Syarat Resepsi Pernikahan Saat PPKM Level 1, 2, dan 3

resepsi pernikahan

Setiap pasangan pasti memiliki pernikahan impiannya sendiri. Tak jarang, bahkan ada yang rela mengeluarkan biaya pernikahan sangat banyak untuk menyewa tempat, pakaian, serta make-up artist agar pernikahannya terlihat megah.

Namun, di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit untuk melakukan resepsi pernikahan karena perlu syarat-syarat tertentu. Lalu, bagaimana syarat resepsi pernikahan saat PPKM? Yuk, simak ulasannya berikut.

Syarat gelar resepsi pernikahan berdasarkan level PPKM

Setelah berkurangnya kasus COVID-19, pemerintah mulai memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Jawa Bali. 

Karena itu, resepsi pernikahan pun sudah bisa dilakukan di wilayah PPKM level satu sampai tiga, namun dengan beberapa syarat, seperti:

Syarat resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 1

Wilayah PPKM level 1 maksudnya adalah daerah yang dianggap telah memenuhi syarat dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Syarat tersebut, di antaranya angka kasus positif COVID-19 kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk setiap minggu.

Nah selama periode PPKM level 1, resepsi pernikahan diizinkan dengan beberapa syarat. Untuk acara resepsi pernikahan sendiri, dapat dilakukan dengan maksimal 75 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia.

Tak hanya itu, untuk resepsi pernikahan di wilayah PPKM level satu tidak diizinkan mengadakan makan di tempat atau prasmanan. Semua kegiatan mulai dari menerima tamu hingga mengucapkan selamat pada pengantin harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Para tamu undangan dianjurkan selalu menjaga jarak sosial dan menggunakan masker. Tempat acara resepsi pernikahan juga harus menyediakan hand sanitizer untuk mencegah penularan virus.

Syarat resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 2

Wilayah PPKM yang dikategorikan level 2 juga memiliki kriteria tertentu menurut WHO. Kriteria yang dimaksud, yakni angka kasus positif COVID-19 antara 20 hingga kurang dari 50 orang per 100 ribu penduduk setiap minggunya.

Untuk syarat resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 2, pelaksanaanya dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan. Sama seperti PPKM level 1, resepsi pernikahan juga tidak diperbolehkan untuk mengadakan makan di tempat atau prasmanan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan virus dari satu orang tamu dengan tamu lainnya yang mungkin tidak disadari. Karena itu, para tamu undangan juga tidak dianjurkan membuka masker selama menghadiri acara resepsi di wilayah PPKM level 2.

Untuk mengurangi risiko penularan virus, tamu undangan pernikahan tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Beberapa di antaranya, seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, dan menggunakan hand sanitizer.

Syarat resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 3

Untuk wilayah PPKM yang dikategorikan level 3, memiliki kriteria berupa kasus konfirmasi positif COVID-19 adalah 50 hingga 150 per 100 ribu penduduk setiap minggu.

Sementara itu, pasien rawat inap harus berada pada angka 10 sampai 30 dari 10 per 100 ribu penduduk per minggu. Nah, untuk angka kematiannya adalah 2 sampai 5 per 100 ribu setiap minggunya.

Dengan begitu, acara resepsi pernikahan di wilayah PPKM level 3 sangat dibatasi. Pelaksanaan resepsi pernikahan untuk kondisi ini dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan.

Sama seperti level sebelumnya, acara pernikahan di wilayah PPKM level 3 juga tidak diperbolehkan mengadakan makan di tempat atau prasmanan. Resepsi pernikahan juga harus menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Berbagai syarat resepsi pernikahan untuk wilayah PPKM harus dipatuhi agar kasus positif tidak melonjak. Dengan selalu mematuhi protokol kesehatan, tak hanya diri sendiri yang terhindar dari virus namun juga orang di sekitar.

Persyaratan untuk daftar menikah

Sebelum melangsungkan pernikahan, kedua calon pengantin juga harus mengetahui berbagai persyaratan untuk daftar menikah sebagai persiapan pernikahan. Terdapat dokumen dan surat yang perlu disiapkan, terutama sebelum merencanakan akad nikah.

Beberapa dokumen yang dimaksud, yakni surat pernyataan calon pengantin bermaterai atau keterangan belum menikah dari Kelurahan, surat keterangan dari Kelurahan, dan imunisasi TT atau Tetanus Toxoid bagi calon pengantin wanita.

Agar tidak salah, sebaiknya pengurusan sejumlah dokumen dilakukan jauh-jauh hari. Syarat mengurus surat nikah sendiri biasanya diawali di tingkat RT atau RW sampai Kelurahan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendatangi RT/RW tempat calon pengantin tinggal. Selanjutnya, calon pengantin dapat mengurus surat pengantar nikah untuk kemudian dibawa ke Kelurahan.

