Reksadana Pasar Uang Pas Buat Pemula, Ini Alasan Kuatnya!

Reksadana pasar uang merupakan salah satu instrumen investasi yang kini banyak dilirik orang. Pasalnya, investasi yang satu ini rendah risiko tapi keuntungannya boleh diadu sama deposito.

Sama seperti reksadana lainnya, dana yang kamu alokasikan akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli di bidangnya. Jadi, kamu gak perlu takut uangmu hilang.

Dengan reksadana, kamu juga gak perlu berkali-kali mengecek portofolionya meskipun memang kamu bisa melakukan hal itu. Kamu hanya perlu santai di rumah dan menunggu uangmu beranak pinak.

Sayangnya, masih banyak orang yang enggan terjun ke investasi dengan alasan takut bangkrut atau karena gak paham bagaimana cara investasinya.

Kenapa sih reksadana yang satu ini direkomendasikan ke pemula? Apa pula arti dari pasar uang itu sendiri? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian reksa dana pasar uang

Investasi reksa dana (Shutterstock).
Investasi reksa dana (Shutterstock).

Bicara soal definisi, reksadana diartikan sebagai salah satu wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana. Intinya, investor melakukan urunan dana yang nanti akan diberikan ke manajer investasi untuk dikelola ke dalam portofolio efek.

Nah dalam reksadana pasar uang, portofolio efeknya adalah instrumen pasar uang. Apa saja instrumen yang termasuk dalam pasar uang? 

Instrumen pasar uang adalah instrumen efek yang berjangka waktu kurang dari satu tahun. Beberapa jenis efek itu adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan efek utang lain yang jatuh temponya  kurang dari setahun. 

Produk ini juga gak membebankan biaya lebih ketika membeli serta menjual dan menawarkan tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dari rekening tabungan atau koran.

Mengapa Reksadana Pasar Uang?

reksadana pasar uang
Cobain yang paling rendah risiko dulu ya baru setelah itu yang lain (pixabay)

Reksadana pasar uang sangat cocok untuk kamu yang baru mengenal investasi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak ada satupun portofolio efek di reksadana ini yang sifatnya fluktuatif. Contohnya adalah saham.

Jadi, investasi ini dinilai memiliki risiko rendah. Pas banget buat mereka yang memang baru ingin memulai investasi, atau awam dalam dunia seputar pasar modal. 

Mengingat deposito adalah salah satu dari portofolio efek dalam reksadana ini, maka cara investasi ini pun punya return atau imbal hasil yang gak jauh beda dengan instrumen itu. 

Hanya saja, reksadana pasar uang tidak mengenal apa itu istilah jatuh tempo. Investor bisa saja mencairkan uangnya kapan pun saat mereka membutuhkan. 

Mari bandingkan bunga tabungan, deposito, dengan imbal hasil reksadana pasar uang. Saat ini, bunga tabungan hanya sekitar 1 persen per tahun, sedangkan deposito berkisar 4 hingga 6 persen per tahun. Nah, beberapa reksadana pasar uang ada yang tembus sampai 7 persen per tahun. Lebih besar bukan?

Akan tetapi, manajer investasi gak boleh lho menjanjikan keuntungan ke investor. Investor sendiri yang harus mencari tahu soal performa reksadana yang ingin mereka beli.

Lantas jika kita adalah orang awam, bagaimana cara mengukur performa reksadana tersebut? 

Cara memilih reksadana pasar uang

reksadana pasar uang
Semua informasi bisa kamu temukan di aplikasi agen penjual reksadana (pixabay)

Cara mudahnya adalah dengan melihat informasi di situs-situs agen penjual reksadana. Umumnya, para agen-agen tersebut akan melakukan pemeringkatan reksadana sesuai dengan analisa yang mereka lakukan.

Atau jika kamu ingin mengetahuinya sendiri. Lakukan saja beberapa hal di bawah ini.

1. Cek peningkatan nilai aktiva bersihnya

NAB dihitung dan diumumkan setiap hari bursa, sementara itu NAB/UP kerap disebut harga dari suatu reksadana. Harga NAB/UP akan berubah setiap harinya.

Kurang lebih NAB/UP itu prinsipnya sama dengan harga saham satu lembar. NAB/UP suatu reksadana juga akan mengalami perubahan setiap harinya. 

Pantau saja peningkatannya dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Cek apakah ada penurunan, atau tetap stabil naik. Jika memang stabil tandanya reksadana itu cukup baik.

2. Cek manajer investasinya

Manajer investasi itu banyak, dan gak sedikit pula kasus mengenai skandal-skandal yang berkaitan dengan perusahaan manajer investasi reksadana.

