4 Alasan Kenapa Kamu Wajib Memisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis

HSBC Salah Satu Penyedia Produk Rekening Bisnis (Shutterstock)

Saat Kamu memutuskan untuk menjalankan bisnis, pengaturan keuangan menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan. Disamping harus rapih dan transparan, pengelolaan keuangan bisnis juga harus profesional.

Untuk itu, kamu nggak boleh mencampuradukan keuangan pribadi dan bisnis yang dikelola menjadi satu. Selain akan membingungkan, ini juga akan merugikan diri kamu dan usaha yang dijalankan.

Sebab akan menimbulkan kebingungan karena sulit untuk membedakan antara aset pribadi dengan milik usaha. Bahkan lebih parahnya bisa berdampak pada kebangkrutan, karena penggunaan yang sulit dikontrol dan dibedakan.

Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk memisahkan antara pengelolan keuangan pribadi dengan usaha dengan melakukan pemisahan rekening. Apa keuntungannya? Berikut beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan kamu: 

Performa Bisnis

Tips Bisnis
Konsistensi juga penting dalam membangun bisnis (Shutterstock).

Dengan pemisahan rekening, performa bisnis dapat dilihat lebih baik karena rekening tidak tercampur dengan tabungan maupun pemasukan atau harta lain di luar bisnis. Pemisahan laporan keuangan membuat kamu dapat mengendalikan aktivitas finansial perusahaan dengan mudah.

Arus kas perusahaan yang masuk dan keluar tidak lagi tercampur dengan keuangan pribadi. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui posisi atau kondisi perusahaan Anda dari data-data yang tersedia. Tentunya dari data tersebut kamu juga bisa menetapkan target bisnis kedepan, dan membandingkannya dengan kompetitor agar usaha kamu makin kompetitif dan berkembang ke arah yang positif.

Salah satu produk yang bisa kamu jadikan referensi dan memberikn layanan yang prima adalah HSBC. Mereka memiliki produk Business Internet Banking yang memiliki fitur rincian detil rekening koran yang bisa diunduh hingga 24 bulan yang lalu. Bahkan fitur ini gratis tanpa dipungut biaya.

Pertumbuhan Bisnis

Tips Bisnis
Tips Bisnis Agar Tidak Cepat Bangkrut, Harus Konsisten dan Fokus! (Shutterstock).

Performa bisnis yang baik membuat bisnis semakin tumbuh dan sangat penting untuk melakukan suatu perencanaan (terutama finansial) secara jangka pendek dan menengah.

Tidak dicampurkannya keuangan bisnis dan pribadi bisa membantu untuk memonitor kemana uang mengalir. Lalu bisa diketahui pula pola transaksi pengeluaran dan pemasukan yang akhirnya mempermudah pengambilan keputusan bisnis. Yang tak kalah penting adalah mengetahui posisi keuangan usaha terkini.

Contoh, perlunya mencatat nilai rupiah pembelian barang. Di saat bersamaan, catat juga uang yang masuk dari penjualan. Kalau perlu pencatatan ini khusus untuk pembelian dan penjualan saja. Kemudian dalam periode waktu tertentu dipindahkan ke buku kas besar. Dari situ bakal ketahuan berapa besar pembelian dan penjualan. Selisihnya adalah laba kotor.

Bandingkan bila tak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Pasti bakal kesulitan memonitoring pendapatan atau pengeluaran. Terus, tak bisa juga mengukur besar dan kecilnya kapasitas bisnis karena nilainya tak murni. Untuk memisahkan rekening pribadi dan bisnis, kamu bisa memanfaatkan rekening bisnis/giro dari HSBC Indonesia melalui segment Retail Business Banking yang memiliki berbagai keuntungan seperti rekening bisnis dengan fasilitas 12 mata uang global, bebas biaya transfer lokal atau kliring tanpa batas dengan Business Internet Banking dan lainnya.

Perhitungan Pajak

Kebijakan Fiskal
Pajak (Shutterstock).

Pajak termasuk komponen perhitungan laba-rugi. Perhitungan pajak yang tidak sesuai akan merugikan bisnis dari segi profit karena perhitungan komponen finansial di luar bisnis juga diikutsertakan.

Warga negara yang bijak haruslah taat pajak. Apapun bidang usaha yang dijalankan, Kamu pasti akan dikenai beban pajak. Pajak dihitung dari laba bersih yang diperoleh dari hasil usaha. Nah, dari sini mungkin kamu bisa membayangkan apa jadinya jika keuangan pribadi digabungkan dengan usaha.

Ya, laba bersih usaha akan terhitung cukup besar, padahal sebenarnya sebagian merupakan uang pribadi. Laba bersih yang besar berpengaruh pada nilai pajak yang besar pula. Itulah pentingnya memilah keuangan pribadi dengan usaha, agar pencatatan keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran untuk kegiatan usaha dapat dilakukan dengan baik.

Perhitungan laba bersih pun bisa dilakukan secara tepat. Dengan demikian, besaran pajak yang dibayarkan juga sesuai dengan laba yang benar-benar murni dari kegiatan usaha. 

Pentingnya Pinjaman Bisnis

Pinjaman usaha penting. (Shutterstock)
Pinjaman usaha penting. (Shutterstock)

Mengajukan pinjaman usaha untuk mengembangkan bisnis kerap kali diperlukan. Performa bisnis akan semakin baik jika mendapatkan injeksi modal dan membuat reputasi bisnis semakin baik karena dianggap mampu mengelola keuangan bisnis.

Pinjaman bisnis juga akan mampu membuat usaha kamu berinovasi dan ekspansi sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi. Namun yang terpenting, dengan pinjaman usaha kamu dapat menjalankan operasional perusahaan tanpa harus khawatir terkendala operasional, atau pengadaan aset.

Terpenting, dalam mengajukan pinjaman bisnis kamu harus memperhatikan bunganya dan cari yang kompetitif. Kalau ada jaminan lebih bagus, Jangan pernah menggunakan kredit tanpa agunan dan konsumtif karena bunganya tinggi sekali.

Saat ini HSBC Indonesia melalui segment Retail Business Banking memiliki produk yang dapat digunakan bagi pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usahanya. Yakni dengan kredit modal kerja dan rekening bisnis operasional yang tersedia dalam 12 mata uang global dengan persyaratan yang mudah dan memiliki bunga kompetitif. Selain juga beberapa fitur yang memudahkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya.

Jika kamu ingin meminimalisir risiko dalam bisnis, nggak ada salahnya ikuti saran dan langkah tersebut. Selama dilakukan dengan benar dan konsisten, niscaya perkembangan usaha kamu akan berjalan ke arah yang lebih baik. Selamat mencoba!