Pilihan Reksadana Syariah Terbaik dan Panduan Investasinya

reksadana syariah terbaik

Reksadana syariah terbaik adalah pilihan tepat buat kamu yang pengin berinvestasi reksadana sesuai prinsip syariat Islam. Sebagai produk khusus, reksadana ini hannya berinvestasi pada instrumen yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terkait produk investasi syariah ini, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.

Dalam Bab II fatwa tersebut, MUI juga mengatur terkait akad. Akad ini menjadi perbedaan reksadana syariah dan konvensional. Pada produk reksadana syariah, akadnya adalah akad kerja sama (musyarakah), sewa-menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah).

Tertarik berinvestasi pada produk syariah yang satu ini? Simak pilihan reksadana syariah terbaik, fakta, kriteria, dan panduan berinvestasinya berikut.

Pilihan reksadana syariah terbaik

Reksadana syariah terdiri atas empat jenis reksadana yang umum tersedia pada produk konvensional. Jenis reksadana ini yaitu saham, pendapatan tetap, pasar uang, dan campuran.

Bedanya, masing-masing reksadana ini dikelola dan diinvestasikan ke efek berbasis syariah. Otomatis, imbal hasil investasinya halal dan bebas riba.

Bagi kamu yang pengin berinvestasi di instrumen yang populer dengan istilah mutual funds ini, simak pilihan terbaiknya berikut ya!

1. Reksadana Syariah Mandiri

Berikut ini contoh reksadana syariah Mandiri yang tersedia:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
Reksa Dana Syariah Mandiri Investasi Syariah Berimbang (MISB) Campuran
Reksa Dana Syariah Mandiri Investa Atraktif Syariah (MITRAS) Saham
Reksa Dana Mandiri Pasar Uang Syariah (MPUS) Pasar uang
Reksa Dana Syariah BNP Paribas Pesona Syariah Saham
Reksa Dana Syariah Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah) Pendapatan tetap
Reksa Dana Syariah Insight Money Syariah (I-Money Syariah) Pasar uang

2. Reksadana Syariah BNI

Berikut ini contoh reksadana syariah BNI yang tersedia:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
BNI-AM Dana Lancar Syariah Pasar uang
BNI-AM Ardhani Pendapatan Tetap Syariah Pendapatan tetap
BNI-AM Saham Syariah Musahamah Saham

3. MNC

Berikut ini contoh reksadana syariah dari MNC yang tersedia:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
MNC Dana Syariah Pendapatan tetap

4. Simas

Berikut ini contoh reksadana syariah Simas yang tersedia:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
Simas Syariah Berkembang Campuran
Simas Syariah Unggulan Saham

5. Bahana

Berikut ini contoh reksadana yang tersedia di Bahana:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
Bahana ICon Syariah Saham
Bahana MES Syariah Fund Kelas G Pendapatan tetap
Bahana Likuid Syariah Kelas G Pasar uang

6. BNP Paribas

Berikut ini contoh reksadana syariah BNP Paribas yang tersedia:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
BNP Paribas Cakra Syariah USD Saham-Dolar
BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD Saham-Dolar
BNP Paribas Pesona Syariah Saham-Rupiah

7. Sucorinvest

Berikut ini reksadana syariah dari Sucorinvest:

Nama Reksadana Jenis Reksadana
Sucorinvest Sharia Equity Fund Saham
Sucorinvest Sharia Money Market Fund Pasar uang

8. Manulife

Berikut ini reksadana syariah di Manulife:

Pilihan Reksadana Syariah Terbaik dan Panduan Investasinya
Pilihan Reksadana Syariah Terbaik dan Panduan Investasinya
Nama Reksadana Jenis Reksadana
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A Saham
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) Saham
Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar As – Kelas A1 Saham
Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS (MAGOLD) – Kelas A1 Saham
Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI) Pendapatan tetap
Manulife Dana Kas Syariah (MDKS) Pasar uang

Jangan sampai biaya untuk merawat atau memperbaiki mobilmu justru menguras tabungan. Manfaatkan asuransi mobil syariah agar kamu terjamin dari tagihan dari bengkel. Asuransi mobil syariah memberimu jaminan ganti rugi dengan tetap mengedepankan pengelolaan keuangan sesuai ketentuan syariat.

7 Fakta reksadana syariah

Reksa dana syariah yang menjadi wadah menghimpun dana masyarakat ini dikelola badan hukum bernama manajer investasi. Nantinya, dana himpunan tersebut bakal diinvestasikan ke surat berharga seperti saham, obligasi atau sukuk, dan instrumen pasar uang yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariat Islam.

Minat tinggi masyarakat atas produk investasi syariah ini membuat OJK merilis fakta-fakta mengenai produk tersebut. Berikut rilis OJK berdasarkan situs resminya:

  1. Produk reksa dana syariah dijamin kesyariahannya oleh DPS;
  2. Reksa dana syariah dikelola oleh unit khusus;
  3. Reksa dana syariah dikelola oleh manajer investasi syariah;
  4. Reksa dana syariah memiliki banyak pilihan produk;
  5. Reksa dana syariah berbasis efek syariah luar negeri pertama di Indonesia;
  6. Reksa dana syariah memiliki rata-rata pertumbuhan market cap paling tinggi; dan
  7. Marketplace reksa dana syariah tersedia secara offline maupun online.

Kriteria reksadana syariah

Berikut ini merupakan hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan pengelolaan investasi reksadana syariah.

1. Dana ditempatkan pada institusi keuangan halal

Sesuai dengan prinsip keuangan syariah, modal yang kamu investasikan akan dialokasikan pada instrumen saham yang sudah melalui penawaran umum (Initial Public Offering/IPO). 

Tidak hanya itu saja, modal yang sudah disetor juga akan ditempatkan pada investasi melalui deposito dan surat utang jangka panjang pada bank syariah. Selain itu, pembagian dividen akan didasari pada tingkat laba usaha.

2. Jenis usaha harus sesuai syariah

Instrumen investasi reksadana syariah hanya dapat dilakukan pada efek-efek yang diterbitkan oleh emiten yang memiliki jenis usaha sesuai dengan syariat ekonomi Islam. Dana investasi tidak boleh ditempatkan pada jenis usaha keuangan konvensional (ribawi), termasuk di dunia perbankan dan asuransi konvensional. 

Selain itu, tidak diperbolehkan menempatkan dana pada emiten yang memiliki jenis usaha memproduksi, mendistribusikan, dan memperdagangkan makanan-minuman haram.

Termasuk emiten yang memiliki jenis usaha memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan barang maupun jasa yang bisa merusak moral dan banyak mudaratnya, tetap tidak diperbolehkan menjadi pilihan investasi.

3. Memegang teguh prinsip kehati-hatian sesuai syariat Islam

Dalam memilih dan melaksanakan transaksi saat berinvestasi, harus menggunakan prinsip kehati-hatian (prudential management/ihtiyath) dan tidak diperbolehkan berspekulasi yang di dalamnya mengandung unsur gharar. Tindakan yang dimaksudkan seperti penawaran palsu (Najsy) dan penjualan atas barang yang belum dimiliki (short selling/Bai al-Ma’dumi).

Tidak juga diperkenankan menyebarluaskan informasi yang menyesatkan atau memakai informasi orang dalam untuk mendapatkan keuntungan transaksi (insider trading). Yang paling penting adalah tidak diperbolehkan pula berinvestasi di perusahaan yang memiliki tingkat utangnya lebih dominan dari modal.

4. Emiten dengan utang bejibun tidak boleh memperoleh dana investasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa emiten yang memiliki tingkat utang yang lebih dominan ketimbang modal tidak diperbolehkan untuk berinvestasi pada emiten tersebut. 

Dengan kata lain, emiten yang memiliki struktur utang terhadap modal bergantung pada pembiayaan dari utang tidak layak mendapatkan investasi reksadana syariah. Hal tersebut tentu saja menghindari ribawi. 

Misalnya, emiten yang memiliki nisbah (tingkat) utang terhadap modal lebih dari 82% (utang 45% dan modal 55%) tidak boleh dipilih. Perusahaan yang memiliki track record melanggar prinsip usaha Islami (sesuai ekonomi Islam) merupakan perusahaan yang tidak boleh menerima dana investasi reksadana syariah.

Tidak perlu khawatir lagi dengan mahalnya biaya kesehatan di rumah sakit karena adanya pertanggungan finansial dari asuransi kesehatan syariah. Asuransi kesehatan syariah mengedepankan pengelolaan keuangan dengan tetap menaati syariat sesuai fatwa MUI.

Tips dan panduan investasi reksadana syariah

Bagi kamu yang baru mau investasi reksa dana syariah, berikut panduan berinvestasi reksadana biar gak bingung. Simak ya.

1. Pilih reksadana syariah

Tentunya kamu sudah memilih manajer investasinya sebelum memilih produk. Beberapa manajer investasi yang melayani penjualan reksa dana berbasis syariah antara lain Mandiri Sekuritas dan IPOT Fund. Sekadar informasi, Mandiri memiliki sekitar 26 produk reksa dana syariah dengan penempatan bermacam-macam. Demikian pula dengan IPOT yang memiliki 25 produk.

2. Mulai Rp100 ribu

Investasi syariah bisa dimulai dengan Rp100 ribu. Tentunya jumlah terjangkau ketimbang deposito dan obligasi bukan?

3. Gak wajib setor setiap bulan

Akun reksa dana, baik syariah atau konvensional bisa di top-up atau ditambah kapan saja. Jadi kamu gak wajib setiap bulan setor. Tapi, balik lagi sama tujuan kamu. Kalau mau dapat hasil besar dalam waktu yang tidak terlalu lama, pastikan konsisten melakukan top-up di pilihan reksa dana syariah kamu.

4. Cara pilih produk

Yang pertama adalah perhatikan level risikonya. Misalnya reksa dana saham yang memang memberikan return tinggi tapi ada risiko tinggi juga. Nah hal ini harus kamu sesuaikan dengan diri kamu. Kalau kamu bukan tipe orang yang suka dengan fluktuatif saham atau “kejutan” sebaiknya jangan pilih reksa dana saham. 

Namun, kalau kamu berniat menjadikannya sebagai investasi jangka panjang, reksa dana saham tentu amat disarankan. Namun, jika hanya ingin menjadikannya sebagai investasi jangka pendek atau menengah, lebih baik pilih reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.

Jika masih bimbang antara reksadana syariah, saham syariah, atau sukuk, kamu bisa cari tahu dengan cara mengisi Kuis Profil Risiko Investasi berikut ini.

5. Ketahui manajer investasinya

Pastikan manajer investasi yang kamu pilih menerapkan 100 persen prinsip syariah. Selain itu, pilih yang memberikan informasi lengkap dari kinerja, prospektus, komposisi, hingga risikonya. Jadi, kamu gak kayak orang beli kucing dalam karung!

6. Beli online

Kenapa pilih online? Karena minim potongan dan biaya administrasi. Selain itu, kamu yang memang sibuk lebih cocok beli online. Yang terpenting, kamu sudah tahu dan memahami risiko serta manajer investasi yang kamu pilih. Jadi kenali produk, risiko, dan manajer investasinya sebelum beli ya!

7. Pantau dan jual

Kalau udah beli, jangan dicuekin gitu aja ya! Kamu harus pantau. Kalau dirasa butuh dan menguntungkan, reksa dana ini bisa kamu jual. Secara online juga!

Kamu bisa menentukan jumlah unit yang mau dijual. Nantinya hasil penjualan ditransfer ke rekening kamu di manajer investasi atau rekening pribadi untuk ditarik uangnya. Kalau di manajer investasi, berarti hasil penjualan bisa kamu belikan reksa dana lagi.

Kalau kamu punya pertanyaan terkait produk simpanan dan investasi lainnya sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Pertanyaan terkait investasi reksadana syariah

Apa itu reksadana syariah?

Reksadana syariah adalah instrumen pengelolaan dana dan penanaman modal investasi berbasis syariah. Pilihannya terdiri atas reksadana saham, pendapatan tetap, pasar uang, dan campuran. Reksadana syariah dikelola dengan mengikuti prinsip syariat Islam. Portofolio reksadana syariah adalah efek syariah dengan mendapatkan pengawasan langsung dari DSN MUI.

Apa itu asuransi jiwa murni dan asuransi jiwa ROP?

Asuransi jiwa murni adalah produk yang memberikan perlindungan jiwa pada waktu tertentu saja, misalnya selama 5, 10, 15, atau 20 tahun. Dana asuransi jiwa murni tidak bisa dicairkan.

Namun lain halnya dengan produk asuransi jiwa ROP yang dilengkapi dengan manfaat pengembalian premi. Produk yang ini menawarkan pencairan karena adanya manfaat nilai tunai. Contoh produk asuransi jiwa yang menawarkan manfaat nilai tunai adalah asuransi unit link, asuransi whole life, dan asuransi term life yang manfaatnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap nasabah dan bisa dicairkan pada akhir masa asuransi.