Awasi rekam jejak perusahaan-perusahaan itu, cek di berita seputar pemberitaannya. Setelah itu, buka akun medsosnya dan cek aktivitasnya.

Jika memang postingan aktif dan mereka cukup aktif mempromosikan produk mereka, itu tandanya ada beberapa produk yang mereka kampanyekan. Produk itu bisa kamu lirik dan bandingkan dengan reksadana-reksadana lainnya. 

Modal awal

reksadana pasar uang
Modal awalnya gak gede-gede amat kok (Pixabay)

Modal awal berinvestasi di reksadana pasar uang tidaklah besar. Hanya dengan modal Rp 50 ribu pun sudah bisa untuk memulai investasi. 

Jangka waktu investasi

Seberapa idealkah jangka waktu investasi reksadana pasar uang? 

Bisa dibilang, investasi ini pas dijadikan sebagai salah satu investasi jangka pendek. Mengapa? 

Investasi untuk tujuan jangka pendek, membutuhkan sebuah instrumen yang risikonya rendah, nilai fluktuasinya stabil, dan likuiditasnya tinggi. 

Deposito tentu likuid, dan rendah risiko namun punya jatuh tempo. Mengambil sebelum tanggal jatuh tempo tentu bisa terkena penalty.

Sementara itu obligasi juga tergolong rendah risiko, namun punya tanggal jatuh tempo.

Lain halnya dengan reksadana pasar uang. NAB per UPnya akan terus naik, sementara itu proses pencairan bisa kapan saja dilakukan. Daripada disimpan di tabungan nanti uangnya terkena biaya admin, mending disimpan di pasar uang. Setuju?

Keuntungan dan kekurangan reksadana pasar uang

reksadana pasar uang
Pas banget lho investasi ini buat jangka pendek (Pixabay)

Beberapa keuntungan dari investasi ini mungkin sudah diutarakan di atas. Namun pada poin ini, kita akan merangkum ulang jadi satu, dan membandingkannya dengan seberapa banyak kerugian yang dimiliki reksadana ini

Keuntungan

Selain bisa dimulai dengan modal kecil, reksadana pasar uang memiliki risiko yang rendah, fleksibel dalam proses registrasi, fluktuasi nilai yang stabil, dan likuid.

Kekurangan

Sementara itu, kekurangannya adalah tingkat imbal hasilnya yang tergolong kecil. Imbal hasil hingga 8 persen per tahun bisa saja didapatkan. Namun, gak semua reksadana pasar uang mampu memberikan yang sedemikian besar.

Beberapa risiko yang mungkin dialami para investor reksadana ini adalah adanya redemption (penarikan dana) besar-besaran dari investor lainnya. Sesuai dengan konsep hukum ekonomi saja, ketika suatu komoditas dijual, itu menjadi tanda bahwa komoditas itu gak lagi diminati dan harganya pasti akan turun.

Sementara itu, proses gagal bayar obligasi yang masuk dalam portofolio aset reksadana yang kamu beli juga berpotensi menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, sebelum membeli reksadana ini, ketahuilah jenis obligasi apa yang ada dalam reksadana ini.

Ketika itu adalah obligasi pemerintah, maka risikonya lebih kecil ketimbang swasta.  

Reksadana pasar uang terbaik

Seperti apa sih reksadana pasar uang terbaik yang kabarnya bisa memberikan imbal hasil investasi besar? Di bawah ini adalah beberapa produk reksadana dengan return-nya selama satu bulan, terhitung dari Maret 2020 dirangkum dari situs Bareksa dan Infovesta.

No Reksadana pasar uang Manajer Investasi Yield dalam sebulan
1 Cipta Dana Tunai  Cipta Asset Management 3,02%
2 Sucorinvest Sharia Money Market Fund Sucorinvest Asset Management 0,57%
Sucorinvest Money Market Fund Sucorinvest Asset Management 0,57%
4 Mandiri Pasar Uang Optima 2 Mandiri Manajemen Investasi 0,55%
5 Mega Asset Multicash Mega Asset Management 0,54%

Bagaimana, dalam sebulan ada yang sampai 3 persenan ya! Tapi tunggu dulu, gak semua reksadana pasar uang yang ada di marketplace bisa dibeli secara retail untuk investor seperti kita.

Sebagian besar ada juga yang sifatnya tertutup, atau hanya diperuntukan bagi perusahaan-perusahaan.

Nah, itu dia alasan mengapa kamu harus memilih reksadana pasar uang untuk investasi. Reksadana, khususnya pasar uang, adalah investasi yang terbilang mudah, praktis, dan memiliki risiko rendah.

Investasi ini memang cocok buat mereka yang baru ingin terjun ke dunia investasi atau yang sama sekali belum mengenal produk investasi lainnya. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.