Di kantor Kelurahan ini, calon pengantin harus kembali mengurus surat pengantar nikah untuk dibawa ke KUA Kecamatan.

Apabila akad nikah dilakukan di luar tempat tinggal mempelai wanita, maka calon pengantin harus mengurus surat rekomendasi dari KUA Kecamatan setempat untuk mendapatkan izin.

Cara melakukan daftar nikah

Pernikahan umumnya terdiri dari dua acara utama, yakni akad dan resepsi. Untuk akad, acara diisi dengan pengucapan kalimat ijab qabul. 

Sementara itu, resepsi pernikahan adalah acara yang diisi dengan perjamuan makan atau pesta dan pengucapan selamat kepada pengantin.

Nah, sebelum kedua acara tersebut dilakukan, calon pengantin harus mendaftarkan pernikahannya. Cara melakukan daftar nikah sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni:

Cara daftar nikah online

Langkah pertama yang perlu dilakukan calon pengantin adalah mengakses situs simkah.kemenag.go.id

Pada halaman utama situs tersebut, klik Daftar Nikah, kemudian pilih tempat dan waktu pelaksanaan nikah, meliputi Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan serta tanggal dan jam pelaksanaan pernikahan.

Selanjutnya, masukkan data calon suami dan calon istri lalu lengkapi dokumen yang diminta dengan mengunggahnya. 

Calon pengantin juga harus memasukkan nomor telepon dan mengunggah foto. Jika langkah sudah selesai, maka bukti pendaftaran nikah dapat dicetak. 

Cara daftar nikah langsung ke KUA

Selain secara online, daftar nikah juga bisa dilakukan langsung di KUA Kecamatan setempat. 

Calon pengantin bisa datang ke KUA dengan membawa sejumlah dokumen, seperti surat pengantar nikah dari Kelurahan, fotokopi KTP, KK, serta akta kelahiran, 4 lembar pas foto 2×3 latar biru beserta softcopynya.

Jika calon pengantin yang menikah berasal dari luar kecamatan tempat tinggal, maka diharuskan membawa surat rekomendasi nikah dari KUA asal. 

Setelah akad nikah selesai, biasanya pihak KUA akan memberikan buku nikah. Untuk biaya nikah di KUA tidak dipungut biaya atau gratis.

Pada dasarnya, menikah secara langsung di KUA saja sudah bisa dan tanpa mengeluarkan biaya banyak. Namun, jika ingin memiliki kenangan pernikahan yang tidak terlupakan, maka tidak ada salahnya melakukan resepsi sesuai dengan keinginan.

Susunan acara resepsi pernikahan

Resepsi pernikahan memiliki konsep yang berbeda dengan akad. Lalu, apa itu resepsi pernikahan dan bagaimana susunan acaranya? Nah, agar lebih paham, berikut pembahasannya.

1. Pembukaan

Resepsi pernikahan merupakan pesta perjamuan makan setelah akad berlangsung. Nah, untuk susunan acara resepsi pernikahan akan dimulai dengan pembukaan. Biasanya, pembukaan akan dipandu oleh MC resepsi pernikahan di mana diawali dengan pengucapan doa agar acara dapat berlangsung dengan lancar.

2. Penyambutan kedua mempelai

Setelah doa resepsi pernikahan, acara selanjutnya adalah penyambutan kedua mempelai. Kedua mempelai pengantin akan ditempatkan di atas panggung yang biasanya berada di ujung ruangan dengan berbagai hiasan dekorasi resepsi pernikahan.

3. Ucapan selamat pada mempelai

Jika pengantin sudah berada di atas panggung, maka seluruh tamu undangan pernikahan bisa segera memberikan selamat. Umumnya, para tamu undangan akan berbaris untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai beserta keluarganya.

4. Tamu dipersilahkan menikmati hidangan

Sebelum pandemi, acara resepsi pernikahan juga disertai dengan perjamuan makan di tempat atau prasmanan. Karena itu, setelah mengucapkan selamat pada pengantin, para tamu dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.

5. Special performance

Dalam kebanyakan acara pernikahan, special performance menjadi salah satu susunan acara yang paling menarik. Nah, penampilan spesial ini biasanya diisi oleh penyanyi orgen tunggal atau jika memiliki biaya lebih bisa mengundang artis lokal.

6. Foto bersama

Agar bisa menyimpan kenangan bersama orang-orang tercinta, dalam resepsi juga diperbolehkan untuk melakukan foto bersama dengan mempelai. Foto biasanya diabadikan oleh wedding organizer atau bisa menggunakan smartphone pribadi.

7. Penutupan

Jika semua susunan acara sudah selesai, maka selanjutnya adalah penutupan. Sama seperti pembukaan, penutupan acara berisi pengucapan syukur dan doa karena acara telah berjalan lancar dan sesuai rencana.

