Renovasi Rumah, Ini 4 Barang yang Rawan Rusak dan Jadi Biaya Tambahan

Gak bisa dimungkiri, renovasi rumah adalah aktivitas yang sebisa mungkin dihindari. Orang-orang jelas maunya punya rumah yang gak rusak sehingga gak perlu direnovasi.

Renovasi di sini artinya perbaikan ya. Bedakan dengan improvement atau upgrade alias peningkatan, misalnya dari satu lantai dibikin dua lantai.

Kegiatan yang termasuk renovasi, di antaranya memperbaiki genteng yang bocor. Atau mereparasi pagar yang goyang.

Renovasi jelas butuh biaya. Terlebih bila yang direnovasi banyak, biayanya pasti besar. Bahkan gak sedikit yang memutuskan pinjam dana untuk menambahi ongkos renovasi. Hal ini sah-sah saja, selama sudah melalui perhitungan matang.

[Baca:  Cara Renovasi Rumah Tanpa Utang]

Biaya Renovasi Rumah Bisa Bengkak Kalau Gak Hati-Hati akan 4 Barang Ini Lhoa Utang]

Tapi hati-hati. Bujet renovasi bisa membengkak kalau renovasi rumah asal jalan.

Dalam renovasi, aktivitas fisik adalah yang utama. Bukan gak mungkin ada furnitur atau barang lain yang rusak saat ini dilakukan. Berikut ini contohnya:

1. Langit-langit

renovasi rumah
Tukang adalah ahlinya, tapi ada biayanya juga (jualrumahjakarta)

Saat memperbaiki genteng, pastikan pijakan aman. Sebab, jika salah pijakan, kaki bisa njeblos hingga tembus ke langit-langit.

Kaki mesti ditapakkan ke rangka di bawah genteng. Buat yang rumahnya pakai rangka kayu juga hati-hati. Bisa jadi ada rangka yang dimakan rayap sehingga lapuk dan runtuh saat genteng di atasnya diinjak.

Ada pula kemungkinan genteng lain terinjak dan retak padahal sebelumnya masih utuh. Bisa-bisa niatnya mau ganti satu genteng yang bocor malah ganti lima genteng yang retak.

Pastikan melangkah dengan perlahan di atas genteng. Pakai satu kaki dulu dengan menekan genteng perlahan untuk melihat kekuatannya. Bila dirasa solid, baru kaki kedua melangkah.

[Baca: Jangan Renovasi Rumah Besar-Besaran Kalau Belum Menyiapkan 4 Hal Ini]

2. Jendela atau pintu

renovasi rumah
Jendela rusak relatif gampang diperbaiki,kalau tahu caranya (linkedin)

Jika jendela atau pintu rusak pada bagian engsel atau mana pun, harus cermat juga. Misalnya mau perbaiki engsel yang lepas salah satu bautnya.

Peralatan yang ada di tangan jangan sampai melukai permukaan jendela atau pintu. Sedikit saja goresan oleh obeng, palu, atau alat lain bisa mengurangi estetika bagian rumah tersebut. Nanti malah memutuskan ganti yang baru lagi.

Sebaiknya kerjakan garapan ini dengan perlahan. Gak perlu buru-buru untuk mencegah peralatan reparasi gak sengaja kena permukaannya.

3. Perkakas dapur

renovasi rumah
Ganti wallpaper harus cermat kalau dilakukan sendiri biar gak mencong ke sana-kemari (hunker.com)

Ketika dapur hendak direnovasi, sebaiknya singkirkan peralatan di sana dulu. Terutama peralatan elektronik ya.

Misalnya mau permak dinding atau wallpaper dapur yang udah mengelupas atau kotor terciprat minyak. Jika ada barang elektronik di sana, amankan dari risiko kena cat atau jatuh tersenggol.

Tempatkan dulu di pojokan atau di ruangan lain. Barulah bisa leluasa memperbaiki dapur.

4. Furnitur

renovasi rumah
Ada alat khusus buat pasang ubin. Gak bisa pakai pisau atau gergaji buat motong ubin (kaltim.tribunnews)

Furnitur secara umum juga punya risiko rusak saat renovasi rumah. Ini terutama jika renovasi menyasar bagian rumah yang dipenuhi furnitur, misalnya ruang tamu.

Umpamanya mau ganti ubin karena retak atau bagian bawahnya tergerus sehingga bunyi “dok” ketika diinjak. Harus hati-hati betul karena peralatan renovasi yang digunakan bisa mengenai furnitur di sana.

Untuk mengatasinya, pindahkan dulu semuanya ke tempat yang gak direnovasi. Bisa juga menyelubungi dengan kain atau plastik jika area renovasi gak terlalu luas.

Penjelasan di atas terutama berlaku bila renovasi rumah dilakukan sendiri ya. Biar lebih aman sih sebaiknya pakai jasa tukang berpengalaman.

Mereka akan merekomendasikan pemindahan atau pengamanan barang tertentu saat akan melakukan renovasi. Namun tentunya ada ongkos tukang yang mesti kita bayar.

Meski demikian, cara ini lebih baik khususnya jika kita gak punya keahlian pertukangan. Salah-salah malah renovasi rumah gak tuntas atau keliru nanti.

Siapkan saja bujetnya. Hitung kira-kira bahan material yang diperlukan apa saja dan berapa harganya.

Soal tukang, jika gak ada rekomendasi atau langganan, bisa coba sewa jasa dari aplikasi Tukang atau Klik Tukang. Dari sana kita bisa lihat langsung perkirakan bujet dan berapa lama pengerjaan renovasi.

[Baca: Mau Renovasi Rumah dengan Dana Rp 20 Juta, Bisa Ngapain Aja Ya?]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →