Belajar Menyusun Ringkasan Eksekutif secara Profesional

Telah Ditinjau: Avatar Aulia Akbar
Wanita integritas

Saat mengajukan proposal bisnis, usaha, atau kerja sama dengan pihak lain, kita perlu membuat sebuah ulasan ringkas yang mampu menjelaskan garis besar rencana bisnis atau poin-poin kerja sama yang akan dibangun.

Rangkuman rencana bisnis ini secara umum disebut sebagai executive summary atau bila diserap ke dalam bahasa Indonesia disebut ringkasan eksekutif.

Apa yang Dimaksud dengan Ringkasan Eksekutif?

Biaya overhead

Ringkasan eksekutif menjadi sebuah pertemuan perdana antara pengaju proposal dan calon mitranya. Artinya, dibutuhkan ringkasan eksekutif yang menarik agar calon mitra terpikat dengan proposal yang diajukan. Begitu, bukan?

Selain dipakai dalam mengajukan proposal bisnis, ringkasan eksekutif juga biasa digunakan saat sebuah institusi merekrut tenaga ahli. Selain harus memenuhi kaidah penulisan proposal yang benar, konten dari ringkasan eksekutif harus menyesuaikan ciri khas perusahaan.

Dalam hal ini, lebih baik penyusun ringkasan eksekutif kembali membuka kembali ringkasan eksekutif yang pernah dibuat sebelumnya oleh perusahaan. Kesinambungan ringkasan eksekutif dari satu proyek ke proyek berikutnya dalam satu perusahaan bisa meyakinkan calon mitra kerja terkait keberlanjutan komitmen perusahaan.

Dikutip dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ringkasan eksekutif dalam sebuah proyek juga didefinisikan sebagai rangkuman isi Dokumen Prastudi Kelayakan yang akan menjadi titik perhatian (highlight) perencanaan bisnis atau tesis dari rencana bagi pengambil keputusan dalam proses KPBU ini.

Tujuan ringkasan eksekutif adalah untuk memberikan gambaran perencanaan pelaksanaan KPBU secara komprehensif kepada pembaca.

Manfaat Ringkasan Eksekutif

Penyaring awal kerja

Seperti diulas di atas, ringkasan eksekutif menjadi semacam etalase bagi pihak pengaju rencana bisnis kepada calon mitra. Bila etalase ini menarik dan memberi penjelasan yang lengkap namun ringkas, maka manfaatnya besar bagi kedua belah pihak, yaitu proyek bisa berlanjut dan tentunya keuntungan menunggu.

Ringkasan eksekutif juga memberi manfaat khusus bagi pihak yang diajak kerja sama. Bagian ini memudahkan kita untuk mengetahui secara singkat tanpa perlu membaca detail perencanaan yang panjang.

Bahkan di dalam ringkasan eksekutif juga, kita sudah bisa menemukan informasi mengenai latar belakang diperlukan proyek ini dan tujuannya, serta rencana untuk mencapai tujuan tersebut.

Ringkasan eksekutif yang baik juga akan memasukkan informasi mengenai jumlah dan tujuan pinjaman atau investasi, jangka waktunya, kelayakan pendanaan, dan pernyataan pembayaran bagi pihak Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) maupun Badan Usaha Pelaksana (BUP) serta manfaat bagi semua pihak.

Cara Membuat Ringkasan Eksekutif

Asuransi dari perusahaan swasta

Ada aturan mendasar yang perlu ditaati dalam menyusun sebuah ringkasan eksekutif, yakni kontennya menjawab enam kata tanya: siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana (5W+1H). Ringkasan eksekutif harus mampu juga menjelaskan hal-hal berikut ini.

1. Masalah + solusi

Tentunya dalam mengajukan sebuah proposal bisnis, proyek, atau kerja sama, perlu dijelaskan latar belakang masalah dan identifikasinya agar bisa diselesaikan. Penyampaian masalah tentu harus dibarengi dengan pemberian solusi terhadapnya sehingga ide bisnis kita menjadi menarik.

