Rahasia Cara Cepat Menghitung Rasio Likuiditas

Salah satu konsep penting yang perlu dipahami dari keuangan perusahaan adalah likuiditas. Secara sederhana, likuiditas dapat dipahami sebagai kemampuan perusahaan membayar utang-utang jangka pendeknya, seperti utang dividen, utang pajak, dan utang usaha.

Pada umumnya, semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan maka akan semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Likuiditas juga dapat menjadi indikator kecakapan perusahaan yang mana bisa menjadi pertimbangan lembaga keuangan, seperti perbankan atau kreditur lainnya, sebelum memberikan pinjaman.

Menurut Investopedia, likuiditas diartikan sebagai tingkatan aset atau surat berharga yang bisa secara cepat dijual atau dibeli di pasar dengan harga yang merefleksikan nilai intrinsiknya. Dengan kata lain, kemudahan untuk mengubah aset perusahaan menjadi kas.

Pada dasarnya, kas atau sering disebut sebagai uang cash dianggap sebagai aset yang paling likuid atau paling cair. Pada jenis yang lain, seperti properti, benda seni, atau tanah, dianggap sebagai kurang likuid.

Makna Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah perbandingan antara aset dan liabilitas untuk menentukan kemampuan perusahaan membayar utang-utang jangka pendeknya. Rasio yang lebih besar daripada satu dianggap salah satu indikator rasio likuiditas yang baik. Berikut ini sejumlah rasio likuiditas yang umum dipakai untuk menghitung likuiditas:

1. Rasio lancar

Rasio lancar adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk menggunakan aset lancarnya untuk membayar semua liabilitas atau utang lancarnya. Rasio ini dianggap paling simpel. Rumusnya adalah:

Rasio Lancar = Aset Lancar / Liabilitas Lancar 

2. Rasio cepat

Rasio cepat adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek dengan menggunakan aset lancar tanpa memperhitungkan persediaan. Rumusnya adalah:

Rasio Cepat = (Aset Lancar – Persediaan) / Liabilitas Lancar

3. Rasio kas

Rasio kas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek dengan menggunakan kas atau setara kas. Berikut rumusnya:

Rasio kas = Kas atau Setara Kas / Liabilitas Lancar

4. Rasio modal kerja terhadap total aset

Rasio modal kerja terhadap total aset adalah tingkat ketersediaan modal kerja perusahaan dibandingkan dengan total aset total aset yang dimiliki.

Rasio Modal Kerja terhadap Aset = (Aset Lancar – Liabilitas Lancar) / Total Aset

Penghitungan Rasio Likuiditas di Perusahaan Terbuka

Dengan bekal berbagai rumus rasio likuiditas di atas, kita coba menghitung rasio likuiditas di perusahaan terbuka yang laporan keuangannya dapat diunduh di situs Bursa Efek Indonesia Kali ini, kita menggunakan laporan keuangan PT Delta Dunia Makmur Tbk per 30 Juni 2019.

Berikut ini sejumlah data yang diperlukan dalam menghitung rasio likuiditas. Data disajikan dalam dolar Amerika Serikat.

Kas dan Setara Kas 82.430.181
Total Aset Lancar 456.944.617
Total Liabilitas Jangka Pendek 284.743.243
Persediaan 50.067.760
Aset 1.181.704.619

Rasio lancar

Rumus Aset Lancar / Liabilitas Lancar 
Penghitungan 456.944.617 / 284.743.243

= 1,6

Rasio cepat

Rumus Aset Lancar – Persediaan / Liabilitas Lancar
Penghitungan 456.944.617 – 50.067.760 / 284.743.243

= 1,42

Rasio kas

Rumus Kas atau Setara Kas / Liabilitas Lancar
Penghitungan 82.430.181 / 284.743.243

= 0,28

Rasio modal kerja terhadap total aset (WCTA)

Rumus (Aset Lancar – Liabilitas Lancar) / Total Aset
Penghitungan (456.944.617 – 284.743.243) / 1.181.704.619

= 0,14

Nah, demikian penjelasan tentang rasio likuiditas dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita, ya! Bagi kita yang sedang mengelola usaha, tentu informasi ini sangat penting untuk dipahami.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →