Cerdik Menyikapi Risiko Obligasi Supaya Gak Rugi

risiko obligasi

Ada beragam investasi ditawarkan dan semua pilihan ada plus dan minusnya masing-masing. Fokus utama kita ketika membaca ulasan-ulasan tentang investasi pasti berfokus pada meraih keuntungan dan kemudahan yang akan didapatkan. 

Meski begitu, jangan lupa untuk memperhatikan risiko yang akan dihadapi sebelum melakukan investasi. Hal ini penting sekali untuk dipertimbangkan agar terhinda dari salah langkah dan berakibat kerugian.

Obligasi atau sering disebut sebagai surat utang memiliki jaminan hukum agar kita tidak dirugikan, yaitu:

Selain nilai return yang dirasa cukup tinggi, adanya peraturan itu membuat kita merasa lega karena jelas pemerintah melindungi investasi obligasi. 

Tetapi tunggu dulu, tidak semua jenis obligasi dilindungi oleh pemerintah dan ditanggung oleh APBN. Obligasi yang memiliki tingkat keamanan tinggi hanya jenis yang diterbitkan oleh pemerintah, misalnya Surat Berharga Negara atau SBN. 

Nah, jika kamu memilih untuk berinvestasi pada obligasi selain SBN, maka kamu wajib menyimak beberapa risiko yang mungkin menimpa investasi kita.

1. Risiko gagal bayar

Ada risiko yang harus kamu hadapi ketika perusahaan sekuritas yang menerbitkan obligasi tidak mampu membayarkan utang kembali kepada kamu hingga waktu jatuh tempo yang telah disepakati bersama. 

Terdapat banyak penyebab terjadinya kondisi semacam ini, misalnya manajemen keuangan perusahaan sekuritas yang buruk sehingga mengalami kerugian atau oknum manajer keuangannya yang kabur membawa dana perusahaan.

Berbeda halnya ketika kita berinvestasi dengan obligasi yang diterbitkan oleh negara. Apabila kita berinvestasi dengan obligasi yang dikelola negara, terdapat Undang-Undang yang menjamin bahwa negara mampu melakukan pembayaran pokok dan return obligasi sampai batas waktu yang telah disekapati. 

Hal ini dapat dilakukan karena uang yang dikelola negara untuk penjaminan ini berasal dari APBN dan dapat dikeluarkan setiap tahunnya.

2. Risiko pasar

Jika kamu pernah mendengar capital loss, maka risiko pasar sangat berkaitan dengan hal itu.

Capital loss adalah kerugian yang dialami investor akibat faktor-faktor tertentu yang memengaruhi pasar keuangan, antara lain:

  • Perubahan suku bunga.
  • Kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil. 
  • Investor menjual obligasi di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Alhasil, investor mendapatkan harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli.

3. Risiko likuiditas

Pada kondisi tertentu, kita dihadapkan kepada keadaan yang menuntut pembayaran cepat, padahal dana yang kita miliki belum mencukupi. Begitu pula saat berinvestasi. 

Risiko likuiditas ini terjadi ketika investasi obligasi membutuhkan suntikan dana cepat, tetapi ternyata surat utang ini tidak dapat dijual dengan harga wajar. Kamu dapat menghindari risiko ini dengan mendapatkan dana melalui penjaminan obligasi atau menjadikannya sebagai agunan.

Bagi kamu yang menyukai tantangan dan cenderung bermain aman, tentu investasi obligasi bisa menjadi pilihan yang sesuai. Namun, jika kamu ingin meraih keuntungan dengan cara yang lebih aman lagi, jangan ragu untuk mencoba obligasi negara. Risiko obligasi negara atau SBN hampir bisa dibilang nihil alias terjamin 100 persen.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Yuk, pelajari lebih lengkap lagi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) dan berbagai pilihan produknya di dalam ulasan-ulasan Lifepal lainnya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →