Pengertian Riba dan Memahami Jenis Serta Contohnya

pengertian riba

Pengertian riba secara harfiah adalah ziyadah (tambahan). Jika disimpulkan, arti riba adalah melebihkan jumlah pinjaman saat dikembalikan kepada pemberi pinjaman.

Praktik ini biasanya diterapkan oleh bank konvensional melalui sistem pengenaan bunga atas pinjaman tunai atau pembiayaan.

Tidak hanya lembaga keuangan saja, sistem keuntungan atas pinjaman ini biasa diterapkan oleh lintah darah atau rentenir dari masa ke masa.

Pada penerapannya, sejumlah uang pinjaman diberikan dengan syarat harus mengembalikannya dengan nilai yang lebih besar sesuai dengan perjanjian.

Jumlah tambahan yang dikenakan bisa bervariasi, mulai dari 2 persen, 5 persen, atau bahkan 10 persen. Praktik meminjamkan uang dengan imbalan pengembalian yang lebih besar ini dinilai memberatkan sehingga dianggap sebagai praktik batil dari segi kacamata agama.

Agama Islam dengan tegas mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli secara tunai. Oleh karena itu, sebagian besar ulama berpendapat bahwa bunga bank termasuk dalam kategori riba yang diharamkan.

Apa saja jenis-jenis riba?

Pada dasarnya, riba dibagi ke dalam dua jenis, yaitu riba utang piutang dan riba jual beli, dengan pengertian dan arti yang berbeda.

1. Riba utang piutang

Untuk memahami pengertian riba utang piutang, jenisnya terbagi ke dalam dua, yaitu riba qard dan riba jahiliah.

  • Riba qard adalah mengambil manfaat atau kelebihan dengan jumlah tertentu yang disyaratkan kepada orang yang mengajukan pinjaman atau utang.
  • Riba jahiliah adalah riba yang memberikan ketentuan berupa penambahan pengembalian lebih besar dari pokok pinjaman yang harus dibayarkan karena terlambat membayar utang atau melebihi jatuh tempo yang sudah ditetapkan.

2. Riba jual beli

Sementara pengertian riba jual beli terbagi ke dalam dua jenis, yaitu riba fadhl dan riba nasi’ah. Apa pengertiannya?

  • Riba fadhl adalah saling menukarkan barang yang sejenis dengan takaran atau nilai yang berbeda. Barang yang ditukarkan merupakan jenis barang ribawi. Barang ribawi adalah kelompok barang yang jika diperjualbelikan tanpa mengindahkan ketentuan syariat, maka menjadi transaksi riba.
  • Riba nasi’ah adalah menunda penyerahan atau penerimaan barang. Barang yang diserahkan atau diterima merupakan barang ribawi. Hal ini bisa muncul karena terjadi perubahan, perbedaan antara diserahkan pada saat ini dengan diserahkan di kemudian hari.

Ada riba yang diharamkan dan dihalalkan

Pengertian riba itu sendiri tidak mendefinisikan suatu pemahaman atau arti yang negatif.

Namun yang menjadikannya dilarang atau diperbolehkan adalah sistem kerja yang diterapkan dalam menghasilkan riba atau pertambahan nilai tersebut.

Nah dalam hal ini agar lebih mudah memahami pengertian, kita akan kelompokkan yang manakah riba yang diharamkan dan riba yang dihalalkan.

Pengertian riba yang haram

Pada dasarnya mengambil keuntungan lebih dari pinjaman diharamkan oleh sebagian besar agama mulai dari Islam, Katolik, Kristen, dan juga Yahudi. Masing-masing agama memiliki dalil dan landasan hukumnya masing-masing.

Praktik riba pada dasarnya sudah terjadi sejak zaman dahulu sehingga agama memberikan larangan mengambil tambahan dari pinjaman yang diberikan kepada orang lain.

Praktik pengembalian pinjaman dengan pengenaan bunga dianggap memberatkan pihak debitur atau orang yang meminjam uang, apalagi jika dia sedang berada dalam kesulitan.

Konteks riba pada saat ini seperti bunga bank konvensional dan bunga pinjaman baik itu pinjaman dari lembaga keuangan konvensional, seperti perusahaan pembiayaan, pegadaian, maupun perusahaan pinjaman online.

Pengertian riba yang halal

Dalam jual beli atau usaha untuk mendapatkan keuntungan dari bunga dikenal dengan istilah investasi.

Investasi secara sederhana memberikan modal kepada pihak lain dengan harapan mendapatkan keuntungan dari hasil usaha tersebut.