Sebelum melangsungkan pernikahan, susunan resepsi harus dibuat secara matang agar acara berjalan dengan lancar. Jika acara pernikahan ingin berjalan sesuai prosedur dan tidak terjadi masalah, maka kamu bisa menyewa jasa profesional seperti pakai wedding organizer.

Tips resepsi pernikahan sederhana tapi bermakna

Sebenarnya, resepsi pernikahan mewah tidak harus diikuti semua orang terutama jika memiliki budget sedikit. Apabila kamu ingin memiliki acara resepsi pernikahan yang sederhana namun bermakna, berikut tips yang bisa diikuti.

1. Merencanakan biaya pernikahan

Biaya pernikahan merupakan salah satu poin penting jika ingin memiliki acara pernikahan sederhana tapi bermakna. Calon pengantin harus merencanakan terlebih dahulu biaya yang akan dikeluarkan untuk pernikahan.

Perlu diingat, budget pernikahan yang dimiliki juga harus sesuai dengan kebutuhan. Apabila sudah mengetahui jumlah budget pasti yang dimiliki, barulah kamu bisa merencanakan distribusi biaya untuk beberapa hal, seperti lokasi, makanan, serta menyewa jasa wedding organizer.

2. Tentukan prioritas tamu undangan

Untuk bisa menyelenggarakan resepsi pernikahan sederhana, maka kamu harus tahu prioritas tamu undangan. Meski sulit, kamu bisa memilih tamu undangan yang memiliki prioritas seperti anggota keluarga, teman, atau kerabat terdekat.

3. Pilih lokasi yang sesuai

Jika sudah menentukan jumlah tamu undangan yang menjadi prioritas, hal selanjutnya adalah memilih lokasi. Agar pernikahan berlangsung dengan sederhana dan bermakna, maka bisa diadakan di lokasi yang sederhana seperti rumah atau kediaman pasangan.

4. Makanan

Salah satu hal terpenting yang harus dipikirkan sebelum melangsungkan pernikahan adalah menu makanan. Dalam acara pernikahan, menu makanan harus disiapkan dengan matang agar semua tamu undangan merasa dijamu dengan baik.

Nah, jika budget yang dimiliki tidak banyak, maka makanan untuk acara pernikahan bisa disiapkan sendiri dengan bantuan keluarga. Apabila tidak memungkinkan, kamu juga dapat menyewa jasa katering sederhana dengan pilihan makanan utama dan dessert secukupnya.

5. Gaun pernikahan

Banyak calon pengantin yang menginginkan pernikahannya lebih berkesan dengan memesan gaun mewah. Namun, apabila ingin mewujudkan pernikahan sederhana tanpa mengeluarkan biaya banyak, kamu bisa mengenakan gaun pernikahan yang pernah dipakai orang tua.

Selain membantu memangkas biaya, pernikahan akan jauh terasa lebih berkesan. Tak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan jasa sewa gaun jika ingin mendapatkan baju pernikahan yang mewah dengan budget murah.

6. Mintalah bantuan teman

Salah satu cara mendapatkan pernikahan yang sederhana adalah dengan meminta bantuan teman. Apabila memiliki teman yang memang berkecimpung di dunia wedding organizer, kamu bisa berkonsultasi dengannya. Bicarakan mengenai konsep resepsi dan beri tahu juga tentang kondisi finansial.

Demikian berbagai informasi terkait pernikahan yang perlu kamu ketahui. Megah tidaknya acara resepsi sebenarnya tergantung pada individu masing-masing. Karena itu, tidak ada salahnya untuk memiliki pilihan resepsi yang sederhana atau pun megah.

Lindungi tabungan untuk resepsi pernikahan dengan asuransi

Saat merencanakan sesuatu, kita tidak akan pernah bisa tahu musibah atau risiko-risiko yang terjadi ke depannya. 

Jangan sampai tabungan pernikahan yang sudah kamu kumpulkan malah ludes karena harus digunakan untuk membayar biaya rumah sakit atau pengobatan yang biayanya mahal. 

Lindungi tabungan pernikahanmu dengan memiliki asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi mobil. Dengan begini, tabungan pernikahanmu akan aman.

Jangan lupa persiapkan dana darurat dengan kalkulator di bawah ini. 

Menyiapkan pernikahan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika kamu menyelenggarakan pernikahan sesuai dengan adat. 

Untuk itu, persiapkan sebaik mungkin keuangan  kamu dengan mulai menabung atau investasi. Jangan lupa juga membeli asuransi untuk memproteksi kondisi finansialmu. 

Kamu bisa berkonsultasi pada ahlinya di Tanya Lifepal.

Pertanyaan yang berkaitan dengan resepsi pernikahan