2. Target pasar

Ringkasan eksekutif harus mampu menyampaikan bidikan pasar yang akan disasar. Ada dua pendekatan bisnis dalam menyikapi pasar, pertama adalah bisnis yang didorong pasar (market driven) dan bisnis yang mendorong pasar (market driver).

Misalnya terkait bisnis yang mendorong pasar adalah bisnis perencanaan keuangan. Sementara contoh bisnis yang didorong pasar adalah bisnis travel atau menjual barang elektronik. Intinya, ringkasan eksekutif harus mampu menjawab siapa yang akan membeli atau memanfaatkan produk kita sesuai target pasar yang tepat.

3. Kompetitor atau pesaing

Yang tidak kalah penting dalam menyiapkan sebuah ringkasan eksekutif adalah mengetahui melalui riset terkait pihak mana saja yang berpotensi menjadi pesaing dalam usaha yang akan dibangun.

4. Ringkasan keuangan

Bagian ini menjadi penting karena dalam berbisnis, ujung-ujungnya adalah mencari profit, bukan? Sebuah proposal bisnis akan terlihat menarik bila menyertakan sebuah ringkasan keuangan yang cukup jelas, meski tidak perlu terlalu rinci.

Paling tidak, ringkasan keuangan ini mampu menjelaskan soal target penjualan produk, target keuntungan yang akan dicapai, kapan bisa balik modal, hingga berapa potensi kerugian yang bisa saja menimpa usaha yang dirancang.

5. Pencapaian

Investor atau calon mitra akan memastikan apakah kita, sebagai pengaju proposal, cukup berprestasi untuk dijadikan mitra strategis. Pastikan dalam ringkasan eksekutif, kita turut memasukkan contoh produk yang pernah dibuat. Atau bila kita memulai usaha daring, beri informasi mengenai jumlah pelanggan dan jumlah pengunjung situs.

Komponen-Komponen Penunjang Ringkasan Ekskutif

Premi asuransi kecelakaan

Penyusunan ringkasan eksekutif bisa saja bervariasi, namun setidaknya harus berisi bagian-bagian berikut ini.

1. Pengantar

Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah diperlukannya proyek dan sejauh mana proyek tersebut penting untuk dikerjakan. Latar belakang masalah harus dibarengi penyampaian solusi. Posisikan proyek yang akan digarap sebagai solusi atas masalah yang dihadapi.

2. Lokasi proyek

Ringkasan eksekutif juga harus dilengkapi dengan rencana lokasi pelaksanaan proyek, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa serta cakupan pelayanannya.

3. Peluang pasar

Mendefinisikan dengan jelas peluang pasar dari proyek yang direncanakan berdasarkan hasil riset pasar yang dilakukan.

4. Skema kerjasama yang ditawarkan

Bagian ini menjelaskan bentuk kemitraan yang akan dilakukan. Bisa melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau bentuk kerja sama lain.

5. Rencana investasi

Menjelaskan rencana investasi, terutama nilai belanja modal (capital expenditure) yang diperlukan dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan investasi. Termasuk menjelaskan soal target penjualan produk, target keuntungan yang akan dicapai, kapan bisa balik modal, hingga berapa potensi kerugian yang bisa saja menimpa usaha yang dirancang.

6. Struktur organisasi

Menjelaskan para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam proyek.

Ringkasan eksekutif sewajarnya disusun dengan sebaik mungkin dalam mewakili pencapaian dan kualitas dari usaha kita. Tentu saja, upaya menemukan mitra yang tepat dan sejalan dengan visi-misi usaha kita menjadi prioritas utama.

Terus temukan inspirasi berbisnis dari ulasan-ulasan seputar manajemen keuangan dari Lifepal. Di Lifepal juga kita bisa menemukan berbagai referensi produk asuransi terbaik di Indonesia.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →