Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap?

reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah solusi investasi buat kamu yang mencari investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang. 

Pendapatan tetap, hmmm.. kenapa ya kok namanya pendapatan tetap? Bukannya pasar uang itu adalah reksadana yang paling stabil? 

Betul sekali, instrumen pasar uang itu sejatinya ya masuk dalam bagian dari efek pendapatan tetap juga. Namun, kalau kita bicara soal portofolio efek reksadana pendapatan tetap, tentu saja ada beberapa efek lain yang mungkin belum kamu ketahui.

Penasaran dengan instrumen investasi yang satu ini? Yuk kita bahas di bawah.

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang berisi “utang”

reksadana pendapatan tetap
Utang jadi investasi kok bisa? Ya bisa dong, kan bentuknya dalam obligasi (pixabay)

Sebelum membahas reksadana pendapatan tetap, maka ketahuilah dulu bahwa reksadana itu sendiri adalah salah satu wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana. Sederhananya, Masyarakat melakukan urunan dana dan setelah terkumpul, dana tersebut akan dikelola sebagai bentuk investasi oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek. 

Setidaknya 80 persen dari portofolio yang dikelola dalam reksadana pendapatan tetap merupakan efek yang bersifat utang, terutama utang jangka panjang. Nah, bicara soal efek utang, maka tentunya efek itu gak jauh-jauh dari obligasi.

Obligasi tersebut berasal dari obligasi perusahaan swasta dan surat utang dari pemerintah. Disebut pendapatan tetap karena obligasi memiliki tingkat imbal hasil yang stabil, karena obligasi selalu memberikan kupon secara rutin per bulan.

Jika 80 persen efek di reksadana ini adalah surat utang, maka sisanya dimasukkan ke instrumen pasar uang.   

Contohnya:

PT Manulife Asset Management Indonesia memiliki salah satu produk reksadana pendapatan tetap yang bernama Manulife Obligasi Unggulan Kelas A. 

Reksadana ini memiliki komposisi portofolio efek 36,98 persen obligasi Pemerintah RI dan 40,70 persen obligasi korporasi, dan 22,37 instrumen pasar uang. Nah kira-kira apa saja sih obligasi yang ada di reksadana ini? 

No Obligasi Penerbit
1 BBRIIJ 6.65% 02/21/23 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
2 INDOIS 5.9% 03/10/21

(Sukuk Negara Berdenominasi USD)

Pemerintah RI
3 INDORI 5.85% 10/15/20 Pemerintah RI
4 INDORI 8 1/4% 10/15/21 Pemerintah RI
5 PLNIJ 8.7% 11/03/32 Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Jelas banget kan, manajer investasi penerbit reksadana ini memilih obligasi yang diterbitkan Pemerintah RI, dan beberapa BUMN yaitu Bank Rakyat Indonesia dan PLN. 

Karakteristik reksadana pendapatan tetap

reksadana pendapatan tetap
Kayak apa sih reksadana ini? (Pixabay)

1. Bebas pajak obligasi

Salah satu karakteristik reksadana ini adalah pembebasan bunga obligasi dari pajak. Jadi, serasa beli obligasi tapi keuntungan yang kita dapatkan gak bakal dipotong oleh pajak.

Asal kamu tahu nih, besaran Pajak Penghasilan atas bunga obligasi adalah 10 persen dan berlaku hingga 2021 sampai seterusnya.

2. Walau disebut pendapatan tetap, nyatanya imbal hasilnya gak tetap

Bukan berarti mentang-mentang namanya adalah pendapatan tetap maka imbal hasilnya tetap bak deposito. Ada kalanya nilai reksadana ini jatuh karena beberapa faktor.

Bicara soal obligasi, obligasi memang berbeda-beda. Makin besar kupon yang diberikan oleh obligasi tersebut, maka makin tinggi juga harga obligasinya.

Obligasi itu sendiri juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Oleh karena itu harga dari obligasi juga bisa menurun jika ada perubahan dalam kondisi ekonomi global maupun nasional.

Terkadang, apabila tingkat suku bunga naik, maka nilai obligasi juga seringkali turun karena investor cenderung memburu instrumen pasar uang. Sebaliknya, jika suku bunga turun maka nilai obligasi umumnya naik.

Belum lagi, jika ada aksi jual dari investor terhadap reksadana ini, maka nilainya pun akan mengalami penurunan.

3. Pas untuk jadi investasi jangka menengah

Untuk tujuan investasi seperti apakah reksadana ini bisa membuah hasil maksimal? Jawabannya adalah untuk jangka menengah alias untuk periode investasi satu hingga tiga tahun. 

Pada dasarnya, para manajer investasi akan menempatkan dana investor di obligasi yang jatuh temponya satu hingga tiga tahunan. Bahkan ada juga yang kurang dari satu tahun.

Sebuah perusahaan atau negara merilis obligasi dengan berbagai tujuan, umumnya adalah untuk sebuah proyek pembangunan.

Dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun, nilai aktiva bersih (NAB) dari reksadana ini tergolong stabil. Bila ada fluktuasi tentu nilainya gak bakalan terlalu tinggi, oleh karena itu pas banget untuk investasi jangka menengah.

Risiko reksadana pendapatan tetap

reksadana pendapatan tetap
Risikonya tentu lebih tinggi daripada reksadana pasar uang. Tapi…. (pixabay)

Bila melihat karakteristiknya, nilai reksadana ini memang terbilang fluktuatif alias naik turun. Meski demikian fluktuasinya memang gak seperti saham atau reksadana saham.

Bisa dibilang, risiko dari reksadana pendapatan tetap ada di atas reksadana pasar uang namun ada di bawah reksadana saham. So, kesimpulannya adalah “menengah.”

Meski disebut menengah, gak sedikit pakar yang menyebutkan bahwa reksadana ini pas buat investor dengan profil risiko konservatif yang cenderung ingin menghindari risiko, namun di sisi lain dia menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Secara psikologis, investor-investor seperti ini akan merasa lebih nyaman ketika melihat modal awal investasinya gak tergerus. 

Reksadana pendapatan tetap terbaik

Kira-kira reksadana pendapatan tetap terbaik itu bisa menghasilkan imbal hasil berapa ya selama setahun? 

Pada kesempatan kali ini, kita akan menggunakan data yang dihimpun dari Bareksa untuk melihat kinerja beberapa reksadana pendapatan tetap yang sanggup menghasilkan keuntungan besar dari Maret 2019 hingga 30 Maret 2020. 

Ingin tahu berapa persen keuntungannya? Yuk cari tahu di bawah sini.

No Reksadana pendapatan tetap Manajer Investasi Yield dalam sebulan
1 Jasa Pendapatan Capital Stabil  Jasa Capital Asset Management 13,29%
2 Simas Income Fund Sinarmas Asset Management 8,91%
Mandiri Investasi Obligasi Nasional Mandiri Manajemen Investasi 6,19%
4 Manulife Obligasi Unggulan Kelas A Manulife Aset Manajemen indonesia 2,55%
5 Simas Pendapatan Tetap Andalan Sinarmas Asset Management 2,25%

Kurang lebih dalam setahun, maksimal keuntungannya bisa sampai 13 persenan. Namun ingat lho, secara harian atau bulanan, nilai reksadana ini juga fluktuatif. 

Bisa jadi dalam hitungan bulanan minus, namun dalam hitungan tahunan baru cuan. 

Itulah hal-hal yang harus kamu ketahui sebelum berinvestasi dengan membeli reksadana pendapatan tetap. Soal modal awal investasinya, reksadana ini sama saja dengan reksadana lain, bisa dimulai dengan uang Rp 50 ribu saja.

Namun patut diketahui bahwa, produk ini jenisnya juga banyak. Sama seperti reksadana pasar uang, campuran, atau saham.

Penting sekali untuk mengetahui siapa manajer investasi yang menerbitkan reksadana itu, dan obligasi apa saja yang ada di portofolio reksadananya.

Ketika obligasinya sebagian besar adalah obligasi pemerintah, tentu saja risikonya bakal lebih rendah. Karena ketika negara berutang dengan kita, maka mereka pasti menjamin kalau itu bakal dibayar.

Namun, ketika obligasi di reksadananya adalah obligasi swasta, risiko gagal bayar atau bangkrutnya perusahaan penerbit obligasi itu juga tetap ada.

Semoga bermanfaat, selamat berinvestasi.