Investasi Bunga Pinjaman
Kegiatan usaha dengan risiko Kegiatan usaha minim risiko
Terdapat ketidakpastian Bunga pengembalian ditetapkan

 

(Ada kepastian penambahan nilai)

Keuntungan tidak tetap Keuntungan tetap
Disalurkan untuk usaha nyata dan produktif Disalurkan untuk berbagai kebutuhan

Sebagian berpendapat bahwa investasi termasuk salah satu jual beli yang dihalalkan karena merupakan kegiatan usaha.

Investasi bisa disalurkan kepada bank-bank syariah untuk membiayai usaha sehingga mendapatkan keuntungan dari modal usaha tersebut.

Sedangkan bunga pinjaman hanya fokus melipatgandakan dari pokok utang yang diberikan kepada debitur.

Hal yang jelas berbeda antara investasi dengan usaha melipatgandakan keuntungan lewat bunga pinjaman.

Pinjaman online syariah VS konvensional

Pada dasarnya, pinjaman online syariah mengganti istilah bunga dengan bagi hasil atau imbal jasa. Istilah bunga di pegadaian juga diganti dengan menggunakan sewa modal.

Hal tersebut berbeda karena akad yang digunakan tergantung pada masing-masing transaksi. Misalnya, dalam pinjaman yang diberikan adalah pinjaman produktif untuk kepentingan usaha pribadi.

Maka sewajarnya, pinjaman dengan prinsip syariah mensyaratkan imbal hasil atau bagi hasil dalam pengembaliannya.

Bunga Imbal Hasil
Keuntungan bagi kreditur Keuntungan dibagi dua
Kreditur menetapkan bunga dari pokok pinjaman Bagi hasil diukur dari rasio keuntungan
Jika debitur tidak membayarkan tagihan sesuai jatuh tempo dikenai denda Jika usaha merugi, kerugian ditanggung oleh kedua belah pihak

Jadi, pinjaman online syariah sudah berbeda dengan pinjaman online konvensional yang membiayai semua kebutuhan termasuk kebutuhan konsumtif.

Sementara pinjaman online syariah lebih fokus kepada pembiayaan atau pemberian modal kerja untuk mendukung usaha. Prinsip yang sama dengan investasi dan jual beli.

Dengan adanya penjelasan tersebut, semoga kini kita bisa membedakan keuntungan yang bersifat riba dan keuntungan yang dibenarkan terutama dalam usaha jual beli atau investasi.

Lindungi kesehatan finansialmu dengan asuransi syariah

Konsep syariah diterapkan pada bidang perasuransian juga, yaitu asuransi syariah yang mengedepankan pengelolaan bisnis tanpa riba.

Dengan kata lain, asuransi syariah menerapkan prinsip kerja yang sesuai dengan syariat sehingga kita bisa mendapatkan manfaat proteksi tanpa khawatir mengenai adanya unsur-unsur riba.

Nah buat kamu menginginkan perlindungan keuangan yang halal, maka solusinya adalah asuransi syariah.

Kalau kamu masih punya pertanyaan lainnya terkait pengertian riba dan perencanaan keuangan syariah, jangan ragu untuk berkonsultasi di Tanya Lifepal.

FAQ seputar pengertian riba

Apa pengertian riba?

Berasal dari kata dasar ziyadah, arti riba adalah tambahan. Selengkapnya, pengertian riba adalah menambah atau melebih-lebihkan jumlah akhir pinjaman saat dikembalikan kepada pemberi pinjaman.

Apa saja jenis-jenis riba?

Riba terbagi ke dalam dua jenis, yaitu riba utang piutang dan riba jual beli.

Riba utang piutang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu riba qard dan riba jahiliah. Riba jual beli juga dibagi ke dalam dua jenis, yaitu riba fadhl dan riba nasi’ah. 

Apa maksudnya riba yang halal dan riba yang haram?

Arti riba yang halal adalah penambahan jumlah uang dengan tidak menyalahi syariat. Investasi termasuk salah satu jual beli yang dihalalkan karena merupakan kegiatan usaha.

Arti riba yang haram adalah penambahan pengembalian uang melebihi jumlah pinjaman awal sebagai niat mencari untung. Praktik pengembalian pinjaman dengan pengenaan bunga dianggap memberatkan peminjam dan termasuk riba haram.

Apa perbedaan bunga pinjaman dan imbal hasil syariah?

Bunga pinjaman menerapkan perolehan keuntungan untuk kreditur, kreditur menetapkan bunga dari pokok pinjaman, dan jika debitur tidak melunasi tagihan sesuai jatuh tempo akan dikenai denda.

Imbal hasil syariah membagi dua keuntungan untuk pengelola dana dan pemilik dana, bagi hasil diukur dari rasio keuntungan, dan jika usaha merugi maka kerugian ditanggung oleh kedua pihak.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →