.000
Klinik Pratama Merial Health Rp58.000
RSOP Ciamis Rp.173.000
Rumah Sakit Islam Purworejo Rp110.000
Klinik Sentra Medika Surabaya Rp225.000

Apakah biaya rapid test narkoba di-cover BPJS?

Tes narkoba adalah bagian dari medical check up yang berguna untuk mengetahui status kesehatan seseorang, bukan mendiagnosis keluhan kesehatan tertentu. 

Karena itu, tes narkoba tidak di-cover baik oleh BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta lainnya. 

Pentingnya punya asuransi

Menjaga kesehatan sama pentingnya dengan menjauhi obat-obatan terlarang. Berolahraga cukup, menjaga pola makan dan berpikiran positif membantu meningkatkan nilai kesehatan tubuh kita. 

Selain proteksi diri terhadap penyakit dan obat-obatan terlarang, proteksi kesehatan juga perlu dilakukan dengan memiliki asuransi. Ini penting agar ketika sakit, kita tak perlu dipusingkan dengan biaya pengobatan. 

Asuransi kesehatan memberikan manfaat seperti penggantian biaya obat, biaya rawat jalan maupun rawat inap. Sejumlah asuransi juga meng-cover biaya medical check up

Bagaimana memilih asuransi kesehatan terbaik?

Banyak pilihan asuransi di luar sana yang menawarkan berbagai keuntungan. Namun, itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan kamu sendiri. 

Carilah informasi yang selengkap-lengkapnya seperti berapa biaya pendaftarannya, biaya premi setiap bulan dan tentu saja apa yang di-cover oleh produk asuransi tersebut. Profil perusahaan dan pelayanan juga penting masuk dalam pertimbangan. 

Jangan sampai, kamu kesulitan saat membutuhkan asuransi tersebut untuk mengganti biaya pengobatan.

Lifepal akan membantu kamu menemukan keputusan yang tepat terkait asuransi. Mari pelajari mengenai asuransi kesehatan dan bandingkan di sini!

Tips memilih asuransi kesehatan terbaik

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, calon nasabah perlu lebih cermat memilih manfaat asuransi kesehatan yang dibeli. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan:

1. Metode klaim cashless

Dengan sistem klaim cashless nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis.

Contohnya, rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigma semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement.

2. Menanggung biaya rawat jalan

Biaya perawatan pra dan pascarawat inap tidaklah murah. Untuk itu, sebaiknya pilih yang menanggung biaya rawat jalan tersebut. Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi.

3. Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. Umumnya 20-100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

4. Manfaat Coordination of Benefit (CoB)

Dengan manfaat Coordination of Benefit (CoB), jika asuransi BPJS tidak mencakup semua biaya perawatan, maka kita bisa mengajukan kekurangannya pada asuransi swasta.

Saat ini, ada 11 perusahaan asuransi swasta yang bersedia jalankan koordinasi klaim dengan BPJS, yaitu asuransi kesehatan Avrist, Arthagraha General Insurance, Astra Buana, Mega, CAR, Takaful Keluarga, Bina Dana Arta, Sinarmas MSIG, Generali Indonesia, Tugu Pratama, dan Multi Artha Guna (MAG).

5. Manfaat Pertanggungan Pre-Existing Condition

Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah sudah menderita penyakit tertentu saat mendaftar asuransi. Sebagian besar produk mengecualikan hal ini dalam klaim, tetapi ada yang tidak mengecualikannya dengan atau tanpa syarat. Salah satunya adalah polis Maestro Optima Care dari AXA.

6. Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini. Namun, di tahun-tahun mendatang dengan kenaikan biaya medis 7-15 persen, nilai pertanggungan tersebut akan berkurang.

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life.

7. Iuran premi sesuai dengan penghasilan

Meski proteksi kesehatan sangatlah penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Oleh karena itu, pastikan premi tidak kemahalan apalagi melebihi kemampuan. Standarnya alokasi asuransi minimal sekitar 3-5 persen dari penghasilan.

8. Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim bisa saja sulit dilakukan sendiri. 

Belum lagi, jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Temukan rekomendasi produk perlindungan keuangan dari berbagai perusahaan asuransi kesehatan di Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →