Rekening Listrik, Begini Sistem Perhitungan dan Contohnya

Tagihan Listrik

Di zaman modern ini, listrik menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Mulai dari perkotaan hingga pedesaan, hampir setiap rumah sudah memiliki rekening listrik masing-masing.

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), rekening artinya tagihan. Jadi, rekening listrik sendiri merupakan tagihan yang berisi jumlah pemakaian listrik dan biayanya. Untuk mendapatkan rekening listrik tersebut, tentu saja seseorang harus sudah mendaftarkan diri menjadi pemilik rekening.

Penggunaan listrik memang sudah tidak asing. Namun, printilan mengenai cara daftar, sistem perhitungan, dan hal lainnya seputar listrik bisa saja membingungkan. Nah, untuk kamu yang ingin memiliki rekening listrik sendiri bisa lanjutkan membaca artikel ini.

Cara Daftar Rekening Listrik

Cara Daftar BNI Internet Banking

Selama ini kamu memang menjadi pengguna listrik akan tetapi bisa saja kamu belum memiliki rekening listrik sendiri. Mungkin kamu sebelumnya mengontrak rumah, kos, atau karena alasan lain.

Apabila ingin memiliki rekening listrik sendiri dan mendapatkan tagihan atas nama kamu sendiri, berikut cara daftar rekening listrik.

Langkah pertama penyambungan listrik adalah mengetahui biaya apa saja yang perlu kamu siapkan:

  • Biaya penyambungan (BP)
  • Untuk calon pengguna listrik pascabayar, terdapat Uang Jamian Langganan (UJL)
  • Untuk calon pengguna listrik prabayar, terdapat biaya Stroom Perdana Rp5 ribu
  • Biaya materai
  • Biaya instalasi yang disesuaikan dengan daya listrik yang kamu butuhkan. Urusan instalasi akan diserahkan pada PPILN (PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional) yang mana harganya mulai dari Rp40 ribu sampai Rp2,9 jutaan.

Perlu dicatat bahwa pihak PLN akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum melakukan pasang baru listrik ke lokasi kamu. Pihak PLN akan memastikan beberapa persyaratan yang tidak boleh dilanggar. Di antaranya, bangunan tidak sedang dalam tahap pembongkaran karena putusan pengadilan atau tidak terdapat tunggakan.

Sudah berhasil daftar, berikut contoh tampilan rekening listrik kamu setelah instalasi dan penggunaan listrik telah berjalan.

Contoh Rekening Listrik Pascabayar dan Prabayar

Contoh Rekening Listrik Pascabayar dan Prabayar

Perlu diketahui, saat mendaftarkan diri untuk punya rekening listrik, terdapat dua pilihan jenis rekening. Pertama, rekening listrik pascabayar dan kedua adalah prabayar.

Yang mana pascabayar merupakan rekening listrik yang kamu pakai dulu baru bayar. Sementara itu, listrik prabayar merupakan listrik dengan metode pembelian token yaitu seperti pulsa. Kamu akan mendapatkan kuota daya listrik sesuai dengan nominal pembelian kamu.

1. Contoh rekening listrik pascabayar

Listrik pascabayar adalah rekening listrik yang tagihannya dikirimkan biasanya setiap bulan sesuai dengan energi listrik yang kamu pakai.

Keunggulan listrik pascabayar ini adalah listrik selalu tersedia, bahkan ketika kamu terlambat membayar tagihan. Hanya saja, saat kamu terlambat bayar tagihan maka kamu akan dikenakan denda. Plus, tentu saja ada bayang-bayang pemutusan jaringan listrik dari PLN.

2. Contoh rekening listrik prabayar

Berbeda dengan listrik pascabayar, listrik prabayar adalah rekening listrik yang pembayarannya dilakukan di awal. Mirip dengan pulsa, dimana kamu diharuskan membeli stroom token atau kuota energi listrik yang kamu butuhkan.

Keunggulan listrik prabayar adalah kamu lebih bisa mengendalikan penggunaan listrik. Sebab, kamu hanya akan menggunakan daya sesuai dengan jumlah stroom token yang kamu beli.

Rekening listrik kamu pun tidak akan terdapat biaya keterlambatan. Hanya saja, saat kamu lupa mengisi token listrik Anda saat habis maka listrik di rumah pun ikut padam. Jadi, Anda harus bisa mengira-ngira sisa energi listrik Anda.

Sistem Perhitungan Listrik

Sistem Perhitungan Pembayaran Rekening Listrik

Agar tak jebol, ada baiknya kamu mengetahui sistem perhitungan listrik kamu. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan berapa pengeluaran kamu per bulan untuk membayar tagihan listrik, baik pascabayar atau prabayar.

Pertama, kamu perlu tahu dulu golongan tarif listrik kamu. Karena masing-masing golongan tarik memiliki tarif berbeda, berikut detailnya:

Golongan tarif listrik Keterangan Tarif (Rp/kWh)
450 VA Subsidi Rp415
900 VA Subsidi Rp568
900 VA nonsubsidi Nonsubsidi Rp1.300
1.300 VA Nonsubsidi Rp1.467,28
2.200 VA Nonsubsidi Rp1.467,28
3.500 VA – 5.500 VA Nonsubsidi Rp1.467,28
6.600 VA ke atas Nonsubsidi Rp1.467,28

Sebagai catatan, kWh adalah kilowatt-jam atau pemakaian daya yang dikonsumsi oleh peralatan listrik kamu dalam hitungan jam.

Kedua, dari daftar tarif golongan listrik di atas, kamu pun bisa memperhitungkan berapa konsumsi daya per hari yang kemudian dikalikan sebulan. Dari situ, kamu bisa memprediksi tagihan listrik kamu.

Berikut contoh perhitungan daya yang dikonsumsi peralatan listrik dan biaya yang perlu kamu keluarkan.

Misalkan, kamu pelanggan listrik golongan 900 VA nonsubsidi memiliki satu unit AC 1 PK dengan daya 840 watt yang digunakan selama lima jam sehari. Maka, kamu perlu mengonversi 840 watt menjadi kW (kilowatt), yaitu menjadi 0,84 kW. Kemudian, kalikan empat lima jam.

Jadi, 0,84 kW x 5 jam = 4,2 kWh

Sekarang, kamu tinggal kalikan saja dengan tarif dasar listrik kamu Rp1.300. Jumlah tagihan listrik kamu per hari dari satu unit AC adalah:

Rp 1.300 x 4,2 kWh = Rp5.460 per hari, dengan catatan penggunaan lima jam.

Selanjutnya, kamu bisa hitungkan sesuai jumlah hari penggunaan dalam sebulan. Katakanlah, kamu gunakan selama 30 hari maka totalnya menjadi Rp163.800.

Lumayan juga ya tagihan rata-rata per bulan dari satu unit AC saja. Kamu pun bisa hitung penggunaan daya dari peralatan listrik lainnya, sehingga diperoleh total keseluruhan tagihan rekening listrik kamu.

Kalau masih bingung bagaimana cara memperhitungkan rata-rata tagihan listrik bulananmu, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Tarif Listrik berikut ini:

Semoga ulasan tentang rekening listrik ini bisa membantu kamu untuk mengetahui jenis listrikmu, mendaftarkan rekening listrik sendiri, dan memperhitungkan biayanya.

Yang pasti, bijaklah menggunakan energi listrik. Selain berpotensi bikin pengeluaran bulananmu jebol, yang namanya energi juga dapat habis, lho!

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →